
Bagaimana keadaan Bila Gung?"Tanya nenek.
Nenek yang baru sampai di Jakarta minta langsung diantar ke rumah sakit tempat calon menantunya saat ini dirawat.
"Masih kritis bu."Jawab Agung dengan kedua mata berkaca-kaca, keadaannya sangat kacau, bajunya terlihat lusuh dan berantakan, penuh dengan noda darah milik Salsa, sudah dari pagi Agung tidak mengganti bajunya.
"Kamu belum pulang Gung?Pulang dulu sana nak, ganti baju kamu biar ibu yang menemani Salsabila disini."Perintah nenek.
"Gak mau bu, Agung mau menemani Salsa sampai ia sadar.
Agung menyesal bu,ini semua gara-gara Agung."Kata Agung sambil menutup wajahnya sendiri menyembunyikan air matanya yang sudah keluar dari kedua matanya.
Agung menangis.
"Apa yang sabenarnya terjadi Gung?Kamu tenanglah,dia pasti baik-baik saja, percayalah sama ibu nak."Kata nenek memberi semangat untuk anaknya.
"Tadi siang Nadia datang ke pabrik bu,dia mencium Agung dan saat bersamaan Salsa datang,dia salah paham langsung pergi meninggalkan agung,ia terus berlari dan....hua...."Tangis Agung pecah tidak sanggup melanjutkan ceritanya.
"Sabarlah nak, semua pasti baik-baik saja.
Percaya sama ibu."Kata nenek memeluk anaknya yang terlihat sangat kacau.
"Kedua orang tuanya Bila apa sudah kamu kasih tau?"Tanya nenek .
"Sudah bu, besok pagi paling mereka sampai kesini bu."Kata Agung menjelaskan.
"Ya sudah sana jamu pulang dulu nak,biar Salsabila ibu yang nungguin."
"Enggak bu,ibu saja yang pulang,ibu kan baru sampai di Jakarta."Agung tetap menolak untuk pulang.
Akhirnya nenek pulang karena Agung terus memaksa agar ibunya pulang.
"Sa.. seharusnya malam ini kita merayakan tahun baru bersama, maaf Sa ini semua gara-gara gue, hiks..."Ucap Agung dalam hati sambil melihat Salsabila melalui kaca yang ada di pintu ruang ICU.
Salsabila belum boleh ditemui oleh siapapun.
Sementara di Pekalongan, Rini yang tadinya mau ketempat Riko karena Sekar mengajak untuk barbeque nan dirumah orang tuanya Riko akhirnya dia tidak jadi datang,ia harus dirumah saja menemani Ana karena kedua orang tuanya sedang pergi ke Jakarta.
"Bagaimana keadaan kak Bila ya kak?"Tanya Ana.
__ADS_1
"Kita berdoa saja ya, semoga kak Bila baik-baik saja."Jawab Rini.
Ana dari dulu lebih suka memanggil ketiga kakaknya dengan panggilan kakak daripada mbak, katanya panggilan kakak itu keren daripada mbak.
"Kak Sulis sudah dikasih tau belum kak,soal kak Bila?"Tanya Ana.
"Sudah,kak Sulis nanti dari Semarang langsung pergi ke Jakarta untuk melihat keadaan kak Bila."Jawab Rini.
"Hiks... Ana pingin ke Jakarta lihat kak Bila kak!"Kata Ana sambil terisak memeluk Rini.
"Iya dek, tapi besok hari Senin kamu kan sudah mulai masuk sekolah."Kata Rini memberitahu Ana.
"Bolos ajalah kak,ayok besok kita pergi ke Jakarta kak lihat kak Bila."Rengek Ana.
"Hus..gak boleh bolos, kasihan bapak sudah capek nyari duwit buat kamu sekolah, jangan kecewakan bapak Na,kamu harus jadi orang hebat kelak jangan seperti kakakmu yang lain, pokoknya kamu harus menjadi orang sukses nanti."Kata Rini berusaha menasehati adik bungsunya.
"Sekarang tidurlah sayang."Lanjut Rini.
Ana menurut,ia tertidur pulas setelah dari sore menangis terus minta ke Jakarta untuk menyusul kedua orang tuanya yang saat ini sedang ke rumah sakit di Jakarta untuk melihat keadaan Salsabila.
