
Setelah menunggu beberapa menit Adel keluar dari kamar dengan keadaan sudah rapi memakai celana jeans panjang dan kemeja panjang milik Juli.
"Lho.. celana gue kok bisa pas di lo bocah ingusan?"Tanya Juli saat melihat Adel memakai celana jeans miliknya yang terlihat pas dikaki Adel, padahal badan Adel tingginya sedada Julius.
"Gimana om,Pas kan?cuma kepanjangan aja, hehehe.. nih celana jeans om Juli gue tekuk kedalam jadi kan gak kepanjangan,wah... ternyata badan om Juli dulu seperti gue."Jawab Adel memperlihatkan bagian bawah celana jeans yang ia tekuk kedalam, untung celananya model pensil jadi pas di badan dia yang langsing cuma kemejanya aja yang terlihat kedodoran.
"Om Juli kenapa lihat gue seperti itu?biasa aja kali lihatnya nanti jatuh cinta sama gue baru tau rasa lo!"Ucap Adel penuh percaya diri.
"Wa ha...ha...Gue suka sama lo bocah?Ha..ha... ngarep lo ya?"Jawab Juli sambil tertawa terbahak-bahak.
"Ih..om Juli gue sumpahin lo bakal jatuh cinta beneran sama gue,dan pada saat itu terjadi gue gak bakalan mau sama om, karena om sudah tua bukan tipe gue,huh.. gue lebih suka sama cowok yang masih muda,gagah dan tampan."Ucap Adel dengan sombongnya sambil membayangkan wajah kekasihnya yaitu Wahyu.
Cetak...
Julius menjitak kepala Adel yang malah diam sambil senyum-senyum sendiri.
"Gila lo ya?malah senyum-senyum sendiri."Ucap Julius.
"Haduh om... kenapa kepala gue lo jitak sih om? Sakit tau."Kata Adel mengusap kepalanya sendiri.
"Ayok buruan kalau mau kuliah, gue antar lo sekalian gue mau ke kafe yang baru mau di buka."Ajak Juli.
"Iya om tunggu sebentar gue ambil tas gue."Jawab Adel sambil berjalan dengan kaki kanannya diseret karena masih terasa sakit untuk mengambil tasnya yang ia letakkan diatas sofa ruang tengah,lalu mereka berdua pergi keluar.
"Om...ma.. makasih ya semalam om sudah bantuin nyelesaiin tugas gue."Ucap Adel tulus saat mereka sudah berada didalam mobil.
"Hem..."Julius hanya tersenyum.
"Itu gak gratis lho ya,lo harus membayar."Lanjut Juli tanpa menoleh kearah Adel, kedua matanya fokus ke jalan.
__ADS_1
"Membayar om?Tapi gue gak punya uang lho om?Ya sudah gue cicil deh nanti kalau gue dapet uang dari hasil manggung, memangnya berapa yang harus gue bayar sama om?"Tanya Adel.
"Seratus juta."Jawab Juli dengan santainya.
"Hah.....! Yang benar saja om?Masa ngerjain soal segitu bayarnya seratus juta sih?Om Juli mau meras gue?"Tanya Adel sambil membulatkan matanya dengan sempurna karena sangat kaget dengan jumlah uang yang harus ia bayar ke laki-laki dewasa yang ada disampingnya.
"Itu beserta uang perbaikan mobil gue dan uang sewa kamar gue yang semalam lo tiduri enak saja, di dunia ini gak ada yang gratis bocah ingusan..!"Jawab Juli sambil mengemudi mobil.
"Huh.. kirain om Juli beneran tulus nolongin gue ternyata ada udang dibalik rempeyek, padahal tadi pagi gue udah merasa kagum sama dia yang ternyata berhati baik sama seperti mbak Nia, sekarang jadi sebel gue sama nih om-om sombong,galak,gak punya perasaan."Umpat Adel dalam hati.
"Hai..lo jangan mengumpat ya? Apalagi sampai ngatain gue."Ucap Juli yang seperti mengetahui apa yang sedang diucapkan oleh Adel didalam hatinya.
"Ih..om Juli sok tau,siapa juga yang ngatain om, GR!"Jawab Adel sambil cemberut.
