Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Kritis.


__ADS_3

Setelah menghubungi Rendi, Inul berganti menghubungi kedua orang tua Rendi yang saat ini berada di Pekalongan, Jawa Tengah.


Dengan suara terputus-putus disertai isak tangis,Inul memberi kabar ke Bu Citra dan Pak Burhan tentang keadaan Rini.


Inul memasukkan handphonenya kedalam tasnya lagi selesai mengubungi keluarga Rendi,ia kembali menangis sambil menatap pintu ruang operasi.


Dert....


Handphone Inul bergetar.


Cepat-cepat Inul mengambil handphone miliknya yang ada didalam tas kecil yang sedang di selempang-kan di pundaknya.


Dilihatnya layar handphone ternyata Wahyu yang menelponnya.


"Halo Er,lo dimana? Gue kerumah tapi kok gak ada orang?"Tanya Wahyu setelah panggilan telponnya diangkat oleh Inul.


"M...mas... hiks...Non Rini... hiks...."Inul berbicara sambil menangis.


"Halo Er,ada apa Er?Apa yang terjadi dengan Rini?"Jawab Wahyu jadi khawatir.


"No...Non Rini mas,hiks...hua...."Inul semakin mengencangkan tangisannya.


"Halo Er?Apa yang terjadi dengan Rini, tolong bicara yang benar Er?Tenanglah jangan panik,coba ceritakan apa yang terjadi."Ucap Wahyu dengan suara lembut berusaha menenangkan Inul.


"Non Rini masuk rumah sakit,tadi terjatuh saat kita berada di Mall."Jelas Inul.


"Apa... sekarang Rini ada di rumah sakit mana?"Tanya Wahyu kaget.


"Di rumah sakit Xx...."Jawab Inul memberitahu.


"Rendi sudah lo kasih tau belum?"Tanya Wahyu lagi.


"Hiks... sudah mas."Jawab Inul tidak bisa berhenti menangis.


"Ya sudah gue kesana sekarang,lo tenanglah jangan panik,kita do'akan saja semoga Rini dan bayinya baik-baik saja oke."Kata Wahyu.


"I...iya mas, hiks... hiks...."Jawab Inul.


"Mbak Er, bagaimana dengan istriku mbak?"Tanya Rendi berlari menghampiri Inul yang sedang menelpon sambil berjalan mondar-mandir.

__ADS_1


"Den Rendi!"Inul mematikan panggilan telpon dari Wahyu dan memasukkan handphone miliknya kedalam tasnya lagi.


"Hua... maafin aku Den,aku tidak menjaga Non Rini dengan baik, hiks... Non Rini saat ini sedang dioperasi. Non Rini mengalami pendarahan karena terjatuh,hua...."Lanjut Inul semakin mengencangkan tangisannya.


"Kenapa Rini bisa jatuh mbak?"Tanya Rendi terlihat sangat syok.


"Saat aku kembali untuk mencari taksi,Non Rini sudah tergeletak di lantai tidak sadarkan diri,hiks... maafin mbak Er den,ini semua kesalahan mbak yang tidak bisa menjaga Non Rini dengan baik."Jelas Inul sambil terisak.


"Kok bisa sih...!"Rendi berjalan mendekati pintu operasi,ia melihat istrinya melalui lubang yang ada diatas pintu operasi.


Terlihat para dokter dan perawat sedang berusaha menyelamatkan istri dan anaknya.


"Sayang... bertahanlah,mas ada disini."Ucap Rendi lirih dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Den...tadi di Mall... kita bertemu dengan Non Siska,apa jangan-jangan...."Ucap Inul curiga.


"Hah... kalian bertemu Siska mbak?"Tanya Rendi kaget menoleh kebelakang menghampiri Inul yang sedang berdiri dibelakangnya.


"Terus?"Tanya Rendi.


"A...aku... tidak tau lagi den, sesampai didepan aku tinggalkan Non Rini sendirian karena aku mencari taksi."Jelas Inul terlihat ketakutan.


"Ya Allah... tolong selamatkan istri hamba."Rendi menjatuhkan badannya di atas kursi yang ada di sampingnya.Ia duduk sambil menundukkan kepalanya dan menutup wajahnya.


Tap...tap...tap....


Terdengar langkah kaki seseorang sedang berlari menghampiri mereka didepan ruang operasi.


"Ren... bagaimana keadaan Rini?"Terdengar suara seseorang memegang pundak Rendi yang sedang menundukkan kepala sambil menutupi wajahnya.Rendi langsung mengangkat wajahnya melihat siapa seseorang yang ada disampingnya.


