
"Inikah rumah kalian?"Tanya Pak Eko setelah sampai dirumah Siska yang memiliki ukuran lumayan besar tapi tidak sebesar rumahnya.
"Iya pak,ini rumah ibu Siska, didalam ada nenek, ayok masuk dulu pak."Ajak Chelsea.
"Tidak nak, bapak takut mereka akan marah melihat bapak mengantarmu pulang, tolong jangan katakan ke ibu dan nenekmu dulu soal bapak ya nak,bapak mau mencari cara dulu agar ibumu mau memaafkan bapak dan kita bisa berkumpul menjadi keluarga yang seutuhnya.Maukah kamu membantu bapak nak, tolong jaga rahasia pertemuan kita dari mereka, bapak gak mau mereka malah nanti akan membawamu menjauh dari bapak setelah mereka mengetahui kalau kita sudah saling mengenal,bapak akan lebih susah mendapatkan kalian lagi."Pesan Pak Eko sebelum Chelsea keluar dari dalam mobilnya.
"Iya pak,aku janji bakal merahasiakan tentang pertemuan kita, aku bakal membantu bapak agar bisa kembali lagi dengan ibu,aku yakin sabenarnya ibu juga masih mempunyai perasaan dengan bapak cuma ibu terlalu egois untuk mengakui itu,aku kenal banget siapa ibu,ibu begitu keras kepala dan egois, terimakasih pak sudah mengantarkan Chelsea sampai depan rumah."Jawab Chelsea setelah itu dia keluar dari dalam mobil.
"Hati-hati nak, kita bakal sering ketemu disekolah karena bapak mungkin satu bulan ini bakal sering berkunjung disekolah kamu,mereka meminta bapak datang sampai acara perpisahan kelas tiga nanti."Ucap Pak Eko.
"Oke pak, sampai ketemu lagi, bye-bye...!"Ucap Chelsea melambaikan tangannya.Iapun masuk kedalam rumah setelah mobil Pak Eko sudah pergi.
"Assalamu'alaikum nenek."Sapa Chelsea menghampiri Bunda Karmila yang sedang berada didapur bersama seorang perempuan seumuran dengan Bunda Karmila, perempuan itu bernama Mbok Taryuni, asisten rumah tangga Bunda Karmila yang sudah ikut bekerja bersama Bunda Karmila sejak Siska masih kecil.
"Nenek sama Mbok Taryuni sedang bikin apa?"Tanya Chelsea setelah berada disamping mereka.
"Ealah cucu nenek sudah pulang toh,mana ibumu nak?"Tanya Bunda Karmila karena tidak melihat keberadaan putrinya.
"Ibu sedang ada operasi nek jadi belum bisa pulang."Jawab Chelsea memberitahu,ia mengulurkan tangannya ingin mencium punggung tangan neneknya, saat ia hendak mencium punggung tangan Mbok Taryuni tapi tangan si mbok sudah berlumuran terigu.
"Haduh ndu', tangan mbok belepotan gini lho ndu'."Ucap Mbok Taryuni memperlihatkan tangan kanannya yang sudah tampak belepotan dengan terigu.
"Hehehe...ya sudah kalau begitu mbok."Chelsea terpaksa mencium punggung pergelangan tangan Mbok Taryuni yang masih terlihat bersih.
"Oalah...la terus kamu tadi pulang sama siapa nak?"Tanya Bunda Karmila lagi.
"Chelsea diantar sama teman Chelsea nek."Jawab Chelsea.
"Mana temannya?"
"Sudah pulang nek."
"Lho...kok gak disuruh masuk dulu,siapa teman kamu, Mariyatun ya?"Tanya Bunda Karmila asal tebak.
__ADS_1
"Eh...em...i...iya nek."Jawab Chelsea gugup,ia terpaksa berbohong karena Pak Eko melarang dia untuk memberitahu kalau tadi pulang diantar olehnya.
"Ya sudah Chelsea mau ganti baju dulu ya nek."Pamit Chelsea.
"Yo wes sana ganti baju kamu dulu gih, nanti kesini lagi ya bantuin kita bikin kue."Perintah Bunda Karmila
"Siap nek!"Jawab Chelsea mengangkat tangannya memberi hormat lalu ia bergegas berlari menuju kamarnya untuk mengganti bajunya dengan baju santai.
Ditempat lain.
"Yah... Bunda kangen sama Chelsea, besok kita main ketempat mbak Siska yok yah,"ajak Rini kepada suaminya saat mereka sedang makan siang bersama di warung dekat konveksi suaminya.Rini ikut Rendi ke konveksi karena dirinya merasa kesepian dirumah tidak ada Fareal maupun Chelsea.
"Haduh jangan besok ya bun, soalnya ayah besok saatnya bagi gaji para karyawan, jadi ayah pulangnya sampai malam."Tolak Rendi.
"Ya udah deh,"Rini tampak kecewa.
"Ayah... bunda pingin buka butik boleh tidak,biar bunda ada kegiatan, bunda suka bosan dan kesepian dirumah,boleh ya yah bunda buka butik?"Tanya Rini.
