Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Syukuran kelahiran anak pertama Rini dan Rendi.


__ADS_3

Lima hari setelah Rini dan bayinya pulang kerumahnya setelah satu minggu lebih mereka dirawat di rumah sakit, mereka mengadakan syukuran kelahiran anak pertama mereka yang dihadiri oleh keluarga dan teman-teman Rendi juga Rini, mereka juga mengundang anak-anak yatim-piatu untuk makan bersama dirumah mereka, dan membagikan bingkisan untuk anak-anak yatim-piatu itu serta minta doa dari mereka untuk anak Fariel agar kelak tumbuh menjadi anak yang berbakti kepada kedua orangtuanya dan juga selalu perduli dengan sesama.


Suasana rumah Rendi dan Rini sangat ramai, banyak keluarga dan saudara-saudara serta teman-teman mereka yang datang untuk menghadiri acara syukuran lahirnya anak pertama mereka, Rini dan Rendi juga membagikan makanan untuk para tetangga dekat.


Oe...oee....


Terdengar tangis Fariel begitu nyaring mengalahkan suara berisik para tamu yang ada didalam rumah mama muda dan papa muda yaitu Rendi-Rini.


"Sini ndu',anak kamu biar ibu yang gendong, teman-teman kamu nyariin tuh didepan."Ucap Bu Retno meminta bayi yang sedang digendong Rini.


"Sebentar Bu, Fareal tak kasih ASI dulu."Rini memberikan ASI kepada bayinya terlebih dahulu sebelum memberikan bayinya ke ibu Retno.


Setelah beberapa menit Fareal melepaskan ****** su**su bundanya bertanda kalau dia sudah kenyang.


"Sekarang kamu ikut sama mbah Uti dulu ya sayang."Rini menyerahkan bayinya ke bu Retno.


"Uh.. lucunya cucu mbah Uti,..kamu sudah kenyang sayang."Ucap bu Retno menggendong Fariel yang sudah kembali terlelap tidur setelah kenyang minum ASI.(Mbah Uti singkatan dari mbah Putri ya kawan)


"Ya sudah Rini menemui teman-teman Rini dulu ya Bu, nitip Fariel."Kata Rini mencium pipi bayinya dulu sebelum pergi meninggalkan bayi mungil itu kepada Bu Retno.


"Iya ndu',kamu tenang saja sayang,ibu bakal menjaga cucu ibu ini dengan baik."Jawab Bu Retno membawa bayi mungil yang sedang terlelap tidur untuk bergabung dengan suaminya yang ada diruang tamu bersama yang lain,tapi langkah kaki Bu Retno berhenti saat dipanggil oleh neneknya Rendi yang sudah dari kemarin menginap dirumah cucunya.


"Bu Retno tunggu bu."Terlihat Nenek berjalan cepat menghampiri Bu Retno.


"Waduh-waduh... Cicitnya siapa ini...sini Bu biar aku gendong."Nenek meminta Fareal dari tangan Bu Retno.


"Iya Bu,monggo."Bu Retno menyerahkan bayi mungil itu ke neneknya Rendi.


"Uyuh-uyuh...taktingtung... sekarang gantian ikut Uyut ya sayang."Ucap Nenek sambil mengangkat dengan hati-hati tubuh bayi mungil yang ada ditangan Bu Retno.Sekarang Fariel berganti berada di gendongan Nenek.


Fareal yang sedang terlelap tidur menggeliat,ia membuka mulutnya seperti sedang menguap,nenek menempelkan jari telunjuknya ke-mulut mungil Fareal. Berlahan Fareal membuka matanya,ia mengedip-ngedipkan matanya sebentar lalu kembali memejamkan matanya lagi mungkin karena silau malah membuatnya semakin menggemaskan.


"Ih...kamu sungguh menggemaskan sayang."Nenek mencubit pipi Fareal gemas.


Oee...oee....

__ADS_1


Fareal kembali menangis.


"Haduh Bu Retno ini bagaimana kok malah nangis!"Nenek jadi bingung lalu menyerahkan lagi Fareal ke Bu Retno.


"Ada apa nih jagoannya Opa,kok nangis?"Tanya Pak Burhan sambil berjalan bersama dengan sang istri menghampiri cucunya yang sudah kembali di gendong Bu Retno.


"He...he.., ibu mencubit pipinya karena gemas,eh dianya malah nangis."Jawab Nenek.


"Ah... lagian ibu nih ada-ada saja."Ucap Pak Burhan.


" Uyut nakal ya sayang."Kata Bu Citra mengusap lembut pipi cucunya.


"Sini sama Oma sayang...!"Lanjut Bu Citra lembut meminta Fariel dari gendongan Bu Retno, Fareal pun langsung berhenti menangis begitu sudah berada di gendongan Bu Citra.


"Eleh-eleh... ternyata pingin ikut Oma toh dari tadi, pantesan nangis terus."Kata Bu Retno menggenggam tangan Fariel.


