Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Dirumah sakit.


__ADS_3

Seminggu telah berlalu, Rini yang tidak tau kalau kekasihnya mengalami kecelakaan merasa bingung karena kekasihnya itu tidak menghubunginya selama seminggu,ia jadi merasa khawatir dan cemas dengan keadaan kasihnya yang tiba-tiba tidak ada kabar beritanya, padahal biasanya dia sekalu menelpon Rini setiap malam saat ia hendak tidur.


Pagi ini dia memberanikan diri untuk pergi kerumah kedua orang tua Rendi yang ada di daerah Pekalongan dengan naik bus dari terminal Kajen menuju terminal Pekalongan.


Sesampai di terminal Pekalongan ia lanjut naik ojek menuju rumah kedua orang tua Rendi.


Deg ..


Jantung Rini berdetak kencang saat ia sudah sampai didepan pagar rumah kedua orang tua Rendi yang super mewah.


"Berani gak ya?"Tanya Rini dalam hati sambil menatap rumah berukuran besar dan mewah didepannya."


Ia menelan ludahnya sendiri sambil melihat kearah rumah super besar dan mewah didepannya.


"Hufh.."Rini menarik nafasnya dalam-dalam dan membuangnya dengan pelan.


"Ayok Rini,lo harus berani demi pujaan hati lo!"Kata Rini memberi semangat untuk dirinya sendiri.


"Maaf mbak?Mau cari siapa ya mbak?"Tanya seorang laki-laki paruh baya berbadan tinggi besar memakai seragam seperti satpam berjalan menghampirinya.


"Em.. maaf pak,aku temannya mas Rendi,mas Rendi ada pak?"Tanya Rini.


"Oh...den Rendi sedang dirawat di rumah sakit mbak."Jelas laki-laki itu.


"Hah.. dirawat?Mas Rendi sakit apa pak?Sejak kapan?"Tanya Rini kaget.


"Sudah satu minggu ini den Rendi dirawat di rumah sakit mbak,den Rendi mengalami kecelakaan dan sampai saat ini belum sadarkan diri."Kata laki-laki itu memberitahu.


"Ru..rumah sakit mana pak?"Tanya Rini gugup.


"Rumah sakit Keraton mbak."Jawab laki-laki itu singkat.


"Ih ya sudah terimakasih pak."Kata Rini bergegas pergi mencari ojek dan langsung pergi kerumah sakit yang diberitahu oleh laki-laki dirumah kedua orang tua Rendi.


"Sudah sampai mbak."Kata tukang ojek menghentikan motornya didepan rumah sakit Keraton .


"Makasih ya pak,ini ongkosnya."Kata Rini menyerahkan uang lima puluh ribuan ke tukang ojek.

__ADS_1


"Ini kembaliannya mbak."Kata tukang ojek memberikan uang tiga puluh ribu ke Rini.


"Oh.. iya, terimakasih pak."Ucap Rini.


"Iya mbak sama-sama."Kata tukang ojek.


Rini langsung berlari masuk kedalam rumah sakit,ia bertanya kamar yang ditempati pasien bernama Rendi dibagian resepsionis rumah sakit.


Rini langsung berlari mencari kamar tempat Rendi dirawat setelah diberitahu letaknya.


Rini mengendap-endap didepan kamar inap Rendi untuk memeriksa siapa tau ada keluarga Rendi disana.


Ia berjalan masuk kedalam kamar Rendi setelah ia pastikan didalam tidak ada siapa-siapa.


Ceklek...


Rini membuka pelan pintu kamar, terlihat seorang pemuda tampan sedang berbaring lemas diatas ranjang pasien dengan wajah pucat sambil memejamkan matanya.


"Mas.. hiks... maaf mas, Rini gak tau kalau mas Rendi kecelakaan,hiks... sayang...!"Panggil Rini sambil terisak, digenggamnya tangan kekasihnya itu yang terlihat sangat lemah.


Tiba-tiba jari Rendi bergerak saat merasakan sentuhan tangan Rini dan cairan bening dari kedua mata Rini yang terjatuh di jarinya.


Saat bersamaan bu Citra masuk kedalam kamar Rendi.


"Hai apa yang kamu lakukan disini? Pergi sana,siapa yang suruh kamu masuk ke sini?"Kata bu Citra dengan kasar menarik tangan Rini dan mendorongnya untuk keluar kamar.


