Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Mencurigai.


__ADS_3

Johan menunjukkan hasil rekaman cctv yang semalam ia minta dari pak Jono.


Terlihat didalam rekaman cctv yang berada di lantai dasar,halaman gedung apartemen, mereka melihat Rini yang baru keluar dari gedung, sudah itu Johan menggeser maju rekaman itu karena setelah Rini keluar dari apartemen tidak ada kejadian yang mencurigakan, Johan menghentikan kecepatan memutar rekaman cctv, terlihat Rini berjalan santai kembali ke gedung apartemen, tidak lama tiba-tiba ada seorang perempuan memakai jilbab warna hitam, wajah perempuan itu tidak terlihat dengan jelas karena memakai masker,dia mendekap mulut Rini,lalu ada sebuah mobil warna hitam mendekati mereka, perempuan itu langsung memasukkan tubuh Rini kedalam mobil,dan mobil warna hitam itu berjalan lagi setelah Rini dan perempuan tadi sudah berada didalam mobil.


"Tunggu Han...coba lo geser mundur."Kata Wahyu mencurigai sesuatu.


Agung memundurkan rekaman cctv sampai saat Rini datang lagi untuk kembali ke gedung apartemen lalu ada seseorang yang tiba-tiba mendekapnya dari belakang.


"Berhenti Han,coba lo besarin gambarnya."Kata Wahyu saat melihat seseorang yang ada di kursi kemudi.


Wahyu melihat sosok perempuan yang terlihat tidak asing.


"Kurang ajar."Kata Wahyu setelah melihat jelas wajah perempuan yang sedang duduk di depan sambil mengemudikan mobilnya.


"Kenapa Yu?Apa lo kenal sama perempuan itu?"Tanya Johan penasaran.


"Dasar perempuan jala**ng."Kata Wahyu nampak marah.


"Siapa perempuan itu Yu?"Tanya Johan semakin penasaran.


"Masa lo gak kenal sama dia sih Han?Dia kan Siska."Kata Wahyu memberi tau.


Siska adalah teman mereka waktu masih kuliah.


"Hah..masa sih? Enggak ah, Siska kan gak suka rambutnya digelung seperti itu,dia lebih suka rambutnya dibiarkan terurai dengan indah,dan dia selalu berpakaian seksi,tapi itu perempuan pakai baju seperti emak-emak."Kata Johan tidak percaya.


"Terserah lo mau percaya atau tidak yang jelas itu Siska,gue yakin kalau perempuan yang sedang mengemudi mobil adalah Siska,tapi kenapa dia menculik Rini? Bukankah saat ini dia sudah mendapatkan Rendi, seharusnya dia sedang bukan madu bersama Rendi."Kata Wahyu semakin curiga.


"Jadi Siska perempuan yang dinikahi pacarnya Rini?"Tanya Johan kaget.


"Iya Han, mereka sudah dijodohkan.


Awalnya Rendi menolak,dia malah pacaran sama Rini.


Entah kenapa tiba-tiba dia akhirnya mau menikah dengan Siska."Kata Wahyu menjelaskan.


"Maaf soal Rini Yu, Rini meminta gue agar tidak memberitahu ke lo dimana keberadaannya."Ucap Johan merasa bersalah.


"Sudah lah, jangan bahas itu lagi.

__ADS_1


Yang penting ayok kita coba cari tau kira-kira Siska membawa Rini kemana,gue takut tuh perempuan jala***ng menyakiti Rini."Kata Wahyu khawatir.


"Apa jangan-jangan Rendi yang suruh si Siska buat nyulik Rini Yu!"Tebak Johan.


"Gak mungkin lah Han,buat apa Rendi nyuruh Siska nyulik Rini."Ucap Wahyu gak percaya.


"Ya kali aja Yu,kan tadi kamu bilang kalau mereka menikah karena dijodohkan.


Bisa aja mereka nikah karena terpaksa, mereka bersepakat untuk kembali ke pacar mereka masing-masing, terus mereka bekerjasama untuk melakukan penculikan terhadap Rini agar Rendi bisa kembali dengan kekasihnya itu, dan tanpa sepengetahuan orang tua mereka, ternyata mereka tidak tinggal bersama melainkan tinggal dengan kekasih mereka masing-masing."Kata Johan asal tebak.


