
Didalam apartemen, Johan terlihat begitu gelisah sendirian memikirkan keadaan Rini yang belum juga pulang.
"Haduh..kenapa gue gak tenang gini ya,apa yang sabenarnya terjadi dengan Rin, jangan-jangan dia diculik!"Kata Johan dalam hati sambil mondar-mandir didalam kamarnya.
"Oh iya,gue cek dulu di handphone dia,siapa tau gue menemukan petunjuk."Kata Johan langsung berjalan menuju ke sebuah meja yang ada didalam kamarnya.
Ia mengambil handphone milik Rini yang ia letakkan di atas meja,lalu dibuka layar handphone, terlihat foto Rini dan seorang pemuda tampan dilayar handphone.
"Huh..kenapa sih setiap kali lihat nih foto,gue merasa kesel banget."Kata Johan langsung menekan tombol yang lain agar foto itu tidak terlihat lagi,ia tau kalau itu foto Rini dengan mantan pacarnya, yaitu Rendi yang ternyata Rini masih menyimpan foto Rendi di handphonenya bahkan dijadikan wallpaper.
Johan mengecek panggilan masuk dan keluar di handphone Rini tadi siang.Ternyata hanya ada nomor yang sama di panggilan masuk dan panggilan keluar tadi siang di handphone Rini dengan nama Adel tomboy.
"Adel tomboy,siapa dia? Waduh... jangan-jangan dia yang sudah menculik Rini!"Kata Johan curiga.
"Ia mencoba menghubungi nomor yang tertulis nama Adel tomboy melalui handphone Rini.
Cukup lama Johan menunggu panggilan telpon diangkat oleh Adel tomboy tapi si Adel tomboy belum juga mengangkat panggilan telponnya.
Johan mengulangi panggilan telpon sampai tiga kali karena si penerima belum juga mengangkat panggilan telpon darinya.
Dan pada saat dia hendak mematikan panggilan telponnya tiba-tiba ada suara perempuan di seberang telpon.
"Halo Rin, sorry..gue tadi habis dari kamar mandi.Ada apa Rin? Tumben malam-malam telpon gue, gimana lo jadi gak kerja di toko nyokap gue,tadi gue udah bilang sama nyokap, katanya lo boleh bekerja di toko nyokap, kebetulan ada karyawan toko yang keluar kemarin mau nikahan,jadi nyokap memang lagi butuh orang buat gantiin karyawan toko yang keluar itu."Kata seorang perempuan terus saja nyerocos diseberang telpon setelah mengangkat panggilan telpon yang dikira dari Rini.
"Halo Rin,kok lo diam saja sih?"Tanya Adel karena belum mendengar suara Rini.
"Halo..ini siapa?"Tanya Johan.
"Lho..la ini siapa?Dimana Rini?"Tanya balik Adel merasa terkejut saat mendengar suara laki-laki di handphone Rini.
"Orang gue nanya kok malah balik nanya."Kata Johan terdengar ketus.
__ADS_1
"Lha..ini nomor handphone Rini kan?Lo pasti sudah berbuat jahat sama Rini,mana Rini?Lo jangan macam-macam sama temen gue ya,awas kalau sampai terjadi sesu...tut...tut..."Johan langsung mematikan panggilan telponnya sebelum Adel selesai bicara karena ia malas mendengar ocehan dari perempuan yang dikasih nama Adel tomboy di handphone Rini.
"Eh.. Sentoloyo tnan."Kata Adel kesal.
Sementara di apartemen Johan juga nampak uring-uringan gak jelas.
"Busyet deh, suaranya sudah seperti mak rombeng aja tuh cewek."Kata Johan sambil menatap layar handphone Rini.
"Si Adel tomboy ternyata emak-emak galak."Kata Johan sambil tersenyum geli membayangkan seorang perempuan tua berwajah peyot,suka ngomel-ngomel.
"Duh...gue harus nyari petunjuk dimana lagi ya?"Ucap Johan sambil meletakkan handphone Rini ketempat semula.
"Apa gue telpon Wahyu saja ya,siapa tau dia bisa bantu.Tapi..ah enggak lah, bagaimana reaksi dia nanti setelah tau kalau ternyata selama ini Rini tinggal sama gue."Gumam Johan didalam kamarnya.
