Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Julius Vs Adel.


__ADS_3

Keesokan paginya ditempat lain.


"Adel...., bangun nak sudah siang."Kata emaknya Adel berusaha membangunkan anak gadisnya yang masih terlelap tidur.


"Em .... sudah jam berapa mak?"Tanya Adel sambil menggeliat membuka matanya berlahan.


"Jam tujuh."Jawab emak


"Hah...jam tujuh mak, wadoh....!"Teriak Adel histeris segera lompat dari tempat tidurnya dan bergegas masuk kedalam kamar mandi.


"Lagian dari tadi emak bangunin gak mau bangun-bangun."Seru emak sambil merapikan buku-buku Adel yang berantakan dibawah ranjang.


"Oalah Del...del, anak gadis kok jorok sih."Ucap emak sambil mengumpulkan buku-buku Adel yang berjatuhan dilantai.


Ceklek....


Baru beberapa menit didalam kamar mandi Adel sudah keluar dan berlari menghampiri lemari pakaian untuk mengambil baju ganti.


"Kamu mandi gak sih Del? Perasaan baru masuk kedalam kamar mandi kok sudah keluar."Ucap emak melihat kearah Adel yang hanya memakai handuk yang dililitkan menutupi tubuhnya.


"Mandi dong mak, memangnya emak gak liat nih badan Adel basah."Jawab Adel sambil menunjukkan lengannya yang masih basah.


"Alah..paling kamu mandi bebek, nyemplung didalam bak langsung keluar, betul tidak?"Ledek emak menebak.


"He..he..."Adel hanya tertawa kecil menjawab pertanyaan dari emaknya.


"Sudah terlambat nih mak, Adel buru-buru."Ucap Adel sambil memakai baju didepan enaknya sendiri.


Adel gak merasa malu ataupun risih.


"Memangnya semalam kamu tidur sampai jam berapa Del, sampai bangun kesiangan seperti ini."Tanya emak.


"Subuh Adel baru tidur mak."Jawab Adel jujur.


"Apa... subuh kamu baru tidur? Memangnya kamu habis ngapain aja sampai subuh baru tidur?"Tanya emak nampak terkejut.

__ADS_1


"Ngerjain tugas dari pak Ridwan mak,itu aja baru separonya Adel kerjakan, masih tinggal separo lagi yang belum selesai."Jawab Adel menjelaskan.


"Kamu dapat tugas segitu banyaknya dari dosen itu pasti nilai kamu jelek."Tebak emak.


"He..he.. emakku jenius."Jawab Adel sambil ketawa kecil.


"Kamu tuh ya Del,kan emak sudah bilang gak usah ikut nge-band, kuliah saja yang bener terus lanjutin bisnis emak sama bapakmu."Ucap emak.


"Iya mak,ya sudah Adel berangkat kuliah dulu ya mak."Jawab Adel sudah terlihat rapih,ia hanya membutuhkan waktu beberapa menit saja untuk menyiapkan semua keperluannya yang akan dibawa ke kampus dengan memakai kaos panjang dan celana jeans panjang tidak lupa memakai topi kesayangannya, tampilan Adel seperti biasanya hanya memakai bedak tipis dan lip gloss bening agar bibirnya tidak kering.


Adel menarik tangan kanan emaknya dan mencium punggung tangan emaknya itu lalu ia bergegas keluar dari dalam kamarnya yang sudah seperti kapal pecah.


"Kamu gak sarapan dulu Del,emak udah bikinin nasi goreng buat kamu lho Del, katanya kamu minta dibikinin nasi goreng buat sarapan."Teriak emak dari dalam kamar Adel.


"Oh iya...nasi goreng, ya udah deh Adel sarapan dulu."Kata Adel merasa gak enak sama emaknya yang sudah capek-capek bikinin nasi goreng untuk dirinya.


Dengan lahap Adel menyantap nasi goreng buatan emaknya yang super hot, Adel suka makanan pedas.


Tling...


Adel tersenyum setelah melihat layar handphone yang ternyata kekasihnya yang telah mengirim SMS, Adel langsung membalas SMS dari kekasihnya itu lalu ia meletakkan kembali diatas meja makan.


Ia bergegas memasukkan handphone kedalam tasnya dan langsung pergi setelah menghabiskan nasi goreng buatan emaknya.


Beruntung sekali jalanan pagi hari terlihat sepi tidak seperti biasanya sehingga Adel dengan leluasa menjalankan motornya tanpa ada halangan.


Dengan kecepatan penuh Adel mengendarai motornya menerobos jalanan kota Jakarta yang terlihat masih sepi oleh kendaraan yang lain.


