Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Membuat Rendi junior.


__ADS_3

Bab ini masih mengandung 21+


sekali lagi author ingatkan buat pembaca yang masih bocil supaya jangan membaca bagian ini, langsung di skip aja ya bocil, author gak mau bertanggung jawab kalau nanti bakal pingin merasakan juga 🤭


"Haduh mas...aku takut."Kata Rini sambil menutup tubuhnya dengan selimut karena merasa malu.


"Jangan ditutupi yang...kamu tenang saja, sakitnya cuma sebentar kok,udah itu akan berubah nik**mat,"Kata Rendi menarik selimut yang menutupi tubuh polos istrinya.


Ia menciumi seluruh tubuh Rini dan meninggalkan jejak berupa tanda merah disana, ia melanjutkan aksinya menciumi tubuh Rini dan terus hingga berhenti dibagian bawah,ia menyesapnya dan memainkan lidahnya disana membuat Rini terus menggeliat karena merasa geli campur nik**mat yang tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata.


Ciumannya terus naik keatas lagi dan berhenti di dua gundukan yang terasa kenyal,ia menghisapnya bergantian dua gundukan itu, lagi-lagi Rini hanya mengeluarkan suara-suara kecil yang terdengar begitu seksi menambah semangat Rendi semakin bergairah untuk membuat Rendi junior.


"Siap...!Tahan ya yang karena ini agak sakit tapi cuma sebentar kok, percayalah."Kata Rendi langsung naik ke atas tubuh Rini dan hap.....


Ia langsung menancapkan benda pusaka yang sudah dari tadi terus memberontak ingin dipertemukan dengan wadahnya.


"


"Aaa..."Teriak Rini merasakan sakit luar bisa saat barang berharganya di robek dengan paksa oleh keris pusaka milik Rendi yang sangat tajam.


Rendi langsung menutup mulut istrinya yang hendak berteriak lagi dengan bibirnya.


Terlihat cairan bening keluar dari kedua mata Rini karena merasa sakit yang luar biasa.


"Em... bagaimana sayang,apa sekarang masih sakit?"Tanya Rendi setelah melakukan perjuangan untuk berhasil menerobos masuk kedalam gawang yang terasa begitu sempit karena baru pertama kali dikunjungi.dan akhirnya goool....bola mas Rendi berhasil masuk kedalam gawang yang begitu sempit dan susah dilewati menandakan gawang itu belum dijamah oleh pemain yang lain.


"Em....ssssh...."Terdengar suara dari sepasang pemuda yang baru sah menjadi suami-istri sama-sama baru pertama kali merasakan nik**matnya surga dunia.


"Makasih sayang..cup.."Rendi mengecup kening istrinya dengan lembut sambil memainkan keris pusaka-nya dibawah sana.


Terdengar nafas mereka sangat cepat saling memburu.

__ADS_1


"Sayang...enak yang,em...."Ucap Rendi sambil memainkan keris pusaka miliknya.


Ia memaju mundurkan keris pusaka-nya dengan pelan,lalu ia goyangkan dengan lembut membuat Rini terus bersuara lirih sambil menggerakkan tubuhnya seperti cacing kepanasan.


"Udah mas..capek..."Bisik Rini lirih hampir tidak terdengar,ia sudah merasa kelelahan karena Rendi terus melakukannya kadang lambat kadang sangat cepat, namun ia tidak bisa membohongi dirinya sendiri kalau ia sangat menikmati permainan dari suaminya yang begitu perkasa penuh tenaga membuat ia merasa sangat kelelahan.


"Sebentar lagi yang.. punya mas belum keluar, sebentar lagi ya."Ucap Rendi kembali mencium bibir istrinya dengan begitu rakus,ia mempercepat gerakannya hingga membuat ranjang tempat tidur mereka ikut bergoyang seperti terkena gempa.


"Sayang...mas mau keluar yang,sayang...!"Teriak Rendi sambil mempercepat gerakannya saat cairan bening dan lengket seperti mayones hendak keluar dari tempatnya.


Tubuh Rendi langsung ambruk di atas tubuh Rini setelah cairan seperti mayones itu berhasil masuk kedalam rahim istrinya untuk diproses menjadi Rendi junior yang nantinya akan tumbuh didalam rahim istri tercintanya.


"Hah..hah.."Terdengar suara nafas mereka seperti habis lari maraton.


