
"Sorry kawan, soalnya gue mesti kuliah.
Teman-teman band gue dari semalam juga telpon,gue suruh balik ke Jakarta secepatnya soalnya mau ada undangan buat pentas di sebuah acara peresmian sebuah perusahaan besar,ini kesempatan emas buat kita agar band kita cepat di kenal oleh banyak orang Rin, perusahaan besar lho Rin yang ngundang kita,keren gak? Lo jangan sedih,nanti kalau libur gue pulang kampung kok,oke!"Kata Adel memberi pengertian untuk teman baiknya.
"Ya sudah,gue doakan semoga lo sukses.
Jangan lupa sama gue kalau lo nanti sudah jadi orang sukses Del!"Ucap Rini mengingatkan.
"Nanti kalau ketemu mas Johan,salam aja ya dari gue,gue sabenarnya pingin ke Jakarta lagi tapi bapak sama ibu tidak mengizinkan."Kata Rini dengan wajah sedih sambil menundukkan kepalanya.
"Hai kawan, jangan sedih gitu dong!Rebes kawan, nanti gue sampaikan salam lo kalau gue ketemu sama si Johan yang guanteng itu."Jawab Adel sambil menepuk pundak Rini.
"Lo hati-hati dikampung,gue bakal sering telpon lo,oke kawan."Lanjut Adel menunjukkan jempolnya.
"Ini sotonya sudah siap gadis-gadis cantik."Kata ibu penjual soto yang tiba-tiba datang saat kedua gadis cantik ini sedang asyik berbincang-bincang.
"Wah..em...nyami...makasih bune!"Ucap Rini mengambil mangkuk berisi soto dan langsung menyantapnya begitu juga dengan Adel.
"Em... mantap surantap,seger tenan rek."Kata Rini setelah mencoba soto bu Sinok,si penjual soto.
Ia dengan lahapnya memakan soto tidak perduli dengan orang-orang yang ada disana melihat kearahnya yang sedang makan soto dengan rakusnya seperti sedang kesurupan.
"Lo lapar apa doyan gaes, pelan-pelan dong makannya.
Cantik-cantik makan sudah seperti kuda lumping kesurupan saja kau."Ledek Adel sambil menggelengkan kepalanya melihat cara makan Rini.
"Sumpah ini enak banget Del,seger...wes lah gak iso di ungkapkan dengan kata-kata, pokoknya jos gandos sotonya bu Sinok."Kata Rini sambil makan.
"Terserah lo aja deh,yang penting happy."Ucap Adel ikut makan soto yang seger nya gak nahan.
Setelah selesai makan soto dan membayarnya mereka memutuskan untuk pulang karena hari sudah hampir sore.
Saat sedang berjalan sendiri menunggu Adel sedang mengambil sepeda motor yang diparkirkan di tempat parkir tiba-tiba ada sepeda motor berjalan ngebut berusaha menabrak Rini tapi seseorang langsung mendorong tubuh Rini dan...
Gubrak ....
Rini terjatuh sambil dipeluk seseorang dari belakang, mereka terjatuh ketanah dengan posisi tengkurap.
__ADS_1
"Aw..."Rini meringis kesakitan.
"Kamu gak apa-apa?"Tanya seorang laki-laki yang menolong Rini sambil membantu Rini berdiri.
Rini langsung menoleh ke seseorang yang telah menolongnya.
"Mas Rendi?"Panggil Rini, ternyata yang menolong Rini adalah Rendi.
Ketika baru keluar dari dalam mall sambil mendorong papanya dikursi roda, Rendi melihat sebuah sepeda motor yang berjalan sangat cepat kearah Rini,ia langsung berlari meninggalkan papanya menuju kearah Rini dan langsung mendorong tubuh Rini bersamanya untuk menghindar dari sepeda motor yang berjalan ngebut.
Akhirnya mereka jatuh bersamaan di pinggir jalan.
Kedua orang tuanya yang masih berada didepan mall merasa terkejut melihat anaknya terjatuh demi menyelamatkan seorang perempuan.
"Rendi..."Teriak bu Citra.
dengan cepat bu Citra berjalan kearah anak semata wayangnya sambil mendorong suaminya yang berada dikursi roda.
"Ternyata dia yang sudah membuatmu sampai rela terluka."Kata bu Citra setelah melihat wajah perempuan yang ditolong anaknya.
