Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Membeli mainan anak-anak


__ADS_3

Pulang yok Om,ini udah malam lho Om, gue mau belajar."Ucap Adel saat mereka sudah selesai makan.


"Gak, gue pingin lo temenin gue dulu kesuatu tempat."Kata Juli.


"Memangnya Om Juli mau kemana?"Tanya Adel penasaran.


"Adalah...ayok."Ajak Julius berjalan lebih dulu menghampiri mobilnya diikuti Adel dari belakang.


"Ish... om-om yang aneh,ih... pingin rasanya gue remes-remes...!"Ucap Adel dalam hati menatap tajam kearah Juli dengan kedua mata melotot,menyatukan gigi-giginya geregetan dan mengangkat kedua tangannya keatas, dikepalkan tangannya seperti hendak memukulnya dari belakang.


"Kalau berani sini dari depan, turunin tangan lo!"Seru Juli mengagetkan Adel.


"Hah...."Adel langsung menurunkan kedua tangannya.


"He...he...kok om bisa tau sih?"Tanya Adel sambil cengengesan.


"Tuh bayangan lo kelihatan."Jelas Juli ketus menunjukkan bayangan Adel yang terkena sinar lampu jalan.


"What...he...he...."Adel menggaruk kepalanya sendiri sambil terkekeh melihat bayangannya sendiri.


Klek....


Pintu mobil dibuka oleh Juli,ia bergegas masuk kedalam mobil duduk dikursi kemudi.


"CEPETAN KEONG...!"Seru Juli karena Adel berjalan lambat.


"Uh...."Keluh Adel sambil berjalan setengah berlari.


"Om gak punya perasaan, sabar ngapa Om,kaki gue masih terasa sakit lho om, ditambah pakai sepatu seperti ini."Ucap Adel setelah berada didalam mobil duduk dikursi depan samping kemudi.


Juli melirik ke kaki Adel sebentar lalu kembali fokus kedepan,di nyalakan mesin mobil dan dengan hati-hati ia memutar mobilnya untuk pergi ke suatu tempat.


"Kita mau kemana sih Om?Ini dimana Om? Jangan-jangan om Juli mau nyulik gue ya? Waduh Om please jangan culik gue om, kasihan emak gue,dia pasti bakal nangis koboy karena cuma gue anaknya,dia bakalan sedih banget anak satu-satunya yang ia miliki diculik orang, kasihan juga teman-teman band gue, mereka pasti bakalan nyariin gue yang tiba-tiba menghilang,terus bapak gue pasti bakalan syok berat, pewaris satu-satunya gak ada,hua...om please jangan culik gue, gue pingin sekolah dulu sampai dapat gelar sarjana."Adel terus berbicara membuat Juli tertawa terbahak-bahak mendengar ucapan Adel yang terdengar sangat lucu.


"Dasar bocah ingusan,siapa juga yang mau nyulik lo, iuwh...rugi gue nyulik lo,ha...ha...."Ucap Juli sambil tertawa.

__ADS_1


"Kirain...siapa tau aja om berencana nyulik gue setelah tau kalau gue ternyata adalah seorang perempuan yang cantik jelita seperti seorang putri."Kata Adel penuh percaya diri.


"Cih... PD sekali kau, perempuan model amburadul seperti ini kok dibilang cantik,iya cantik kalau dilihat dari atas monas."Kata Juli sambil tersenyum sinis kearah Adel


"Tapi emang bener sih...lo emang cantik,he...he...." Kata Juli dalam hati sambil melirik sekilas kearah Adel


Juli menghentikan mobilnya didepan toko mainan anak-anak.


"Kok kita berhenti disini Om?"Tanya Adel heran.


"Udah...ayok turun."Ajak Juli membuka pintu mobil dan berjalan masuk kedalam toko mainan anak-anak itu di ikuti Adel dari belakang.


"Kenapa sih lo selalu jalan dibelakang gue udah kayak bebek aja lo!"Ucap Juli menoleh kearah Adel yang sedang berjalan dibelakangnya.


"ish...."Adel memalingkan wajahnya malas melihat laki-laki dewasa yang ada didepannya.


Sesampai didalam toko Juli langsung mengambil keranjang yang disediakan oleh toko mainan itu lalu ia mencari mainan anak-anak seperti robot-robotan juga mobil-mobilan dan ada beberapa mainan perempuan.Ia memasukkan kedalam keranjang yang ia bawa hingga penuh satu keranjang.


