
Selesai makan malam Rini tampak sibuk membereskan piring dan gelas yang kotor dibantu Rendi, sedangkan nenek sudah masuk kedalam kamarnya karena kurang enak badan.
"Yang... ngomong dong jangan cuekin mas seperti ini."Kata Rendi sambil membantu mencuci piring bekas mereka makan.
"Apa perlu mas cium biar gak cuek."Ucap Rendi menggoda Rini agar mau menatapnya.
"Awas saja kalau berani."Ucap Rini sambil menatap tajam ke arah Rendi.
"Ya habisnya kanu diam saja gitu, aku kan jadi bingung sayang..."Kata Rendi sambil menahan ketawa melihat reaksi Rini setelah dia bilang hendak menciumnya.
"Heh.."Rini membalikkan badannya dan langsung pergi meninggalkan Rendi setelah selesai membersihkan meja makan.
"Sayang tungguin dong."Kata Rendi sambil mengejar Rini.
"Jangan berani sentuh,awas kalau mas Rendi berani sentuh aku,tak patahin tangan mas Rendi."Kata Rini dengan ketusnya.
"Ih ..kejam sekali dirimu yang."Kata Rendi protes.
"Laki-laki kalau tidak dikejamin suka berbuat seenaknya."Kata Rini masih dengan wajah emosi.
"Sayang..."Panggil Rendi manja sambil menggenggam tangan Rini.
"Gak ada sayang-sayangan,awas pergi sana."Kata Rini sambil menarik tangannya dan mendorong kasar tubuh Rendi,tapi Rendi malah menggenggam tangan Rini dengan erat tidak mau melepaskannya sambil menatap tajam wajah Rini karena sudah mulai emosi dengan sikap Rini.
Rini langsung menunduk kepalanya karena merasa takut dengan tatapan Rendi.
"Kamu kenapa sih Rin? Memangnya salah aku apa coba....sampai kamu bersikap seperti itu ke aku.
Apa yang sudah Siska katakan sehingga kamu bersikap seperti ini."Kata Rendi tegas dengan menatap tajam wajah Rini.
"A..a...aku .. hiks... hiks..."Rini berbicara gugup lalu menangis karena merasa takut dengan ucapan Rendi yang tajam.
"Ih,lepasin...hiks..."Ucap Rini sambil terisak menggerakkan tangannya berusaha melepaskan genggaman tangan Rendi yang begitu kuat.
Rendi malah menarik kasar tangan Rini dan mendekap tubuh Rini kedalam pelukannya.
"Rin, sudah berapa kali aku katakan ke kamu...aku sayang sama kamu, aku gak akan pernah tinggalin kamu apapun yang terjadi.
Tolong percayalah sama mas mu ini Rin,mas hanya mencintaimu seorang gak ada perempuan lain selain kamu sayang."Ucap Rendi sambil mendekap tubuh Rini.
Rini hanya menangis didalam dekapan Rendi tanpa berbicara sepatah katapun.
__ADS_1
Rendi melepas pelukannya dan menghapus air mata Rini dengan jarinya.
"Sayang, lihat aku..."Ucap Rendi menyuruh Rini untuk menatapnya.
Rini menurut, ditatapnya wajah Rendi sambil terisak.
"Adakah kebohongan dimata aku ini Rin?"Kata Rendi dengan suara lembut.
"Aku tidak pernah membohongi kamu,aku sungguh-sungguh mencintai kamu Rin,bila perlu besok kita pulang ke Jawa untuk menemui orang tua kamu ya,mas ajak nenek sama om Agung untuk melamar kamu.
Kita nikah secepatnya biar tidak ada lagi orang yang bisa memisahkan kita."Kata Rendi berusaha meyakinkan Rini.
"Hua...Rini semakin mengencangkan tangisannya mendengar ucapan Rendi.
"Kok malah tambah kencang sih tangisannya sayang...!"Kata Rendi jadi semakin bingung.
"Rendi...Ada apa?"Tanya Nenek tiba-tiba membuka pintu kamarnya dan melongok kan kepalanya keluar kamar untuk melihat apa yang terjadi, Nenek yang sedang rebahan langsung bangun karena merasa terkejut saat mendengar seperti ada suara tangisan seseorang diluar.
"Tidak ada apa-apa kok Nek,tadi Rini kepleset makanya nangis.
