
"Masa mas gak boleh masuk si yang?"Kata Rendi menghentikan langkahnya.
"Soalnya didalam rumah tidak ada siapa-siapa mas."Jelas Rini.
"Memangnya kenapa kalau gak ada siapa-siapa yang? Tanya Rendi.
"Bahaya mas,ibu bilang katanya kita gak boleh berduaan sama laki-laki yang bukan muhrimnya didalam rumah,nanti takutnya ada setan yang menggoda kita dan akhirnya kita melakukan dosa karena terkena bisikan setan jahat."Kata Rini dengan polosnya membuat Rendi malah tertawa mendengar ucapan Rini yang begitu polos.
"Hufh...ya sudah deh."Rendi kembali ketempat semula dengan malas.
"Hi..hi..."Rini tertawa kecil setelah berada didalam rumah.
"Sorry mas, habisnya mas Rendi suka nyebelin kalau sudah berduaan,suka mengambil kesempatan apalagi gak ada orang kayak gini, hanya berdua,huh...mas Rendi suka tidak bisa mengendalikan diri."Gumam Rini sambil berjalan kedapur untuk membuat minuman untuk Rendi dan dirinya.
Ia terlihat bengong sambil membuat minuman, teringat ucapan mamanya Rendi dijalan tadi.
"Haduh bagaimana ini kalau ternyata ucapan tante Citra beneran,aduh mamake... Rini deg-degan!"Teriak Rini lirih sambil menuangkan air panas kedalam cangkir yang sudah beristri kopi bubuk sama gula putih.
"Tenang Rini,tenang,santai."Ucap Rini lirih berusaha menenangkan dirinya sendiri.
Lalu ia berjalan sambil membawa nampan yang diatasnya terdapat dua cangkir kopi untuk dirinya dan Rendi.
"Ngopi dulu mas biar melek."Kata Rini setelah berada diluar rumah,ia kembali menghampiri Rendi yang sedang duduk di kursi yang ada di teras rumahnya,lalu diletakkan cangkir yang berisi kopi tadi diatas meja.
"Em..tau aja kamu yang,mas memang belum ngopi, habis mandi, pakai baju langsung ngacir kesini."Ucap Rendi.
"Kangen sama kopi buatan kamu yang!"Lanjut Rendi.
"Ah masa sih? Alasan pasti,bilang aja kangen sama orangnya."Ledek Rini.
"Ih.. pintarnya calon istriku."Jawab Rendi sambil tersenyum menatap wajah Rini.
"Biasa aja kali lihatnya mas,jadi gak enak nih."Ucap Rini memalingkan wajahnya tidak tahan terus dilihatin,ia menoleh kearah Rendi sekilas lalu kembali menundukkan kepalanya karena ternyata Rendi masih menatapnya dengan serius sambil tersenyum membuat jantung Rini semakin deg-dig-dug-ser.
Jantungnya terus meronta seakan pingin keluar dari tempatnya.
Rendi jadi semakin gemas melihat kekasihnya yang sepertinya sudah salah tingkah gara-gara ia terus menatapnya.
"Bibir kamu ada apanya tuh yang? kotor banget,kamu habis makan apa?"Tanya Rendi.
__ADS_1
"Hah...mana?Rini belum makan apa-apa kok."Rini yang sedang menunduk langsung mengangkat wajahnya, ia langsung mengusap kasar bibirnya sendiri dengan menggunakan jarinya.
Ia menggigit bibir bawahnya lalu mengusap-usap bibirnya berkali-kali menggunakan jarinya sendiri seolah sedang menghilangkan noda yang susah dihilangkan.
"Masih ada gak mas?"Tanya Rini terlihat begitu polos.
Rendi tersenyum tipis,ia menoleh ke kanan-kiri lalu melihat kejalan, untuk memastikan tidak ada orang disekitar sana, setelah ia lihat dijalan sepi tidak ada seorangpun lewat didepan rumah orang tua kekasihnya itu, Rendi menggeser duduknya mendekati Rini.
"Masih yang,sini mas bantuan ngilangin kotoran dibibir kamu, sepertinya noda di bibirmu bandel banget yang,gak bisa hilang kalau cuma digosok seperti itu."Rendi menyentuh bibir Rini dengan jarinya, diusapnya dengan lembut bibir kekasihnya itu.
Rini dengan polosnya membiarkan bibirnya disentuh oleh Rendi tanpa curiga sedikitpun,
dan...
Cup...
Rendi langsung mengecup singkat bibir Rini.
Rini langsung membelalakkan matanya merasa kaget.
"Sudah ilang yang."Kata Rendi menahan tawanya,ia bersikap cuek dengan wajah tanpa ekspresi, walau sabenarnya dalam hatinya tertawa penuh kemenangan karena sudah berhasil mencium bibir Rini yang sudah membuatnya gila ingin selalu mengunjunginya setiap saat.
