
Satu bulan kemudian.
"Mas.... bangun mas."Kata Rini membangunkan suaminya yang sedang terlelap tidur.
"Ada apa yang, memangnya sudah pagi ya? Perasaan mas baru tidur deh."Ucap Rendi dengan suara seraknya khas bangun tidur,ia membuka matanya perlahan untuk melihat jam yang menempel di dinding kamarnya.
"Lah... masih jam dua malam lho yang,set... kirain sudah pagi."Kata Rendi kembali menarik selimutnya sampai menutupi kepalanya setelah melihat jam yang ternyata masih menunjukkan pukul 02.00 WIB.
"Mas..... bangun dulu,"Teriak Rini sambil menarik selimut yang menutupi tubuh suaminya.
"Ada apa sih yang? Masih malam lho yang, ayok tidur lagi aja,"Rendi menarik tangan istrinya yang sedang duduk di sampingnya hingga jatuh diatasnya.
"Em....mas tau deh,kamu pasti bangunin mas tengah malam begini lagi pingin ya?"Kata Rendi sambil tersenyum menggoda Rini.
"Ih apaan sih mas Rendi,aku lapar mas."Jawab Rini sambil cemberut bangun dari atas tubuh suaminya.
"Hah...mas gak salah dengar yang?Jam segini kamu lapar? Perasaan tadi sore kamu makannya banyak deh, sampai habis dua piring."Kata Rendi kaget.
"Ayok temenin Rini kedapur mas, Rini lapar."Rengek Rini manja sambil menarik-narik lengan suaminya.
"Mas....."Panggil Rini lagi sambil menarik tangan Rendi.
"Iya yang,ayok."Kata Rendi terpaksa bangun dan duduk dipinggir ranjang sambil memejamkan matanya karena masih sangat ngantuk.
"Mas Rendi....!"Teriak Rini sambil menarik tangan suaminya yang malah diam dipinggir ranjang bukannya langsung berdiri.
"Eh.. iya-iya!"Jawab Rendi kaget langsung membuka matanya,ia langsung berdiri dan berjalan mengikuti langkah kaki sang istri yang masih menggenggam tangannya.
"Masih ada makanan apa ya didapur."Kata Rini sambil berjalan menuju dapur.
Rini menoleh kearah suaminya yang ternyata masih memejamkan matanya sambil berjalan.
"Huam ..."Rendi menguap dengan sangat lebar tanpa menutup mulutnya.
"Ih...baunya..."Ucap Rini menutup mulut suaminya dengan tangan kirinya, sedangkan tangan kanannya masih menggenggam tangan Rendi.
__ADS_1
"Em..."Rendi hanya tersenyum tanpa membuka matanya dan berjalan lagi dengan malas mengikuti langkah kaki Rini.
Street...
Kursi meja makan ditarik oleh Rini untuk tempat duduk suaminya.
"Mas Rendi duduk disini temenin Rini makan."Kata Rini menyuruh suaminya duduk, setelah suaminya sudah duduk ia berjalan untuk melihat isi kulkas.
"Ah....cuma ada buah-buahan sama telor,malas lah."Gumam Rini lirih.
"Makan mie instan enak kayaknya."Gumam Rini ketika membuka lemari diatas kompor yang menyatu atau menempel didinding,ia melihat ada setumpuk mie instan didalamnya.
Sedangkan Rendi kembali tidur dengan kepala diletakkan diatas meja makan.
"Non Rini."Panggil Inul merasa kaget saat melihat majikannya tengah malam berada didapur, Rini yang sedang mengambil mie instan langsung menoleh kebelakang karena merasa terkejut tiba-tiba ada suara perempuan dibelakangnya.
"Eh mbak Er, ngagetin aja deh."Ucap Rini sambil memegang dadanya sendiri.
"Maaf non,tadi aku penasaran waktu lagi mau kekamar mandi ingin buang air kecil mendengar ada suara-suara dari dapur.
Kirain ada tikus atau maling, hehehe..."Kata Inul sambil terkekeh.
"Waduh.. jangan-jangan non Rini mulai ada isinya tuh."Kata Inul menebak.