"Wahyu... darimana lo tau?"Tanya Rendi kaget dengan kehadiran Wahyu.


"Erna yang kasih tau gue Ren."Jawab Wahyu.


"I..iya den,aku yang kasih tau Wahyu."Sambung Inul terlihat ketakutan dengan kedua mata terlihat sembap karena dari tadi tidak berhenti menangis.


"Yu... Rini Yu... hiks...!"Ucap Rendi sambil menangis.


"Sabarlah Ren, lo harus kuat,kita berdoa saja semoga istri dan anak lo baik-baik saja."Ucap Wahyu berusaha menguatkan sahabatnya itu.

__ADS_1


"Ini semua karena mbak Er tidak bisa menjaga Rini dengan baik."Kata Rendi menatap tajam kearah Inul, menyalahkan asisten rumah tangganya itu.


"Lo gak boleh bicara seperti itu Ren, kasihan Erna,dia juga sangat terpukul dengan kejadian ini Ren, lihatlah.. dia juga sangat sedih merasa bersalah."Nasehat Wahyu.


"Tapi gue juga salah, seharusnya gue yang mengantarkan dan menemani Rini ke Mall,ini semua juga kesalahan gue,hiks.. Rini sayang...."Rendi bangun dari duduknya kembali berjalan menuju pintu untuk melihat keadaan istrinya melalui lubang yang ada diatas pintu.


Ia dapat melihat istrinya yang sedang ditangani oleh para dokter dan perawat didalam ruangan itu.


"Kenapa mereka lama sekali."Rendi kembali berjalan mondar-mandir tidak tenang, sesekali ia melihat kearah pintu.


"Duduklah Ren."Perintah Wahyu dengan suara lembut.


"Gue gak bisa tenang Yu selama istri dan anak gue ada didalam sana."Jawab Rendi terlihat kacau.


Wahyu mendekati Inul yang sedang duduk sambil menundukkan kepalanya dengan kedua matanya yang tidak berhenti mengeluarkan cairan bening.


Wahyu menggenggam tangan Inul memberikan kekuatan untuk wanita yang sudah mengisi hatinya.


"Mas...."Inul menatap wajah Wahyu dengan sendu.


"Tenanglah Er, jangan berhenti berdoa untuk keselamatan Rini dan bayinya."Ucap Wahyu mendekap tubuh Inul kedalam pelukannya.


Mereka kembali terdiam dengan perasaan cemas.


"Oe...oe...."Terdengar suara tangis bayi didalam ruang operasi menghilangkan sedikit ketegangan diantara mereka.


"Anak gue Yu...!"Rendi menoleh kearah Wahyu,ia tersenyum mendengar suara tangis bayi didalam ruang operasi dengan kedua mata kembali berkaca-kaca.Cairan bening kembali keluar dari kedua matanya merasa bahagia mendengar suara tangis anaknya.


"Selamat bro...lo sekarang sudah jadi bapak."Kata Wahyu menepuk pundak Rendi yang sedang duduk disampingnya.


"Tapi...kenapa suara tangisnya sebentar Yu,apa yang terjadi dengan anak gue?"Wajah Rendi kembali murung karena tidak mendengar suara tangis anaknya lagi.


"Tenanglah Ren, kita tunggu sebentar semoga tidak terjadi apa-apa dengan anak lo."Wahyu berusaha menenangkan sahabatnya.


Ceklek....


Pintu ruang operasi dibuka dari dalam, terlihat seorang perawat keluar dari dalam ruangan sambil menggendong bayi mungil yang terlihat sangat lemah.


"Sus... bagaimana keadaan anak dan istri saya Sus?"Tanya Rendi berlari menghampiri perawat wanita yang baru keluar dari dalam ruang operasi.

__ADS_1


"Maaf pak, untuk sementara anak bapak akan kami bawa keruang NICU karena anak bapak lahir secara prematur belum waktunya untuk lahir maka butuh penanganan khusus untuk menjaga suhu tubuhnya agar tetap hangat dan terhindar dari bakteri, sedangkan ibu dari anak ini masih ditangani oleh dokter, keadaan beliau saat ini masih kritis karena tadi mengalami pendarahan."Jawab perawat itu sambil menggendong bayi mungil yang terlihat sangat lemah dibungkus menggunakan kain hangat.


Perawat itu bergegas pergi meninggalkan Rendi yang masih diam mematung didepan ruang operasi.


__ADS_2