Ini Rendi sedang bantuin Rini ke kamarnya."Ucap Rendi berbohong.
"Kok bisa kepleset? Hati-hati Rin kalau jalan,ya sudah cepat kamu bawa Rini kekamarnya, terus nanti kasih Rini obat biar gak bengkak."Kata nenek berbicara dari pintu kamarnya.
Rini menoleh ke arah Rendi, ditatapnya wajah Rendi dengan tatapan penuh amarah karena Rendi sudah membohongi neneknya sendiri.
"Sudah jangan protes.... lagian siapa suruh nangis kencang-kencang, Nenek jadi dengar kan?"Kata Rendi sambil menggandeng tangan Rini untuk mengantarkannya ke kamar Rini.
"Sudah..sana pergi,aku bisa sendiri.
Lagian siapa juga yang kepleset,bohong banget sih.Orang baik-baik saja kok dibilang kepleset."Kata Rini kesal sambil menghempaskan tangan Rendi dengan kasar.
Rini membalikkan badannya dan langsung berlari naik tangga untuk pergi ke lantai tiga menuju kamarnya.
Karena tidak hati-hati, Rini beneran kepleset.
Kaki kirinya keseleo saat sedang menaiki tangga.
Rendi langsung menangkap tubuh Rini saat Rini hampir jatuh.
"Aduh..."Ucap Rini lirih merasa kakinya kesakitan.
__ADS_1
"Tuh kan...jadi keseleo beneran kan?Makanya jadi cewek tuh jangan galak,ini lah akibatnya kalau galak sama aku."Kata Rendi sambil memapah Rini naik ke lantai tiga menuju kamar Rini.
Rini terlihat cuek tidak memperdulikan ucapan Rendi.
"Sudah sana pergi..aku bisa sendiri..."Ucap Rini sambil mendorong tubuh Rendi setelah berada dilantai tiga.
"Sudah jangan banyak bergerak bisa gak sih!"Bentak Rendi agar Rini diam tidak memberontak.
Rendi lalu membopong tubuh Rini karena Rini terus memberontak tidak mau dipapah.
"Mas.. turunin,aduh... turunin gak!"Kata Rini merasa terkejut dengan sikap Rendi yang tiba-tiba membopongnya.
"Sudah jangan berisik kalau gak tak lemparin kamu kebawah, mau...!"Bentak Rendi sambil menatap tajam ke arah Rini.
Rini langsung diam tidak berani melawan karena merasa takut, bagaimana kalau Rendi beneran melempar dirinya kebawah.
Rini melingkarkan tangannya di leher Rendi karena takut, wajahnya disembunyikan di dada Rendi tidak berani menatap wajah Rendi.
Rendi tersenyum melihat tingkah kekasihnya yang sangat menggemaskan bagi Rendi.
Rendi membuka pintu kamar Rini dengan siku tangannya karena kedua tangan Rendi membopong tubuh Rini.Dengan hati-hati Rendi meletakkan tubuh Rini diatas ranjang.
Ditatapnya wajah kekasihnya itu yang masih menundukkan kepalanya,entah karena malu, takut,marah,atau apalah hanya Rini sendiri yang tau.
"Kamu diam disitu, aku mau turun dulu ambil obat."Ucap Rendi tegas.
Rendi keluar dari kamar Rini, setelah beberapa menit Rendi masuk lagi kedalam kamar Rini sambil membawa baskom kecil berisi es batu, Rendi juga membawa handuk kecil.
Rini hanya diam saja tidak berani bertanya takut kena marah lagi dari Rendi.
"Mana yang sakit."Ucap Rendi dengan suara lembut.
Rini hanya diam saja sambil memalingkan wajahnya.
"Mana yang sakit."Bentak Rendi dengan suara keras karena Rini hanya diam saja.
"Ini..."Jawab Rini sambil menunjuk kakinya yang terasa sakit.
Rendi membungkus es dengan handuk kecil yang dibawanya lalu ditempelkan ke bagian kaki Rini yang sakit.
Setelah beberapa menit kemudian Rendi mengangkat kaki Rini.
__ADS_1
"Hai ...mas Rendi mau apa?"Kata Rini merasa kaget dengan sikap Rendi yang tiba-tiba memegang kakinya.
"Sudah kamu diam saja...bisa diam gak?"Kata Rendi dengan suara keras.