Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Nenek menangis gara-gara nonton sinetron.


__ADS_3

"Ada apa mas Fareal telpon?Tadi aku kira yang chat bukan mas Fareal habisnya tumben menggunakan kata aku-kamu biasanya gue-lo!"Jawab Chelsea sambil menatap wajah kakaknya yang sedang tersenyum.


Fareal melakukan panggilan video call.


"Mulai saat ini aku mau merubah panggilan aku, kan kita sudah resmi pacaran,jadi aku ingin merubah gaya bahasa aku sayang."Ucap Fareal membuat Chelsea kembali merasa ser-ser membayangkan sedang bermesraan dengan kakaknya.


"Ah Mas Fareal jangan bikin Chelsea jadi melayang dong! Haduh mas, Chelsea jadi kangen."Ucap Chelsea sambil menundukkan kepalanya merasa malu,ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ia sangat merindukan kakaknya yang sudah menguasai hatinya.


"Mas juga kangen sayang, hey... lihat mas dong sini, jangan menundukkan kepala,mas jadi gak bisa melihat wajahmu."Ucap Fareal membuat Chelsea menjadi semakin malu tidak berani menunjukkan wajahnya yang sudah berubah merah.


"Sayang... kalau mas pulang boleh tidak mas peluk kamu?"Tanya Fareal membuat jantung Chelsea tambah ser-seran.


"Em...."Chelsea hanya tersenyum simpul.


"Asyik...kamu diam berarti boleh,yes...!"Seru Fareal kegirangan.


"Idih...siapa juga yang bilang boleh,"Chelsea menatap layar handphone terlihat wajah kakaknya yang terlihat begitu ceria.


"Hah apa dek?Mas juga boleh cium kamu juga?Yes... oke dek."Fareal sengaja mengerjai Chelsea.


"Mas Fareal...!"Seru Chelsea nampak kesal ia langsung mematikan panggilan video call dari kakaknya.Ia menatap wajahnya dengan menggunakan bantal sambil teriak kecil lalu ia tersenyum sendiri sudah seperti orang gila saja.


Fareal begitu pintar membuat pikiran Chelsea jadi melayang kemana-mana.


Di Amerika.


"Maaf dek,mas sengaja agar lo selalu memikirkan mas saja,itu jurus mas Fareal untuk memikat para gadis dan jurus itu selalu berhasil membuat para gadis klepek-klepek."Gumam Fareal lirih sambil menatap foto Chelsea yang ia jadikan sebagai wallpaper handphonenya.


Bagi seorang Fareal yang terkenal playboy sangat mudah merayu seorang wanita seperti Chelsea yang masih polos belum pernah pacaran.


"Udah dong bro, jangan terus menggoda adik lo seperti itu, kasihan dia."Ucap Agus yang dari tadi mendengarkan pembicaraan Fareal dan Chelsea.


"Biarkan saja, gue sengaja agar dia semakin dalam rasa cintanya ke gue, dihatinya hanya ada gue seorang sehingga tidak ada tempat lagi untuk laki-laki lain, gue ingin saat kita bertemu nanti dia yang sudah terlalu cinta dan rindu dengan gue bakal melakukan apa saja yang gue mau,dan saat itu gue akan langsung melamarnya dan meminta ia menjadi istri gue,aku akan membawa dia untuk hidup bersama untuk selamanya tanpa ada yang mengganggu kita lagi."Kata Fareal sambil membayangkan hal jorok bersama Chelsea.

__ADS_1


Pletak....


"Hay... monyong, istighfar!Memang apa yang akan lo lakukan kalau kalian nanti ketemu?Lo jangan bilang mau merusak adik lo yang masih polos itu, dasar laki-laki mesum."Ucap Agus menjitak kepala Fareal.


"Hehe... enggaklah Gus,mana berani gue,gue sayang banget sama dia,gue akan memintanya nanti setelah dia resmi jadi istri gue, hehehe...."Fareal terkekeh.


"Dasar lo playboy cap kadal!"Seru Agus melempar Fareal dengan bantal kecil yang ada disampingnya, sedangkan Fareal hanya terkekeh.


Sementara di Indonesia.


"Chelsea dimana bun?"Tanya Siska yang baru pulang dari rumah sakit menghampiri ibunya yang sedang menonton acara televisi.


"Ada didalam kamar, bagaimana operasinya nak?Kata Chelsea tadi kamu ada operasi."Jawab Bunda Karmila ganti bertanya.


"Iya bun, Alhamdulillah operasinya berjalan dengan lancar.Tadi Chelsea pulang sama siapa bun?"Tanyanya lagi.


