
"Haduh.... capek deh!"Kata Rini sambil menepuk keningnya sendiri melihat sikap sahabatnya dengan pacarnya itu.
"Ayok kita makan di warung sebelah sana saja ya..."Kata Rini sambil menunjuk ke arah warung yang ada didepan supermarket, warung tempat Rini bekerja dulu.
"Ya sudah gak apa-apa ayok,mau dimana saja yang penting makan."Ucap pacarnya Sekar.
"Akhirnya mereka makan di warung tempat Rini bekerja dulu.
"Enyak...makan nyak...!"Kata Rini kepada seorang wanita paruh baya pemilik warung setelah mereka sudah ada di dalam warung.
"Eh.. ndu' Rini toh...piye kabare ndu' Rini? sombong sekarang ya ....sudah jarang main kesini lagi "Ucap wanita paruh baya itu saat melihat Rini.
"Rini suka kesini kok kalau lagi malas masak,nyak yang jarang diwarung."Protes Rini.
"Oh....gitu ya,he..he..iya ndu' akhir-akhir ini nyak memang jarang ke warung soalnya dirumah nyak mesti jagain cucu nyak."Ucap ibu pemilik warung.
"Wah...nyak sudah punya cucu ternyata,dari anak yang keberapa nyak!"Tanya Rini.
"Iya ndu',anak nyak yang pertama,baru satu bulan lahiran."Jawab ibu pemilik warung.
"Selamat ya nyak."Ucap Rini.
"Iya ndu' makasih... ngomong-ngomong mau pada makan sama apa ini?"Tanya ibu pemilik warung kepada Rini dan kawan-kawan.
"Sekar sama mas Haikal mau makan sama apa?" Tanya Rini kepada Sekar dan pacarnya.
"Ada ayam opor ga?"Kata Haikal, pacarnya Sekar.
"Enggak ada mas... adanya ayam goreng sama ayam bakar,kalau masnya mau ayam bakar mesti nunggu soalnya ndadak bakar ayam dulu,apa mau ikan panggang...!"Kata ibu pemilik warung.
"Ya sudah sama ayam goreng saja kalau begitu bu.. soalnya perutku sudah dangdutan dari tadi."Kata Haikal.
"He..he.. masnya bisa aja lho...!"Ucap ibu pemilik warung.
"Aku juga sama ayam goreng saja ya bu!"Kata Sekar.
"Ciye-ciye... sehati niye....."Ledek Rini.
Sekar hanya tersenyum mendengar ucapan Rini.
"Harus itu....ya gak my baby!"Kata Haikal sambil tersenyum dan menaik turunkankan alisnya menatap wajah kekasihnya yang sudah berubah merah.
"ehem...ehem...."Rini berdehem mendengar ucapan pacarnya Sekar.
__ADS_1
"Kalau kamu mau makan sama apa ndu' Rini?"Tanya ibu pemilik warung.
"Aku minta nasi sama tempe kering,sama iklan panggang ya nyak."Kata Rini.
"Oke..."Kata ibu pemilik warung.
Ibu pemilik warung langsung menyiapkan makanan yang mereka pesan.
"Kok tumben nyak yang jaga warung,yang lain kemana nyak?"Tanya Rini.
"Rosa sama Linda lagi liburan, mereka minta cuti dua hari, mbak miyem ada dibelakang sedang goreng kentang buat menu nanti malam, Fahri belum pulang masih kerja."Kata ibu pemilik warung menjelaskan.
"Oh .."Kata Rini.
Setelah menunggu cukup lama akhirnya makanan yang mereka pesan datang.
Ibu pemilik warung berjalan mendekati Rini dan kawan-kawan sambil membawa nampan yang berisi tiga piring berisi nasi dan lauk pauk.
Ibu pemilik warung meletakkan makanan itu diatas meja yang ada di depan Rini dan kawan-kawan.
"Makasih bu..!"Ucap Sekar dan pacarnya.
"Makasih nyak ...!"Ucap Rini juga.
"Es teh manis bu!"Kata pacarnya Sekar.
"Saya juga."Kata Rini.
"Kamu Karyo....?"Tanya Haikal kepada Sekar pacarnya.
"Ih...my honey..jangan panggil aku Karyo dong...!"Kata Sekar sambil cemberut.
