Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 64.Makan di luar.


__ADS_3

Sesuai dengan janjinya,jam Lima sore Johan langsung pulang untuk mengajak Rini makan di luar.


"Rin.. Rini..."Panggil Johan karena Rini tidak ada didalam saat Johan masuk kedalam apartemennya.


Tok..tok...


Pintu kamar Rini diketuk oleh Johan.


"Rin..lo didalam?Ayok, katanya mau makan diluar."Panggil Johan didepan kamar Rini.


"Ini bocah kemana si?"Kata Johan lirih.


Klek....


Johan mencoba membuka pintu kamar Rini tapi ternyata kamarnya tidak dikunci.


"Lha...kok gak ada didalam kamarnya?Kemana tuh bocah tengil."Gumam Johan lirih.


Ia berjalan masuk memeriksa kamar Rini.


Ceklek...


Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka, terlihat Rini yang baru keluar dari kamar mandi hanya dengan memakai handuk.


"A...."Teriak Rini dan Johan bersamaan karena merasa kaget.


Rini langsung masuk kedalam kamar mandi karena merasa malu


"Mas Johan ngapain masuk kedalam kamarku?Mas Johan mau ngintip Rini mandi ya..!"Teriak Rini didalam kamar mandi.


"Ih.. amit-amit,siapa yang mau ngintip lo mandi, cih...rugi banget gue ngintip lo mandi,apanya yang mau dilihat badan kerempeng kayak gitu.


Makanya kalau lagi mandi,dikunci dong pintu kamarnya,salah lo sendiri ceroboh."Protes Johan.


"Ya sudah...mas Johan sana cepetan keluar."Teriak Rini didalam kamar mandi.


"Iye...gue keluar."Jawab Johan langsung keluar dari kamar Rini.


Rini membuka pintu kamar mandinya berlahan,ia mengeluarkan kepalanya untuk memeriksa apakah Johan sudah keluar dari kamarnya apa belum.


"Hufh.. sepertinya sudah aman."Kata Rini lirih.


Ia bergegas berlari menuju pintu kamarnya dan langsung mengunci pintu kamar saat dipastikan keadaan kamar sudah tidak ada Johan.


"Gila..aduh....mau ditaruh di mana muka gue,aduh mak....dia tadi lihat gue, dasar Rini o'eng...!"Kata Rini lirih menyalahkan dirinya sendiri yang ceroboh tidak mengunci pintu kamarnya saat sedang mandi.


"Cepetan Rin..!"Teriak Johan dari luar kamar Rini.


"Iya..!"Jawab Rini langsung bergegas mengambil baju ganti didalam lemari pakaian.


Diambilnya celana jeans panjang warna abu-abu dan kaos panjang warna navy.

__ADS_1


Dengan cepatnya Rini langsung memakai baju yang di ambilnya tadi,ia langsung menyisir rambutnya dan sedikit merias wajahnya agar terlihat lebih segar.


"Oke... gue sudah siap,yuk ah capcuss."Kata Rini sambil melihat dirinya di cermin.


"Riniol...buruan...gue tinggal nih."Teriak Johan lagi karena Rini masih belum keluar dari kamarnya.


Ceklek...


Rini membuka pintu kamarnya,ia melihat Johan yang masih memakai baju kantor sedang duduk di sofa.


Johan menoleh ke arah Rini yang sudah rapih, rambutnya dibiarkan terurai dengan indah,ia begitu cantik meski hanya memakai make up tipis.


"Cantik...!"Ucap Johan tanpa sadar memuji kecantikan alami Rini.


"Mas..kok malah bengong,ayok kita pergi."Kata Rini menyadarkan lamunan Johan.


"Oh...oke ayok.!"Kata Johan gugup.


"Lho..mas Johan kok masih pakai baju itu?Ganti dong bajunya.


Kita mau makan lho mas bikan mau ke kantor apa mau kondangan,masa mau makan memakai baju formal seperti itu ih..!"Kata Rini sambil melihat ke arah Johan.


"Oh iya ya,ya sudah..gue ganti baju dulu."Kata Johan menurut.


Ia bergegas bejalan cepat menuju kamarnya untuk mengganti pakaiannya.


"He ...he...tumben menurut ...!"Kata Rini lirih sambil ketawa kecil saat Johan sudah masuk kedalam kamar.


Hanya beberapa menit Johan keluar lagi dengan memakai celana jeans warna hitam dan kaos panjang warna navy.


"Lho..kok iya?Ah sudahlah ayok kita berangkat.


Keburu pingsan kelaparan."Jawab Johan cuek tidak perduli dengan warna kaos yang ia pakai.


"Kita naik motor aja ya Rin, kangen naik motor gue ! "Kata Johan.


"Terserah mas Johan aja lah, Rini mah nurut aja."Kata Rini pasrah.


