Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Adel pingsan.


__ADS_3

"Duh... Ternyata dibelakang juga ada kucing kecil."Ucap Julius sambil menatap Adel yang sedang kesusahan memegang motornya sendiri karena tangan kanannya terasa nyeri akibat terjatuh dan tertimpa motor.


"Bener-bener si om emang gak punya perasaan ya, padahal setau gue mbak Nia orangnya baik, lembut, penyayang,suka menolong,lha ini abangnya malah kebalikannya,cik..cik ...."Ucap Adel sambil menggelengkan kepalanya melihat kearah Julius yang terlihat begitu cuek.


"Kok jadi lo yang sewot sih, seharusnya gue yang marah,tuh lihat mobil gue rusak gara-gara lo."Ucap Julius gak mau disalahkan.


"Lha sih.... siapa suruh om tiba-tiba berhenti begitu aja tanpa ngasih aba-aba.


Bener-bener nih sih om-om."Jawab Adel sambil naik keatas motornya lagi.


"Aw....duh..tangan gue!"Adel merasa kesakitan saat mau berusaha menekan tombol untuk menjalankan motornya.


"Em..."Melihat keadaan Adel seperti itu, Julius malah tersenyum licik, timbul sebuah ide agar ia bisa dekat dengan perempuan tomboi yang ada didepannya.


"Sudah... tinggalin aja motor buntut lo,ayok gue antar lo pulang."Kata Julian menarik tangan Adel.


"Hai....om jangan macem-macem ya sama gue, singkirkan tangan kotor om,ih.. najis gue."Ucap Adel menyingkirkan tangan Julius yang sedang menggenggam tangannya.


"Ih..gak usah GR lo, gue gak bakalan suka sama cewek ingusan model kayak lo yang gak punya bentuk sama sekali, tubuh lurus kayak tiang listrik gitu, apanya yang bisa di lihat,cih...lo bukan tipe gue."Jawab Julius dengan sombongnya.


"Ya sudah kalau gue bukan tipe om,sana pergi jangan ganggu hidup gue."Ucap Adel terlihat emosi.


"Aw.."Adel kembali kesakitan dibagian kaki yang seperti keseleo.


"Tuh kan,udah lo gak usah sok-sokan deh, ayok gue obatin luka lo dulu, motornya biar nanti gue telpon orang gue suruh bawain."Kata Julius memaksa.


"Lo gak usah berfikir macam-macam,gue cuma gak mau dibilangin cowok egois gak punya perasaan."Ucap Julius ketus memaksa Adel turun dari atas motornya.


"Huh...bodoh amat."Jawab Adel memaksa menjalankan motornya, baru berjalan beberapa meter menjauh dari mobil Julius, tiba-tiba motor Adel oleng dan ambruk beserta Adel yang kembali tertimpa motornya.


"Aduh....nih motor kenapa sih,gak bersahabat banget deh,gue harus telpon Wahyu deh."Kata Adel sambil meringis kesakitan.

__ADS_1


Julius yang melihat itu langsung berlari menghampiri Adel.


"Berhenti.. jangan mendekat, gue gak butuh bantuan sama om sombong seperti lo."Teriak Adel, ia berdiri lagi dengan memegangi tangan kanannya yang terasa nyeri.


"Terserah, kalau lo mau dijadikan makan malam oleh orang-orang disana."Kata Julius menunjukkan segerombolan pemuda yang sepertinya adalah para preman yang biasa nongkrong ditempat itu.


Julius berjalan santai kembali ke mobilnya meninggalkan Adel yang bersikeras tidak mau dibantu.


Adel menoleh kearah pemuda yang ditunjukkan oleh Julius,ia membelalakkan matanya dan menelan ludahnya sendiri merasa ngeri dengan segerombolan pemuda yang berpenampilan sangar,acak-acakan dengan tubuh mereka dipenuhi tato.


Adel mencoba menghubungi nomor Wahyu tapi nomornya tidak bisa dihubungi.