"Ah lo Han, kebanyakan nonton sinetron sih lo,jadi pikiran lo sudah dipenuhi dengan kehaluan lo yang gak jelas."Ucap Wahyu sambil tersenyum geli mendengar ucapan dari Johan.


"Ih..kan cuma menebak,siapa tau aja lho Yu."Kata Johan memberitahu.


"Terserah lo lah."Ucap Wahyu cuek.


"Gue harus mencari keberadaan Rini sekarang sebelum hal buruk terjadi dengannya."Kata Wahyu bergegas keluar meninggalkan ruangan Johan.


"Tunggu Yu,gue ikut."Kata Johan langsung mematikan laptopnya dan berlari kecil mengikuti langkah kaki Wahyu.


Mereka berjalan keluar gedung perusahaan penerbit buku milik orang tua Johan.


"Memangnya ada apa Han?"Tanya balik Wahyu.


ini mobil sama seperti mobil yang gue lihat waktu itu,dihari waktu Rini diculik."Kata Johan masih melihat ke arah mobil Avanza warna hitam yang terparkir di sebelah mobilnya.


"Mobil seperti ini banyak yang punya kali Yu, sudahlah ayok cepetan kita harus mencari Rini sekarang."Kata Wahyu tidak sabar ingin segera menemukan Rini, wanita yang sangat dicintainya mesti Rini tidak mencintainya.


"Tunggu sebentar Yu,gue yakin ini mobil yang sama, lihat setiker yang ada di kaca itu."Kata Johan sambil menunjukkan sebuah setiker burung elang yang ditempel di pojok kanan atas kaca mobil bagian depan mobil Avanza warna hitam itu.


Mungkinkah semua orang juga punya setiker yang sama seperti itu, yang diletakkan di tempat yang sama juga."Kata Johan tampak berfikir.


"Jadi..."Kata Wahyu mulai mencurigai mobil yang terparkir di sebelah mobil Johan.


Mereka saling bertatapan mata, dengan pikiran yang sama.


....


Sementara di Pekalongan Rendi terlihat gelisah, entah kenapa perasaan Rendi merasa tidak enak.Ia berjalan mondar-mandir didalam

__ADS_1


kamarnya seorang diri.


Tok..tok..


Seseorang mengetuk pintu kamar Rendi dari luar.


"Siapa?"Tanya Rendi.


"Ini mbak Sih den,ada telpon dari nyonya buat aden."Kata seseorang dari luar kamar yang ternyata adalah asisten rumah tangga bu Citra dan pak Burhan.


Rendi buru-buru membuka pintu kamarnya.


Dia langsung berjalan menuju ruang tengah setelah keluar dari kamarnya karena telpon rumah diletakkan di meja ruang tengah dekat ruang santai.


"Halo ma...gimana keadaan papa ma?"Tanya Rendi setelah mengangkat telpon rumah.


"Halo Ren, Alhamdulillah keadaan papa sudah sangat membaik,nanti sore papa sudah boleh pulang."Kata bu Citra memberi kabar.


"Syukurlah ma."Kata Rendi merasa lega.


"Nanti kamu kerumah sakit ya Ren, jemput kami, sekalian bawa baju ganti buat papamu!"Perintah bu Citra.


"Iya ma."Jawab Rendi singkat.


"Em..ma, Kalau papa sudah dibawa pulang, Rendi mau ke Jakarta sebentar ya."Ucap Rendi.


"Ke Jakarta mau ngapain?


"Tapi papa kan belum sehat betul nak!"Kata bu Citra kaget.


"Rendi gak lama kok ma, Rendi ada urusan yang harus Rendi selesaikan."


"Ya sudah,tapi kamu jangan lama-lama ya Ren, papamu belum sehat betul,gak ada yang mengawasi konveksi papa kalau kamu gak ada."Kata bu Citra.


"Iya ma, Rendi janji kalau urusan Rendi selesai langsung pulang."Jawab Rendi.


Rendi menutup telpon setelah minta izin ke ibunya untuk pergi ke Jakarta.


Ia membalikkan badannya dan berjalan menuju kamar kedua orang tuanya untuk mengambilkan baju ganti kedua orang tuanya yang saat ini masih berada dirumah sakit.

__ADS_1


__ADS_2