Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Gara-gara pembalut.


__ADS_3

"Kalian pasti pengantin baru ya?"Kata perempuan tua pemilik rumah menebak.


"I..itu..sabenarnya kami.."Kata Rini jadi gugup, ingin bilang kalau mereka bukan pasangan suami-istri tapi takut nanti malah si mbah mikir enggak-enggak soal hubungan dirinya dan Rendi.


"I..iya mbah, kami baru menikah."Kata Rini terpaksa berbohong sambil menundukkan kepalanya.


"Sudah ndu' gak usah malu,mbah do'akan semoga kalian cepat dapat momongan, hidup berumah tangga terasa hampa tanpa kehadiran seorang anak,jadi mbah sarankan agar kalian jangan menunda untuk dapat momongan untuk melengkapi rumah tangga kalian."Nasihat mbah.


"Eh,i...iya mbah!"Jawab Rini sambil menggaruk kepalanya sendiri merasa tidak enak sudah membohongi wanita tua yang memilik hati baik seperti mbah.


"Maaf mbah,saya mau kembali ke kamar dulu ya mbah."Kata Rini setelah cukup lama berbincang-bincang dengan pemilik rumah.


"Iya neng silahkan."Jawab mbah.


Didalam kamar Rini mondar-mandir terlihat sangat gelisah dengan perasaan campur aduk antara kesel,malu, pokoknya mboh lah kacau balau.


"Aaa..."Teriak Rini langsung merebahkan tubuhnya di atas kasur sambil menutup wajahnya dengan bantal,ia merasa geli sendiri membayangkan bagaimana kekasihnya itu membuka bajunya satu persatu hingga dalaman yang ia pakai.


"Mas Rendi jahat.. ternyata dia yang sudah mengganti baju aku semalam,gila..... aduh bagaimana ini, berarti dia sudah melihat semuanya,atau jangan-jangan dia...aaa..."Rini kembali berteriak membayangkan hal jorok yang mungkin sudah dilakukan oleh Rendi terhadapnya saat dia sedang tidak sadarkan diri.


"Aduh mamake.. Rini malu...!"Teriak Rini lirih sambil berguling-guling di atas kasur.


Ceklek...


Tiba-tiba pintu kamar dibuka oleh seseorang dari luar tapi tidak bisa kebuka karena Rini mengunci dari dalam.


Deg...


Jantung Rini seakan berhenti mendadak,ia langsung bangun dan segera turun dari ranjang.


Tok..tok..


"Rin.. bukain pintunya sayang,mas sudah bawakan baju ganti buat kamu nih."Kata seseorang dari luar kamar.


"Hah..aduh..kenapa jantungku berdebar seperti ini, rasanya aku gak sanggup bertatapan dengan mas Rendi,aku malu..."Ucap Rini dalam hati sambil memegang dadanya sendiri.


Ia berjalan mendekati pintu kamar tapi terlihat ragu-ragu untuk membuka pintu kamar padahal sudah berada di pintu tinggal membukanya saja.


Tok..tok..


"Sayang.. bukain dong,kamu tidur lagi ya?"Kata Rendi sambil mengetuk pintu beberapa kali karena Rini belum juga membukakan pintu.

__ADS_1


"Sayang... kamu gak kenapa-kenapa kan?"Tanya Rendi dari luar kamar terlihat sangat khawatir.


Tok.. tok...tok....


"Sayang..Apa yang terjadi?Kamu gak kenapa-kenapa kan?"Kata Rendi terdengar begitu khawatir dan panik takut terjadi sesuatu dengan Rini di dalam kamar.


Ceklek...


Rini membuka pintu kamar.


Rendi langsung mendorong pintu begitu mendengar suara pintu dibuka.


"Sayang..kamu gak apa-apa kan? Kenapa kamu lama sekali membuka pintunya,aku takut terjadi apa-apa sama kamu didalam."Kata Rendi sambil memeluk tubuh Rini.


"Aduh... lepasin,aku gak apa-apa tadi lagi dikamar mandi."Kata Rini berbohong sambil mendorong tubuh Rendi.


"Oh.. kirain terjadi sesuatu sama kamu, habis kamu lama banget sih buka pintunya,aku kan jadi khawatir yang,ini bajunya coba kamu pakai dulu pas gak,kalau kekecilan apa kebesaran biar mas tukar."Kata Rendi sambil menyerahkan kantong plastik yang berisi baju baru untuk Rini.


"Em..mas..tadi aku lupa, boleh minta tolong lagi gak?"Kata Rini agak ragu untuk mengatakannya.