"Aduh Yu..lo kemana sih, saat gue lagi butuh lo,lo nya malah gak bisa dihubungi, hiks...."Gumam Adel sambil berusaha menghubungi nomor handphone kekasihnya itu yang masih belum tersambung.


Julius juga terlihat sedang berbicara dengan seseorang dipanggilan telpon.


"Ada apa mbak?Ada yang bisa kami bantu?"Tanya seorang pemuda berpenampilan sangar mendekati Adel.


"Enggak om,ini lagi menghubungi teman."Jawab Adel menyembunyikan ketakutannya.


"Enggak om,om pergi saja sana,gue bisa pulang sendiri,awas..."Teriak Adel dengan penuh keberanian menyingkirkan tangan-tangan nakal pemuda berpenampilan sangar itu.


"Uih....macan bro...!"Teriak pemuda itu terlihat sangat bahagia melihat sikap Adel yang galak.


Duak...


Tiba-tiba sebuah pukulan cukup keras mendarat di punggung pemuda berwajah sangar saat ia berusaha menarik tangan Adel.


Teman-teman pemuda itu yang sedang duduk berleha-leha langsung berlarian menghampiri mereka saat melihat temannya dipukul oleh seseorang dari belakangnya.


Terjadilah perkelahian satu lawan tujuh, karena mereka berjumlah tujuh orang.

__ADS_1


"Haduh...gimana nih,om galak bisa kalah kalau begini caranya,duh Yu...hp lo kenapa sih susah sekali dihubungi."Gumam Adel sambil bersembunyi dari para gerombolan laki-laki yang sedang berduel.Sabenarnya ia ingin sekali menolong Juli tapi apa daya,kaki dan tangannya sakit.


Adel terus memencet tombol handphonenya untuk minta tolong ke teman-temannya karena Juli tampak kuwalahan melawan tujuh pemuda yang ternyata lumayan handal, sebuah tendangan cukup keras mendarat di dada Juli membuat ia hampir terjatuh,


Dengan penuh keberanian Adel mencoba menolong Juli walaupun tangan dan kakinya terasa nyeri,


Brug...


Adel jatuh ketanah dan pingsan karena terkena pukulan yang cukup keras dari salah satu pemuda berandalan,saat bersamaan datang dua orang laki-laki berbadan besar langsung menyerang para pemuda berandalan yang sedang mengeroyok Julius.


Para pemuda berandalan itu lari kocar-kacir melawan dua laki-laki berbadan besar yang ternyata adalah anak buah Julius yang tadi Juli hubungi untuk membawa motor Adel yang terlihat rusak.


"Bos.. anda tidak apa-apa?"Tanya salah satu dari laki-laki berbadan besar menghampiri Julius yang terlihat sangat kelelahan dengan darah segar keluar dari sudut bibirnya.


"Makasih kalian sudah datang tepat waktu."Jawab Julius kedua orang anak buahnya.


"Lha.. ini perempuan bagaimana bos?"Tanya salah satu dari anak buah Juli saat melihat Adel yang sedang tergeletak di tanah.


"Haduh....nih bocah pakai pingsan lagi."Ucap Juli melihat kearah Adel.


"Bocah ingusan ini biar gue yang urus, kalian bawa motor bocah ini saja tuh disana."Lanjut Juli menunjukkan letak motor Adel ke anak buahnya.


"Motornya harus kami bawa kemana bos?"Tanya anak buah Juli.


"Em..ya udah deh kalian bawa aja ke apartemen gue aja, karena gue gak tau nih bocah tinggal dimana."Jawab Juli sambil membopong tubuh Adel untuk dibawa masuk kedalam mobilnya.


"Baik bos."Ucap dua laki-laki bertubuh besar itu bersamaan.


*****


"Em...aduh... kepala gue..!"Ucap Adel tersadar dari pingsannya setelah sudah berada didalam apartemen Juli.

__ADS_1


"Aw...."Lanjut Adel kesakitan saat ia ingin berusaha untuk bangun dari tidurannya.


"Lha..ini gue ada dimana ya?"Gumam Adel sambil memperhatikan isi kamar yang terlihat begitu besar dan rapih.


__ADS_2