"Terimakasih sayang, akhirnya kamu bisa aku miliki seutuhnya, semoga dedek bayinya langsung jadi ya yang."Ucap Rendi lalu mengecup pipi dan kening istrinya lanjut ke bibirnya.


"Apa kamu menikmatinya? Bagaimana,enak tidak?"Tanya Rendi sambil memeluk tubuh istrinya.


"Akhirnya... sebentar lagi Citra punya cucu bu,yes....aku sebentar lagi punya cucu!"Ucap bu Citra kegirangan.


"Haduh....ini mantu sama mertua benar-benar somplak semua,malah menguping orang sedang melakukan malam pertama,parah banget."Kata Agung menepuk keningnya sendiri melihat kedua perempuan yang sedang asyik mendengarkan suara-suara kecil dari dalam kamar yang samar-samar terdengar dari depan pintu kamar pengantin baru itu.


Karena Rendi-Rini berteriak sangat kencang saat baru mau menjebol gawang.


"Bu...,mbak Citra....!"Teriak Agung mengagetkan kedua perempuan yang sedang asyik mendengarkan suara pengantin baru yang ada didalam kamar.


"Haduh Gung.. ngagetin aja deh kamu."Ucap nenek dan bu Citra bersamaan sambil memegang dada mereka masing-masing.


"Lagian, kalian sedang apa didepan kamar pengantin baru."Ucap Agung.


"Hus.. jangan keras-keras,kita lagi mendengarkan Rendi sama istrinya buat cucu atau cicit buat kami berdua."Jawab bu Citra dengan santainya.

__ADS_1


"Oalah...ini emak-emak, mantu sama mertua sama-sama somplak ternyata."Ucap Agung kembali menepuk keningnya sendiri.


"Ah.. sudahlah,ayok Cit...kita pergi saja,toh Rendi juga sudah gool memasukkan bolanya ke gawang Rini, hihihi..."Ucap nenek menarik tangan menantunya untuk meninggalkan kamar kedua cucunya yang saat ini sedang berindehoi didalam kamar.


"Gung...kamu nanti harus belajar sama Rendi bagaimana caranya ya,biar kamu juga bisa langsung kasih cucu buat ibu."Ucap nenek sambil berjalan meninggalkan Agung yang masih diam mematung didepan kamar kedua ponakannya yang sedang menghabiskan malam pertama mereka.


"Ih.. amit-amit deh,ibu apa-apaan sih..!"Ucap Agung langsung pergi dari depan kamar Rendi dan Rini.


"Dasar emak-emak aneh!"Gumam Agung lirih merasa geli dengan sikap ibu dan kakak iparnya yang ternyata sama-sama parah.


Sementara didalam kamar terlihat Rini dan Rendi masih berada di atas kasur sambil berpelukan karena sama-sama merasa lelah setelah melakukan olahraga malam yang sangat menguras tenaga.


"Sayang..mandi dulu yok, badanku lengket banget nih, kita kan sudah dari pagi belum mandi yang..!"Kata Rini sambil memainkan jarinya ke mulut suaminya lalu berpindah ke hidung mancungnya dan terakhir ke-kedua matanya yang masih terpejam.


"Sebentar lagi yang."Jawab Rendi semakin mempererat pelukannya tanpa membuka kedua matanya.


"Huh..."Rini akhirnya pasrah,dia mengusap-usapkan wajahnya ke-dada suaminya membuat Rendi membuka kedua matanya karena merasa geli dengan tingkah istrinya.


"Apa kamu menginginkannya lagi?"Goda Rendi membuat Rini langsung mengangkat wajahnya menatap tajam kearah suaminya.


"Siapa...."Belum selesai berbicara Rendi langsung menutup mulut Rini dengan mulutnya.


Ia mencium bibir Rini dengan sangat lembut, tangganya mulai merayap dan mengusap lembut bagian tubuh Rini yang masih belum memakai baju.


"M..mas...."Rini ingin berbicara tapi selalu Rendi hentikan dengan cara terus mencium bibirnya sehingga membuat Rini kembali diam.


Rendi kembali melakukan aksinya membuat Rendi Junior.


"Dua ronde lagi ya yang..."Bisik Rendi lirih sambil memasukkan lagi bolanya kedalam gawang milik istrinya dengan sangat lembut.


"Hah... yang benar saja mas,memang kuat?"Ucap Rini kaget.

__ADS_1


__ADS_2