"Iya...masnya gimana sih... cewek cantik seperti ini kok dipanggil Karyo.jewer saja telinganya mbak gak usah takut."Kata ibu pemilik warung.
"Waduh bu...jangan dong,ibu ngasih nasihat gak bener deh..masa suruh jewer kupingku sih bu.... seharusnya ibu tuh bilang sama dia suruh nyium gitu!"Ucap Haikal.
"Uhuk...uhuk..."Sekar yang sedang mengunyah nasi sampai tersedak mendengar ucapan pacarnya.
"My baby sayang... hati-hati dong makannya, santai saja gak ada yang minta kok ayam gorengnya."Kata Haikal sambil memberikan aqua gelas yang sudah disediakan oleh pemilik warung.
Sekar langsung meminum minuman mineral itu.
"Ye... itu mah mau lo ...."Kata Rini sambil mendorong pelan tubuh Haikal yang duduk disamping Sekar
__ADS_1
"He..he...Yoi cuy....itu favorit gue banget,ya gak sayang."Kata Haikal sambil tersenyum menatap wajah kekasihnya
.....
Sementara di tempat neneknya Rendi
"Gung...coba kamu telpon bapakmu gih...kok gak pulang-pulang."Kata neneknya Rendi kepada Agung anaknya.
"Biarin aja sih ma... orang bapak lagi pulang ke kampung halaman."Kata Agung cuek.
"Eladalah ini bocah."Kata nenek sambil menjitak kepala Agung.
"Ibu... sakit bu...kenapa sih ibu suka banget jitak kepalaku....ih ibu nih, memangnya ada apa sih bu kalau bapak belum pulang,bapak kan lagi nengokin mbah."Ucap Agung santai.
"Ya kangen lah, bapakmu sudah hampir satu bulan ditempat mbah."Kata nenek.
"ih ibu nih seperti pengantin baru saja kangen-kangenan segala.", Ucap Agung.
"Ish... bener-bener nih anak satu, makanya cepetan kawin sana biar tau rasanya berjauhan sama pasangan kamu."Kata nenek kesal.
"Kawin sih gampang bu...besok juga bisa, nikahnya yang bikin ribet."Kata Agung asal.
"Agung....!"Teriak nenek kesal.
"Aduh bu... Agung ada disini jangan teriak-teriak dong."Kata Agung sambil menutup telinganya sendiri karena telinganya mendengar teriakkan dari ibunya.
"Ada apa sih Nek?"Tanya Rendi sambil berjalan mendekati Nenek dan pamannya yang sedang duduk di sofa ruang tengah.
"Kasih tau om kamu ini Ren,agar cepetan cari istri, pusing nenek lihat tingkah om kamu yang bikin naik darah."Kata nenek emosi.
"Kalau gak kamu carikan perempuan untuk om kamu."
"Apaan sih bu... memangnya Agung sudah gak bisa nyari sendiri apa,pakai dicariin segala."Ucap Agung kesal.
"Ya sudah cepetan cari kalau kamu bisa cari sendiri,ibu gak mau tau pokoknya dalam satu minggu ini kamu harus sudah membawa calon menantu kerumah ini kalau gak ibu yang akan mencarikan perempuan untuk kamu, titik gak pakai tanda koma dan tanda-tanda yang lain."Kata nenek gak mau dibantah.
"Gampang...itu urusan kecil kalau cuma bawa perempuan kerumah ini."Kata Agung dengan santainya.
"Gampang-gampang nenek moyang lo...Urusan kecil mbahmu semprol..!Ibu gak mau sembarangan perempuan, pokoknya ibu mau perempuan yang kalem, cantik,baik, penurut, perhatian yang beneran suka dan mau nikah sama kamu tanpa ada paksaan ataupun terpaksa."Kata nenek mengingatkan.
"Ibu bilang mbah semprol...ih ibu sembarangan ganti nama mbah, Agung laporin sama mbah lho bu biar ibu dipecat jadi mantu."Kata Agung menakut-nakuti ibunya.
"Agung...!"Teriak nenek sudah merasa kuwalahan menghadapi anaknya yang super bikin darahnya naik seketika.
__ADS_1
"Haduh Ren..bawa om kamu pergi dari sini cepetan,kalau gak Nenek bisa setruk mendadak nih gara-gara om kamu ini."Kata Nenek sudah tidak mau berdebat lagi dengan anaknya itu.