"Oalah Bu,dari tadi bapak cariin ternyata ada disini toh!"Seru Pak Karta menghampiri Nenek,kedua orang tua Rendi dan istrinya yang sedang sibuk dengan cucu mereka.


"Ada apa lho Pak?" Tanya Bu Retno menoleh kearah suaminya yang sedang berjalan menghampirinya.


"Oalah... Bila sudah datang toh Pak Karta,sama siapa?"Tanya Nenek merasa bahagia menantunya datang.


"Sendiri, kata Bila nanti suaminya nyusul soalnya lagi ada banyak pekerjaan di pabriknya."Jelas Pak Karta.


"Oalah... kebiasaan si Agung nih, selalu membiarkan istrinya pergi sendirian,hem...biar nanti tak jewer kupingnya."Ucap Nenek geregetan.


"He...he... jangan seperti itu bu, mungkin nak Agung memang lagi sibuk, biarkan saja yang penting Bila sudah sampai sini dengan keadaan baik-baik saja toh."Kata Bu Retno lembut.


"Tapi dia itu bandel lho bu, padahal sudah aku bilangin ke dia agar lebih memperhatikan istrinya jangan mikirin pekerjaan terus,dia selalu sibuk pulang sampai malam, terus sering pergi keluar kota urusan bisnis membiarkan Bila sendirian dirumah, kalau seperti ini ya aku gak bakalan cepat dapat cucu dong."Nenek terlihat sangat kesal.


"Ya sudah, kita doakan saja yang terbaik untuk rumah tangga mereka ya Bu, mungkin nak Agung memang lagi banyak kerjaan, kita gak boleh berprasangka buruk dengannya, kasihan dia nanti."Pak Karta berusaha memberi pengertian kepada besannya yang sepertinya sedang kesal dengan sikap anaknya.


"Ya sudah aku tinggal dulu ya Bu, Pak!"Kata Bu Retno kepada ketiga besannya.


"Iya,monggo-monggo."Jawab Pak Burhan.

__ADS_1


"Tunggu Bu Retno,aku juga mau menemui Bila,ayok bareng."Nenek ikut Bu Retno untuk menemui Salsabila yang sekarang sudah ada di ruang tamu.


"Sepertinya cucu Oma lapar ya? Kita cari bunda kamu yok sayang."Kata Bu Citra saat melihat Fariel menggerakkannya mulutnya.


"Ada apa Ma?"Tanya Pak Burhan.


"Cucu kita lapar Pa, lihatlah."Jawab Bu Citra menunjukkan Cucunya yang sedang menggerak-gerakkan mulutnya ke-kanan kekiri seperti sedang mencari sesuatu dengan kedua matanya masih terpejam.


Oe...oee....


Fariel kembali menangis.


"Ha...ha...Cup...cup...ya sudah yok cari bunda sayang,kamu haus ya?"Pak Burhan malah tertawa mendengar cucunya menangis, beliau tertawa karena merasa lucu dengan tingkah cucunya yang terlihat kesal karena tidak menemukan apa yang ia cari dan akhirnya bayi mungil itu pun menangis.


"He...he...dia sangat menggemaskan ya Pa, kita pasti bakal merindukannya setelah kita pulang ke Pekalongan."Ucap Bu Citra sambil berjalan mencari menantunya yang sedang menemui teman-temannya yang datang di acara syukuran kelahiran anak pertamanya.


"Mama masih belum mau meninggalkannya Pa, kita bawa Fareal ke Pekalongan aja yok Pa!"Lanjut Bu Citra.


"Jangan dong Ma, kasihan dia masih membutuhkan ASI dari bundanya,nanti kita kan bakal sering mengunjunginya toh Ma!"Nasehat Pak Burhan.


"He...he... habisnya dia gemesin banget Pa!"Bu Citra menciumi pipi Cucunya dengan lembut.


Oee... oee....


Fariel semakin mengencangkan tangisannya.


"Rini...ini anak kamu kelaparan, susui dia dulu gih,kasian dia dari tadi nangis terus."Ucap Bu Citra sambil berjalan menghampiri Rini yang sedang berbincang-bincang bersama teman-temannya.


"Uh cayang-cayang-nya bunda,kamu aus lagi ya cayang,cini-cini cama bunda cayang...!"Ucap Rini mengambil bayi dia yang ada di gendongan ibu mertuanya.


"Aku tinggal dulu ya semuanya."Pamit Rini kepada teman-temannya.


Rini berjalan ke ruang tengah untuk menyusui bayinya yang sepertinya sangat kelaparan.


begitu ia menempelkan ****** su**sunya ke mulut Fariel, dengan lahapnya Fariel langsung menyedot Asi bundanya dengan rakus.

__ADS_1


"Uh...kacian anak bunda sampai kelaparan gini, maafin bunda ya sayang."Ucap Rini lirih menatap bayinya yang sedang minum ASI miliknya dengan rakus.


__ADS_2