Ia terlihat begitu santai dan biasa saja seolah tidak terjadi apa-apa, Rendi malah dengan santainya mengambil cangkir berisi kopi diatas meja.
"Kenapa yang?"Tanya Rendi cuek lalu dengan santainya ia menyeruput kopi buatan Rini.
"Eeeem...."Rini menyatukan gigi-giginya, memonyongkan bibirnya sambil mengepalkan kedua tangannya, wajahnya sudah terlihat seperti harimau yang siap menerkam mangsanya.
"Enak lho yang kopinya, seger tenan, mantap."Ucap Rendi kembali menyeruput kopinya.
"Hufh..."Rini terlihat sangat kesal membalikkan badannya sambil bersedekap dengan wajah cemberut tidak mau menatap wajah kekasihnya yang terlihat begitu santai tanpa merasa berdosa sedikitpun.
"Hahaha..."Rendi tertawa tanpa bersuara melihat kearah Rini yang sedang membelakanginya.
"Sayang...mas balik dulu ya,mau ke konveksi.
Terimakasih kopi sama sarapannya ya!"Kata Rendi dengan menahan ketawanya melihat kekasihnya yang terlihat sangat kesal.
Rendi membalikkan badan Rini untuk menghadap dirinya.
__ADS_1
"Hehehe.. Maaf yang, jangan ngambek dong.
Nanti dari konveksi mas kesini lagi,mama tadi bilang katanya nanti sore suruh ajak kamu sama Ana buat makan bersama dirumah.
Kamu jangan kemana-mana ya."Kata Rendi dengan lembut sambil menatap wajah Rini yang terlihat begitu menggemaskan jika sedang ngambek.
"Em.... ke...kerumah mas Rendi?"Tanya Rini jadi gugup.
"Rumah mama sama papa bukan rumah mas sayang."Jawab Rendi.
"Iya,he..he.."Rini malah tertawa mendengar ucapan Rendi.
"Sayang.. terimakasih,tadi sarapannya sangat nikmat, boleh nambah tidak?"Tanya Rendi kembali mendekatkan wajahnya ke wajah Rini.
"Tidak..."Rini mendorong tubuh Rendi agar menjauhinya.
"Pelit amat sih yang,Sekali aja lho yang buat tenaga mas biar tambah semangat."Kata Rendi manja.
"Enggak, sudah sana cepetan pergi kalau gak tak telponin pak RT nih,biar mas Rendi diseret sama bapak hansip suruh pergi dari sini."Kata Rini dengan tegas.
"Weleh-weleh... sadisnya calon istriku."Rendi akhirnya menyerah,ia bangkit dari duduknya dan bergegas berjalan meninggalkan Rini yang sedang berdiri sambil bersedekap seperti emak-emak galak menyuruh suaminya kerja nyari uang yang banyak.
Rendi yang sedang berjalan hendak pergi tiba-tiba membalikkan badannya kembali menghampiri Rini yang masih berdiri sambil bersedekap.
Cup...
Kecupan singkat berhasil mendarat di pipi Rini, lagi-lagi Rendi berhasil membuat Rini kaget,ia kembali membelalakkan matanya karena merasa kaget dengan serangan Rendi yang lagi-lagi membuat jantungnya seakan mau berhenti mendadak.
"MAS RENDI....!"Teriak Rini dengan suara keras.
"Iya sayang,mas pergi.
Kamu hati-hati dirumah ya, jangan lupa nanti sore jam tigaan dandan yang cantik,mas nanti jemput."Rendi mengingatkan sambil berlari menghindari amukan Rini,ia langsung naik diatas motornya dan bergegas pergi meninggalkan Rini yang masih berdiri didepan rumah sambil berkacak pinggang menatap tajam kearahnya.
"RINI I LOVE YOU..!"Teriak Rendi dari kejauhan sambil menyetir motornya.
"Em.."Rini tersenyum merasa geli dengan sikap konyol kekasihnya.
Setelah Rendi dan motornya sudah tidak terlihat lagi, Rini membereskan cangkir kopi yang ada di atas meja untuk dibawa masuk kedalam rumah.
__ADS_1
Sementara ditempat lain terlihat seorang perempuan sedang duduk dipinggir ranjang, wajahnya terlihat sedih sambil memandangi sebuah foto,lalu ia merobek foto itu menjadi kecil-kecil,ia bangkit dari duduknya dan berjalan ke pintu kamar, perempuan itu berhenti di depan pintu dan membuang foto yang sudah menjadi kecil-kecil ketempat sampah.
"Disinilah tempat yang cocok untukmu."Ucap perempuan itu dengan kedua mata mengeluarkan cairan bening.