Mas Rendi keningmu."Kata Rini merasa terkejut melihat kening kekasihnya mengeluarkan darah segar.
"Kamu gak apa-apa sayang?Ada yang terluka gak?"Rendi malah mencemaskan keadaan kekasihnya padahal kakinya keningnya sendiri berdarah karena terbentur batu yang ada dipinggir jalan.
"Ayok pergi dari sini Ren, tinggalkan dia, lihat keadaanmu nak!"Kata bu Citra menarik tangan anaknya.
"Ma.. mama jangan bicara seperti itu,dia kekasih Rendi ma, perempuan yang Rendi cinta.
Sampai kapanpun Rendi gak bisa berhenti mencintainya."Kata Rendi dengan tegas melepas tangan Mamanya dari tangannya.
"Rendi..kamu berani membentak mama demi perempuan penggoda itu!"Teriak bu Citra tidak terima.
"Hei kamu, sudah berapa kali kami ingatkan untuk menjauh dari anak kami."Kata bu Citra sambil menatap tajam ke arah Rini menempelkan telapak tangan kanannya ke dada Rini dan mendorongnya dengan kasar.
"Ma.. sudahlah ayok kita pergi."Kata Rendi menarik tangan mamanya dan mendorong kursi roda papanya untuk pergi meninggalkan Rini yang masih diam mematung dengan kedua mata yang terlihat berkaca-kaca tanpa berani berbicara.
Pak Burhan menoleh kearah Rini yang terlihat begitu sedih,ia ingin mengatakan sesuatu tapi lagi-lagi mulutnya terasa kaku tidak bisa digerakkan.
__ADS_1
Tidak lama setelah kepergian Rendi dan kedua orangtuanya, Adel datang dengan sepeda motornya.
"Lo kenapa Rin? Sorry gue lama tadi motor gue tiba-tiba gak mau nyala,untung ada bapak satpam yang menolong gue buat bantuin motor gue biar hidup kembali."Kata Adel menjelaskan.
"Hua.. Adel....!"Rini malah menangis kencang memeluk tubuh Adel.
"Lo kenapa?Kok malah nangis sih?Apa telah terjadi sesuatu sama lo?Ayok cepetan naik,kita bicara nanti kalau sudah sampai rumah."Perintah Adel,dia tidak tau kalau Rini hampir ketabrak sepeda motor.
Sementara ditempat lain terlihat seorang perempuan sedang memarahi seorang pemuda.
"Bodoh .....!"
Plak...
Sebuah tamparan cukup keras mendarat di pipi pemuda itu.
"Disuruh kayak gitu aja lo gak becus."Lanjutnya lagi
"Tadi saya sudah hampir menabrak perempuan itu,tapi tiba-tiba ada seseorang yang menyelamatkan perempuan itu bos,dia adalah suami bos sendiri."Kata pemuda itu menjelaskan.
"Breng**sek...!"
Klontang...
perempuan itu melempar botol ke sembarang arah.
"Lagi-lagi selalu gagal,ha...."Teriak perempuan itu sambil mengacak rambutnya sendiri yang ternyata adalah Siska.
Ia menyuruh seseorang untuk menyelakai Rini.
"Tenanglah sayang, kita pikirkan cara lain, karena bunda masih punya cara lain."Kata bunda Karmila sambil tersenyum licik.
"Percuma saja bunda, semua rencana yang kita rencanakan untuk menyingkirkan perempuan itu selalu gagal, kita bunuh saja mereka berdua lalu kita ambil semua harta kekayaan papa Burhan karena tua bangka itu sudah tidak bisa berbuat apa-apa lagi,kalau soal mama Citra mah gampang,dia juga tidak bisa berbuat apa-apa tanpa suami dan anaknya."Kata Siska dengan penuh kebencian dan amarahnya.
"Tenanglah sayang, bunda punya rencana yang lebih bagus untuk membuat kedua mertuamu menyerahkan harta mereka ke kamu dengan ikhlas jadi kita bisa menikmati harta mereka dengan enak karena kita mendapatkannya dengan baik tanpa paksaan kepada pemiliknya."Kata bunda Karmila kembali tersenyum licik dengan sebuah rencana jahat didalam otaknya.
"Terserah bunda,Siska ikut saja."Jawab Siska yang sudah sangat frustasi.
__ADS_1