Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 48.Nenek dirawat di rumah sakit.


__ADS_3

Sudah dua hari nenek dirawat di rumah sakit.


Pak Burhan dan bu Citra datang ke Jakarta datang ke Jakarta karena mendengar ibu mereka masuk rumah sakit.


"Ini pasti gara-gara kamu,ibuku sampai seperti ini,pergi sana!"Kata Rini menyingkirkan tubuh Rini yang sedang berdiri didekat ranjang nenek pada sore hari.


Pak Burhan dan istrinya langsung pergi kerumah sakit dimana nenek dirawat begitu sampai di Jakarta.


"Kenapa sih...ibu malah menyuruh perempuan ini tinggal dirumahnya? Pergilah kamu dari sini "Kata pak Burhan lagi sambil menatap Rini dengan penuh kebencian.


"Maaf om...saya tidak akan pergi sebelum nenek sadar."Kata Rini masih berdiri di samping ranjang nenek saat ini berbaring.


"Kamu...."Kata pak Burhan terlihat marah mendengar ucapan Rini.


Bu Citra langsung memegang tangan suaminya dengan lembut agar suaminya meredam emosinya.


Tap..tap ..


Terdengar langkah kaki seseorang dari luar memasuki ruangan nenek


"Tante.. Om...."Panggil seorang wanita cantik memakai jas warna putih setelah berada di dalam ruangan nenek


"Siska....Lho...kamu kok disini sayang."Kata bu Citra sambil memeluk tubuh Citra.


"Iya Tante..aku bekerja di sini."Jawab Siska sambil tersenyum.


Bu Citra dan pak Burhan nampak bahagia melihat sosok Siska.


Seorang perempuan yang baik dan lembut menurut mereka.


Tidak lama Rendi datang sambil menenteng kantong plastik yang isinya makan untuk dirinya dan Rini.


Rendi yang baru pulang dari pabrik langsung ke rumah sakit menyusul Rini yang sedang menemani nenek dirumah sakit.


"Mama..papa..kapan kalian datang?"Kata Rendi merasa terkejut melihat kedua orang tuanya sudah ada di ruangan nenek.


Rendi berjalan mendekati Rini.


Rendi menatap wajah kekasihnya yang terlihat murung.


"Sayang..ayok makan dulu,mas tadi beli makanan."Ajak Rendi kepada Rini sambil menggenggam tangan Rini.


"Eh..."Nenek menggerakkan tangannya.


"Ibu...ibu sudah sadar!"Kata pak Burhan dan bu Citra bersamaan mendekati nenek .


Nenek membuka matanya berlahan.


"Aduh... kenapa denganku?"Tanya nenek sambil


melihat ke arah anak dan menantunya yang sudah ada di depannya.


"Kalian ada disini..."Kata nenek terdengar lemah

__ADS_1


"Ibu pingsan dan sudah dua hari tidak sadarkan diri."Kata pak Burhan menjelaskan kepada ibunya.


"Oh.."Ucap nenek sambil mengingat kejadiannya.


"Nenek ..."Sapa Siska yang berada di belakang bu Citra.


"Dokter Siska."Kata nenek.


"Iya nek, maafin saya ya nek, gara-gara saya nenek jadi seperti ini."Kata Siska tulus.


"Tidak apa-apa dok...mana Rendi."Kata nenek mencari keberadaan cucunya.


"Rendi disini nek."Ucap Rendi menghampiri neneknya.


"Ren..kamu harus nikahi dokter Siska, kasihan dia sudah kamu buat menderita."Kata nenek membuat semua orang yang ada di sana terkejut.


"Apa nek...? Tidak mungkin nek,aku tidak mencintai Siska."Kata Rendi menolak.


"Apa alasan nenek tiba-tiba menyuruh Rendi menikahi Siska."Kata Rendi kaget.


"Kamu bocah semprol... Siska sampai harus menggugurkan kandungannya karena kamu tidak mau bertanggung jawab."Kata nenek berbicara dengan suara serak.


Rini yang berada di belakang mereka menutup mulutnya karena kaget mendengar ucapan nenek


Dia langsung berlari keluar ruangan nenek dirawat.


"Siska tersenyum merasa puas melihat Rini yang terlihat begitu syok mendengar ucapan nenek.


"Rini....!"Panggil Rendi menoleh kebelakang berusaha mengejar kekasihnya tapi tangannya di tahan nenek.


