
Tepat pukul 10.00 WIB.Adel berboncengan dengan Trini, adiknya Sekar dan Rini berboncengan dengan Ana.
Mereka berempat pergi ke rumah bu Lasmi dan pak Tolip yaitu kedua orang tuanya Sekar dengan naik sepeda motor.
Hanya membutuhkan waktu sepuluh menit mereka sampai di rumah kedua orangtuanya Sekar.
Terlihat banyak orang disana, terdengar suara canda tawa para emak-emak sambil membuat kue,ada yang meracik bumbu,ada yang memasak, pokoknya banyak yang mereka kerjakan disana.
Sedangkan para bapak-bapak terlihat sedang mengaduk jenang untuk acara besok pagi.
Ada juga yang sedang membantu emak-emak membersihkan ayam potong dibelakang.
Rini dan Sekar langsung masuk kedalam rumah untuk menemui calon pengantin sedangkan Trini dan Ana gak tau kemana, mereka berdua langsung lari begitu turun dari motor.
"Mak...."Panggil Adel kepada ibunya Sekar, Adel biasa memanggilnya dengan panggilan emak.
"Oalah ini Adel toh, weleh-weleh...tambah ayu lho kwe Del,kapan kwe balik Del?"Tanya seorang emak yang kebetulan ada didalam bersama dengan ibunya Sekar.
"He..he..inggih bude,saya Adel baru pulang tadi pagi."Jawab Adel lalu mencium punggung tangan perempuan itu.
"Mak...pripun kabare mak?"Tanya Adel ke ibunya Sekar, Adel lanjut mencium punggung tangan ibunya Sekar.
"Alhamdulillah kabare emak apik,ws arep mantu neh."Kata ibunya Sekar dengan wajah ceria.
"Ini satunya Rini toh? Anaknya lek Karta ?"Tanya ibu yang tadi.
"Iya bulek,saya Rini."Jawab Rini sambil tersenyum lalu mencium punggung tangan perempuan itu berganti mencium punggung tangan ibunya Sekar.
"Weh...jan...ayu-ayu lho cah saiki yo bu, putih-putih,resik-resik awake!"Kata ibu itu mengagumi kedua gadis cantik yang baru datang.
"Sekar nya dimana bu?"Tanya Rini ke ibunya Sekar.
"Ada didalam,sana langsung masuk ke kamarnya saja,ibu kurung dia didalam kamar biar gak kabur lagi."Kata ibunya Sekar.
"Lho.. memangnya sekar-nya kabur kemana bu?"Tanya ibu yang satunya lagi.
"Oalah bude..tadi pagi Sekar sudah kabur aja ketempat mbak Retno lho bude,tadi pulang bareng mbak Retno katanya Sekar habis dari rumahnya,ya tak marahin si Sekar itu toh bude.
__ADS_1
Orang lagi dipingit kok malah pecicilan keluyuran."Kata ibunya Sekar gemas dengan sikap anaknya.
"Oalah...cah saiki emang susah dibilangin,lha untung perginya tempat mbak Retno sama mas Karta,la kalau sampai ke tempat yang jauh trus piye."Kata ibu yang satunya lagi.
"Waduh...bisa gawat urusannya nih,malah bergosip lagi para emak-emak,ayok Rin,kita langsung kabur kekamar Sekar aja."Ajak Adel malas mendengarkan perbincangan para emak-emak rempong.
Saat kedua emak-emak sedang sibuk bergosip, Rini dan Adel langsung nyelonong masuk ke dalam kamar Sekar.
"Ciye-ciye...calon manten yang bentar lagi jadi istri orang....!"Kata Adel langsung mendobrak pintu kamar Sekar, terlihat Sekar sedang tiduran sambil menelpon seseorang.
"Adel.. Rini...aaa...."Teriak Sekar kegirangan langsung loncat dari ranjang dan memeluk kedua sahabatnya itu.
"Hayo..lo lagi telpon siapa?"Tanya Rini.
"He..he..sama ayang lah."Jawab Sekar sambil tersenyum malu.
"Sini handphone lo,pasti lo sedang menelpon Riko."Kata Rini merebut handphone Sekar.
"Halo Ko..."Kata Rini berbicara kepada seseorang diseberang telpon.
"Rini..lo mengganggu saja orang sedang sayang-sayangan."Terdengar suara Riko terlihat kesal di seberang telpon.
"He .he.. sorry bro bercanda."Jawab Riko.