Akhirnya mereka pergi dengan berboncengan motor.


Hanya membutuhkan waktu 30 menit akhirnya mereka sampai ditempat yang mereka tuju, sebuah restoran yang terlihat begitu mewah, terkenal dengan makanannya yang super lezat.


tempat pertama kali mereka bertemu kembali dan makan bersama.


"Selamat datang di restoran kami.


Mari silahkan masuk bapak-ibu!"Kata pelayan restoran dengan ramah menyambut kedatangan Rini dan Johan.


Johan dengan badan tegapnya berjalan memasuki restoran diikuti Rini dari samping.


"Mas.. pelayan restorannya cantik ya mas,ramah lagi."Bisik Rini lirih ditelinga Johan.

__ADS_1


Johan hanya diam saja,dia berjalan menuju tempat yang ditunjukkan oleh pelayan restoran.


"Kalian sungguh pasangan yang romantis ya?Sampai baju yang kalian pakai pun samaan warnanya."Kata pelayan restoran itu sambil tersenyum melihat Rini dan Johan yang memakai kaos dengan warna dan model yang sama.


Johan dan Rini saling berpandangan,lalu melihat kaos yang mereka pakai.


"He..he..dikira mbaknya,kita sepasang kekasih mas."Kata Rini lirih sambil tertawa kecil.


"Silahkan mau pesan makanan yang mana pak...!"Kata pelayan restoran itu sambil menyerahkan sebuah buku kecil berisi menu makanan yang tersedia di restoran mereka.


"Kamu mau makan apa Rin?"Tanya Johan sambil menatap ke arah Rini.


"Makan makanan yang waktu itu lho mas,udang asem manis."Jawab Rini.


"Oke,ya sudah.. saya pesan makanan yang ingin saja untuk dua porsi dan sayur capcay bakso, terus minumnya es lemon saja dua."Kata Johan sambil menyerahkan kembali buku kecil yang tadi diberikan oleh pelayan restoran.


"Baik.. tunggu sebentar ya pak-bu..kami siapkan dulu pesanannya."Kata pelayan restoran dengan ramah.


Sambil menunggu makanan datang, mereka bercanda agar tidak bosan menunggu.


"Kok tadi mas Johan bisa-bisanya sih makai baju samaan dengan Rini mas?Sama lagi modelnya,kan orang jadi berpikir kalau kita sepasang kekasih."Kata Rini saat mereka sedang menunggu pesanan datang.


"Mana gue tau,tadi cuma asal ambil aja tanpa lihat model bajunya."Jawab Johan terlihat cuek.


"Atau jangan-jangan kita jodoh kali ya,ha..ha..."Canda Johan.


"Huh..jodoh sama mas johan?Musibah besar buat Rini."Kata Rini asal


"Lha..kok musibah? Beruntung dong, secara gitu gue ganteng, pinter,udah itu kaya lagi."Kata Johan dengan sombongnya.


"Ih.. PD kali si bos nih,tapi iya sih mas Johan memang ganteng,kaya.pokoknya idaman para wanita deh,tapi sayangnya mas Johan bukan tipe saya."Kata Rini.


"Lho... memangnya tipe lo yang seperti apa?Lo gak suka sama orang kaya seperti gue?"


"Iya sih mas Johan memang kaya,tapi......kaya monyet...!Ha..ha...."Canda Rini sambil tertawa terbahak-bahak.


"Hus... cewek cantik ketawanya jangan lebar-lebar mbak, hati-hati nanti kemasukan lalat tuh."Kata seorang laki-laki paruh baya yang duduk tidak jauh dari tempat duduk Rini dan Johan.


"Eh..iya maaf pak."Jawab Rini langsung berhenti ketawa sambil menggaruk kepalanya menoleh ke arah laki-laki paruh baya yang duduk di belakangnya.


"Ups..He..he...sukurin...!"Ucap Johan sambil tersenyum mengejek Rini.


Rini membulatkan matanya menatap tajam ke arah Johan.


Dan setelah beberapa menit menunggu, akhirnya pesanan Johan dan Rini pun datang.


Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang dari tadi memperhatikan mereka dengan sorot mata penuh kebencian.


"Heh...jadi ini yang sudah lo lakukan?Lihat saja nanti apa yang akan gue lakukan terhadap kalian berdua."Kata orang itu sambil tersenyum licik ke arah Rini dan Johan.


Sementara ditempat lain terlihat Rendi sedang sibuk mengemasi barang-barangnya, karena besok pagi-pagi sekali dia mesti pulang ke Pekalongan.

__ADS_1


Rendi mendapat kabar kalau ayahnya masuk rumah sakit, pak Burhan jatuh pingsan setelah mendapatkan telpon dari seseorang.


Sekarang dia koma dan harus dirawat di rumah sakit.


__ADS_2