Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Wajah Chelsea mirip siapa?


__ADS_3

"Hay Rin, senangnya kalian akhirnya datang juga kesini."Kata Adel langsung memeluk sahabatnya untuk melepas kerinduannya.


Sore harinya Rini dan suaminya pergi ke rumah Adel dan Julius untuk menghadiri undangan makan bersama dari kedua pasangan suami-istri itu.


"Padahal kita deket tapi gak pernah ketemu."Lanjut Adel melepas pelukanya.


"Sibuk terus sih kamu."Jawab Rini.


"Halo Ren, lo tambah tua aja sekarang."Ledek Adel mengulurkan tangannya ke Rendi.


"Maklumlah Del,anak udah 2."Jawab Rendi menyambut uluran tangan Adel.


"Om Juli apa kabar?"Tanya Rini mengulurkan tangannya ke laki-laki jangkung yang ada disamping Adel.


"Alhamdulillah, kabar gue sangat-sangat baik Rin karena ada istri gue yang pintar merawat gue."Jawab Julius sambil memeluk tubuh istrinya dari samping.


"Ciye-ciye...!"Seru Rini.


"Papi,ih...."Adel mencubit pinggang suaminya.


"Auw..."Julius melepas pelukannya,ia mengusap pinggangnya sendiri yang terasa sakit karena cubitan dari sang istri tercinta.


Julius yang tadinya beragama katolik akhirnya masuk Islam demi bisa hidup bersama dengan pujaan hatinya yang tidak mau menikah dengan seseorang yang mempunyai beda keyakinan dengan dirinya, bagaimana jadinya jika satu rumah memiliki keyakinan yang berbeda, aku ingin menikah dengan seorang laki-laki yang bisa menjadi imamku kelak, mengingatkan aku jika aku lupa,itulah kata-kata yang diucapkan Adel sebelum menikah dengan Julius.


Walaupun awalnya kedua orang tua Julius sangat marah tidak setuju,tapi karena sikap keras kepala Julius akhirnya kedua orang tua Juli menyerah yang penting anak mereka yang saat itu masih bertahan menjadi bujang tua, Julius seharusnya sudah memiliki anak malah bersikeras tidak mau nikah, hingga akhirnya Juli bertemu dengan gadis tomboi yang usianya 15 tahun lebih muda darinya,Mama Callysta dan Papa Eric akhirnya pasrah tidak mau ikut campur dengan jalan yang diambil anak mereka yang penting anak laki-laki mereka mau menikah dan hidup bahagia bersama perempuan pilihannya.


"Ini pasti Chelsea ya?"Tebak Adel memperhatikan wajah gadis remaja yang sedang berdiri disamping Rini.


"Iya Tante."Jawab Chelsea yang juga ikut bersama kedua orang tuanya.


"Kamu cantik banget sayang...!"Adel mengusap lembut rambut Chelsea.


"Kok wajah kamu mengingatkan Tante sama seseorang ya?"Adel langsung diam seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Ada apa tante?"Tanya Chelsea jadi penasaran karena Adel tiba-tiba diam sambil memperhatikan wajah Chelsea.


"Ah... enggak apa-apa, jangan dipikirkan sayang."Ucap Adel berusaha menghilangkan kecurigaannya.


"Lho... Fareal mana?Kok Fareal gak diajak juga Rin?"Lanjut Adel menanyakan anak laki-laki sahabatnya itu.


"Fareal lagi sibuk menyelesaikan tugas kuliahnya Del,jadi gak bisa ikut."Jelas Rini.

__ADS_1


"Ya sudah Mi,ayok ajak mereka langsung keruang tengah saja, makanannya sudah disiapin disana sama Mbak."Perintah Julius.


"Tunggu Pi,masih ada satu pasangan suami-istri lagi yang belum datang."Ucap Adel.


"Hah..kamu mengundang siapa lagi Mi? Kirain cuma mengundang Rini sama Rendi saja."Julius terlihat kaget.


"Memangnya kamu ngundang siapa lagi Del?"Tanya Rini penasaran.


"Nanti kalian juga tau sendiri,tadi mereka telpon katanya agak telat datangnya karena terjebak macet."Jelas Adel tidak mau memberitahu siapa pasangan suami-istri yang diundang selain Rini dan Rendi.


"Sayang...kamu sekolah dimana?"Tanya Adel ke Chelsea.


"Sekolah di SMA 77 Tante."Jawab Chelsea.


"Oalah, dekat sama cafe kita yang baru buka dong ya Pi,tante juga punya cafe di sana dekat sekolah kamu itu sayang, kapan-kapan mampirlah ke cafe tante ya, nanti kita kasih gratis buat Chelsea."Kata Adel sambil tersenyum menatap Chelsea yang terlihat malu-malu.


Brum...


Terdengar suara motor dari depan saat mereka sedang asyik berbincang-bincang.


"Apa itu mereka?"Tanya Rendi.


"Bukan...itu Aciel, anaknya bibi kamu."Jelas Adel.


"Tuh anak kalau lagi pingin aja dia datang kesini, Aciel datang dari kemarin sore,tadi siang tak suruh ngajak jalan Cabellita biar gak ganggu maminya masak "Jelas Julius.


"Oalah...."Kata Rini.