"Oh ya... mending gue minta tolong sama pak Jono untuk melihat rekaman cctv yang ada di gedung apartemen ini,siapa tau ada petunjuk kira-kira apa yang terjadi sama Rini,gak mungkin kan,dia tiba-tiba menghilang begitu saja."Kata Johan berbicara sendiri.
Ia bergegas keluar kamar dan langsung pergi ketempat pak Jono.
Berkat bantuan pak Jono akhirnya Johan menemukan petunjuk kalau Rini memang diculik oleh seseorang, terlihat di rekaman cctv, kemarin siang Rini dibawa oleh dua orang perempuan memakai masker kedalam mobil mereka.
Hampir semalam Johan tidak tidur demi mencari tau keberadaan Rini, Johan sampai bangun kesiangan gara-gara semalam kurang tidur,dan akibatnya dia terlambat dan terburu-buru berangkat ke kantor karena ada rapat di kantornya.
....
"Kamu kenapa bos?Dari tadi tak perhatikan seperti orang sedang bingung gitu deh.
Ada apa sih?Lo lagi ada masalah ya Han, cerita dong,siapa tau gue bisa bantu!"Kata Wahyu ketika mereka sudah berada di ruangan Johan.
"Yu....!"Panggil Johan terlihat ragu-ragu untuk mengatakan soal Rini.
"Ada apa?"Tanya Wahyu menatap wajah Johan yang terlihat sedikit pucat, mungkin karena semalam kurang tidur.
__ADS_1
"Gue mau cerita,tapi lo janji jangan marah."Kata Johan dengan wajah sendu.
"Ya elah,mau cerita aja mukanya tegang gitu,biasa aja kali,kayak bukan lo aja deh, mau cerita apa sih emangnya, sepertinya serius gitu, bikin penasaran aja "Kata Johan bersikap santai.
"Em.. beneran ya Yu,janji jangan marah karena ini menyangkut cewek yang sedang lo cari selama ini."Kata Johan pelan.
"Duh Gusti maha Agung! Sabenarnya lo mau ngomong apa sih bis Johan... Cepetan dong jangan bikin gue penasaran."Kata Wahyu tidak sabar.
"Em... sabenarnya selama ini Rini tinggal di apartemen gue."Kata Johan memberitahu.
"What...!"Kata Wahyu membulatkan kedua matanya dengan sempurna sangking kagetnya.
Serius lo,kenapa lo gak bilang sama gue!Gue muter-muter, keliling Jakarta dari barat sampai timur nyari Rini ternyata dia tinggal sama lo,wah..parah banget lo Han!
Ya sudah, sekarang gue mau ke kontrakan lo buat ketemu Rini,gue mau ajak dia pulang ke kampung, secepatnya gue mau nikahin dia,biar dia gak diambil orang lain."Kata Wahyu bersemangat untuk menemui Rini.
"Tapi.. Rini hilang Yu, Rini.... diculik!"Kata Johan lirih.
"Apa..!"Teriak Wahyu kaget sambil menggebrak meja kerja Johan dengan kedua tangannya.
"Sabar Yu!"Kata Johan langsung bangun dari duduknya berusaha menenangkan temannya itu.
"Bagaimana dia bisa diculik orang?Ini semua gara-gara lo,gue bersumpah gak akan maafin lo seumur hidup gue jika terjadi sesuatu dengan Rini."Ancam Wahyu yang sudah sangat marah dan emosi tingkat tinggi sambil memegang kerah kemeja Johan,lalu dia melepaskannya dengan kasar, Wahyu langsung membalikkan badannya untuk segera pergi dari ruangan Johan.
"Gue harus cari dia sekarang."Kata Wahyu dengan wajah penuh emosi.
"Lo mau cari dimana?"Tanya Johan.
"Dimana saja,bila perlu gue cari sampai ujung dunia sekalipun."Kata Wahyu sambil berjalan menuju pintu.
"Tunggu Yu,lo harus lihat ini."Kata Johan sambil membuka laptopnya.
__ADS_1