
"Lo..!"Ucap Agung merasa terkejut dengan kedatangan Nadia.
Apalagi Salsabila,dia menatap suaminya dengan penuh kecurigaan.
"Tenang sayang,abang hanya milikmu seorang."Agung yang mengerti dengan tatapan Salsabila berusaha meyakinkan istrinya itu.
"Ngapain lo ondel-ondel datang kesini?"Ucap nenek sambil menatap tidak suka kearah Nadia.
Johan menoleh kearah Nadia, terlihat wajah Nadia berubah tegang, ia menggenggam erat tangan Nadia untuk memberi kekuatan menghadapi keluarga Agung yang terlihat tidak suka kepadanya.
"Maaf ibu Wijaya,dia adalah calon istriku.Aku yang mengajak dia kesini." Ucap Johan dengan sopan.
"Kamu siapa?"Tanya nenek menatap tajam kearah Johan curiga.
"Namaku Johan Herlambang bu"Ucap Johan memperkenalkan diri.
" Herlambang?Apa kamu anak Joni?Joni Herlambang pemilik perusahaan penerbit itu?"Tanya Kakek yang mengenal nama belakang Johan.
"Iya pak."Jawab Johan singkat.
"Oalah bu,ini anaknya Joni lho bu,teman SMP kita dulu."Ucap kakek memeluk Johan senang.
"Oalah nak Joni, maafin nenek ya nak."Nenek merasa tidak enak.
"Tidak apa-apa bu."Jawab Johan sopan.
"Kenapa kamu sama..... perempuan ini."Ucap nenek menatap Nadia dengan tatapan yang sulit diartikan.
"Dia calon istri Johan bu."Jawab Johan.
"Maaf kirain ondel-ondel ini...."
"Ibu.."Agung menyenggol lengan ibunya untuk tidak memanggil Nadia dengan sebutan ondel-ondel lagi.
"Maksud ibu Nadia...."
"Kami datang kesini karena kedua orang tuaku yang menyuruh, mereka tidak bisa kesini karena sedang ada di Singapura."Johan memotong pembicaraan nenek.
"Oh gitu, maafkan kami ya nak Johan,nak Nadia.Terimakasih kalian sudah mau datang kesini,silahkan menikmati hidangan yang ada,sekali kami minta maaf ya nak Nadia sudah berprasangka buruk sama kamu."Ucap kakek tidak enak.
"Iya gak apa-apa pak,aku memakluminya."Jawab Nadia sopan.
__ADS_1
"Selamat ya Gung, maaf aku datang tak diundang."Lanjut Nadia sambil tersenyum menatap kedua pasangan pengantin baru,ia menyalami pengantin laki-laki lalu berganti menyalami pengantin wanita.
"Maafin sikap aku ya Sa, semoga kalian bahagia selamanya."Nadia memeluk pengantin wanita dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Iya mbak terimakasih, maafin sikap kami juga ya mbak, sudah mencurigai mbak Nadia."Balas Salsabila.
Ditempat lain.
"Lo ikut gue,ayok pakai ini."Ucap seorang pemuda memberikan paper bag kepada seorang wanita yang terlihat sedang marah.
"Uh..om Juli jahat banget sih, gue kan harus pergi menemui pacar gue kenapa om malah meminta gue pergi bareng om."Ucap wanita muda sambil cemberut mengambil dengan kasar paper bag yang ada di tangan pemuda tadi.
Mereka adalah Julius dan Adel.Selesai manggung di cafe milik Juli, Adel ikut dengan Julius.Adel terpaksa tinggal di apartemen milik Julius karena ia diancam untuk membayar sejumlah uang yang jumlahnya lumayan banyak kalau ia tidak mau menuruti keinginan pemuda sombong itu.
"Udah jangan banyak protes, pakai itu cepat karena kita harus pergi ke sebuah pesta sekarang."Ucap Julius ketus.
"Sungguh..om menyebalkan, sudah galak, sombong, menyebalkan lagi."Gerutu Adel kesal.
"Lo berani mengatai gue!"Bentak Juli.
"Iya,kenapa?Gak suka."Jawab Adel ketus menatap tajam kearah Juli.
"Eh..lo..."Ucap Juli mengepalkan tangannya menahan amarah.