"Isi apaan mbak,Orang lagi kelaparan kok ada isinya."Jawab Rini dengan polosnya tidak mengerti dengan maksud ucapan dari asisten rumah tangga mertuanya itu.
"Maksud aku ada dedek bayinya non."Kata Inul menjelaskan.
"Ha..ha...gak mungkin lah mbak,aku gak mual-mual kok,cuma akhir-akhir ini sering merasa lapar,mau gemuk paling ya mbak."Jawab Rini sambil menyeduh air untuk membuat mie instan.
"Sini biar aku yang bikinin non."Kata Inul meminta dua bungkus mie instan yang sedang Rini genggam.
"Sudah,gak apa-apa biar aku sendiri saja yang bikin,kamu tidur lagi aja sana,besok kan mesti bangun pagi-pagi."Perintah Rini.
"Beneran non Rini gak apa-apa masak sendiri."Kata Inul.
__ADS_1
"Ya elah mbak,aku sudah biasa masak kali mbak waktu masih gadis,he..he.."Jawab Rini.
"Non Rini berani didapur sendirian?"Tanya Inul belum lihat keberadaan Rendi yang sedang tidur dimeja makan.
"Siapa bilang aku didapur sendirian,tuh sama dia."Kata Rini sambil memajukan mulutnya kearah Rendi yang sedang duduk di kursi dengan kepalanya diletakkan di atas meja makan.
"Oalah..ada den Rendi juga toh, hihihi.. maaf non,aku gak lihat tadi."Ucap Inul kembali terkekeh.
"Ya sudah aku tinggal ya non."Ucap Inul langsung pergi meninggalkan istri dari anak majikannya itu yang sedang merebus mie instan.
Rini memasukkan dua bungkus mie instan kedalam air yang sudah mendidih,tidak lupa ia masukkan beberapa cabe dan sayuran serta dua butir telur.
Setelah mienya sudah empuk,ia angkat dan dipindahkan ke dalam mangkuk berukuran jumbo.
"Em...mantap."Kata Rini sambil mencium aroma mie instan yang sudah siap disantap.
Dengan hati-hati ia membawa satu mangkuk berukuran besar yang didalamnya ada mie instan,ia meletakkan mangkuk itu diatas meja makan lalu duduk disamping suaminya.
"Em.. wangi banget masak apa sih yang?"Tanya Rendi mengangkat kepalanya dan membuka matanya berlahan saat mencium aroma mie instan buatan Rini yang aromanya harum.
"Buju busyet yang,gak salah tuh kamu bikin mie sebanyak itu,kamu bikin mie instan berapa yang?Memang abis yang?"Tanya Rendi merasa kaget saat melihat sebuah mangkuk berukuran besar didepan istrinya yang didalamnya terdapat mie instan yang masih penuh.
"Bikin dua mas,mas mau?"Tanya Rini dengan santainya sambil menyendok mie menggunakan garpu.
"Enggaklah,aku gak suka makan mie instan."Jawab Rendi langsung bengong melihat istrinya makan segitu banyak.
"Ya sudah kalau gak mau,aku makan dulu ya mas,mas tungguin."Kata Rini sambil mengunyah mie.
"Kamu gak apa-apa kan yang?"Tanya Rendi bengong sampai tidak berkedip melihat istrinya makan mie instan,ia jadi takut melihat istrinya yang akhir-akhir ini sangat rakus kalau makan.
Ia takut kalau istrinya kerasukan jin atau gendruwo yang doyan makan.
"Mas Rendi kenapa lihatin aku seperti itu?"Kata Rini manja dengan mulutnya yang masih penuh mie instan.
"Enggak apa-apa yang,ya sudah cepetan habisin mienya, terus kita tidur lagi."Perintah Rendi sambil menelan ludahnya sendiri melihat cara makan istrinya yang tidak seperti biasanya.
__ADS_1
"Oke..."Jawab Rini mempercepat makannya agar cepat habis.
"Hati-hati makannya yang!"Kata Rendi sambil mengusap lembut rambut istrinya.