
"Terimakasih ya pak..sudah menolong saya."Kata Salsabila yang sudah terlihat lebih baik.
"Bicara apa tadi lo?Mau gue pecat lo..., berani panggil gue dengan kata itu."Ucap Agung terlihat marah saat Salsabila kembali memanggilnya pak.
"Eh iya lupa, maaf.... Jangan marah ya bang,kan aku lupa bang,lupa itu tidak ingat,kalau tidak ingat itu ya tidak ingat,jadi gak bisa disalahkan bang, Abang jangan marah-marah terus nanti bang Agung cepat tua, nanti cewek-cewek pada kabur deh gak mau dekat-dekat bang Agung lagi karena bang Agung jadi jelek."Ucap Salsabila berusaha merayu Agung agar tidak marah.
"Apa lo bilang..gue jelek? Kata Agung dengan suara keras sambil menatap tajam ke arah Salsabila.
Salsabila langsung menundukkan kepalanya karena merasa takut dengan ucapan Agung.
Agung kembali menatap kejalan setelah berhasil membuat Salsabila takut.
"Bu..bukan begitu bang, maksud saya...abang Agung ganteng,he..he..."Ucap Salsabila sambil tertawa kecil berusaha memuji laki-laki yang sedang duduk didepannya.
Agung nampak cuek tidak memperdulikan ucapan Salsabila, Agung menatap ke-jalanan sambil menahan tawanya karena berhasil mengerjai Salsabila.
Sabenarnya hati Agung merasa senang dengan ucapan Salsabila.
Tuliling... tuliling...
Tiba-tiba handphone Agung yang di simpan didalam kantong celananya berbunyi.
Tuliling.. tuliling..
Handphone Agung yang ada didalam kantong celananya terus berbunyi .
"Aduh handphone gue bunyi lagi,siapa sih yang telpon."Kata Agung yang sedang mengemudi.
"Sa.. tolong ambilkan handphone gue dong."Kata Agung yang sedang mengemudikan mobilnya.
"Dimana bang?"Tanya Salsabila.
"Di kantong celana gue sebelah kiri, Cepetan...gue gak bisa ambil,ini lagi masuk tol gak boleh berhenti."Ucap Agung.
"Ish..abang nih,gimana saya mau ambil handphonenya."Kata Salsabila bangun dari duduknya melangkah ke depan dikursi samping Agung.
Salsabila duduk didekat Agung yang sedang mengemudi lalu Salsabila merogoh kantong celana Agung untuk mengambilkan handphone Agung yang ada didalam kantong celananya.
"Hahaha..geli Sa..."Ucap Agung karena Salsabila memasukkan tangannya ke dalam kantong celananya.
"Diam dong bang...Katanya suruh ambilkan handphone abang."Kata Salsabila cuek masih merogoh kantong celana Agung pelan karena kantong celana Agung sangat dalam jadi Salsabila nampak kesusahan mengambil handphone milik Agung.
Tiba-tiba Agung menghentikan mobilnya mendadak karena mobil didepannya tiba-tiba berhenti.
__ADS_1
Salsabila yang sedang kesusahan mengambil handphone milik Agung secara tidak sengaja memeluk tubuh Agung yang sedang menyetir, dengan bibir Salsabila menempel di pipi Agung, Salsabila tidak sengaja mencium pipi Agung karena Agung menghentikan mobilnya secara tiba-tiba.
Deg..
Jantung keduanya seakan mau berhenti dengan kejadian yang tak diduga.
Mereka tampak mematung sesaat dengan posisi Salsabila masih memeluk tubuh Agung.
Sesaat Salsabila merasa kagum saat menatap wajah Agung dari dekat, ternyata wajah Agung yang selalu marah-marah itu sangat tampan jika perhatian dari dekat.
"Eh.. maaf...sa..saya.. tidak sengaja."Kata Salsabila langsung menjauhkan diri dari Agung dengan menundukkan kepalanya karena merasa malu dan takut, campur aduk.
"Oh iya..ini handphone abang."Kata Salsabila sambil menyerahkan handphone Agung yang berhasil diambilnya.
"I..iya.."Ucap Agung yang juga merasa gugup.
Padahal Agung sering melakukan adegan ciuman dengan pacarnya,dia juga sering mendapat ciuman mendadak dari pacarnya,tapi perasaan Agung biasa saja saat pacarnya menciumnya, berbeda dengan yang dirasakan saat ini, hatinya terasa berbunga-bunga, jantungnya berdebar sangat kencang saat Salsabila menciumnya.
