Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bocah ingusan.


__ADS_3

Julius memeriksa satu persatu kertas milik Adel yang berisi soal-soal latihan pilihan ganda maupun essay yang diberikan oleh dosen Adel


"Buju busyet...dosen lo tuh siapa sih? Ngasih tugas seabrek gini sama lo bocah ingusan,nih lo nya yang sangking keterlaluan bandelnya, apa sangking bodohnya lo, sampai tuh dosen kasih soal segini banyak, atau dosen lo yang gak punya perasaan."Gumam Julius melihat setumpuk kertas yang berisi soal-soal latihan milik Adel.


Ternyata ada banyak banget jawaban Adel yang salah, dengan teliti Julius menjawab pertanyaan dalam soal-soal itu.


Bagi seorang Juli itu bukan hal yang susah, dengan begitu mudah ia mampu menjawab semua soal yang berjumlah 250 pilihan ganda dan 150 essay itu.


***


"Huaaap..."Adel menguap dengan lebar sambil mengusap kedua matanya dipagi hari.


Ia membuka matanya berlahan,lalu dikedip-kedipkan kedua matanya yang masih terasa lengket,dan berat karena masih ngantuk.


"Hah....kok gue tidur disini lagi sih? Alamak tugas gue...!"Teriak Adel bergegas turun dari ranjang,ia berjalan dengan satu kaki diseret karena masih terasa sakit dan tangan kirinya memegangi tangan kanannya yang juga terasa nyeri.


Adel berjalan keruang tengah untuk melihat soal-soal yang diberikan oleh dosennya.


Sesampai diruang tengah ia dikejutkan oleh seseorang yang sedang tidur dengan pulasnya di atas sofa sambil bersedekap tanpa selimut yang menutupi tubuhnya.


"Om sombong?Dia rela tidur disini karena kamarnya buat tidur gue, ternyata dia memiliki hati yang baik sama seperti mbak Nia."Gumam Adel dalam hati sambil tersenyum melihat wajah Julius.


Ia kembali tersenyum saat melihat tugasnya ternyata sudah selesai semua padahal seingat dia semalam masih banyak soal essay yang belum dia isi,dan soal pilihan ganda yang terpaksa dia tinggal karena bingung tidak tau jawabannya.


"Ini pasti kerjaan om sombong, Ternyata lo tidak seburuk yang gue kira,lo om yang baik, terimakasih om Juli,gue berhutang banyak sama lo,gak tau gue harus balas kebaikan om dengan cara apa."Ucap Adel kembali menatap wajah Julius yang masih terlelap tidur.

__ADS_1


Adel berjalan kedapur untuk membuatkan sarapan buat mereka berdua.


Julius yang sedang terlelap tidur menggeliat dan membuka matanya berlahan saat mencium aroma masakan yang lezat.


"Bau masakan?Mama...!"Gumam Julius langsung bangun mengira mama Callysta yang sedang memasak di dapur.Ia bergegas pergi kedapur untuk melihat apa benar mamanya yang sedang masak di dapur.


"Bocah ingusan?"Ucap Julius terkejut saat sudah berada didapur dan melihat ternyata Adel lah yang sedang masak.


"Selamat pagi om, maaf om gue ngobrak-ngabrik dapurnya om, gue pingin bikinin sarapan untuk om dan... gue sendiri tentunya, hehehe...abis gue lapar banget om."Kata Adel saat melihat Julius yang sudah ada didapur menatap dirinya.


"Kirain tadi mama gue yang datang ke apartemen pagi-pagi terus bikin sarapan, kaget banget gue ternyata lo si bocah ingusan yang sedang masak didapur."Ucap Julius duduk di kursi meja makan sambil menatap Adel.


Julius tersenyum melihat punggung Adel yang sedang memasak membelakangi dirinya.


"Sarapannya sudah jadi,ayok om silahkan dicoba nasi goreng spesial, pakai telur dan sayuran buatan Adel biar sehat."Ucap Adel sambil membawa dua piring berisi nasi goreng pakai telur dan ada irisan sayuran yang dicampur dengan nasi gorengnya.Ia meletakkan diatas meja satu piring didepan Julius dan satunya ia letakkan di depannya.


