
"Tante apa kabar?"Sapa Chelsea kepada perempuan yang baru datang sambil menenteng parsel berisi buah-buahan, perempuan yang seumuran dengan kedua orang tua Chelsea itu datang bersama dengan anak perempuan yang usianya sekitar sembilan tahun lebih dan seorang pemuda tampan yang seumuran dengan Fareal tapi terlihat lebih dewasa.
Mereka adalah Adel dan putrinya Cabellita serta ponakan Julius yaitu Aciel karena Julius, suami Adel sedang pergi keluar kota.
Mereka datang untuk melihat keadaan Rini.
"Halo sayang, bagaimana keadaan Bunda kamu Nak? Tadi Tante kerumah sakit,tapi dari pihak rumah sakit katanya Bunda kamu sudah dibawa pulang tadi pagi"Tanya Adel sambil berjalan menghampiri Chelsea.
"Alhamdulillah Bunda sudah lebih baik Tante,"Jawab Chelsea.
"Jadi Tante tadi kerumah sakit?"Tanya balik Chelsea.
"Iya,
terus Bunda kamu sekarang dimana sayang?"
Tanya Adel lagi.
"Ada didalam kamarnya Tan."Chelsea memberitahu.
"Ayok masuk dulu Tan,"Ajak Chelsea.
"Ini Tante bawain buah." Adel menyerahkan parsel berisi buah-buahan kepada Chelsea.
"Makasih Tan."Ucap Chelsea menerima parsel dari Adel.
"Hai Chels."Sapa Aciel.
"Ha...hai...."Jawab Chelsea canggung sambil menatap wajah Aciel yang begitu tampan, kulit putih, hidung mancung,bulu mata lentik seperti perempuan.
"Halo Kakak, senang ketemu Kakak lagi deh,iya kan Paman."Ucap Cabellita sambil menarik tangan Aciel.
"Heh,iya...."Jawab Aciel kaget.
"Ya sudah kalian ngobrol aja didepan, nitip Lita ya Chels, Tante mau lihat Bunda kamu dulu."Ucap Adel bergegas meninggalkan kedua pemuda dan anak perempuannya yang masih berada didepan.
"Iya Tante."Jawab Chelsea singkat.
"Mbak tolong buatkan minum buat Tante Adel ya Mbak bawa aja kekamar Bunda,sama bawa ini kebelakang Mbak, nanti Mbak tolong kupasin buah apelnya buat Bunda."perintah Adel kepada asisten rumah tangganya yang baru datang dari depan hendak kebelakang.
"Baik Mbak Chelsea,em...kalian mau pada minum apa ya?"Tanya si Mbak ramah.
__ADS_1
"Panas-panas begini minum es teh manis kayaknya seger banget deh, bener gak Lita?"Tanya Chelsea kepada Cabellita.
"He eh, mau-mau."Jawab Cabellita bersemangat.
"Aku gak ditanya?"Protes Aciel.
"Eh... sorry lupa, hehehe...."Jawab Chelsea sambil ketawa kecil, menambah kecantikannya.
"Mas Aciel mau minum apa?"Tanya Chelsea.
"Aku boleh minta kopi?"Tanya Aciel.
"Ya Bolehlah,jadi mas Aciel mau minum kopi?"Ya sudah Mbak bikinin es teh manis dua sama kopi satu ya Mbak."Ucap Chelsea kepada asisten rumah tangganya.
"Siap Mbak Chelsea."Jawab asisten rumah tangga yang usianya lebih muda dari Chelsea.
"Pembokat lo manis juga ya Chelse."Ucap Aciel setelah asisten rumah tangga itu pergi kebelakang untuk membuatkan minuman.
"Ih... Paman genit, kemarin aja nanyain Kak Chelsea terus."Kata Cabellita dengan polosnya langsung disenggol oleh Aciel.
"Lita...kamu jangan suka asal deh kalau ngomong!"Ucap Aciel sambil membulatkan kedua matanya agar Cabellita tidak membongkar rahasianya.
"Kenapa?Emang bener kan, bahkan tadi pagi maksa mau ikut ketika Mami bilang mau menjenguk Tante Rini, sejak ketemu Kak Chelsea dirumah, Paman selalu nanyain Kak Chelsea, terus saat tau Kalau kak Chelsea diculik,Paman yang saat itu sedang berada di Jawa telpon terus nanyain kabar tentang Kak Chelsea."Jelas Cabellita dengan polosnya menceritakan semuanya didepan Chelsea membuat Aciel jadi salah tingkah ketahuan terus memikirkan gadis cantik yang sekarang sedang duduk didepannya.
Didalam kamar.
"Halo gaes...."Sapa Adel saat memasuki kamar Rini yang dibiarkan terbuka.
"Adel...kamu kesini sama siapa?"Tanya Rini merasa terkejut dengan kedatangan Adel secara tiba-tiba.
"Sama Lita juga Aciel, mereka ada didepan bersama putri kamu Rin."Jawab Adel sambil berjalan menghampiri Rini yang sedang duduk diatas kasur karena keadaan Rini belum bener-bener pulih masih lemah belum boleh banyak bergerak.
