
Hay...hay... jumpa lagi dengan ketulusan cinta Rini 2
Sebelum kita melanjutkan ceritanya, emak mengucapkan banyak terimakasih buat kawan-kawan yang sudah setia mengikuti kisah cinta Rini dan Rendi sampai episode ini,
meski yang baca cuma sedikit tapi emak tetap lanjut hingga ratusan episode karena terlalu cintanya emak bikin cerita halu yang gak bisa dihentikan, pernah kepikiran untuk berhenti saja soalnya gak ada yang baca tapi ternyata gak bisa,otak emak terus meronta pingin bikin cerita 😁mau promosi seperti author lain ltapi masih malu gak percaya diri.
Semoga tidak bosan dengan cerita emak yang masih jauh dari kata bagus ini,dan ternyata setelah tak baca ulang kok banyak banget kesalahan,ini tangan emak yang salah ngetik apa hp emak yang terlalu keren sampai tulisan emak jadi berubah sendiri 😁🤭
Yo ws tak lanjut baelah daripada dengerin ocehan emak yang gak penting, hihihi....
Episode ini mengandung 21+ yang tidak suka baca adegan 21+ gak usah dibaca ya langsung dilewati aja, prikitiuw.... 😁🙏
🌻🌻🌻🌻
"Mmm....jadi Mama punya adik?Kok bunda baru tau yah?"Tanya Rini kaget.
"Iya bun,bunda gak kenal, soalnya bibik meninggal saat ayah masih kuliah di Jakarta belum ketemu bunda,bibik meninggal saat usianya baru 18 tahun ia bunuh diri karena diperkosa oleh laki-laki biadab yang bernama Eko.
Eko pun akhirnya dipenjara, setelah itu kita gak pernah tau kabar si Eko."Jelas Rendi.
"Pantas bunda gak tau,jadi adiknya mama meninggal sebelum bunda ketemu dan mengenal ayah."Rini manggut-manggut mulai paham.
"Tapi masa iya Chelsea anak orang itu yah?"Lanjut Rini.
"Enggak taulah bun, yang tau ya ibunya Chelsea sendiri, sepertinya ayah mesti selidiki kebenarannya,siapa bapaknya Chelsea yang sabenarnya,ya sudah kita tidur aja yok bun, besok ayah mesti ke konveksi pagi-pagi sekali, besok ayah mesti periksa barang yang mau dikirim ke luar daerah."Ucap Rendi memeluk tubuh istrinya dari samping, dikecupnya kening Rini lalu ia memejamkan matanya.
"Em...ayah...."Panggil Rini sambil memainkan kancing piyama yang dipakai suaminya itu.
"Ada apa bun?"Tanya Rendi tanpa membuka matanya.
"Bagaimana dengan hubungan Fareal dan Chelsea, sepertinya mereka memang saling cinta, bunda bisa merasakan kalau mereka memang mempunyai perasaan yang sama."Jelas Rini.
"Em..."Rendi membuka matanya, ditatapnya wajah sang istri.
"Kita lihat nanti saja bun, mungkin itu cuma perasaan sesaat mereka yang tiba-tiba harus dipisahkan karena Chelsea lebih memilih untuk tinggal bersama ibu kandungnya, maklumlah mereka dari kecil selalu bersama, mereka sangat dekat, Fareal begitu menyayangi adiknya begitu juga dengan Chelsea.
Biarkan waktu yang menjawab, semoga saja setelah mereka berpisah dalam waktu yang lama, perasaan mereka kembali seperti dulu hanya perasaan sayang sebagai adik kakak, tidak lebih.
__ADS_1
Tapi jika ternyata perasaan mereka tetap sama saling cinta, kita sebagai orang tua bisa apa bun."Ucap Rendi pasrah.
"Jadi ayah merestui hubungan mereka kalau ternyata mereka saling cinta?"Tanya Rini menatap wajah suaminya.
"Ayah jadi ingat bagaimana kisah cinta kita dulu bun,ayah seperti orang gila mencari keberadaan bunda yang tiba-tiba menghilang, hingga akhirnya bunda berhasil ayah temukan.
Tapi bunda kembali menghilang lagi membuat ayah benar-benar merasa frustasi karena tidak ada yang tau dimana keberadaan bunda.
Ayah sudah berusaha untuk melupakan bunda tapi tidak bisa, semakin ayah paksakan untuk melupakan malah ayah semakin rindu ingin ketemu kamu bun, cinta ayah gak pernah berubah mesti saat itu sudah ada Siska."Jelas Rendi mendekatkan wajahnya ke wajah Rini.
"Bahkan sampai detik ini ayah juga masih mencintai bunda meskipun sekarang bunda sudah gembrot, hehehe...."Goda Rendi sambil menarik pipi istrinya.
"Ayah...."Ucap Rini memalingkan wajahnya sambil cemberut.
"Hehehe... jangan ngambek dong bun,tapi bunda masih cantik kok."Rendi berganti memainkan kancing daster yang dipakai istrinya.
"Ah... ayah jadi pingin nih,bunda sih gara-garanya.
Hayo...bunda harus tanggung jawab sudah bikin si otong bangun."Ucap Rendi sambil tersenyum mesum dipalingkan wajah Rini yang sedang menghadap kearah lain dengan tangannya agar menghadap kearahnya lagi.
