Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Mendatangi rumah Siska.


__ADS_3

"Itu...."Ucap Rini terlihat kaget.


"Ada apa Bun?"Tanya Fareal.


Rendi meminggirkan mobilnya dan menghentikannya di dekat semak-semak agar tidak terlihat dari tempat yang diduga sebagai tempat Chelsea disembunyikan.


"I...itu rumah yang sama,iya benar ini dia tempatnya,gak salah lagi."Ucap Rini yakin.


"Lihat Pa,itu kan mobil yang kita berikan untuk Siska dulu sebagai mas kawin."Kata Bu Citra menunjuk kearah mobil yang terparkir di halaman rumah itu.


"Berarti benar Ma, yang menculik Chelsea cucu kita adalah Siska."Ucap Pak Burhan yang tadinya sempat ragu sekarang ia yakin kalau yang menculik Chelsea adalah Siska, mantan istri Rendi.


"Ayo cepetan kita harus jemput Chelsea sekarang."Ucap Rini sudah tidak sabar ingin segera menemui putri kesayangannya.


"Tunggu Nak, sebaiknya kita tetap harus hati-hati sayang, karena kita tidak tahu apakah mereka membawa senjata atau tidak, kita harus menunggu polisi datang, biarkan mereka yang bertindak lebih dulu, kita ikuti arahan mereka."Kata Pak Burhan mengingatkan.


Setelah menunggu beberapa menit, mobil yang ditumpangi oleh beberapa polisi dan ketiga teman Fareal yang ikut dengan para polisi itu pun datang.


"Itu kah tempatnya Fa?"Tanya Agus begitu sudah keluar dari dalam mobil.


"Hem... menurut informasi yang diberikan oleh pihak polisi si iya, lihat...itu mobil yang membawa Chelsea bukan? Seperti yang diceritakan oleh temannya Chelsea waktu itu."Fareal menunjuk kearah mobil Avanza berwarna silver yang terparkir di halaman rumah.


"Iya bro bener, itu sesuai yang ada didalam foto."Kata temannya Fareal yang bernama Jidan sambil memperlihatkan sebuah foto yang dikirim oleh temannya Chelsea.


Chelsea yang baru sampai disekolah tiba-tiba dipanggil seorang perempuan, saat mereka sedang berbincang-bincang tidak sengaja tertangkap kamera saat temannya Chelsea sedang berfoto bersama temannya yang lain didepan sekolah pagi itu yang masih terlihat sepi belum banyak yang datang kesekolah.


Terlihat dengan jelas Chelsea sedang masuk kedalam mobil bersama seorang perempuan yang tidak kelihatan wajahnya karena membelakangi kamera.


"Foto apa?"Tanya Rini penasaran langsung meminta handphone Jidan.


"Oh... Chelsea...!"Ucap Rini kembali meneteskan air matanya saat melihat foto di handphone milik Jidan.


"Kenapa kamu baru kasih tau ini Dan?"Tanya Rini sambil menyerahkan handphone Jidan


"Maaf Tante,ini baru aku dapat kemarin dari tamannya Chelsea Tante."Jawab Jidan mengulurkan tangannya untuk mengambil handphonenya kembali.


"Ya sudah, kalian tunggulah disini,biar kami yang kesana untuk menyelamatkan korban."Kata seorang laki-laki memakai seragam polisi lengkap sambil memegang pistol.

__ADS_1


Para anggota polisi yang jumlahnya ada lima orang berlari sambil membungkukkan badannya kearah rumah yang jaraknya masih beberapa meter lagi dari tempat mereka saat ini berada.


"Aku ikut."Ucap Rini.


"Enggak Bunda, Bunda tetap disini saja dengan Mama,biar kami saja yang kesana."Kata Rendi melarang istrinya ikut bersama polisi kerumah yang diduga sebagai tempat untuk menyembunyikan putri mereka.


"Tapi Yah.. hiks."Ucap Rini sambil terisak.


"Tenanglah Bunda, yakinlah dengan kami dan para polisi itu sayang."Rendi mendekap tubuh istrinya untuk menenangkan istrinya yang terlihat begitu khawatir dan mencemaskan putri kesayangannya.


"Baiklah Yah, cepat kembali ya Yah,bawa Chelsea sama Bunda."Ucap Rini setelah suaminya melepas pelukannya.


Rendi, Pak Burhan, Fareal dan ketiga teman Fareal pergi mendatangi rumah Siska dengan berjalan mengendap-endap bersama para polisi untuk menyelamatkan Chelsea yang diculik oleh seseorang.


Didalam rumah, Siska tampak gelisah, hatinya saat ini sedang tidak baik gara-gara sikap Chelsea yang tidak mau mengakui dia sebagai ibu kandungnya.


