
Sore hari Agung sudah terlihat rapih memakai baju formal untuk pergi ke sebuah pesta pernikahan sahabatnya dengan wajah yang terlihat berseri keluar dari kamar,dia berjalan dengan senyum yang mengembang di bibirnya.
Terdengar siulan Agung membuat nenek dan Rini yang sedang berada di dapur untuk membuat makanan menoleh ke arah Agung.
"Mau kemana Gung?Kok sudah rapih?"Tanya Nenek menatap curiga kearah putranya itu.
"Baru juga pulang sudah mau pergi lagi."
"Agung mau ke pesta pernikahan teman bu...!"Ucap Agung sambil berjalan menghampiri ibunya yang sedang berada dimeja makan untuk meletakkan makanan yang sudah matang.
Agung duduk dikursi meja makan sambil minum kopi yang tadi di bikinin oleh ibunya.
"Bu ... Agung pergi dulu ya bu."Kata Agung langsung bangun dari duduknya setelah kopinya tinggal setengah gelas lagi.
"Kamu gak makan dulu Gung..?"Teriak Nenek kepada anaknya yang sudah pergi menjauh darinya.
"Orang mau makan-makan kok disuruh makan dulu,ya gak jadi makan-makan nanti bu...,sudah keburu kenyang nanti bu."Teriak Agung sambil berjalan hendak turun ke lantai satu.
Tidak lama terdengar suara pintu gerbang dibuka lalu ditutup kembali.Menandakan Agung sudah pergi.
"Sudah sana panggil Rendi ndu', suruh makan mumpung masih anget nanti keburu dingin makanannya."Kata Nenek memerintah Rini.
"Iya Nek."Jawab Rini singkat.
Dia berjalan menuju kamar Rendi, diketuknya pintu kamar Rendi.
Tidak lama terlihat Rendi keluar dari kamarnya dengan memakai baju santai, celana kolor pendek dan kaos pendek.
"Mas.. disuruh Nenek makan dulu mumpung makanannya masih anget."Kata Rini memberitahu tanpa melihat ke arah kekasihnya itu.
"Kamu kenapa?Dari tadi kok cuekin aku sih yang ,apa kamu sakit?"Tanya Rendi sambil memegang tangan Rini.
Tapi Rini menghempaskan tangan Rendi dengan kasar.
"Kamu kenapa sih?"Kata Rendi jadi semakin penasaran dengan sikap Rini.
Rini tidak mau menjawab,dia malah langsung pergi meninggalkan Rendi yang masih mematung di depan pintu kamar.
Rendi mengikuti langkah kaki Rini, mereka berjalan menuju meja makan.
Disana sudah ada nenek yang sedang duduk menunggu kedatangan mereka untuk makan malam bersama.
"Nenek.."Ucap Rendi sambil duduk setelah berada di meja makan.
__ADS_1
Om Agung mana Nek?"Tanya Rendi karena tidak melihat om nya.
"Agung sudah pergi, katanya mau ke pesta pernikahan temannya."Jawab Nenek.
Rendi melirik Rini yang sedang duduk di sebelah neneknya sambil mengunyah nasi.
Rini masih terlihat cuek belum mau menatap wajah Rendi.
Suasana tampak hening karena tidak ada yang bicara diantara mereka,hanya terdengar suara sendok dan piring.
"Ehem..."Suara Nenek berdehem memperhatikan cucunya yang dari tadi diam-diam memperhatikan wanita yang sedang duduk disebelah Nenek.
Nenek melihat Rendi dan Rini bergantian.
"Rin....Tadi kamu bicara apa sama Siska?"Tanya Nenek kepada Rini untuk memecahkan suasana.
"Uhuk..uhuk .."Rendi yang sedang minum sampai tersedak mendengar ucapan Neneknya.
"Hati-hati dong kalau minum Ren..ini cepat diminum."Kata Nenek sambil memberikan satu gelas yang berisi air putih untuk Rendi.
"Hah.. Siska?Kamu bertemu Siska sayang...?"Tanya Rendi nampak kaget sambil mengambil air putih yang diberikan oleh Neneknya.
Rini hanya menundukkan kepalanya sambil menyendokkan nasi ke mulutnya sendiri.