"Hehehe... Kamu kalau lagi ngambek jadi tambah menggemaskan lho bun,aku jadi tambah bergairah,ayok bun."Ucap Rendi mempererat pelukannya.
"Aku masih mencintaimu sama seperti dulu gak pernah berkurang sedikitpun, semakin bertambah iya."bisik Rendi lirih, dikecupnya bibir istrinya dengan lembut, sedangkan tangan nakalnya merayap kebagian yang lain, diremasnya gunung kembar milik istrinya yang terasa begitu kenyal, Rini menggeliat merasa geli tapi juga nikmat saat tangan suaminya menyentuh ke daerah terlarang miliknya, Rendi memperdalam ciumannya sedang tangannya bermain-main di daerah terlarang milik istrinya itu yang terasa kenyal dan nikmat.
"Em...hah...."
Terdengar suara desah nafas mereka memenuhi ruangan kamar mereka.
Tidak membutuhkan waktu lama daster istrinya dan piyama miliknya pun sudah tergeletak di lantai.
Rendi mencium seluruh tubuh istrinya dengan lembut dan meninggalkan tanda merah.Lagi-lagi keluar suara lirih dari mulut Rini saat Rendi mencium daerah kewanita**annya dan memainkan lidahnya disana dalam waktu yang lumayan lama, Rini hanya bisa mengeluarkan suara-suara lirih yang terdengar begitu seksi sambil menggeliat pelan merasakan betapa geli tapi juga nik**mat permainan dari suaminya itu.
Tidak ada yang berbicara hanya terdengar suara-suara lirih dari keduanya yang terdengar begitu lembut bikin ser-ser, hihihi....
Selanjutnya dibayangkan sendiri lah ya yang sudah menikah pasti taulah bagaimana rasanya.
Meskipun usia Rendi sudah tidak muda lagi tapi tenaganya masih kuat, Rini sampai dibikin tidak berdaya oleh Rendi yang memiliki tenaga kuat dan perkasa.Mereka melakukannya hingga dua ronde.
__ADS_1
"Makasih sayang,kamu sungguh luar biasa, membuat aku tidak bisa berhenti mencintaimu.Kamulah hidupku,kamu bidadariku,kamu segalanya untukku."Ucap Rendi lirih sambil memeluk tubuh istrinya yang sepertinya sudah sangat kelelahan melayani dirinya yang begitu ganas,diciumnya bibir istrinya sebentar lalu ia mendekapnya erat tubuh Rini kedalam pelukannya.
"Sayang... Jangan pernah meninggalkan aku, karena aku tidak sanggup jika harus hidup tanpa kamu."Ucapnya lagi, dikecupnya kening istrinya dengan lembut lalu iapun memejamkan mata sambil memeluk tubuh istrinya, sedang Rini hanya diam saja,ia menyembunyikan wajahnya di-dada suaminya sambil tersenyum malu,Rini dapat merasakan hangatnya tubuh Rendi yang sama-sama tidak memakai sehelai benangpun.
Sementara di kamar lain terlihat Chelsea sedang asyik memainkan handphonenya sambil tersenyum menatap layar handphone.
Dert....
Tiba-tiba handphone miliknya bergetar.
"Kok malah telpon sih mas?Kan aku udah bilang mau tidur."Protes Chelsea setelah mengangkat panggilan telpon, ternyata ia sedang chatting-an dengan Fareal.
"Habis lo balasnya lama banget sih,jadi lo sekarang ada dirumah dek?"Tanya seseorang diseberang telpon.
"Iya,kan tadi aku udah bilang kalau aku malam ini nginap dirumah bunda sama ayah.Kasihan bunda sedih banget tadi sampai gak mau makan."Jelas Chelsea.
"Ya sudah lo tolong jagain bunda,lo sering-seringlah pulang ke rumah dek,biar bunda gak kesepian."
"Iya mas."Jawab Chelsea singkat.
"Ya sudah aku matiin ya mas,aku mau tidur udah ngantuk,"lanjut Chelsea.
"Heh... sebentar dong dek,mas masih kangen.Kamu jangan nakal disitu ya dek, jangan genit sama cowok."Pesan Fareal.
"Ih... siapa juga yang suka genit-genit didepan cowok, yang ada malah Mas Fareal tuh yang suka genit-genit kalau lihat cewek cantik, memangnya aku gak tau gimana Mas Fareal."Jawab Chelsea kesal.
"Hehehe...itu kan dulu dek sebelum...."Fareal menghentikan ucapannya.
" Em...Dek...,"panggil Fareal.
"Ada apa mas?"Tanya Chelsea penasaran.
"Mas...mas...ah...ya sudah lo tidur aja gih, besok gampang mas telpon lagi,lo jaga kesehatan,nitip bunda ya dek,dah adek, Assalamu'alaikum."Ucap Fareal.
"Iya mas Wa'alaikum salam."Jawab Chelsea lalu terdengar panggilan telpon dimatikan.
Chelsea meletakkan handphone miliknya di-dada, ia memejamkan matanya sambil tersenyum bahagia membayangkan wajah kakaknya yang tampan.
__ADS_1