Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Nenek tutup usia.


__ADS_3

"Bagaimana keadaan nenek mbak?"Tanya Rendi lirih begitu sampai dirumah sakit menghampiri Salsabila yang sedang menunggu ibu nenek siuman.


Disebelahnya ada dua anak perempuan berusia 16 tahun memiliki wajah sama,mereka adalah anak kembar Salsabila dan Agung.


Ya... Agung dan Salsabila telah dikaruniai anak kembar, mereka diberi nama Shakila-Shakira.


"Tante...om...."Sapa kedua anak kembar Salsabila mencium punggung tangan Rini dan Rendi bergantian.


"Halo sayang, bagaimana kabar kalian? Haduh... ponakan tante tambah cantik aja deh,"balas Rini mengusap lembut rambut ponakannya yang sedikit ikal dan berwarna kemerahan seperti bapaknya.


"Kabar kami baik tante,"jawab kedua anak kembar Salsabila.


"Om Agung mana mbak?"Tanya Rendi karena tidak melihat Agung diruangan itu.


"Om kamu sedang menemui dokter Ren."Jawab Salsabila.


"Apa yang terjadi dengan nenek mbak? Tanya Rendi lagi, digenggamnya tangan nenek.


"Mbak juga gak tau, kemarin ibu sedang nonton tv bareng anak-anak, tiba-tiba katanya dadanya terasa sesak,nenek pamit mau tidur di kamarnya, gak lama Shakira berteriak katanya nenek jatuh.Kami langsung membawa ibu kerumah sakit."Jelas Salsabila menceritakan kejadian yang menimpa ibu mertuanya.


Tap...tap...tap....


Terdengar langkah kaki seseorang memasuki kamar inap, tidak lama terlihat seorang laki-laki paruh baya tapi masih terlihat tampan,berbadan tinggi dan tegap berjalan menghampiri mereka.


"Om Agung...."Panggil Rini.


"Halo dek, ternyata kalian sudah datang toh!"Sapa Agung sambil tersenyum menyambut kedatangan adik iparnya dan juga ponakannya.


"Om Agung apa kabar?Om Agung sombong gak pernah main kerumah."Ucap Rini mencium punggung tangan kakak iparnya.

__ADS_1


"Om...."Panggil Rendi langsung memeluk Agung."Bagaimana kata dokter om?"Tanya Rendi melepas pelukannya.


"Jantung nenek Ren,nenek kembali terkena serangan jantung,ini sudah yang ketiga kalinya, kita berdoa saja Ren, semoga nenekmu gak kenapa-kenapa."Ucap Agung dengan wajah sendu menatap ibunya yang sekarang sedang berbaring lemah tidak sadarkan diri diatas ranjang pasien dengan wajahnya yang terlihat pucat dengan sebuah alat bantu pernapasan dihitungnya.


"Ayok sebaiknya kita ngobrol diluar saja,agar tidak menggangu nenek, biarkan nenekmu beristirahat."Ajak Agung.


Mereka keluar dari kamar inap, hanya tertinggal kedua gadis cantik anak kembar Agung dan Salsabila yang menunggu nenek mereka didalam kamar inap nenek.


"Papa sama Mama katanya besok pagi baru berangkat ke Jakarta om."Ucap Rini saat mereka sudah berada didepan kamar inap pasien sambil duduk dikursi tunggu yang ada didepan kamar inap.


"Kok Chelsea gak diajak Rin?"Tanya Salsabila yang belum tau kalau Chelsea sudah tidak tinggal bersama mereka lagi.


"Em... Chelsea... sudah tidak tinggal bersama kita lagi mbak,"jawab Rini dengan wajah berubah murung.


"Lho...kok bisa? Memangnya ada masalah apa?Apa terjadi sesuatu dengan kalian?"Tanya Agung merasa kaget juga penasaran.


"Chelsea tinggal bersama orang tua kandungnya om."Jelas Rendi.


"Dad....Kita antar pulang dulu yok dad, besok kita mesti sekolah."Ucap Syakira menghentikan pembicaraan mereka berempat diluar kamar.


"Oh iya, putri-putri Daddy besok sekolah,ya sudah aku pulang antar mereka dulu ya Ren, kamu temenin nenekmu dulu, nanti aku kesini lagi setelah mengantar mereka pulang sekalian cari makanan."Kata Agung bangun dari duduknya.


"Oke,om tenang saja, kita bakal temenin nenek."Ucap Rendi.


Agung pun pergi mengantarkan kedua putri kesayangannya kembali kerumah sedangkan Salsabila dan Rini juga Rendi tetap dirumah sakit menunggu nenek.


Dua hari kemudian.