"Nah sekarang bunda makan yang banyak ayok sini ayah suapin, ayah jadi ingat masa-masa pacaran dulu bun, kita sering makan sepiring berdua seperti ini."Ucap Rendi menyuapi Rini makan.
"Eh... Rendi!"Panggil seseorang membuat pasangan suami-istri itu langsung menoleh kearah sumber suara.
"Oalah... Lambang!"Rendi terlihat sangat terkejut melihat sahabat lamanya.
"Hai bro...apa kabar,lama banget kita gak ketemu, tambah tua aja lo, tapi biarpun sudah tua ternyata kalian masih tetap romantis sampai makan di warung juga berduaan!"Ucap Dokter Lambang sambil meninju lengan sahabatnya itu.
"Lha... sendirinya juga sudah tua."Protes Rendi.
"Hehehe... bercanda bro,halo Rin,apa kabar?"Tanya Dokter Lambang mengulurkan tangannya untuk bersalaman dengan istri sahabat lamanya.
"Alhamdulillah baik dok,kok Dokter Lambang ada disini?"Tanya Rini heran padahal setau dia dokter Lambang pindah ke Bandung bersama istri dan anak-anaknya karena ia ditugaskan untuk menjadi dokter didaerah pedesaan yang ada di kota Bandung.
"Kebetulan aku sedang menghadiri seminar para dokter sak-Indonesia yang diselenggarakan di Jakarta Rin,tadi mau kembali ke hotel tempat kita menginap tiba-tiba lapar,eh... kebetulan ada warung ya sudah kita mampir."Jelas Dokter Lambang.
__ADS_1
"Oh ya, kenalin ini dokter muda penerus bangsa namanya Pak Baim, kita sama-sama datang dari Bandung, beliau dokter spesialis kulit."Lambang memperkenalkan temannya yang usianya lima belas tahun lebih muda darinya.
"Wah... keren, masih muda sudah menjadi dokter spesialis, senang berkenalan dengan anda dokter."Ucap Rini bersalaman dengan temannya dokter Lambang, begitu juga dengan Rendi.Lambang menghampiri pemilik warung untuk memesan makanan.
"Bude minta lontong sayurnya untuk dua orang ya bude"Kata Dokter Lambang ke pemilik warung.
"Inggih pak, sebentar ya pak tak siapin dulu."Ucap pemilik warung ramah.
"Iya bude."Jawab Dokter Lambang.
"Senangnya bertemu dengan dokter-dokter hebat, mampir dong kerumah mumpung masih di Jakarta,kapan lagi kamu ke Jakarta Mbang!"Kata Rendi setelah Dokter Lambang sudah kembali bersama mereka.
"Pak Baim sudah berkeluarga?"Tanya Rini ke dokter Baim yang terlihat masih sangat muda.
"Alhamdulillah sudah bu,baru dua bulan menikah."Jawab Dokter Baim nampak malu-malu.
"Oalah... ternyata pengantin baru toh!"Goda Rini sambil tersenyum ramah.
"Hehehe...iya bu,dan sekarang istri saya lagi ngidam sudah dua minggu."Jelas Dokter Baim
"Ealah... istri lagi hamil muda kok ditinggal dok, kalau aku dulu saat hamil muda seusia itu gak mau jauh-jauh dari suami, pinginnya nempel terus kayak perangko, hehehe...."Ucap Rini sambil terkekeh.
"Yah mau gimana lagi bu, Alhamdulillah istri saya gak merasa keberatan saya tinggal kan ada mertua yang selalu menemani istri saya bu."Jelas Dokter Baim.
"Sukur deh,oh ya, Dokter Baim hebat banget masih muda sudah jadi dokter spesialis kulit.Orang tua dokter Baim pasti bangga banget ya punya anak seperti anda"Rini terus memuji dokter muda yang sedang duduk didepannya.
"Ah ibu Rini bisa aja, hehehe..."Jawab Dokter Baim tertawa kecil.
"Aduh... serius banget mereka ngobrol sepertinya kita di-kacangin Mbang."Ucap Rendi yang dari tadi dicuekin istri dan sahabat temannya.
"Ya begitulah Ren, emak-emak kalau sudah ketemu sama pemuda tampan,suami suka di lupakan."Sindir Dokter Lambang namun tidak di gubris oleh Rini yang masih terlihat santai berbincang-bincang dengan Dokter muda yang memiliki wajah tampan itu.
Sedangkan Rendi bersikap biasa saja karena dia percaya dengan istrinya yang tidak mungkin bakal berpaling darinya.Mereka pasangan suami-istri yang sudah tidak mempan dengan rayuan atau godaan pelakor atau pembinor.Meski banyak perempuan cantik dan seksi bagi Rendi hanya Rini seorang wanita yang paling cantik di dunia, begitu juga Rini, walaupun ia suka melihat cowok ganteng tapi bukan berarti dirinya sudah tidak setia lagi dengan suaminya sendiri,bagi Rini cowok ganteng yang sering ia lihat dan kagumi hanya sekedar hiburan saja, baginya cowok yang paling ganteng hanya Rendi seorang, cinta mereka berdua semakin lama semakin kuat tidak mudah dipisahkan, hanya maut yang bisa memisahkan mereka berdua.(Ciye-ciye...co cweeet 😁)
__ADS_1