Sungguh perasaan aneh yang tidak ada sebelumnya, bahkan saat dia bersama dengan pacarnya.
Tiin....
Terdengar suara klakson mobil dari belakang mobil Agung menyadarkan lamunan Agung.
"Oh iya,maaf.."Kata Agung melihat ke belakang.
Agung menjalankan mobilnya lagi karena ternyata mobil yang didepannya sudah berjalan cukup jauh.
Tuliling.. tuliling...
Handphone Agung kembali berbunyi.
"Aduh.. Sa tolong pasangkan handset ke handphone gue ya."Kata Agung sambil menunjukkan handset handphonenya yang diletakkan di laci mobil.
Salsabila langsung mengambil handset handphone Agung yang ada di dalam laci mobil, dipasangkan handset itu ke handphone Agung.
Salsabila memakaikan handset ke telinga Agung agar Agung bisa berbicara dengan si penelpon tanpa menggangu dirinya yang sedang mengemudi.
"Halo...ada apa bro..?Tanya Agung kepada seseorang di panggilan telpon setelah Agung mengangkat panggilan telponnya.
"Lo dimana Gung? Gue denger dari beberapa orang disini lo sudah pulang sambil membopong seorang wanita yang sedang pingsan.
Apa yang terjadi Gung?"Tanya seseorang di seberang telpon.
__ADS_1
"Iya.. maaf gue terpaksa pulang duluan,ada seseorang yang berusaha menyelakai teman gue bro...! Gue bisa minta tolong gak?"Kata Agung.
"Minta tolong apa Gung?"Tanya seseorang yang menelpon Agung.
"Lo masih di sana kan?"Tanya Agung.
"Masih."Jawab orang itu singkat.
"Tolong lo cek, lihat di cctv kira-kira siapa orang yang sudah berusaha menyelakai teman gue, kejadiannya ada di toilet wanita,kata teman gue, ada seseorang yang tiba-tiba memukulnya saat dia mau keluar dari toilet,orang itu membawa teman gue ke gudang dan mengunci gudang itu dari depan.
Gue bener-bener minta tolong ya bro..demi teman gue, pokoknya lo harus dapetin orang yang sudah hampir membunuh teman gue kalau gue gak menemukannya tadi "Kata Agung memohon kepada orang yang menelponnya.
"Oke..lo tenang saja,gue cari tau siapa pelakunya.
Tapi ngomong-ngomong siapa sih teman lo itu? Sepertinya lo begitu menghawatirkan tuh cewek.
Hayo.. jangan-jangan...lo selingkuh ya?"Kata orang diseberang telpon.
"Ada deh..lo gak perlu tau..ya sudah dah Juli..!"Kata Agung langsung mematikan panggilan telponnya.
Ternyata yang menelponnya tadi adalah Julius, saatnya.
"Juli..?"Kata Salsabila.
"Kenapa?Lo mengenalnya?"Tanya Agung curiga.
"Enggak..cuma namanya sama seperti nama adik ipar paman Bowo,paman Bowo itu paman saya."Kata Salsabila menjelaskan.
"Nama Juli kan banyak Sa!"Kata Agung.
"Iya sih,he..he.."Ucap Salsabila sambil tertawa kecil.
"Oh iya.. maaf ya bang,bang Agung tadi jadi harus meninggalkan pesta gara-gara saya.
Seharusnya tadi bang Agung gak mengajak saya ke pesta bang,jadi hancur kan pestanya gara-gara saya."Kata Salsabila sambil menundukkan kepalanya, wajah Salsabila berubah sendu.
"Siapa bilang pestanya hancur? Pestanya masih berjalan kok."Kata Agung cuek.
"Maksud saya...bukan pesta yang disana..tapi pestanya bang Agung bersama teman bang Agung."Kata Salsabila menjelaskan.
"pesta gue..?Em...pesta gue ya?"Kata Agung sambil tersenyum licik sambil memikirkan sebuah rencana untuk Salsabila agar dia mau menemaninya malam ini hanya berdua.
Sesungguhnya Agung masih ingin menghabiskan malam hanya bersama perempuan yang ada di sebelahnya.
__ADS_1
Siapa lagi kalau bukan Salsabila.
Perempuan yang sudah mengisi hari-harinya menjadi lebih indah.