Tiba-tiba terjadi tabrakan antara angkutan umum dengan sebuah motor, niat si pengendara motor ingin menyalip mobil didepannya tapi ternyata ada angkutan umum yang sedang melintas berlawanan arah dengan kecepatan penuh dan kecelakaan pun tidak bisa dihindari,terjadilah kecelakaan maut antara pengendara motor dengan angkutan umum, karena kecelakaan itu membuat Adel dan beberapa pengendara lainnya langsung menghentikan kendaraan mereka masing-masing sehingga terjadi kemacetan.


Adel melepas helm yang dipakainya dan berjalan menghampiri mobil didepannya untuk melihat keadaan si pengendara motor yang bertabrakan dengan sebuah mobil angkutan umum.


Terlihat keadaan pengendara motor yang ternyata adalah seorang pemuda tanggung memakai seragam sekolah SMA tergeletak dengan keadaan mengenaskan bersimbah darah.


Adel langsung berlari kembali ke motornya lagi karena tidak sanggup melihat keadaan si korban yang ternyata adalah seorang pemuda tanggung yang masih sekolah SMA.

__ADS_1


"Hai... perempuan itu lagi ternyata."Gumam salah seorang pengendara mobil yang berada di belakang motor Adel saat melihat wajah Adel yang sedang berjalan kembali ke motornya.


Adel langsung memakai helmnya kembali dan dengan hati-hati menuntun motornya melewati kendaraan yang lain untuk segera pergi dari tempat itu.


"Hai tunggu... Adel...!"Panggil seseorang dari belakang membuat Adel yang sedang menuntun motornya untuk melewati kendaraan beroda empat yang juga sedang berhenti akibat kecelakaan maut itu celingukan mencari sumber suara.


Adel menyipitkan matanya terlihat sedang berfikir melihat seorang laki-laki berpenampilan seperti seorang pegawai kantoran memakai jas hitam didalam mobil sport yang sedang menatap dirinya.


Adel membelalakkan matanya dengan sempurna saat sudah mengingat siapa laki-laki yang ada didalam mobil itu.


"Haduh...ketemu lagi deh sama om sombong itu."Gumam Adel sambil menuntun motornya mengalihkan pandangannya,ia langsung naik keatas motornya kembali saat sudah berada ditempat yang kosong tidak ada mobil atau kendaraan lain.


Mobil sport yang dikendarai oleh laki-laki itu yang kebetulan ada di tempat paling belakang berjalan menghampiri motor Adel.


"Om mau ngapain lagi sih?Kenapa selalu mengganggu gue...!"Ucap Adel nampak kesal.


"Lo masih punya hutang sama gue,jadi bakalan gue kejar terus lo sampai bayar hutang ke gue."Jawab si pengendara mobil yang ternyata adalah Julius.


"Maaf ya om sombong, nanti aja deh kita bahas masalah itu, sekarang gue mesti ke kampus dulu udah telat nih."Ucap Adel menyalakan motornya.


"Sorry banget nih om, gue buru-buru."Teriak Adel langsung menjalankan motornya dan wusss....


Adel mengendarai motornya dengan kecepatan penuh meninggalkan Julius yang masih diam didalam mobilnya.


"Hah...berani-beraninya dia ngatain gue seperti itu, Gila bener tuh cewek,em... sungguh menarik,gue semakin penasaran."Gumam Julius sambil tersenyum licik menatap punggung Adel yang sudah menjauh bersama motornya.


Tanpa sepengetahuan Adel,diam-diam Julius mengikutinya hingga sampai depan kampus dia.


"Em.. ternyata dia kuliah disini."Gumam Julius Melihat gedung kampus tempat Adel mencari ilmu, terlihat Adel yang sedang berlari masuk kedalam gedung kampus itu bersama dengan seorang pemuda yang mungkin juga terlambat sama seperti Adel.


"Heh...lo tidak bisa kemana-mana sekarang karena gue bakalan bikin lo menyesal sudah berani-beraninya buat mobil kesayangan gue sampai lecet."Timbul sebuah rencana licik dalam pikiran Julius untuk membuat Adel jatuh dalam perangkapnya.


Semenjak bertemu dengan Adel waktu itu Julius terus memikirkannya, seorang gadis remaja yang berpenampilan tomboi yang sudah terang-terangan menghinanya. dan membuat mobil kesayangannya lecet waktu itu karena Adel menendangnya dengan sangat keras.


Juli sendiri juga bingung kenapa bisa memikirkan perempuan seperti Adel yang tidak ada feminim-feminimnya sama sekali,

__ADS_1


seorang Julius yang sudah bertekad tidak ingin menjalin hubungan dengan perempuan manapun ternyata tertarik dengan gadis tomboi seperti Adel.


__ADS_2