"Banyak banget Om beli mainannya?"Tanya Adel kaget melihat mainan anak-anak yang diambil Julius dari toko itu.


"Oalah.. pasti mau buat anak-anaknya mbak Nia ya Om? Gue baru ingat kata Rini mereka mau datang ke Jakarta."Seru Adel yang baru teringat dengan anak-anak Nia dan Bowo yang juga ponakan Julius.


"Hem..hem..."Jawab Juli sambil menganggukkan kepalanya.


"Gue pilihin ya Om."Adel berlari kedepan untuk mengambil keranjang,ia nampak bersemangat mencarikan mainan untuk anak-anak Nia dan Bowo.


Setelah keranjang mereka penuh dengan mainan anak-anak, mereka menuju ke kasir untuk membayarnya.


"Gue juga pingin lihat mereka, sudah sebesar apa ya mereka? Gue udah lama banget gak main ketempat mas Bowo sama mbak Nia, semenjak mereka pindah."Kata Adel setelah mereka sudah berada didalam mobil kembali.


"Kalau lo mau, besok lo gue ajak kerumah kedua orang tua gue,lo bisa bertemu dengan ketiga ponakan kembar gue dan my princess Sari."Kata Juli.


"Beneran Om? Mau-mau...."Jawab Adel bersemangat dengan wajah ceria.


"Oke.... besok gue jemput lo, kita langsung kerumah kedua orang tua gue setelah lo pulang kuliah."Julius tersenyum menoleh kearah Adel yang terlihat sudah tidak marah-marah lagi.

__ADS_1


"Ye.. gue sudah tidak sabar pingin liat anak-anak mbak Nia yang gemesin... gue juga kangen sama mbak Nia."Ucap Adel sambil memejamkan matanya dan tersenyum membayangkan lucunya wajah anak-anak Nia dan Bowo.


Deg...


Juli melirik kearah Adel, ada perasaan aneh yang ia sendiri tidak tahu perasaan apa, senyum Adel telah menghipnotis dirinya.


"Kenapa lo begitu menggemaskan, pingin rasanya gue peluk dan cium lo sekarang juga mumpung kita sedang berduaan tidak ada yang lihat, tapi nanti gue malah lo timpuk pakai sepatu lagi.Gue **gak n**yangka ternyata lo gadis ingusan tomboi bisa berubah menjadi gadis cantik seperti ini."


Ucap Juli didalam hati sambil menatap Adel.


Siiiit....


Julius mengerem mobilnya mendadak, karena ia terus melihat kearah Adel jadi tidak memperhatikan jalan,ia menghentikan mobilnya mendadak karena hampir menabrak seseorang membuat kepala Adel terbentur depan mobil.


"ADUH OM... BISA BAWA MOBIL GAK SIH...?"Teriak Adel kesal sambil memegangi kepalanya sendiri yang terasa sakit.


"Maaf-maaf lo gak apa-apa?"Tanya Juli melepas sabuk pengamannya ia langsung mendekati Adel dipegangnya kening Adel untuk melihat keadaannya.


Deg....


Jantung Adel terasa berhenti mendadak saat wajah Juli sangat dekat dengan wajahnya.


"Alamak... ganteng bener si Om ini."Gumam Adel dalam hati melihat wajah Juli yang sangat dekat dengan wajahnya,ia dapat merasakan hembusan nafas Juli di wajahnya.


Deg...deg...deg....


Jantung Adel berdebar semakin kencang saat tiba-tiba Juli menatapnya, kedua mata mereka saling bertemu, untuk sesaat mereka saling bertatapan, saling mengagumi namun tidak berani mengatakannya.


"ADUH OM...huh... hah...."Teriak Adel sambil mendorong tubuh Juli agar menjauh darinya,ia mengatur nafasnya kembali yang sempat ia tahan tadi sangking tegangnya.


"Kenapa lo? Pasti lo mau bilang,wah... ternyata Om Juli ganteng banget...!"Kata Juli asal bicara kembali duduk di kursinya.


"Waduh Biyuuuung... GR banget om Juli,cih... amit-amit deh,muka ancur gitu dibilang ganteng,gantengan pacar gue kemana-mana lah."Adel berbohong padahal dalam hati ia memang bilang begitu.


"Gila nih om-om,kok bisa tau isi hati gue." Gumam Adel dalam hati sambil merapikan rambutnya,ia jadi merasa canggung dan gugup tidak berani menatap laki-laki dewasa yang sedang duduk disampingnya.

__ADS_1


__ADS_2