
"Rini....kamu bersiap-siap ya, temenin nenek belanja yok."Kata nenek tiba-tiba saat mereka sedang sarapan bersama.
"Widiuw...nenek mau syoping nih ceritanya...!"Kata Rendi menggoda neneknya.
"Iya..nenek mau belanja buat perut kamu sama om kamu."Kata nenek menatap tajam ke arah cucunya.
"Ih nek.. lihatnya jangan seperti itu kali ...."Kata Rendi sambil menyuapkan nasi ke mulutnya sendiri.
"Memangnya ibu mau belanja apa bu?Nanti biar Agung antar."Kata Agung sambil mengunyah nasi.
"Memangnya kamu tidak pergi ke pabrik?"Tanya nenek
"Ke pabriknya siang aja lah bu.. habis antar ibu belanja, belanjanya di mol depan kan bu?"Kata Agung.
"Enggak..kamu berangkat ke pabrik saja dulu,nanti belanjanya sorean sajadah kalau begitu, tunggu kamu pulang."Kata nenek merubah rencananya untuk belanja.
"Asyik..kalau begitu Rendi mau ikutan lah kalau belanjanya nanti sore."Kata Rendi.
"Ya sudah,nanti sore kita sama-sama pergi ke mol."Kata nenek.
...
****
****
Disebuah apartemen terlihat seorang pemuda tampan tengah bermalas-malasan diatas kasur empuk.
Tiba-tiba handphone miliknya berbunyi begitu keras mengganggu tidurnya.
"Aduh...siapa sih..yang menelpon pagi-pagi sekali, mengganggu saja deh."Kata pemuda itu sambil meraba-raba handphone miliknya yang diletakkan di atas kasur.
"Halo.."Kata pemuda tampan mengangkat panggilan telpon itu dengan suara seraknya dengan kedua mata masih terpejam.
"Bangun.. bangun..sudah siang..."Teriak seseorang diseberang telpon.
__ADS_1
"Haduh.... mengganggu tidur nyenyak gue saja deh,ada apa?"Tanya pemuda itu dengan malas.
"Jam segini kok masih tidur, memangnya lo gak ke kantor bos?"Tanya seseorang dipangilan telpon.
"Memangnya sekarang sudah jam berapa sih?"Tanya pemuda itu masih belum mau membuka kedua matanya.
"Ini sudah jam sembilan pagi bos..gue aja sudah ada dipabrik."Kata seorang laki-laki dipanggilan telpon.
"Hah..jam sembilan pagi...!"Gila...gue terlambat,mampus gue...papa bisa ngamuk."Kata pemuda tampan itu yang ternyata adalah Julius, sedangkan yang menelpon Julius adalah sahabatnya yaitu Agung.
"Ya sudah gue mau siap-siap dulu."Kata Juli langsung mematikan panggilan telpon dari Agung.
"Eh..si kampret,malah main matiin aja telpon gue.Huh...padahal gue mau nanya soal rekaman cctv di gedung pernikahan kemarin malam,siapa yang sudah membawa Salsabila ke gudang."Kata Agung yang sudah berada di pabriknya.
Sementara di apartemen, Julius nampak buru-buru memakai baju untuk berangkat ke kantor orang tuanya, Julius sudah janji pagi ini mau kesana untuk dikenalkan dengan teman papanya yang hari ini akan kekantornya.
Agung langsung mengambil kunci mobil dan bergegas keluar dari apartemennya.
Dert...
Julius merogoh kantong kemejanya karena handphone miliknya dimasukkan ke dalam kantong kemejanya.
Karena buru-buru handphone miliknya jatuh dibawah kursi kemudi.
Siiit....
Julius tiba-tiba mengerem mobil miliknya karena hampir menabrak seseorang saat dia hendak mengambil handphone miliknya yang terjatuh.
"Woy...bisa bawa mobil gak sih..?"Kata seorang perempuan memakai topi warna hitam sambil memukul mobil Julius.
"Ish..ini cewek beraninya dia mukul mobil kesayangan gue,awas aja ya.."Kata Julius nampak sangat emosi dengan perempuan yang sedang berdiri didepan mobilnya.