"Sabar Ko,besok malam lo bisa sepuasnya sayang-sayangan sama dedek Sekar."Goda Adel ikut berbicara di handphone Sekar.
"Itu tadi Adel ya?Del...maafkan bang Riko ya Del,bang Riko ternyata lebih memilih Sekar jadi bini gue bukan lo,abang harap lo jangan marah atau cemburu sama Sekar calon bini gue."Kata Riko sengaja menggoda Adel.
"Ih..najis, amit-amit tujuh turunan,cih.."Ucap Adel jadi geli sendiri mendengar ucapan Riko yang terdengar sangat berlebihan.
"Hahaha..."Sekar dan Rini tertawa bersamaan melihat reaksi dari Adel.
"Riko somplak..."Teriak Adel kesel.
"Kok lo bisa-bisanya sih Kar mau nerima tuh cowok somplak."Kata Adel dengan wajah cemberut.
"Ha..ha... sudah.. jangan di ladenin calon laki Sekar Del."Kata Rini mematikan panggilan telpon dan menyerahkan handphone ke Sekar.
__ADS_1
Mereka tampak asyik berbincang-bincang sampai tidak menyadari kalau sudah sore.
Mereka berhenti bercanda untuk makan malam,lalu mereka kembali masuk kedalam kamar Sekar lagi setelah mereka membersihkan diri dan melakukan kewajiban mereka sebagai seorang muslim yaitu melaksanakan ibadah shalat Maghrib.
Jam sudah menunjukkan pukul sepuluh malam tapi ketiga gadis cantik didalam sebuah kamar masih terlihat becanda padahal ibunya Sekar sudah mengingatkan mereka untuk segera tidur karena besok adalah hari dimana sekar dan Riko akan melakukan ijab Kabul yang dilaksanakan dirumah kedua orang tua Sekar.
Mereka melakukan permainan yang biasa mereka mainkan sewaktu masih kecil yaitu tebak angka,yang salah menebak akan mendapat hukuman yaitu wajahnya dicoret menggunakan lipstik.
Adel dan Rini sengaja membuat Sekar salah menebak terus sehingga wajah Sekar sudah dipenuhi dengan lipstik.
Setelah wajah Sekar sudah tak berbentuk lagi, Adel mengabadikannya dengan cara foto bersama lalu Adel kirim foto itu ke Riko.
"Ha..ha...lo lucu banget Kar, sumpah,ha..ha...."Adel tertawa terbahak-bahak melihat wajah Sekar begitu juga dengan Rini yang sampai terguling-guling diatas kasur saking gak bisa nahan ketawanya melihat wajah Sekar.
Dert...
Handphone Adel bergetar.
"Abang Riko telpon nih Kar."Seru Adel sambil tertawa.
"Ih.. jangan diangkat, matikan."Teriak Sekar tapi terlambat karena Adel sudah mengangkat panggilan telpon dari Riko.
"Woy... perempuan-perempuan somplak,lo berdua apain calon bini gue,sampai ancur gitu muka bepbep gue...!"Kata Riko setelah telponnya diangkat oleh Adel.
"Ha..ha.. cantik gak Ko?"Tanya Adel tanpa merasa berdosa sengaja membesarkan volume agar bisa didengar oleh semua temannya.
"Cantik dari Hongkong,sudah seperti badut ketabrak becak gitu."Jawab Riko asal.
"Ih.. jahatnya si abang..masa gue dibilang seperti badut ketabrak becak sih bang,hiks.."Ucap Sekar mengambil handphone Adel sambil cemberut saat mendengar ucapan dari Riko.
"Sorry bep...bukan gitu maksud abang sayang."Kata Riko merayu calon istrinya yang sedang merajuk
"Ah..malas lah,bang Riko jahat."Sekar menjauhkan handphone Adel darinya.
"Halo bep..bep..."Teriak Riko memanggil calon bininya melalu panggilan telpon.
"Hi..hi..."Terdengar Adel dan Rini tertawa lirih tapi masih bisa didengar oleh Riko diseberang telpon.
__ADS_1
"Awas ya kamu Adel... Rini...besok bakal gue balas kalian.."Teriak Riko dari seberang telpon.
"Ya sudah bang Riko,daaa abang Riko, tidur yang nyenyak buat acara besok pagi, terus lanjut bertempur malamnya,he..he..."Kata Adel langsung mematikan panggilan telponnya.