Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Hah...nikah lagi?


__ADS_3

"Gak terasa kejadian itu sudah satu tahun ya mas."Ucap Rini sambil menatap lurus ke arah taman.


"Hem...."Rendi tersenyum mengingat kejadian satu tahun yang lalu.


"Waktu itu kenapa mas gak boleh telpon Wahyu? Kenapa kamu malah milih bareng mas dorong motor."Ucap Rendi menatap wajah istrinya.


"Aku gak tega liat mas Rendi sendirian."Jawab Rini jujur.


"Tapi mas seneng banget akhirnya kamu memilih mas daripada Wahyu, mas sampai salto sangking senengnya."Ucap Rendi kembali teringat betapa senangnya dia saat Rini juga ternyata memiliki perasaan yang sama dengannya.


"Hihihi..mas Rendi waktu itu sangat lucu, loncat-loncat seperti anak kecil."Kata Rini sambil terkekeh mengingat tingkah suaminya pada waktu itu ketika Rini bilang kalau ia juga mencintainya.


"Sabenarnya aku tidak enak sama mas Wahyu, hatinya saat itu pasti sangat terluka karena aku."Rini menundukkan kepalanya dengan wajah berubah sendu.


"Sayang... kenapa kamu malah mikirin dia,apa kamu juga mencintainya?"Tanya Rendi tidak suka istrinya memikirkan laki-laki lain.


"Bukan seperti itu sayang,kamu jangan berpikiran buruk gitu dong sama aku,aku kan cuma merasa gak enak saja bukan berarti aku mencintainya juga, hatiku tetap milikmu seorang, laki-laki menyebalkan yang sudah merubah hidupku jadi penuh warna.Laki-laki sombong,galak, gak punya perasaan, egois,dia juga yang sudah mengobrak-abrik hatiku, suka bikin aku sampai nangis sendiri, marah, kecewa, kadang senyum-senyum sendiri seperti orang gila."Kata Rini membuat Rendi yang tadinya merasa kesal karena istrinya malah mencemaskan kaki lain jadi tersenyum mendengar ucapan istrinya.


"Apa kamu bilang?Ayok ngomong lagi,tadi kamu ngomong apa tentang mas?"Ucap Rendi menjewer telinga istrinya.


"He..he.. ampun mas."Rini menutup telinganya sendiri setelah berhasil menyingkirkan tangan suaminya itu dari telinganya.


"Tapi aku sangat mencintai mas Rendi kok."Lanjutnya.


"Masa sih?"Tanya Rendi menyipitkan matanya menjauhkan badannya dari istrinya sambil menatap serius wajah istrinya itu.


"Ya sudah kalau gak percaya."Ucap Rini sambil cemberut memalingkan wajahnya dan melipat kedua tangannya kedepan.


"He..he..mas percaya kok."Rendi kembali memeluk tubuh istrinya, diusapnya dengan lembut rambut istrinya itu,


"I Love you sayang."Ucap Rendi mencium kening istrinya.


"Tapi sampai sekarang aku masih penasaran, sabenarnya siapa sih yang sudah menghamili mbak Siska?Kenapa dia bilang mas Rendi yang sudah menghamilinya?"Tanya Rini sambil memainkan resleting jaket yang dipakai Rendi.


"Mana mas tau,tapi yang jelas bukan mas yang melakukannya mas berani sumpah yang,mas tidak pernah menyentuhnya."Jelas Rendi tegas.

__ADS_1


"Apa kamu masih meragukan mas?"Tanya Rendi.


"Iya mas aku percaya kok sama mas Rendi,tuh kan mas Rendi marah lagi,aku kan cuma nanya doang."Ucap Rini melepas pelukan suaminya.


"Hem... maaf yang,mas pingin kamu percaya sama mas, cuma kamu perempuan yang mas sayangi selain mama, kalian berdua perempuan yang sangat berarti dalam hidup mas.Mas seneng banget lho yang, akhirnya kamu mas miliki seutuhnya setelah kita berpisah cukup lama karena kedua orang tua aku yang tidak setuju dengan hubungan kita."Jawab Rendi sambil mendekap tubuh Rini dari samping.


"Kamu dulu selalu bilang kalau aku sangat menyebalkan, kenapa kamu akhirnya suka sama cowok menyebalkan seperti mas ini yang?"Lanjut Rendi.