"Sorry gue kemaren gak sempet jenguk lo waktu dirumah sakit, soalnya gue sedang berada di Bali,gue baru balik kemarin sore,tadi pagi setelah menjemput Cabellita sekolah gue datang ke rumah sakit,eh...lo malah udah dibawa pulang katanya,ya sudah gue langsung meluncur kesini aja dari rumah sakit,tapi gue gak bawa apa-apa"Jelas Adel.
"Gak apa-apa Del,lo sekarang udah mau datang kerumah aja gue udah seneng banget."Ucap Rini.
"Bagaimana ceritanya sih Rin, kok lo bisa ketembak,lo tuh ya seneng banget bikin kita cemas,"kata Adel duduk dipinggir ranjang didepan Rini.
"He...he... ceritanya panjang kapan-kapan aja deh aku ceritakan.Oh ya kok suami kamu gak ikut?"Tanya Rini.
"Dia sedang pergi keluar kota."Jelas Adel.
__ADS_1
"Tapi gue denger dari suami lo, katanya yang menembak lo si Siska ya Rin?"Tanya Adel.
"Eh,iya Del."Jawab Rini singkat.
"Tuh perempuan kok dari dulu masih juga jahat ke lo sih,ih...gemes deh pingin gue jadiin dia bergedel."Ucap Adel terlihat emosi.
"Hus... gak boleh ngomong seperti itu, semoga saja Mbak Siska menyadari kesalahannya."Ucap Rini.
"Tapi apa mungkin dia bakal berubah? Gue gak yakin kalau tuh perempuan berbisa bakal berubah Rin, gue malah seneng banget sekarang dia dipenjara,jadi gak ganggu keluarga lo lagi, biarkan saja dia membusuk sekalian didalam penjara biar tau rasa dia"Ucap Adel merasa lega akhirnya wanita yang dari dulu selalu membuat sahabatnya menderita akhirnya masuk penjara.
"Soal Chelsea... bagaimana perasaan dia setelah tau kebenarannya?"Tanya Adel dengan suara lirih.
"Gak tau Del, sampai sekarang dia masih suka terlihat murung setiap kali mengingat kejadian waktu itu,aku jadi sedih lihat dia seperti itu."Jawab Rini dengan wajah sendu.
"Permisi Bu,maaf saya mau membawakan minuman ini buat Bu Adel disuruh Mbak Chelsea."Ucap seorang gadis remaja yang masih terlihat sangat muda,dia adalah asisten rumah tangga Rini berdiri di depan pintu sambil membawa nampan.
"Oalah...ya sudah sini masuk aja Mbak."Perintah Rini.
"Baik Bu."Jawab asisten rumah tangga itu,ia meletakkan cangkir berisi teh hangat dan piring berisi buah apel yang sudah dikupas dan dipotong-potong diatas meja samping ranjang.
"Itu apa yang ada di piring Mbak?"Tanya Rini.
"Ini buah apel dari Bu Adel, Mbak Chelsea suruh saya membawakan ini buat Ibu."Jelas asisten rumah tangga Rini sambil menyerahkan piring berisi buah apel yang sudah dipotong-potong kepada Rini,lalu gadis remaja itu keluar lagi setelah menyerahkan piring yang berisi buah apel kepada majikannya
"Kamu yang bawa ini Del, kamu itu malah repot-repot lho Del."Kata Rini langsung mengambil satu potong buah apel diatas piring dan memakannya.
"Cuma buah lho Rin."Jawab Adel.
"Sungguh perhatian sekali putrimu ya Rin, semoga sifat Ibunya yang jahat itu tidak menurun pada Chelsea."Sambung Adel.
"Mami...."Anak perempuan Adel tau-tau nongol bersama Chelsea dan Aciel saat kedua emak-emak sedang asyik berbincang-bincang.
"Eh...ada Lita juga toh,ayok salim sama Tante sini."Ucap Rini dengan suara lembut sambil tersenyum melihat anak sahabatnya yang sangat menggemaskan.
"Tante Rini apa kabar?"Tante sakit apa?"Tanya Cabellita yang tidak tau kalau Rini sakit karena tertembak.
"Tante cuma kecapean aja kok sayang,besok juga sembuh."Jawab Rini sambil mengusap lembut rambut Cabellita yang berombak alias rada keriting
"Hay Ciel,kamu tambah ganteng aja deh, katanya kemarin kamu pulang ke Jawa ya? Bagaimana kabar Bunda dan saudara-saudara kamu Ciel?"Tanya Rini saat melihat anak dari bibi dan pamannya masuk bersama Chelsea.
"Puji Tuhan,kabar Bunda Nia dan saudara-saudara aku baik Mbak, Mbak Rini sendiri bagaimana kabarnya? Ada salam dari Bunda Nia dan Sari, sabenarnya mereka pingin ke Jakarta tapi Sari sedang sibuk merenovasi restorannya."Jawab Aciel.
__ADS_1
Tiiiin....
Saat mereka sedang asyik berbincang-bincang didalam kamar Rini, mereka dikagetkan dengan suara klakson motor yang berbunyi nyaring dari luar.