Rini keluar rumah setelah adiknya tertidur dengan pulas.
Terdengar suara petasan karena pergantian tahun telah datang.
"Selamat datang tahun 2022, semoga tahun ini kami semua diberi kesehatan,dan semoga...
"Kita bisa bersama selamanya."Terdengar suara seseorang membuat Rini menghentikan ucapannya dan menoleh ke kanan kiri mencari sumber suara itu.
"Selamat tahun baru sayang."Kata seorang pemuda tampan yang tau-tau nongol di depan Rini.
"Mas..."Panggil Rini dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Kok kamu bisa kesini sih?Kan kamu masih belum sehat betul,ih..bandel banget deh dibilangin.
Dibilangin suruh istirahat dulu dirumah malah keluyuran."Kata Rini setelah melihat wajah pemuda tampan itu yang ternyata adalah Rendi.
"Aku gak bisa tidur, terus mikirin kamu."Kata Rendi.
"Ih.. gombal,baru tadi siang kita ketemu."Ucap Rini.
__ADS_1
"Beneran lho yang,aku kangen banget.
Gimana Ana?Apa dia masih nangis?"Tanya Rendi karena tadi Rini menelpon katanya Ana dari tadi sore nangis terus minta nyusul ke Jakarta.
"Ana sudah tidur kok."Jawab Rini.
"Kenapa mbaknya malah kelayapan di luar? pasti lagi kangen juga deh sama pacarnya?"Tanya Rendi sambil tersenyum menatap wajah Rini yang terlihat begitu cantik mesti tidak memakai make up.
"Ih..sok tau deh."Jawab Rini.
"Ya taulah,aku bisa dengar suara hati kamu sayang, makanya aku bela-belain datang ke sini malam-malam demi bisa ketemu sama kamu."Kata Rendi yang sabenarnya pingin menghibur kekasihnya agar tidak terlalu bersedih dengan peristiwa yang sedang dialami mbak Bila di Jakarta.
Rendi tau kalau saat ini Rini pasti sedang sedih setelah tau mbaknya mengalami kecelakaan.
"Hahaha..mas Rendi ngaco deh, sendirinya padahal yang kangen,alasannya aku yang kangen."Protes Rini.
"He..he...tau aja kamu!"Jawab Rendi sambil ketawa kecil.
Kita masuk aja yok mas, udaranya sangat dingin,kamu kan belum sehat betul."Ajak Rini.
"Aku nginap disini malam ini boleh ya Rin,aku janji gak bakal macam-macam sama kamu, suwer."Kata Rendi.
"Enggak..mas Rendi harus pulang."Jawab Rini ketus.
"Ih sayang tega betul deh!"Kata Rendi sambil cemberut.
"Uhuk..uhuk.."Rendi terbatuk-batuk.
"Mas..kamu gak apa-apa kan?"Tanya Rini menghampiri Rendi,ia jadi khawatir.
"Dadaku sesak yang."Kata Rendi mengusap dadanya sendiri.
"Lagian tau belum benar-benar sembuh sudah keluyuran dari Pekalongan ke Kajen."Kata Rini mengusap dadanya Rendi dengan lembut.
"Ya sudah malam ini mas Rendi tidur di sini saja,besok pagi Rini antar mas Rendi pulang."Kata rini memapah tubuh Rendi mengajaknya masuk kedalam rumah karena hari sudah larut malam dan udara diluar sangat dingin.
"Ah.. senangnya diperhatikan,he..he..gue tadi cuma pura-pura batuk ternyata berhasil." Kata Rendi dalam hati sambil tersenyum tanpa sepengetahuan Rini yang sedang membantu memapah dirinya masuk kedalam rumah.
"Mas Rendi nanti tidur dikamar paman Bowo saja ya, ayok Rini antar mas Rendi dikamar paman Bowo!"Kata Rini sambil berjalan.
__ADS_1
"Kita ngobrol dulu lah yang,aku belum ngantuk." Rendi berhenti di ruang tengah dan duduk di sofa ruang tengah.
"Tapi sekarang sudah malam lho mas." Rini mengingatkan.