
"Del,lo udah dua hari ini kemana aja sih,gak pernah ikut latihan, nanti sore kita latihan yok!"Ajak salah seorang teman anggota band Adel saat mereka sedang istirahat setelah mengikuti pelajaran dari guru mereka.
"Sorry cuy,gue nanti sore mesti ngerjain tugas dari pak Ridwan,besok tugasnya kan mesti gue kumpul,jadi gue belum bisa ikut latihan dulu."Jawab Adel.
"Tapi besok siang kita diundang manggung lho Del,kalau kita gak latihan takutnya kita bakal melakukan banyak kesalahan,ini yang ngundang kita bukan orang sembarangan soalnya Del, beliau itu katanya orang penting,pengusaha sukses yang cukup terkenal, jangan sampai penampilan kita mengecewakan mereka, kalau sampai itu terjadi,grup kita bakal tidak laku lagi karena orang itu bakal bilang ke publik tentang penampilan kita yang jelek,kita bakal kehilangan apa yang sudah susah payah kita bangun selama ini."Jelas teman Adel.
"Tapi kalau sampai gue gak menyelesaikan tugas dari pak Ridwan juga masalah besar bro, gue bakal tidak lulus tahun ini,ini juga penting buat gue."Jawab Adel jadi bingung.
"Terus bagaimana dong?"Tanya yang lainnya.
"Ya sudah, nanti sepulang kuliah kita latihan tapi sebentar saja ya, soalnya gue mesti mengerjakan tugas."Ucap Adel sambil mengeluarkan beberapa lembar kertas yang dijadikan satu dengan ujung kertas di staples.
"buju buneng Del, itu tugas yang diberikan oleh pak Ridwan?"Tanya teman Adel kaget setelah melihat kertas yang jumlahnya lumayan banyak ditangan Adel.
"Yups..."Jawab Adel meletakkan kertas itu diatas meja.
"Makanya gue gak bisa latihan,nih lihat tugas gue,dan ini mesti dikumpulkan besok."Lanjut Adel menunjukkan lembaran kertas yang jumlahnya cukup banyak.
"Sini coba gue lihat."Kata seorang pemuda tampan yang merupakan seorang gitaris juga merangkap sebagai vokalis berpasangan dengan Adel yang memiliki suara merdu.
"Lumayan juga nih soal, haduh Del sorry kalau soalnya seperti ini gue tidak bisa bantu,he..he..."Ucap temannya Adel yang memiliki wajah tampan seperti seorang artis.
"Ah lo mah, kirain lo mau bantu gue kerjain nih tugas dari pak Ridwan."Kata Adel terlihat kecewa,ia memasukkan lagi kertas-kertas itu kedalam tasnya.
"Sorry Del,ya sudah gue mau ke kantin dulu,yok kita makan dulu,tuh tugas lo gampang dikerjakan nanti setelah latihan saja."Kata pemuda tampan itu menarik tangan Adel.
Sementara ditempat lain masih di Jakarta.
__ADS_1
"Halo bos, tumben...ada angin apa nih,si-bos mau datang ke pabrik gue."Sapa Agung ke teman lamanya sekaligus mantan bosnya dulu sewaktu ia masih bekerja di kantor orang tua dari temannya itu.
"Sombongnya yang sekarang sudah jadi bos, udah gak mau main lagi Ketempat gue lo!"Jawab seorang laki-laki dewasa yang baru masuk kedalam ruang kerja Agung dengan wajah yang terlihat kusut seperti sedang ada masalah.
"Ada apa sih bos,muka lo kusut amat kayak anak kecil gak dikasih uang jajan ama nyokap,lo lagi datang bulan?"Tanya Agung ke temannya yang baru datang berkunjung ke pabriknya.
"Ah.. apain sih lo Gung,emang gue cewek, datang bulan!"Jawab seorang pemuda tampan yang ternyata adalah Julius sambil melempar bantal kecil yang ada diatas sofa kearah Agung.
Dengan gerakan cepat Agung langsung menangkap bantal kecil itu.