"Nenek..."Panggil Rendi sangat khawatir.


"Bu..ibu..."Kata pak Burhan dan bu Citra bersamaan.


Sedangkan Siska langsung memeriksa keadaan nenek.


"Maaf untuk saat ini keadaan nenek sangat lemah, usahakan agar tidak ada ucapan yang membuat nenek kaget yang mengakibatkan keadaan nenek semakin memburuk."Kata Siska menjelaskan.


"Rendi... Kamu benar-benar anak kurang ajar,kamu sudah membuat nenek kamu seperti ini.


Kamu ingin membunuh nenekmu?"Kata bu Citra terlihat sangat marah dengan sikap anaknya.


"Tapi bu..."Kata Rendi ingin membantah tapi diurungkan niatnya saat melihat keadaan neneknya yang terlihat sangat lemah berbaring di atas ranjang pasien.


Sementara Rini langsung berlari meninggalkan rumah sakit.


Dia terus berlari tanpa tujuan sambil menangis.


Hingga dia tersadar kalau dirinya berada ditempat yang tidak dia kenal sama sekali.


"Aku dimana ya?"Kata Rini merasa takut karena hari sudah mulai gelap.


Terlihat ada sekumpulan anak muda sedang nongkrong di pinggir jalan sambil membawa sebuah gitar.

__ADS_1


"Eh..cuy... lihat..ada cewek cantik tuh."Kata salah satu pemuda disana melihat ke arah Rini.


"Wih..godain yok!"Kata yang satunya lagi.


Mereka berjalan menghampiri Rini yang sedang jalan sendiri.


"Cewek kenalin dong...kok sendirian sih?"Tanya salah satu pemuda itu.


Rini mempercepat jalannya karena merasa takut.


"Jalannya kok cepet amat sih neng?Sudah kayak tukang kredit mau nagih utang saja."Kata yang satunya lagi.


"Hahaha..."Terdengar ketawa dari pemuda yang lain mendengar ucapan temannya.


"Santai aja kali...sini main sama kita dulu."Kata pemuda itu sambil memegang tangan Rini.


Rini membalikkan badannya dan menatap tajam kearah para pemuda itu.


"Hai.. lepasin tanganku..!"Kata Rini menarik tangannya kasar berusaha melepas genggaman tangan pemuda itu yang sudah bersikap tidak sopan.


"Buju busyet....galak amat."Kata pemuda yang menggenggam tangan Rini.


Mereka malah semakin menjadi menggoda Rini.


Rini memberontak berusaha melepas cengkraman tangan pemuda itu yang begitu kuat.Dia terlihat sangat ketakutan dengan par pemuda yang ada di depannya.


Tiba-tiba seseorang datang memukul salah satu pemuda yang menggoda Rini.


"Aduh..siapa lo...!"Kata. pemuda yang dipukul oleh seseorang dari belakang,semua menoleh kebelakang.


Terlihat seorang pemuda tampan memakai topi berada dibelakang mereka.


"Kalian tidak dengar perempuan itu minta dilepasin."Kata pemuda tampan itu terlihat santai.


"Ais....kurang ajar kau,berani mengganggu kesenangan kita."


Kata pemuda yang menggenggam tangan Rini sambil melepaskan tangan Rini dan berjalan mendekati pemuda yang baru datang.


Rini langsung berlari menjauh setelah tangannya dilepaskan oleh pemuda tadi.


Terjadilah perkelahian antara mereka.


Para sekelompok pemuda yang tadi mengganggu Rini langsung kabur terbirit-birit karena kalah dari satu orang.


Yaitu pemuda yang memakai topi yang ternyata jago silat.


"Dasar preman pasar."Kata pemuda memakai topi sambil merapikan jaketnya setelah para anak muda tadi pergi meninggalkannya.


Rini yang sedang bersembunyi langsung berlari menghampiri pemuda yang tadi menolongnya.


"Terimakasih mas..sudah menolongku."Kata Rini tulus.


Pemuda itu menoleh ke arah Rini.

__ADS_1


"Mas Johan..."Panggil Rini terkejut melihat wajah pemuda yang menolongnya.


"Lho...tadi Rini toh ternyata?Kenapa kamu bisa disini?Sedang apa kamu disini?"Tanya pemuda itu yang ternyata adalah Johan, pemilik perusahaan penerbit buku yang sudah beberapa kali bertemu dengan Rini.


__ADS_2