"Om Juli gak boleh ngomong seperti itu, semenjak kuliah dan harus ngekos gara-gara nyokap-bokap pindah rumah jadi mau tidak mau gue harus belajar masak agar lebih irit gak terlalu boros ngabisin duit buat beli makanan,yah meskipun kadang gue pulang kerumah nyokap-bokap karena kangen dengan masakan nyokap yang sangat lezat."Jawab Adel dengan santainya sambil menyuapkan nasi goreng ke-mulutnya sendiri.


"Em... menurut gue ini rasanya lumayan enak kok."Lanjut Adel memuji masakannya sendiri.


"Oh ya...?Oke bocah ingusan, gue coba masakan lo ini ya,em...gue tetep gak yakin cewek amburadul kayak lo bisa masak."Kata Julius meremehkan.


Julius tampak ragu-ragu untuk memakan nasi goreng buatan Adel,ia menyendok sepucuk sendok nasi goreng yang ada didepannya dan dengan pelan ia memasukkannya ke-mulutnya sendiri.


"Gimana om?"Tanya Adel menunggu jawaban dari Juli.

__ADS_1


"Lumayan..."Jawab Juli sambil mengunyah nasi goreng.


"Gak apa-apa lah meski lumayan, berarti masakan Adel gak terlalu buruk kan om rasanya?"Tanya Adel lagi.


Bukannya menjawab Adel, Julius malah semakin cepat memakan nasi goreng buatan Adel,ia melahapnya hingga habis tidak ada sisa.


"Habis ini om Juli antar gue ke kampus ya om buat nyerahin tugas sama pak Ridwan, nanti siang gue juga mesti manggung."Kata Adel sambil makan nasi goreng.


"Manggung?"Tanya Julius.


"Iya om,band gue di undang oleh pengusaha sukses untuk mengisi acara di cafe milik beliau yang baru mau diresmikan hari ini,jadi gue harus datang kalau gak bisa kacau balau nih om, bisa-bisa anggota band kita bakal bubar karena tidak dipercaya lagi oleh masyarakat karena tidak menepati janji."Kata Adel menjelaskan.


"Lo anak band?"Tanya Julius kaget.


"Iya om, Alhamdulillah kita sering dapat tawaran manggung di restoran, cafe atau di mall, dapat bayaran kita bagi sama rata,lumayan bisa buat nambahin uang jajan jadi gak terus-terusan minta uang jajan sama nyokap, juga bisa bayar kos-kosan gue."Jawab Adel.


"Hebat juga nih bocah."Gumam Julius didalam hati sambil mendengarkan Adel berbicara.


"Sabenarnya nanti siang dicafe gue juga mau ada acara, Semalam gara-gara lo gue tidak jadi mempersiapkan segala sesuatunya untuk acara nanti siang tapi untungnya ada anak buah gue yang nyiapin segalanya.Apa lo yakin mau pergi dengan keadaan seperti itu?"Tanya Julius melihat keadaan Adel yang masih terlihat kacau balau.


"Habis mau gimana lagi om,ini juga demi kebaikan anggota band gue biar gak bubar."Jawab Adel.


Setelah selesai sarapan Julius masuk kedalam kamarnya untuk membersihkan diri setelah selesai ia menyuruh Adel gantian membersihkan diri didalam kamarnya karena apartemen milik Julius hanya memiliki satu kamar tidur dan satu kamar mandi.


"Om... gue..."Ucap Adel melihat ke bajunya sendiri.

__ADS_1


"Oh iya gue lupa lo kan gak bawa baju ganti,ya sudah lo pakai saja baju gue, sebentar gue carikan baju yang pas buat lo, sepertinya gue punya baju saat badan gue masih kurus dulu, Ayok ikut gue."Ucap Juli berjalan lagi masuk kedalam kamarnya diikuti Adel dari belakang.


Setelah mengacak-acak isi lemarinya, akhirnya Juli menemukan setelah celana jins panjang dan kemeja panjang miliknya saat badannya yang masih langsing karena dulu Julius sering minum minuman keras hingga mabuk yang membuat badannya jadi kurus sampai akhirnya dia berhenti minum minuman keras itu saat ia hampir kehilangan nyawanya sendiri akibat minuman keras itu.


__ADS_2