"Katanya di antar Atun."Jawab Bunda Karmila sesuai dengan apa yang dikatakan Chelsea yang mengatakan bahwa dirinya diantar Atun padahal Pak Eko yang mengantarnya pulang.


Tap...tap...tap....


Tidak lama setelah Siska masuk kedalam kamarnya terdengar langkah kaki mendekati Bunda Karmila, karena terlalu fokus menonton sinetron Bunda. tidak terlalu mendengarkan langkah kaki dari seseorang yang sedang berjalan mendekatinya.


"Nenek ...!"Panggil Chelsea dengan suara cemprengnya langsung duduk disamping Bunda Karmila.


"Eh kodok-kodok...duh... ngagetin aja kamu."Ucap Bunda Karmila latah,ia mengusap dadanya sendiri karena kaget dengan kemunculan cucunya yang secara tiba-tiba.


"Hehehe... maaf nek, habisnya nenek serius banget nonton sinetron."Chelsea terkekeh melihat ekspresi wajah Bunda Karmila yang terlihat lucu dengan latahnya karena kaget.


"Ibu belum pulang nek?"Tanya Chelsea yang belum tau jika ibunya sudah pulang.


"Sudah...!"Jawab Bunda Karmila singkat dengan kedua mata kembali fokus ke televisi, sedangkan Chelsea yang tidak suka nonton sinetron lebih memilih baca majalah yang ada diatas meja.


"Kamu makan dulu sana,kamu kan dari tadi belum makan,kalau nenek tadi habis bikin kue langsung makan, habisnya lapar banget.Sana makan gih!"Perintah Bunda Karmila ke cucunya.

__ADS_1


"Nanti nek nunggu Bunda selesai mandi."Jawab Chelsea tanpa menoleh kearah Bunda Karmila, kedua matanya masih menatap majalah.


"Hiks...hua...."Tiba-tiba Bunda Karmila menangis membuat Chelsea membaca majalah remaja langsung menoleh kearah Bunda Karmila, setelah itu Chelsea menoleh kearah televisi yang ternyata ada adegan sedih,dimana seorang anak laki-laki telah meninggal dunia akibat penyakit yang dideritanya, terlihat orang tua dan saudara-saudaranya menangisi kepergiannya.


"Oh... pantes...!"Ucap Chelsea lirih sambil menggelengkan kepalanya kembali menatap neneknya yang masih belum berhenti menangis.


"Hiks... hiks...."


Bunda Karmila masih belum mau berhenti menangis.


"Duh... nenek jadi nangis gara-gara nonton sinetron!"Gumam Chelsea lirih sambil tersenyum geli melihat neneknya yang terlalu menghayati cerita sehingga ikut menangis terbawa kisah yang ada dalam sinetron itu.


"Sudah nek jangan nangis terus,kita doakan saja semoga anak itu Husnul khatimah."Ucap Chelsea membuat nenek langsung menghentikan tangisnya,ia malah terkekeh menatap cucunya yang sudah kembali fokus dengan majalah remaja yang ada ditangannya.


"Hehehe...kamu bisa aja ndu'."Bunda Karmila mengambil tissue yang ada didepannya,lalu ia mengusap air matanya sendiri dengan tangan satunya mengusap lembut rambut Chelsea.


"He...abis nenek lucu mau aja dibohongi sinetron, itu kan cuma bohongan,dia kan cuma akting gak beneran mati."Ucap Chelsea sambil nyengir menatap Bunda Karmila yang sudah tidak sedih lagi.


"Habisnya kasihan ndu', lihat anak itu mati padahal kan ganteng."Jawab Bunda Karmila kembali melihat kearah televisi melanjutkan menonton sinetron yang belum selesai.


Ceklek....


Terdengar suara pintu kamar Siska yang letaknya berdekatan dengan mereka saat ini sedang menonton acara televisi dibuka, Chelsea langsung menoleh kearah pintu kamar ibunya, terlihat seorang perempuan paruh baya dengan memakai daster selutut tangan pendek keluar dari dalam kamar.


"Ibu...!"Panggil Chelsea sambil tersenyum menatap wanita yang masih terlihat cantik meskipun sudah berumur.


"Sayang... sudah makan belum nak?Makan yok ibu lapar."Ajak Siska kepada putrinya.


"Belum bu,ayok Chelsea juga sudah lapar. "Jawab Chelsea langsung bangkit dan berjalan menghampiri ibunya yang masih berdiri didepan pintu kamar.


"Ayok bun kita makan bareng."Ajak Siska kepada Bunda Karmila.


"Aku sudah makan tadi, nunggu kalian lama banget keburu kelaparan, sudah sana kalian makan gih!"Perintah Bunda Karmila masih belum mau berpaling dari layar televisi.

__ADS_1


__ADS_2