"Tamunya sudah pada datang toh Uncle!"Seru Aciel sambil berjalan menghampiri mereka yang sedang berkumpul diruang tamu, tangan kanan Aciel menggandeng anak perempuan yang baru berusia tujuh tahun, anak satu-satunya Adel dan Julius karena Adel divonis tidak bisa memiliki anak lagi karena rahimnya terpaksa diangkat untuk menyelamatkan nyawanya,Adel mengidap penyakit kangker rahim empat tahun yang lalu, untuk menyelamatkan nyawa Adel, dokter menyarankan untuk mengangkat rahimnya.


"Hallo Aciel."Sapa Rini ke saudara sepupunya.


"Mbak Rini,Mas Rendi,senang bertemu dengan kalian disini."Sapa Aciel.


"Mami...Paman Aciel tadi ngajak Lita ke taman,Lita naik ayunan,perosotan,seruuuu... Terus kita tadi foto-foto di taman,Mami mau lihat gak?Nih lihat Lita lagi naik ayunan."Kata Cabellita langsung duduk dipangkuan Adel dengan wajah ceria menceritakan apa saja yang ia lakukan bersama pamannya,lalu Cabellita mengambil handphone miliknya yang dimasukkan kedalam tas kecil yang selalu ia bawa kemana-mana, handphone baru milik Cabellita yang dibelikan oleh Papinya sebagai hadiah ulang tahun yang ketujuh satu bulan yang lalu karena putri satu-satunya itu terus merengek minta dibelikan handphone. Cabellita menunjukkan hasil foto dirinya yang tadi diambil oleh Aciel.


"Wow... cantiknya my princess."Seru Julius yang ikut melihat foto putrinya dari handphone milik putrinya itu.


Besok kita kesana ya Pi,sama Mami juga.Ya Pi ya...ya Mi ya...!"Rengek Cabellita manja.


"Iya sayang, sekarang salim dulu sama Tante Rini, sama Om Rendi juga Kakak Chelsea sana."Perintah Adel sambil membelai lembut rambut Cabellita.

__ADS_1


Cabellita langsung turun dari pangkuan Maminya dan berjalan menghampiri tamu-tamu kedua orang tuanya.


"Halo Tante Rini apa kabar.."Ucap Cabellita mengulurkan tangannya kearah Rini.


"Kabar Tante baik sayang, bagaimana kabar Cabellita?Lama gak ketemu tau-tau udah gede aja kamu."Ucap Rini dengan suara lembut sambil mengulurkan tangannya menyambut uluran tangan Cabellita.


Cabellita mencium punggung tangan Rini, Rendi dan Chelsea bergantian.


"Kakak Chelsea cantik ya Mi."Ucap Cabellita Jujur saat sedang mencium punggung tangan Chelsea.


"Ah..masak sih sayang? Aduh Kakak jadi malu deh."Jawab Chelsea memegang pipinya sendiri merasa malu.


"Beneran,iya gak Paman Aciel?Kak Chelsea cantik ya Paman?"Kata Cabellita menoleh kearah Aciel.


"Ah...eh...heeh...."Aciel yang dari tadi diam-diam mencuri-curi pandang kearah Chelsea jadi gugup saat tiba-tiba ponakannya bertanya tentang gadis cantik yang sedang duduk disamping Rini, Rini adalah ponakan dari ayah Aciel yang telah tiada.


Bowo,paman Rini telah meninggal 10 tahun yang lalu karena tertembak saat berusaha menyelamatkan anak-anaknya yang diculik oleh anggota preman yang memiliki dendam pribadi dengan mereka,saat itu Aciel baru berusia 12 tahun sedang sekarang usia Aciel sudah 22 tahun.(Kisah kedua orang tua Aciel dapat dilihat di novel author yang berjudul suamiku menyebalkan ya kawan 😁🙏)


"Ayok Kakak kita kesana aja,malas kumpul bareng emak-emak."Ucap Cabellita bersikap seperti orang dewasa langsung menarik tangan Chelsea.


"Hahaha...kamu bisa aja lho Cil...bocil...."Ucap Julius sambil tertawa terbahak-bahak mengacak rambut putrinya, semua orang yang ada disana juga ikut tertawa mendengar ucapan anak Adel yang masih polos.


Cabellita mengajak Chelsea keruangan lain bersama dengan Aciel yang juga tangannya ditarik Cabellita.


"Rin... lama-lama wajah Chelsea gue perhatiin kok mirip sama...."


Ting... tong....


Terdengar suara bel rumah menghentikan ucapan Adel.


"Nah..itu pasti mereka."Seri Adel tidak jadi melanjutkan ucapannya tentang Chelsea yang wajahnya mirip dengan seseorang yang Adel kenal.


"Mbak... tolong bukain pintu mbak."Teriak Adel memanggil asisten rumah tangganya.


"Baik Bu."Asisten rumah tangga Adel yang sedang berada dibelakang langsung berlari membukakan pintu untuk tamu majikannya.


"Wajah Chelsea mirip sama siapa Del?"Tanya Rini dengan suara lirih jadi penasaran.


"Ah... mungkin cuma perasaan gue aja Rin."Jawab Adel jadi tidak enak.


"Please Del, kasih tahu aku, wajah Chelsea mirip siapa?"Tanya Rini semakin penasaran.

__ADS_1


"Hay semuanya... sorry menunggu lama."Terdengar suara seseorang sambil berjalan menghampiri mereka diruang tamu.


__ADS_2