Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bertemu keluarga Julius.


__ADS_3

"Sabenarnya aku pingin diajak jalan-jalan lagi besok tapi apa boleh sama bos aku?"Ucap Inul dengan wajah sedih.


"Oalah... kirain apaan,besok biar gue yang minta izin sama tante dan om Burhan, mereka pasti mengizinkan,lo tenang aja oke."Kata Wahyu.


"Izin sama Non Rini juga mas, Yang pingin banget gue ikut ke Jakarta kan dia.


Beneran mas?Em...tapi... memang Mas Wahyu gak apa-apa jalan bareng sama aku? Nanti takut ada yang marah lagi, bagaimana dengan pacar Mas Wahyu."Ucap Inul menatap serius kearah Wahyu.


Saat mendengar kata pacar, Wahyu langsung terdiam,ia tampak sedang memikirkan sesuatu.


"Lo gak usah khawatir, pacar gue pasti ngerti kok, lagian dia lagi sibuk banget."Jawab Wahyu asal.


"Jadi benar Mas Wahyu sudah punya pacar?"Tanya Inul kembali murung.


"Lo kenapa?Apa lo cemburu?"Tanya Wahyu.


"Hah..ce.. cemburu?Ya enggaklah,Mas Wahyu ngaco."Jawab Inul gugup.


"Kalau lo gak cemburu kenapa lo jadi sedih gitu?"Tanya Wahyu membuat Inul jadi salah tingkah.


"Ah sudahlah mas,ayok antar aku pulang sekarang, sebentar lagi malam lho mas."Kata Inul mengalihkan pembicaraan.


Kita tinggalkan Wahyu sama Erna sebentar ya gaes,kita menuju ke Adel dan Julius yang bakalan di sidang sama Mama Callysta.


"Juli... syukurlah akhirnya kamu datang juga,sini mama mau bicara sama kamu."Seru Mama Callysta memanggil Julius yang baru datang bersama Adel.Mama Callysta menatap Adel yang berpenampilan seperti seorang laki-laki dengan tatapan yang sulit diartikan.


"Apa ini perempuan yang kamu lihat kemarin Ciel?"Tanya Mama Callysta kepada cucunya yang bernama Aciel.


"Iya oma,dia yang ada didalam mobil uncle Juli kemalin."Jawab Aciel dengan suara cadel R.


"Oh Tuhanku...kenapa kamu pilih perempuan seperti ini sih Jul...!"Seru Mama Callysta.


"Ayok kalian berdua ikut sama mama,mama mau bertanya sama kalian."Ajak Mama Callysta.

__ADS_1


Adel menoleh kearah Juli sambil mengerutkan keningnya bingung.


Julius menatap Adel dengan menyipitkan matanya dan mengerutkan keningnya juga sambil mengangkat kedua tangannya sama-sama bingung.Mereka berjalan berdampingan mengikuti langkah kaki Mama Callysta menuju ruang tengah, terlihat disana sudah ada papa Eric, Nia dan suaminya juga papa Andrew kakak pertama Julius yang sedang duduk bersama seorang gadis cantik yang kira-kira berumur 13 tahun.


"Adel... "Panggil Bowo suami Nia merasa kaget.


(Disini ceritanya Bowo masih hidup ya gaes, anaknya masih kecil-kecil, Nia baru memiliki lima anak,si kembar baru berusia empat tahun, sedang di cerita suamiku menyebalkan Bowo meninggal saat Nia sedang mengandung anak ke enam mereka, ketika anak kembar mereka sudah kelas lima SD.)


"Halo Mas Bowo, Mbak Nia."Sapa Adel sambil tersenyum menatap kedua pasangan suami-istri yang sudah ia anggap seperti kakaknya sendiri.


"Kamu apa kabar Del,lama tidak ketemu kok masih sama aja sih,gak berubah tetap seperti dulu, hehehe...."Lanjut Bowo.


"Oalah...kok kamu bisa barengan sama Bang Juli? Bagaimana kabar kamu Del?"Tanya Nia yang sedang menggendong salah satu anak kembarnya sambil berjalan menghampiri Adel.