"Em.... kasih tau gak ya?"Ucap Rini sengaja membuat suaminya penasaran.


"Sayang...."Rengek Rendi manja.


"Mungkin karena mas Rendi ganteng,bisa juga karena mas Rendi anak orang kaya,he..he..."Jawab Rini sambil tertawa kecil.


"Ih..nakal."Rendi menarik hidung Rini gemas.


Mereka saling bertatapan, Rendi mendekatkan wajahnya ke wajah Rini, tatapannya berhenti dibibir mungil milik istrinya yang selalu menggodanya untuk selalu mengunjunginya.


Mereka lupa kalau saat ini mereka sedang berada ditempat umum.


"Kalau mau pacaran jangan disini mas,mbak, masih banyak anak kecil."Ucap seorang perempuan paruh baya sambil berdiri di belakang mereka.


"Eh..maaf bu."Ucap Rini merasa malu.


"Mendingan cepat nikahi pacarnya mas, biar gak melakukan dosa seperti itu, memalukan."Ucap perempuan itu sambil tersenyum sinis lalu ia pergi berlalu meninggalkan Rini dan Rendi yang masih duduk.


"Hah...nikah lagi?"Rendi dan Rini saling bertatapan dengan mengerutkan kening mereka merasa bingung juga geli dengan ucapan perempuan tadi.


"Ha..ha..."Mereka berdua tertawa bersamaan.


"Mas suruh melamarmu lagi yang,kita nikah lagi berarti,he..he..."Ucap Rendi sambil tertawa kecil.


"Ibu tadi mengira kalau kita adalah sepasang kekasih yang hendak melakukan perbuatan mesum,he..he..."Lanjut Rini yang juga ikut tertawa kecil.


"Ayok yang kita kerumah orang tua kamu sekarang, kita nikah lagi, asyik...."Ajak Rendi bercanda.

__ADS_1


",Ha..ha.."Rini tertawa lebar merasa lucu dengan ucapan suaminya.


"Sudahlah,ayok kita ke tempat ibu dulu mas terus pulang, mama sama papa kan nanti sore mau berangkat ke Jakarta."Ajak Rini bangun dari duduknya sambil menarik tangan suaminya yang masih duduk.


"Ya sudah ayok."Rendi bangun dari duduknya.


Sementara ditempat lain terlihat Adel yang sedang berada di sebuah cafe bersama dengan Wahyu dan teman-teman Adel untuk tampil mengisi acara peresmian cafe.


"Sayang,lo yakin mau tampil dengan keadaan seperti itu."Kata Wahyu terlihat sangat mencemaskan keadaan Adel.


"Lo tenang aja Yu, yang sakit kan kaki sama tangan gue,suara gue masih normal,gak sakit.


Yang bekerja kan suara gue karena gue vokalis,he..he.."Kata Rini berusaha meyakinkan kekasihnya kalau dirinya baik-baik saja.


Dert.. dert...


Tiba-tiba handphone Wahyu bergetar.


"Sebentar ya Del, gue angkat telpon dulu."Ucap Wahyu kepada kekasihnya.


Wahyu mencari tempat yang sepi untuk berbicara kepada si penelepon karena didalam cafe sangat berisik dengan suara banyak orang Jadi Wahyu terpaksa keluar dari cafe agar suara si penelpon dapat terdengar dengan jelas.


"Jadi gue harus kesana sekarang nek?"Tanya Wahyu kepada seseorang diseberang telpon.


"Oke, gue segera kesana."Jawab Wahyu lalu memasukkan kembali handphone itu kedalam saku celananya.


"Del, sorry...tadi neneknya Rendi menelpon katanya gue disuruh kesana, bagaimana ini."Kata Wahyu bingung.


"Ya sudah lo pergi aja Yu, siapa tau mereka sangat membutuhkan lo, gue nanti gampang pulang naik taksi saja."Jawab Adel.


"Lo tenang aja bro, nanti Adel biar pulang bareng gue aja."Kata teman laki-laki Adel.


"Oh ya sudah nitip Adel ya Son."Ucap Wahyu menepuk pundak teman laki-laki Adel yang merupakan seorang gitaris.


Wahyu bergegas pergi dari cafe karena disuruh kerumah neneknya Rendi.

__ADS_1


__ADS_2