"Kenapa selalu Rini,kenapa semua orang harus memilih Rini,apa hebatnya perempuan ja**lang itu sehingga semua orang mengaguminya,haaa...gue benci Rini!"Teriak Siska sambil mengacak rambutnya sendiri.


"Bos...bos..."Terlihat seorang laki-laki berbadan besar berlari terburu-buru menghampiri Siska.


"ADA APA!"Bentak Siska dengan suara keras.


Siska mengikuti langkah kakinya menuju ruangan lain didalam rumah yang cukup luas.


"Lihatlah ini bos, sepertinya kita telah kedatangan tamu."Kata laki-laki yang mengajak Siska memperlihatkan hasil rekaman cctv yang dipasang dihalaman rumah Siska.


Brak....


"Kurang ajar, darimana mereka tau tempat ini? Jangan-jangan mereka juga tau kalau gue yang sudah membawa Chelsea."Ucap Siska sambil menggebrak meja yang ada didepannya dengan keras hingga membuat laptop yang ada diatasnya bergoyang, laki-laki yang ada disamping Siska langsung menahan laptopnya agar tidak jatuh.


Terlihat dilayar,tiga orang laki-laki sedang berjalan mendekati rumahnya, mereka adalah Rendi, Fareal dan Pak Burhan.


Siska dan anak buahnya tidak menyadari kalau didepan rumah juga ada polisi yang sedang bersembunyi karena keberadaan polisi dan teman-teman Fareal tidak tertangkap kamera cctv.


Sepertinya para polisi itu sudah tau kalau disekitar rumah terpasang cctv makanya para polisi membuat strategi untuk menjebak tersangka agar mereka bisa dengan mudah menangkap para tersangka tanpa ada yang terluka.


"Supeno,Ruth!"Panggil Siska kepada kedua anak buahnya yang sedang berdiri didepan pintu.

__ADS_1


"Iya bos."Jawab kedua laki-laki bertubuh kekar bersamaan menoleh kearah Siska.


"Ayok ikut gue untuk menyambut keluarga mantan suami gue,kamu Edo,tetap disini untuk melihat perkembangan apa ada orang lain diluar sana selain mereka bertiga."Kata Siska sambil berjalan keluar diikuti oleh dua laki-laki bertubuh kekar.


"Baik bos."Jawab laki-laki yang masih duduk sambil memperhatikan laptopnya yang bernama Edo.


****


Ceklek...


Pintu rumah dibuka oleh salah satu anak buah Siska dari dalam, terlihat tiga laki-laki berdiri di depan pintu.


"Dimana Siska?Dimana kalian menyembunyikan putriku?"Tanya Rendi dengan wajah penuh emosi ke laki-laki bertubuh kekar yang telah membukakan pintu untuk mereka.


Rendi memaksa masuk ingin segera menemui putrinya.


"Maaf Pak, disini tidak ada nana yang anda sebutkan tadi."Jawab laki-laki bertubuh kekar itu menahan tubuh Rendi dan mendorongnya dengan kasar hingga tubuh Rendi hampir jatuh kebelakang, untung ada Fareal dan Pak Burhan yang menahannya agar Rendi tidak jatuh.


"Sabar Ren, ingat... jangan pakai emosi."Bisik Pak Burhan lirih ditelinga anaknya.


"Maaf Pa, Rendi tidak bisa menahan diri, rasanya Rendi ingin langsung menghajar orang yang sudah berani-beraninya menculik putri Rendi Pa!"Ucap Rendi.


Plok...plok...plok....


Terdengar suara tepuk tangan dari dalam rumah.


"Selamat datang mantan suami,dan mantan Papa mertua,darimana kalian tau keberadaan gue? Padahal gue gak pernah kasih tau ke kalian dimana gue tinggal sekarang.Ada angin apa kalian datang kesini? Apa kalian begitu merindukan gue sampai datang kesini?Tanya Siska sambil berjalan keluar menyambut kedatangan mantan mertua dan mantan suaminya.


"Em.... yang ini siapa ya? Apakah dia anakmu Ren?"Tanya Siska memperlihatkan wajah Fareal.


"Iya,dia anak laki-laki ku,gak usah basa-basi lagi,kami datang kesini untuk menjemput Chelsea.Dimana Chelsea?"Tanya Rendi langsung pada intinya tujuan mereka datang kerumah Siska.


"Hai...apa maksud lo Ren?Siapa Chelsea?


Hahaha...kamu sungguh lucu Ren,mana gue tau!"Jawab Siska terlihat cuek.


"Bilang aja kalau lo kangen sama gue."Lanjut Siska sambil tersenyum menggoda.

__ADS_1


"Jaga sikapmu Siska."Bentak Pak Burhan.


__ADS_2