"Jadi Chelsea sudah tidak tinggal bersama kalian lagi? Baguslah, itu memang yang terbaik untuk kalian berdua,mama dari dulu kan sudah mengingatkan kalian agar bayi yang kalian temukan di serahkan ke panti saja,tapi kalian ngeyel merawat bayi yang tidak jelas asal-usulnya.Akibatnya malah anak semata wayang kalian jadi jatuh cinta sama dia kan,mama gak mau punya cucu menikah dengan perempuan yang tidak jelas asal usulnya seperti Chelsea yang gak tau siapa bapaknya."Ucap Bu Citra ketika sudah berada di Jakarta.

__ADS_1


Mereka berbincang-bincang dirumah nenek, Rendi dan Rini menceritakan semua tentang Fareal dan Chelsea yang ternyata diam-diam mempunyai perasaan yang sama,mereka selama ini saling jatuh cinta dan itu baru diketahui oleh Rendi dan istrinya.


"Tapi Chelsea anak yang baik ma,aku yang sudah merawat dan membesarkannya jadi aku tahu sifatnya bagaimana, menurutku biarkan saja jika mereka saling mencintai,aku malah senang jika akhirnya Chelsea akhirnya menjadi istri Fareal, berarti dia bakal tinggal bersama kita lagi."Ucap Rini membela Chelsea.


"Tapi mana takut dia bakal berubah jadi jahat seperti orang tuanya yang memiliki hati jahat,buah jatuh tidak jauh dari pohonnya,bisa saja kan dia menuruni sifat orang tuanya.


Lagian kita kan ndak tau siapa bapaknya,mama sampai sekarang mencurigai kalau dia anaknya Eko,bocah gemblung yang sudah membuat adik satu-satunya mama bunuh diri karena dia."Ucap Bu Citra, terlihat ada kesedihan diwajahnya.


Bu Citra kembali teringat kejadian yang menimpa adik satu-satunya yang meninggal akibat perbuatan bejat pemuda tanggung bernama Eko waktu itu hingga membuat adiknya akhirnya mengakhiri hidupnya sendiri karena semenjak itu pemuda tanggung yang bernama Eko tidak diketahui keberadaannya setelah satu tahun dipenjara dan akhirnya dibebaskan karena polisi tidak menemukan barang bukti kalau Eko yang sudah memperkosa adik Bu Citra.


Kring....


Saat mereka sedang berbincang-bincang tiba-tiba telepon rumah berbunyi menghentikan perbincangan mereka.


"Halo...."Ucap Bu Citra mengangkat panggilan telpon.


"Mbak...hiks...ibu mbak...."Terdengar Suara Salsabila diseberang telpon sambil terisak.


"Halo Bil,ada apa dengan ibu Bil?"Tanya Bu Citra jadi khawatir.


"Hiks...ibu udah gak ada mbak, hiks...."


"Apa? Innalilahi wa innailaihi rojiun."Ucap Bu Citra langsung menjatuhkan badannya di atas kursi yang ada di sampingnya.


"Ada apa ma?"Tanya Rendi penasaran.


"Nenekmu sudah tidak ada Ren."Jawab Bu Citra lirih dengan kedua mata mengeluarkan cairan bening.


"Gak mungkin tadi sebelum Rendi pulang nenek sudah terlihat lebih baik ma,nenek bahkan tersenyum kepada Rendi saat Rendi pamit mau pulang dulu buat ganti baju."Ucap Rendi yang baru pulang dari rumah sakit dua jam yang lalu setelah semalaman ikut berjaga dirumah sakit menemani neneknya,ia merasa syok tidak percaya dengan kabar tentang neneknya yang sudah tiada.Rendi langsung pergi ke rumah sakit begitu mendapat kabar jika nenek sudah meninggal dunia, sedangkan Bu Citra dan Rini tetap tinggal dirumah membereskan rumah dan menyiapkan keperluan untuk jenazah,hanya membutuhkan waktu sepuluh menit Rendi sampai dirumah sakit, disana sudah ada Pak Burhan, Agung dan Salsabila yang tadi pagi baru datang menggantikan dirinya dan Pak Burhan yang semalaman nginap dirumah sakit menemani nenek, Rendi pulang karena ingin membersihkan diri dan mengganti pakaiannya yang sudah dari kemarin tidak ganti sedang Pak Burhan memutuskan untuk tetap berada dirumah sakit menemani ibunya bersama adik dan iparnya.

__ADS_1


"Ren... nenekmu,hiks...."Pak Burhan langsung memeluk anaknya saat anaknya sudah datang kerumah sakit.


dua puluh menit yang lalu nenek dinyatakan telah meninggal dunia karena penyakit jantung,para dokter dan perawat sudah berusaha semaksimal mungkin tapi ternyata Tuhan berkehendak lain,nenek tutup usia meninggalkan dua anak laki-laki yaitu Pak Burhan, Agung, tiga cucu, yaitu Rendi dan kedua anak kembar Agung serta satu cicit yaitu Fareal, sedangkan suami nenek sudah meninggal tiga tahun yang lalu.


__ADS_2