"Om jelek."Ucap Adel menatap Juli penuh amarah setelah berada didalam kamar sebelum menutup pintu.
Brak....
Pintu kamar ditutup dengan kasar oleh Adel.
"Cepetan jangan lama-lama, dandan yang cantik, jangan bikin malu gue."Teriak Juli dari luar kamarnya.
"Berisik....pergi aja sana sendiri kalau tidak sabar."Jawab Adel dari dalam kamar.
"Em..."Juli tersenyum licik mendengar ucapan Adel.
Didalam kamar Adel nampak kesal sambil melempar paper bag diatas kasur.
"Dasar om aneh,udah paksa gue tinggal disini, handphone gue dia sita, sekarang paksa gue ikut dengan dia, padahal gue kan harus datang ke pernikahannya mbak Bila sekarang, pasti Wahyu sudah nunggu gue disana, Rini juga pasti sekarang sudah ada disana,ah....kenapa sih nasib gue sekarang jadi seperti ini."Teriak Adel kesal.
Tok..tok...
__ADS_1
"Cepetan...!"Teriak Juli sambil mengetuk pintu kamar.
"Iya..."Jawab Adel ketus.
diambilnya paper bag yang tadi ia lempar diatas kasur.
"Hua...emak....kenapa nasib anakmu bisa seperti ini mak...!"Teriak Adel sambil mengambil sebuah gaun dari dalam paper bag.
"Wow...gaun yang cantik."Gumam Adel setelah melihat isi paper bag.Terlihat sebuah gaun berwarna hijau muda dan alat-alat makeup juga sepatu berhak tinggi.Ia langsung memakai gaun itu takut Juli marah.
"Kok bisa pas di gue ya,em.."Adel tersenyum menatap dirinya di pantulan cermin, terlihat dirinya yang begitu anggun memakai gaun pemberian Juli, diambilnya alat-alat makeup yang sudah disediakan oleh Juli didalam paper bag.
Adel memoles wajahnya dengan bedak dan lipstik.
"Ah..kenapa gue mesti pakai sepatu seperti ini sih...ih..malas banget gue."Ucap Adel memegang sepatu berhak tinggi,ia pakaikan sepatu itu di kaki jenjangnya.
"Gila tuh om-om,kok bisa tau nomor sepatu gue juga ya,ini pas banget dikaki gue."Kata Adel sambil berputar-putar melihat penampilannya didepan cermin.
"Wow..lo begitu cantik Adel."Ucap Adel memuji dirinya sendiri sambil menatap dirinya di cermin.
Tok...tok....
"Woy gadis ingusan, cepetan... lama banget sih!"Teriak Juli terlihat sudah tidak sabar menunggu Adel.
"Set dah om-om menyebalkan,huh.. pantas saja sampai sekarang dia tidak punya pacar,orang galak seperti itu mana ada perempuan yang mau sama dia."Gerutu Adel sambil berjalan kepintu.
Ceklek....
Pintu kamar dibuka oleh Adel, terlihat Julius sedang berdiri didepan kamar membelakangi pintu, Juli langsung menoleh kebelakang saat terdengar suara pintu dibuka.
Terlihat Adel yang begitu cantik dan anggun berdiri di depan pintu, rambutnya yang biasanya diikat,ia biarkan terurai dengan indah menambah kecantikannya, penampilan Adel benar-benar seperti seorang putri, cantik dan anggun, Juli sampai tidak berkedip melihatnya.
Adel yang biasa tampil tomboi, tidak pernah merias wajahnya, ternyata sangat cantik setelah wajahnya dipoles dengan make-up.
"Ayok...jadi pergi gak?Kalau gak jadi pergi ya sudah gue ganti baju lagi aja."Ucap Adel menyadarkan lamunan Julius.
"Eh..jadi dong."Jawab Juli gelagapan.
"Ya sudah ayok,tadi suruh cepat-cepat, sekarang malah bengong, dasar aneh."Adel berjalan melewati Juli yang masih diam mematung didepan kamar.
"Ya sudah ayok."Juli mengambil kunci mobil ia berjalan cepat mendahului Adel.
__ADS_1
Ceklek...
Juli membuka pintu apartemennya,ia merasa terkejut ternyata ada seorang perempuan paruh baya sedang berdiri didepan pintu apartemennya.