"Tante.. izinkan aku bertemu dengan mas Rendi sebentar saja tante,aku mohon, hiks..."Kata Rini sambil terisak.


"Tidak....kamu perempuan pembawa sial, Rendi seperti ini karena dia terus menemuimu, pergi sana."Bentak bu Citra mengusir Rini.


Samar-samar terdengar Rendi bersuara membuat bu Citra yang sedang marah-marah langsung menoleh kearah Rendi yang sedang berbaring diatas ranjang pasien.


"Sayang..kamu sudah sadar nak?"Kata bu Citra mendekati Rendi,lalu ia berlari keluar kamar memanggil dokter, tidak lama dia masuk kembali kedalam ruangan Rendi beserta dua suster dan juga seorang dokter laki-laki.


Bu Citra menunggu di luar karena dokter sedang memeriksa keadaan Rendi.


Rini hanya diam saja dengan kedua mata yang terus mengeluarkan cairan bening masih berdiri di luar ruangan Rendi saat ini sedang dirawat.

__ADS_1


"Dokter.. bagaimana keadaan anak saya dok?"Tanya bu Citra langsung berlari menghampiri seorang dokter yang baru keluar dari ruangan Rendi.


"Alhamdulillah setelah beberapa hari koma sekarang keadaan Rendi sudah mulai membaik tante,tapi... Rendi dari tadi terus memanggil nama Rini,siapa Rini Tante?"Tanya dokter itu yang ternyata adalah Lambang, temannya Rendi.


Bu Citra menoleh kearah Rini yang sedang menangis.


"Apa dia yang bernama Rini?"Tanya dokter Lambang ikut menoleh kearah Rini.


Bu Citra menganggukkan kepalanya pelan.


Lalu dokter Lambang menggandeng tangan Rini untuk menemui Rendi,bu Citra hanya diam saja tidak bisa berkata apa-apa lagi ikut masuk berjalan dibelakang dokter Lambang dan Rini.


"Rini... Sayang...!"Panggil Rendi lirih saat melihat orang yang dirindukannya ada di hadapannya.


"Hiks.. hiks..."Rini hanya bisa menangis melihat keadaan kekasihnya,ia duduk disamping ranjang, diangkatnya telapak tangan kekasihnya itu dengan pelan dan di letakkan di atas telapak tangannya,rini mengusap dengan lembut telapak tangan kekasihnya dan ditatapnya wajah kekasihnya itu yang terlihat sangat pucat.


"Sayang.. maaf, Rini gak tau Kalau mas Rendi ada dirumah sakit,hiks..."Kata Rini lirih sambil menciumi punggung tangan Rendi dengan lembut.


Bu Citra hanya diam saja dengan kedua mata berkaca-kaca, sesungguhnya ia merasa terharu melihat perempuan yang dibencinya ternyata begitu memperdulikan keadaan anaknya.


"Apa aku sudah salah menilai perempuan yang ada di hadapanku ini Tuhan? Sepertinya Rendi begitu senang berada di dekat perempuan itu,dia yang sudah satu minggu koma pun akhirnya sadar setelah kedatangan perempuan itu."Kata bu Citra didalam hati.


"Ya Allah..ibu macam apa aku ini yang tidak mau mengerti dengan keinginan anaknya sendiri.


Bu Citra tersenyum melihat anaknya tersenyum saat melihat wanitanya.


Akhirnya bu Citra keluar membiarkan anaknya bersamaan dengan wanita yang sangat dicintainya.


"Ma... bagaimana keadaan Rendi ma?"Tanya Siska yang baru datang saat melihat ibu mertuanya keluar dari kamar Rendi dirawat.


"Lebih baik kita pergi saja Sis, biarkan dia istirahat didalam."Kata bu Citra mengajak Siska pergi berusaha menghalangi menantunya itu masuk kedalam ruangan Rendi karena takut dia akan marah saat melihat ada Rini didalam.


"Tapi ma.. Siska ingin menemui mas Rendi."Kata Siska ingin masuk tapi dihalangi oleh bu Citra.


"Sudahlah Sis,ayok temenin mama beli makanan,mama tadi belum sempat sarapan.


Kok kamu kesini?Papa mana Sis?"Tanya bu Citra yang baru menyadari kalau menantunya itu datang seorang diri.

__ADS_1


__ADS_2