"Minta tolong apa sayang?Bilang aja,apa kamu masih membutuhkan sesuatu?Ayok bilang biar mas beliin."Kata Rendi.


"Aku kan lagi dapet.....,,ja..jadi..a..jaku butuh pembalut.


"Oh..itu ya?Ya sudah mas coba cari ke warung depan dulu ya,siapa tau ada."Kata Rendi tau dengan apa yang dibutuhkan kekasihnya itu.


"Hah..tapi...mas Rendi memang gak malu beli itu..nanti kalau ditanyain orang mas Rendi mesti jawab apa?"Tanya Rini.


"Kenapa mesti malu,ya bilang aja buat istri mas yang lagi datang bulan lah."Jawab Rendi dengan santainya.


"Ya sudah nanti mas belikan sekalian nukar baju kamu kalau gak muat.


Sekarang coba kamu pakai dulu gaun itu,pas gak."Perintah Rendi.


"Oke."Jawab Rini singkat.


Ia langsung berlari masuk kedalam kamar mandi untuk mengganti dasternya dengan gaun yang Rendi beli.


Dibukanya pintu kamar mandi, lalu Rini menutupnya kembali.


Rini membuka kantong plastik yang berisi gaun warna navy lengkap dengan **********.

__ADS_1


"Mas Rendi.. hiks..."Rini malah menangis saat melihat isi kantong plastik yang diberikan oleh Rendi karena merasa terharu dengan kekasihnya itu yang begitu pengertian dengan apa yang ia butuhkan.


"Sayang.. sudah belum?Lama banget sih!"Panggil Rendi tidak sabar.


"Iya sebentar."Teriak Rini dari dalam kamar mandi.


Ia membuka pintu kamar mandi setelah selesai memakai gaun yang dibelikan Rendi.


"Sayang.. gaunnya indah sekali,pas lagi sama aku."Kata Rini sambil tersenyum bergerak ke kiri ke kanan memperlihatkan gaunnya yang ia pakai.


"Wow.. cantik,oke.. berarti gak perlu ditukar ya?Kalau gitu mas cuma cari pembalut aja buat kamu."Kata Rendi langsung membalikkan badannya dan berjalan mendekati pintu kamar.


"Mas..sama segitiga ya?Yang ini kan sudah terkena darah."Kata Rini berbicara lirih dengan wajah merah menahan malu.


"Segitiga?"Kata Rendi bingung.


"Oh..iya gue tau.Oke..kamu tunggu sebentar."Kata Rendi setelah mengerti maksud kekasihnya itu.


"Mas.."Panggil Rini lirih membuat Rendi yang sudah berada didepan pintu hendak keluar langsung menghentikan langkahnya dan membalikkan badannya menatap wajah Rini.


"Ada apa?"Kata Rendi penasaran


"Terimakasih untuk semuanya,aku gak tau harus membalas kebaikan mas Rendi dengan cara seperti apa."Kata Rini dengan kedua mata berkaca-kaca.


Rendi kembali berjalan mendekati Rini.


"Benarkah kamu mau membalasnya?Kalau begitu mas mau minta sesuatu dari kamu."Kata Rendi sambil tersenyum licik kearah Rini.


"Em..mas Rendi mau minta apa?"Tanya Rini jadi merinding membayangkan hal jorok yang akan diminta oleh Rendi.


Rini menelan ludahnya sendiri,ia berjalan mundur dua langkah menghindari Rendi yang malah mendekatinya.


Rendi menarik tangan Rini dan tanpa aba-aba ia langsung mencium bibir Rini membuat Rini terkejut,dengan jantung yang kembali berdebar kencang.


"Jadilah istriku, kita akan bersama selamanya."Bisik Rendi ditelinga Rini setelah ia melepas ciumannya.


"Mas..."Panggil Rini pelan dengan nafas tak beraturan.


"Ada apa?"Tanya Rendi lirih seperti sedang berbisik.


"Cepetan belikan aku pembalut..!"Teriak Rini sambil mendorong tubuh Rendi karena merasa kesal dengan sikap Rendi yang selalu membuat jantungnya seakan berhenti mendadak.

__ADS_1


"Alamak... calon istriku galak.Oke....mas belikan sekarang,ini gara-gara pembalut,duh biyung gue jadi kena marah sama calon bini gue."Kata Rendi langsung pergi meninggalkan Rini yang terlihat sangat menyeramkan jika sedang marah.


__ADS_2