"Alhamdulillah kabar Adel baik mbak,mbak Nia sama mas Bowo bagaimana kabarnya?Ini yang siapa mbak? Daffa, Daffi atau Danial?"Tanya Adel sambil mencubit pipi anak laki-laki yang ada di gendongan Nia.Adel tidak bisa membedakan ketiga anak kembar Nia dan Bowo karena wajah mereka sama tidak bisa dibedakan, Adel mengulurkan tangannya menyalami Nia beralih ke Bowo lalu ke Mama Callysta dan papa Eric juga ke semua orang yang ada disana.


"Puji Tuhan, kabar kami juga baik-baik saja Del.Ini Daffa Del,lagi ngalem dia Del dari semalam minta di gendong emaknya terus."Kata Nia memberitahu.


''Itu yang disana pasti Sari."Ucap Adel menatap seorang anak perempuan berambut panjang diikat satu yang sedang duduk bareng kakak pertama Nia yaitu Andrew.


"Juli...sini kamu,ajak pacar kamu duduk sini, mama-papa mau ngomong sama kalian berdua."Perintah Mama Callysta.


"Jadi kamu temannya Rini ponakan Bowo? Tanya Mama Callysta ke Adel.


"Iya tante,nama aku Adel."Jawab Adel sopan.


"Apa agama kamu?"Tanya Mama Callysta lagi.


"Alhamdulillah aku seorang muslim sama seperti mas Bowo."Jawab Adel.


"Ada apa sih ma? Pakai tanya soal agama segala,mama sabenarnya mau bicara apa?Sepertinya serius amat,mama bikin Juli deg-degan aja deh."Kata Julius penasaran campur curiga.


"Kamu ya Jul, kenapa sifat kamu gak berubah juga sih,masih juga main-main,kamu sudah dewasa lho Jul, jangan mainin perasaan perempuan, nikahi dia jangan cuma kamu tiduri aja."Ucap Mama Callysta terlihat sangat emosi dengan sikap Julius yang diam-diam tinggal bersama perempuan yang belum halal menjadi istrinya didalam apartemen.

__ADS_1


"Nikahi siapa sih ma? Memangnya Juli meniduri siapa?"Julius semakin bingung dengan ucapan mamanya.


"JULI...."Teriak Mama Callysta kesal.


"Apa sih ma?Mama aneh deh."Ucap Juli jadi kesal.


Sedangkan Adel hanya diam saja merasa bingung.


"Sudah ma, sabar...!"Potong Papa Eric mengusap lembut punggung istrinya menenangkan.


"Haduh Pa, Mama pusing.Papa aja yang bicara sama dia."Kata Mama Callysta frustasi.


"Ih... Mama benar-benar aneh deh!"Seru Juli.


"Kamu sama perempuan itu ada hubungan apa Jul?Apa benar kamu tinggal dan tidur bersama?"Tanya Papa Eric.


"Hah... darimana papa tau?"Tanya Juli kaget.


"Jadi benar kamu tinggal dan tidur bareng sama perempuan yang ada disamping kamu itu Jul?"Tanya Papa Eric tidak kalah kagetnya.


"Ya Tuhan...! Ampuni dosa anak hambamu ini Tuhan...!"Seru Mama Callysta.


"Besok kita kerumah orang tuanya,kamu harus cepat nikahi dia, kalian harus nikah secepatnya,kamu bikin malu keluarga kita aja."Lanjut Mama Callysta.


"Hah...nikah?"Tanya Juli dan Adel bersamaan.


"Maaf tante kalian salah paham,kami tidak ada hubungan apa-apa,kami tidak melakukan apa-apa tante,aku gak mau menikah dengan om Juli,aku masih ingin kuliah."Tolak Adel.


"Kamu gak usah takut nak, nanti kuliahnya kan bisa dilanjutkan lagi setelah menikah."Jawab Mama Callysta menghampiri Adel mengira Adel takut dengan Juli.


"Sabenarnya mama ingin Juli anak mama menikah dengan perempuan yang memiliki satu keyakinan yang sama atau seagama,tapi tidak apa lah jika memang kamu adalah jodohnya mama- papa merestui kalian berdua yang penting kalian bahagia, menikahlah dengan anak tante sayang,kami tidak marah, Nia sama Bowo juga bahagia walaupun mereka berbeda keyakinan."


"Tapi tante,aku sama om Juli cuma...."

__ADS_1


"Kami tidak ada hubungan apa-apa ma,dia memang tinggal bersama Juli di apartemen tapi kita tidak tidur bareng."Bantah Juli memotong pembicaraan Adel.


__ADS_2