
Satu bulan telah berlalu, Chelsea selalu menghindar jika ada kakaknya, ia juga semakin rajin kerumah sakit untuk menjenguk ibunya, keadaan Siska semakin hari semakin membaik berkat Chelsea yang dengan sabar dan telaten ikut merawatnya.
"Sayang... nanti kamu ikut ibu pulang kerumah kan?Kamu mau kan tinggal bersama ibu sayang?"Tanya Siska yang pada hari ini diperbolehkan untuk dibawa pulang karena keadaannya sudah normal kembali, dokter yang menanganinya menyatakan kalau Siska sudah sembuh delapan puluh persen dari gangguan kejiwaannya yang sempat terganggu karena terlalu banyak mengonsumsi obat dan alkohol.
"Iya bu, nanti Chelsea ikut pulang kerumah ibu,tapi Chelsea mau pamit dulu sama bunda juga ayah dan kak Fareal ya bu, untuk tinggal bersama ibu,biar bagaimanapun mereka yang sudah merawat Chelsea hingga Chelsea bisa seperti sekarang ini."Jawab Chelsea dengan suara lembut.
"Ya sudah,tapi kamu janji ya nak, bakal tinggal bareng ibu."Kata Siska sangat berharap putrinya mau tinggal bersamanya.
"Iya bu, Chelsea janji.Ya sudah ayok kita pulang sekarang,nenek sudah menunggu dirumah."Ajak Chelsea menggandeng tangan ibunya dengan lembut keluar dari ruangan ibunya itu dirawat.
Chelsea mengantarkan Siska untuk pulang kembali kerumahnya dengan naik taksi.
Sedangkan hubungan Fareal dan Devira akhirnya putus, karena Devira tidak bisa berhubungan dengan laki-laki yang dalam pikirannya hanya ada sosok adiknya saja.
Didalam pikiran Fareal hanya ada Chelsea dan Chelsea.
"Bunda, Chelsea mulai besok Chelsea ingin tinggal dirumah Ibu Siska."Ucap Chelsea saat mereka sedang berkumpul bersama kedua orang tuanya dan kakaknya membuat mereka semua merasa terkejut.
"Kenapa sayang? Apakah kamu sudah tidak betah tinggal bersama kami lagi?A...apakah kami melakukan kesalahan?" Tanya Rini nampak
"Ibu Siska butuh Chelsea bun,aku harus menemaninya."Jelas Chelsea.
"Tapi sayang...!"Ucap Rini tapi di hentikan suaminya dengan memegang bahu Rini agar Rini tidak melarang keinginan putrinya.
__ADS_1
"Tapi Yah... hiks...."Ucap Rini terisak.
"Chelsea bakal sering kesini kok bun, Chelsea janji."Ucap Chelsea memeluk tubuh Rini.
"Sayang... haruskah kamu pergi? Bunda gak sanggup jika kamu pergi ninggalin bunda sayang,hiks...."Ucap Rini sambil terisak.
Sedangkan Fareal hanya diam saja, sabenarnya ia ingin bilang jangan pergi dek,tapi mulutnya terkunci dengan rapat.
Sudah satu bulan Fareal dan Chelsea tidak pernah bertegur sapa sejak kejadian waktu itu yang membuat keduanya jadi merasa canggung.
"Apakah kakakmu melakukan kesalahan sayang? Bunda perhatikan sudah satu bulan ini kalian tidak pernah berbicara, bunda gak pernah lihat kalian bercanda seperti biasanya."Tanya Rini curiga.
"Bu..bukan itu bun, ba...bagaimana Chelsea mau bercanda dengan Mas Fareal,pulang sekolah aku kerumah sakit, pulang sudah malam dan Mas Fareal-nya sudah tidur,jadi kita gak pernah ngobrol lah bun."Jawab Chelsea gelagapan sambil melirik sekilas kearah Fareal.
"Iya Ayah,aku pasti sering datang kesini kok yah."Jawab Chelsea.