Julius membuka pintu mobil,dia keluar dari dalam mobil menghampiri perempuan yang sedang marah-marah didepan mobilnya.
"Ehem ....Punya uang berapa lo..berani pukul mobil kesayangan gue..."Kata Julius bukannya minta maaf hampir menabrak perempuan yang ada didepannya tapi malah menghinanya.
__ADS_1
"Hai... dasar laki-laki sombong, memangnya berapa sih harga nih mobil?Lo pikir gue gak sanggup buat beli nih mobil rombengan."Kata perempuan itu dengan santainya sambil membersihkan celananya dari debu karena tadi terjatuh saat mau menyebrang jalan tiba-tiba mobil Juli melaju dengan cepat dan dia hampir ketabrak mobil Julius .
"Hah..apa lo bilang?Mobil rombengan?Lo jangan sembarangan ya kalau ngomong,ini mobil seharga 5 M lo bilang mobil rombengan?"Kata Julius menatap tajam wajah perempuan yang ada di depannya.
Julius mendorong tubuh perempuan itu dengan kasar untuk menjauh dari mobilnya.
"Ha..ha...cuma 5 M saja sudah sombong."Kata perempuan itu meremehkan.
"Eh.. tunggu,5 M berarti lima milyar.Waduh..darimana gue dapat uang sebanyak itu?"Kata perempuan itu berbicara dalam hati sambil berpikir dan menghitung jumlah uang yang disebut oleh pemuda yang sedang berdiri di depannya.
"Kenapa lo...!Pasti lo kaget kan dengan harga mobil ini?orang seperti lo ini mana punya uang sebanyak itu...!"Kata Julius dengan sombongnya.
"Ha..ha...siapa bilang,uang segitu mah kecil."Kata perempuan itu dengan PD nya, padahal dalam hati dia bicara "Mati gue,uang sebanyak itu darimana?Rumah orang tua gue aja kalau dijual paling cuma dapat uang 30 juta."
"Duh..bengong lagi dia,ah sudahlah malas ngurusin perempuan seperti dia."Kata Julius membalikan badannya hendak masuk lagi kedalam mobilnya.
"Eh.. tunggu..gue seperti mengenal nih cewek deh."Kata Juli didalam hati sambil membalikkan badannya lagi dan menatap wajah perempuan yang tidak asing baginya.
"Oh..gue baru ingat,lo Adel ya? Temannya Rini."Kata Juli yang baru ingat siapa perempuan tomboi yang ada didepan mobilnya.
"Dari mana lo tau nama gue, memangnya lo siapa?"Tanya perempuan itu yang ternyata adalah Adel,si gadis tomboi yang selalu memakai topi kesayangannya kemanapun dia pergi.
Karena topi itu memiliki banyak kenangan dan banyak cerita yang tidak akan pernah Adel lupakan.
Dulu Rini dan Riko pernah dengan sengaja menyembunyikan topi milik Adel, mereka hanya ingin mengerjai Adel,tapi adel malah sakit gara-gara topinya menghilang.
"Ha..ha...lo memang tidak pernah berubah dari dulu."Kata Julius menatap sinis kearah Adel.
Lalu dia kembali berjalan dan membuka pintu mobilnya.
"Hai cewek tomboi,kalau lo mau beli mobil seperti ini sebaiknya lo rubah dulu penampilan lo menjadi cewek,agar bisa deketin om-om terus lo minta deh di beliin mobil seperti ini sama om-om itu,ha..ha ...!"Kata Juli menghina Adel.
"Hah..lo pikir gue cewek apaan, dasar cowok sombong...baru punya mobil seperti ini saja sombongnya minta ampun."Kata Adel menendang mobil Julius dengan kasar.
"Hai..apa yang lo lakukan?Awas ya kalau sampai mobil gue lecet,gue seret lo ke penjara.Biar mati lo didalam penjara."Teriak Julius dari dalam mobil.Dia bergegas menjalankan mobilnya karena sudah sangat terlambat menemui orang tuanya dikantor.
__ADS_1
"Huh... mampus gue,papa bisa marah nih."Kata Julius didalam mobil saat melihat jam tangannya menunjukkan pukul 10.30 WIB