
"Kepada saudari Chelsea kami harapkan untuk maju kedepan."Terdengar suara dari panitia memanggil nama Chelsea , semua teman-teman Chelsea beserta para panitia,guru, dan tamu undangan bertepuk tangan ketika Chelsea sedang berjalan kedepan.
"Terimakasih...."Ucap Chelsea sambil membungkukkan badan memberi hormat setelah berada diatas panggung kecil didalam ruangan yang memang selalu digunakan kalau ada acara disekolah itu.
Setelah berada diatas panggung Chelsea tampak kebingungan sambil menggaruk kepalanya sendiri.
"Ada apa tuh si berokokok."Bisik Maryatun lirih saat melihat Chelsea seperti orang kebingungan.
"Jangan-jangan dia lupa lagi dengan puisi yang sudah kita buat ."Bisik teman Chelsea yang lain duduk disamping Maryatun.
"Wah...bisa gawat nih kalau kelas kita sampai kalah bisa diketawain sama kelas sebelah."Bisik Maryatun.
"Alah... pasti dia lupa deh dengan puisinya, hahaha..!"Teriak salah satu siswa dari kejauhan sambil tertawa mengejek.
Terdengar suara berisik para penonton dari dalam ruangan.
"Turun sajalah,udah mundur saja kalau memang gak bisa,kalah ya kalah aja...huuu...."Terdengar teriakan dari siswa-siswi dari kelas saingan kelas Chelsea karena lomba ini adalah lomba antar kelas dari kelas satu sampai kelas tiga, yang semua berjumlah 9 kelas.Kelas satu dibagi menjadi empat kelas,kelas 1A,1B,1C dan 1D,kelas dua juga dibagi empat kelas, begitu juga dengan kelas tiga.Jadi keseluruhan ada 12 kelas, kebetulan Chelsea mewakili kelasnya untuk mengikuti lomba baca puisi.
"Ih... kalian berisik banget sih!"Bentak Maryatun tidak suka mereka menghina temannya.
"Apakah anak itu yang bernama Chelsea? Tanya Pak Eko yang juga berada disana sebagai tamu undangan karena diminta oleh pihak sekolah.
"Iya pak."Jawab salah satu guru yang duduk disebelah kanan Pak Eko.
"Maaf kalau boleh tau siapa nama kedua orang tuanya?"Tanya Pak Eko lagi karena masih penasaran dengan gadis remaja yang sedang berdiri diatas panggung yang sudah ia temui dua kali dan yang kedua kalinya gadis itu bersama dengan perempuan yang sangat ia cintai sehingga ia berfikir kalau Chelsea adalah anak perempuan itu yang kemungkinan berarti anaknya juga.
"Bapak Rendi dan Ibu Rini pak."Jawab guru itu, karena dalam biodata Chelsea kedua orang tuanya adalah Rendi dan Rini.
"Oh...jadi bukan anaknya."
Gumam Pak Eko dalam hati merasa kecewa, padahal ia berharap kalau Chelsea adalah anaknya Siska.
"Halo anak-anak...,harap diam ya anak-anak!"Perintah panitia melalui alat pengeras suara.
"Chelsea...ayok dimulai!"Perintah panitia itu lagi.
"Waduh mati aku, kenapa aku bisa lupa,"gumam Chelsea dalam hati, ia mencoba menenangkan dirinya yang terlihat grogi.
__ADS_1
Semua langsung terdiam saat Chelsea mulai mengeluarkan suaranya, awalnya Chelsea tampak ragu namun entah dapat kata-kata darimana tiba-tiba ia begitu lancar berbicara.
Sebuah puisi cinta yang menyentuh hati keluar begitu saja dari mulut Chelsea yang memang sedang dilanda cinta.
Sambil tersenyum ia membayangkan wajah Fareal dan ucapannya yang membuat dirinya seakan melayang ke langit ketujuh, namun ada kesedihan dimatanya saat ia mengingat hubungannya dengan Fareal yang mungkin akan mendapat pertentangan dari kedua orang tua mereka yang tidak menginginkan mereka bersama.
🌹🌹🌹
Cinta datang begitu saja tanpa permisi.
Cinta mungkin akan datang dan pergi namun aku akan selalu mencintaimu selamanya
Mungkinkah kita akan tetap bersama meski banyak yang menentangnya?
Tapi kenapa takdir seakan mempermainkan kita
Jika kita memang harus menjadi saudara,
maka aku akan selalu menjaga perasaan ini agar selalu berada ditempatnya.