"Bunda, tolong jangan nangis,Chelsea jadi sedih kalau lihat bunda nangis seperti ini, Chelsea bakal sering main kesini kok bun kalau keadaan Ibu Siska benar-benar sudah sembuh, untuk saat ini dokter menyarankan agar aku terus menemani Ibu Siska agar Ibu Siska tidak merasa sendiri,kalau sampai Ibu Siska dibiarkan sendiri,maka besar kemungkinan jiwa Ibu Siska yang sudah kembali seperti semula bisa kambuh lagi."Jelas Chelsea.
Keesokan harinya.
"Bunda...ayah... terimakasih kalian sudah merawatku dengan penuh kasih selama ini, Chelsea minta maaf karena sikap Chelsea sering bikin bunda marah, Chelsea juga sering buat bunda nangis, hiks... makasih kalian begitu baik dengan Chelsea meskipun kalian tau kalau Chelsea bukan anak kandung kalian."Ucap Chelsea sambil terisak saat ia sudah bersiap-siap untuk pergi ke rumah Siska yang merupakan ibu kandungnya.
"Hiks... sayang..."Rini hanya bisa menangis sambil memeluk tubuh Chelsea dengan erat, rasanya begitu berat untuk melepaskan gadis remaja yang sudah ia rawat selama 18 tahun itu.
__ADS_1
"Sudahlah bunda, Chelsea nanti juga kesini lagi kok,ya kan nak!"Ucap Rendi mengusap lembut punggung istrinya.
Pelan-pelan Rini melepas pelukannya, ditatapnya wajah putrinya yang juga sedang menangis.
"Sayang...jaga diri kamu baik-baik ya nak, jangan lupa makan, jangan ngemil terus,kamu harus makan nasi juga biar badanmu gak kurus, telpon bunda atau ayah kalau ada apa-apa."Pesan Rini mengusap air mata Chelsea yang terus mengalir membasahi pipinya yang mulus.
"Hiks...iya bunda,bunda juga jangan lupa makan biar bunda gak sakit, hiks...."Jawab Chelsea.
"Dek...!"Panggil Fareal untuk yang pertama kalinya setelah satu bulan tidak berbicara.
Chelsea langsung menoleh kearah Fareal yang sedang berdiri disamping Rini.
"Mas Fareal maafin sikap Chelsea, tolong jaga bunda."Ucap Chelsea langsung memeluk tubuh kakaknya dengan erat.Sesungguhnya ia begitu merindukan sikap Fareal yang seperti dulu yang selalu perhatian dan suka menggodanya,tapi sikapnya berubah setelah kejadian waktu itu yang membuat mereka seperti orang asing yang tidak saling kenal.
"Maaf dek,kalau sikap mas sudah membuat lo marah, tolong jangan membenci gue dek,apakah lo sebegitu bencinya sama mas yang sudah bersikap kurang ajar sama lo dek?"Tanya Fareal.
"Enggak...aku gak pernah membenci mas Fareal, Justru aku selama ini mengira mas Fareal lah yang membenciku."Jawab Chelsea melepas pelukannya.
"Gue...itu... apa yang gue lakukan sabenarnya karena gue..."Fareal ingin menjelaskan tentang perasaannya yang baru ia sadari kalau sabenarnya ia sangat menyukai Chelsea, bukan hanya kakak-adik tapi sebagai seorang pria kepada wanita, namun ia merasa ragu apalagi saat ini ada kedua orang tua mereka yang bisa saja langsung syok saat mendengarnya nanti.
"Sudahlah mas, jangan mengingat masalah itu."Jawab Chelsea menjauh dari Fareal sambil menundukkan kepalanya.
"Aku suka sama lo dek, gue sangat menyukai lo, bukan hanya sebagai kakak terhadap adik,tapi sebagai laki-laki terhadap wanita, gue...gue mencintai lo dengan sepenuh hati,gue mencintai lo, sangat mencintai lo."Ucap Fareal dengan tegas didepan kedua orang tua mereka membuat kedua orang tua mereka merasa terkejut dengan ucapan anak laki-lakinya itu.
__ADS_1
"Fareal...apa maksudmu nak? Kenapa kamu bicara seperti itu kepada adikmu sendiri?Kamu sadar dengan apa yang kamu bicarakan?"Tanya Rendi tidak percaya dengan apa yang diucapkan Fareal.