"Gila nih om-om, jangan-jangan dia bisa dengar suara hati orang,kok bisa tau ya dengan apa yang gue ucapkan didalam hati."Gumam Adel lagi didalam hati sambil melirik kearah Juli yang sedang mengemudi mobil.
"E.. enggak...om Juli tukang GR ternyata, haduh.... mimpi apa gue kemaren sampai bisa ketemu sama makhluk seperti ini."Jawab Adel lirih sambil memalingkan mukanya.
"Em..biar tau rasa lo."Kata Juli didalam hati sambil tersenyum tipis.
"Sudah sampai cepetan turun, nanti sore setelah lo manggung dengan teman-teman lo,lo mesti balik ke apartemen gue."Perintah Juli dengan wajah dingin.
"Balik ke apartemen om?Buat apa?"Tanya Adel bingung.
"Kok buat apa,lo masih punya utang banyak sama gue,lo harus bekerja di apartemen gue buat nglunasin utang-utang lo!"Jawab Juli dengan ketus.
"Kan gue mau nyicil bayarnya."Protes Adel.
"Hah.. nyicil?Enak saja, emangnya gue tukang kredit,gak bisa! Pokoknya lo harus bekerja di apartemen gue sampai utang-utang lo lunas."Paksa Juli.
__ADS_1
"Ah.. bodoh amat lah terserah om saja,brak...."Adel membuka dan menutup kembali pintu mobil Juli dengan kasar karena merasa sangat emosi dengan sikap Juli yang seenaknya sendiri.
"Ha..ha..kena lo."Ucap Juli setelah Adel keluar dari mobilnya.
Juli langsung memutar mobilnya untuk pergi ke cafe miliknya yang akan diresmikan nanti siang.
Saat ia hendak menjalankan mobilnya, terlihat Adel melalui kaca sepion sedang bersama seorang pemuda tampan.
Pemuda itu memegang kedua pipi Adel dan mendekap tubuh Adel dalam pelukannya terlihat sangat mengkhawatirkan keadaan Adel.
Julius memukul setir mobil terlihat sangat marah melihat adegan dibelakang mobilnya yang terlihat begitu membakar hatinya.
"Siapa pemuda itu, berani-beraninya dia memeluk tubuh bocah ingusan milik gue."Gumam Julius sambil memperhatikan sepasang pemuda lewat sepion mobil.
tubuhnya semakin terasa panas saat melihat pemuda itu mencium bibir Adel.
Julius langsung menjalankan mobilnya dengan kecepatan penuh karena sudah tidak tahan melihat adegan dibelakangnya yang membuat hatinya terbakar,ia sendiri tidak mengerti kenapa dirinya sangat marah melihat adegan ciuman itu, hatinya terasa sakit pingin rasanya ia tadi keluar dari mobil dan menghajar pemuda yang sudah berani-beraninya mencium bocah ingusan incarannya.
"Apa ini yang disebut cemburu? Hahahaha.. gak mungkin,gue cemburu sama bocah itu?Hah... enggak!"Kata Juli bertanya sendiri dan di jawab sendiri juga.
Sementara Adel yang tidak tau kalau dirinya ternyata sedang diperhatikan oleh Julius, dirinya saat ini sedang berbunga-bunga hatinya karena mendapat kecupan manis dari kekasihnya yang sangat mengkhawatirkan keadaan dirinya.
"Sayang...lo hati-hati ya, nanti telpon gue kalau lo udah pulang kuliah, gue jemput lo."Kata pemuda tampan yang ternyata adalah Wahyu.
"Iya Yu,lo juga hati-hati kerjanya, gue sepulang kuliah mau pergi ke sebuah cafe, kita diundang buat ngisi acara dicafe itu."Jelas Adel.
"Ya sudah nanti gue yang antar."Kata Wahyu.
"Iya,dah sayang."Ucap Adel mencium singkat pipi Wahyu membuat Wahyu tersenyum bahagia ia berganti mencium kening Adel dan mereka pun berpisah, Adel masuk kedalam gedung kampus sedang Wahyu memutar motornya untuk pergi ke tempat kerjanya.
__ADS_1