"Gue denger katanya lo mau nikah Gung?Sama siapa?Sama Nadia ya?"Lanjut Juli.
"Lo tau darimana?" Agung malah berganti bertanya.
"Kemarin gue tidak sengaja ketemu sama bokap lo yang lagi makan bersama temannya di restoran gue,kata bokap lo minggu depan lo mau nikah, Parah banget lo Gung gak kasih tau ke gue kalau mau nikah."Kata Juli.
"Besok lo datang ya ke cafe gue yang baru,mau ada pesta acara peresmian cafe,lo ajak calon bini lo, sekalian kenalin ke kita napa, nanti bakalan ada teman-teman kita pada dateng."Kata Juli.
"Padahal gue berharap pesta pernikahan lo Jul, dari dulu selalu mengadakan pesta peresmian usaha lo dan orang tua lo, terus kapan pesta pernikahan lo diadakan?"Tanya Agung menggoda temannya yang sama-sama belum menikah, padahal usia Julius sekarang sudah cukup umur untuk menikah dan memiliki seorang anak.
"Gue..nikah... hahaha...lo tau sendiri kalau gue gak mau nikah malah lo suruh nikah lagi."Jawab Julius cuek.
"Gue doain semoga lo cepet sadar,suka sama perempuan sampai klepek-klepek."Ucap Agung melempar kembali bantal kecil yang tadi dilempar oleh Juli.
"Emang gue ikan klepek-klepek, gue udah dari dulu sadar kali bro, kalau gue gak sadar mana sampai gue ketempat lo ini."Protes Julius.
"Beneran lo datang ya bro, semua teman sekolah SMA kita dulu gue undang, karena ini pesta peresmian cafe gue yang baru buka sekaligus pesta reunian teman-teman SMA kita dulu Gung, bakalan seru pokoknya,lo mesti datang awas kalau sampai enggak,gue udah jauh-jauh datang kesini khusus buat ngundang lo soalnya Gung."Lanjut Julius mengharapkan kedatangan dari teman baiknya itu.
__ADS_1
"Iya-iya gue usahain."Jawab Agung.
Karena keasyikan berbincang-bincang mereka sampai tak terasa jam menunjukkan pukul lima sore.
Julius akhirnya pamit pulang karena harus menyiapkan untuk acara besok siang.
Ditengah perjalanan, Juli menghentikan mobilnya secara tiba-tiba karena didepannya ada seekor kucing yang juga melintas secara tiba-tiba membuat Juli yang sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan penuh langsung mengerem mobilnya mendadak agar tidak menabrak kucing didepannya.
Dan...
Brak....
Dibelakang mobil Julius seperti ada sesuatu yang menabraknya.
"Set dah...siapa lagi yang menabrak mobil gue,ini semua gara-gara lo kucing kecil."Ucap Juli terlihat sangat marah.
Ia langsung keluar dari mobilnya, terlihat kendaraan sepeda motor beserta pengemudinya terjatuh.
"Bapak tuh bisa bawa mobil gak sih? Tiba-tiba berhenti gitu aja,gue jadi nabrak kan,kalau belum pinter bawa mobil jangan sok-sokan bawa mobil dong."Ucap seorang pemilik motor sambil berusaha menyingkirkan motornya yang menimpa dirinya, dengan hati-hati si pengendara motor yang ternyata adalah seorang perempuan mengangkat motor yang menimpa kakinya.
Julius bukannya menolong si pengendara motor tapi malah sibuk memeriksa mobilnya sendiri.
"Yah..lecet kan motor gue."Teriak Julius setelah melihat ada goresan dibagian belakang mobilnya.
"Huh.. dasar laki-laki egois,malah lebih mementingkan mobilnya daripada nyawa orang lain."Gerutu si pengendara motor ternyata adalah Adel yang baru pulang dari tempat latihan.
Julius yang sedang memeriksa keadaan mobilnya sendiri langsung menoleh kearah si pengendara motor saat mendengar ucapan dari si pengendara motor yang terdengar tidak asing baginya.
__ADS_1
"Lo...!"Ucap Julius nampak terkejut saat melihat wajah si pengendara motor.