Tapi jika ternyata kita bisa bersama maka akan ku serahkan seluruh hidupku hanya untuknya.
Ya...aku begitu mencintainya.
Senyummu meracuni seluruh jiwaku.
Hingga hati dan benakku selalu ingat tentangmu.
Hati ini bergetar kala sepasang manik mata indah itu menatapku.
Kata-kata romantis yang keluar dari mulutnya membuat aku terbuai dan melayang ingin segera bertemu.
Jika kita harus berpisah dulu lalu kembali bersama,aku pun rela menjalaninya
Semoga kelak kita akan dipertemukan kembali dan bisa bersama untuk selamanya
Hanya maut yang bisa memisahkan kita berdua.
__ADS_1
Prok...prok...prok....
Swiiiit....
Terdengar suara tepuk tangan begitu meriah disertai suara suwitan menyadarkan Chelsea yang sepertinya sangat meresapi puisinya itu.
Ia membawakan sebuah puisi sesuai dengan perasaannya sendiri, kata-katanya yang begitu menyentuh dan ekspresi wajahnya yang pas dengan puisinya, ketika ada kata kegembiraan karena cinta wajahnya kelihatan sumringah dengan senyum mengembang, saat ada kata kerinduan dan kesedihan wajahnya pun berubah sendu, kedua matanya berkaca-kaca seolah dia juga ikut merasakan kesedihan itu,membuat para juri merasa kagum,mereka sampai berdiri dan bertepuk tangan dengan begitu keras sangking terharunya dengan puisi cinta dari Chelsea.
Tampak semua teman-temannya jadi tersentuh oleh puisi yang dibawakan Chelsea.Bahkan ada yang sampai meneteskan air mata.
Tampak para juri berbisik-bisik dengan juri yang lain, mereka seperti sedang merundingkan sesuatu.
"Anak itu, kenapa kata-katanya pas banget dengan apa yang aku alami?"Batin Pak Eko sambil meneteskan air mata.Dirinya kembali teringat tentang wanita yang sudah membuatnya sampai tidak mau menikah demi menunggunya untuk kembali,siapa lagi wanita yang selalu ada dihatinya kalau bukan Siska.Ya, Pak Eko sampai saat ini masih mengharapkan Siska akan kembali padanya.
"Hiks...itu dia dapat puisi dari mana ya gaes? Kenapa tidak sama dengan puisi yang sudah kita buat bersama untuk lomba.", Ucap Maryatun sambil terisak karena merasa terharu.
"Iya lho...kenapa puisinya jadi lain?Tapi keren lah Chelsea,top markotop gaes...!"Seru temennya Chelsea yang lain.
Chelsea Langsung turun sambil tersenyum malu menghampiri para teman-temannya.
Prok...prok... kereeeen, Chelsea, Chelsea,yeee...!"Teriak teman-teman Chelsea sambil bertepuk tangan.
Sementara para siswa-siswi dari kelas sebelah tampak tersenyum sinis menatap kelompok Chelsea yaitu kelas 3C yang terlihat sangat senang.
"Ih...norak!"Seru siswi dari kelas 3A
"Gila lo Chels, lo ternyata bisa juga membuat puisi cinta, ciye-ciye... kayaknya lagi ada yang jatuh cinta beneran deh."Ucap Maryatun menggoda temannya yang sudah berkumpul bersama mereka lagi.
"Ah... apaan sih Atun."Chelsea mendorong tubuh Maryatun sambil tersenyum simpul.
"Kenapa lo ganti puisi yang sudah kita buat bersama?"Tanya Maryatun membuat Chelsea cengar-cengir sambil menggaruk kepalanya sendiri yang sabenarnya tidak gatal.
"Hehehe... sorry gaes,aku lupa, semalam aku ketiduran jadi gak menghafal puisi dari kalian,he...."Jawab Chelsea sambil nyengir.
"Tapi gak apa-apa kok Chels, puisi lo yang ini malah jauh lebih keren dari puisi yang kita buat barengan."Ucap temannya yang lain.
"Sorry ya gaes."Jawab Chelsea menyatukan kedua telapak tangannya meminta maaf.
__ADS_1
"Udah lo jangan seperti itu, puisi lo jauh lebih keren dari puisi yang sudah kita rancang bersama, semoga kelas kita menang ya gaes,biar kelas sebelah gak sombong lagi."Ucap Maryatun sambil menepuk pundak sahabatnya.
"Amin...iya lah biar tau rasa mereka,sebel gue sama mereka selalu saja menghina kelas kita karena selalu kalah dari mereka."Sambung teman yang lain.