"Siska ternyata bekerja di rumah sakit tempat nenek biasa periksa Ren."Kata Nenek menjelaskan.
Kejadian tadi siang.
Tadi siang sewaktu Rini menemani nenek pergi ke rumah sakit, Rini tidak sengaja bertemu dengan Siska yang ternyata bekerja dirumah sakit itu.
Siang hari tampak panas menyengat,terlihat seorang perempuan cantik memakai jas warna putih sedang berjalan hendak kekantin rumah sakit untuk mencari minuman juga sedang melemaskan otot-ototnya setelah seharian bekerja menangani banyak pasien, tidak sengaja bertemu dengan Rini yang kebetulan sedang memberi minuman mineral untuk nenek,karena nenek minta dibelikan air minum.
"Lo...."Kata seorang perempuan cantik itu tampak terkejut melihat Rini.
"Mbak Siska?"Kata Rini yang tidak kalah terkejutnya.
"Ternyata lo ada disini, kebetulan ada yang ingin gue omongin sama lo."Ucap perempuan itu yang ternyata adalah Siska.
"Kenapa sih lo masih saja menggoda calon suami gue, padahal lo sudah tau kalau gue sedang mengandung anaknya Rendi,tapi kenapa lo masih saja deketin Rendi."Ucap Siska menatap tajam Rini.
"Aku percaya mas Rendi bukan pelakunya.Mbak Siska sudah berbohong,mas Rendi bilang bukan dia yang melakukanya."Kata Rini yakin.
"Ha..ha.. dasar wanita bodoh,mana ada maling ngaku maling.Dia itu tidak sebaik Yang lo kira.
__ADS_1
Kita sudah melakukannya,kita melakukan itu berdasarkan suka sama suka.
Begitulah laki-laki,sudah dapat yang dia mau terus pergi mencari yang baru.
Nanti kamu juga akan ditinggikan olehnya setelah dia berhasil mendapatkan apa yang dia mau darimu."Kata Siska sambil tersenyum sinis kearah Rini.
"Tidak...mas Rendi bukan orang seperti itu,aku percaya sama dia."Kata Rini.
"Rini... ternyata kamu masih disini?Nenek mencari kamu dari tadi."Kata Nenek yang tiba-tiba nongol dari belakang mereka.
Siska membalikan badannya mendengar suara seorang perempuan yang sangat dikenalnya.
"Nenek..."Panggil Siska saat melihat perempuan yang ada di belakangnya.
"Lho...ini tadi Siska toh, maksud Nenek dokter Siska."Kata Nenek merasa terkejut melihat Siska.
"Iya Nek, Nenek apa kabar?"Sapa Siska sopan lalu mencium punggung tangan nenek.
Saat Siska sedang berbicara dengan Nenek tiba-tiba ada yang memanggilnya.
"Dokter.. syukurlah ternyata dokter ada disini, dipanggil dokter Geri suruh keruangannya sekarang dok,ada pasien yang harus ditangani, dokter Siska suruh menemani dokter Geri melakukan operasi."Panggil seorang perawat sambil berjalan terburu-buru menghampiri Siska.
"Oh iya sus,saya segera kesana."Ucap Siska ramah.
"Maaf Nek saya harus pergi sekarang,nanti kapan-kapan saya boleh kan main ketempat Nenek?"Ucap Siska.
"Datang saja kalau dokter mau."Jawab Nenek sambil tersenyum.
"Ya sudah saya tinggal dulu ya Nek. "Ucap Siska langsung bergegas pergi meninggalkan Neneknya Rendi dan Rini.
"Hebat ya..masih muda sudah menjadi dokter."Ucap Nenek sambil tersenyum menatap kepergian Siska.
Rini hanya menunduk kepalanya dengan wajah sendu merasa kalau dirinya tidak apa-apa dibandingkan Siska yang seorang dokter.
"Ayok ndu' kita pulang."Kata Nenek mengajak Rini.
"Oh iya mana minum Nenek?"Tanya Nenek yang sudah kehausan dari tadi.
Rini memberikan botol yang berisi air putih untuk nenek.
***
Rendi menatap wajah Rini penuh selidik,dia yakin kalau telah terjadi sesuatu sehingga Rini bersikap dingin dengannya.
__ADS_1