
"Hai mas bro.... keren banget lo mas bro, gue aja satu belum dapet,la lo malah sudah dua kali."Kata teman Rendi yang bernama Lambang.
Dokter Lambang datang ke acara ngunduh mantu dirumah kedua orang tua Rendi karena bu Citra yang mengundangnya tanpa sepengetahuan Rendi.
"Kok lo bisa tau kalau gue nikah lagi?"Tanya Rendi yang merasa terkejut dengan kedatangan sahabatnya itu.
"Gue gitu lho....ya pasti taulah kalau berhubungan dengan pesta-pesta."Jawab Lambang dengan sombongnya.
"Alah.. paling mama yang kasih tau ya?"Tebak Rendi.
"Betul..betul.. betul."Jawab Lambang mengikuti ucapan upin-ipin.
"Ah mama nih, dibilangin jangan ngundang teman-teman gue malah ngundang si kucluk ini."Kata Rendi dengan malas.
"Mas Wahyu sama mas Johan ternyata datang juga mas."Bisik Rini lirih saat melihat dua pemuda tampan itu sedang berjalan kearahnya.
"Ini pasti Adel."Kata Rendi menatap tajam kearah Adel.
"Iya sorry cuy ..gue yang kasih tau mereka,gak apa-apa kali, mumpung mereka masih liburan belum balik ke Jakarta."Kata Adel dengan santainya tanpa merasa berdosa karena sudah memberitahu kedua pemuda itu tanpa sepengetahuan Rendi yang menang tidak menyukai kedua pemuda itu dekat dengan istrinya.
Terlihat suara berisik dan canda tawa dari para tamu membuat rumah pak Burhan dan bu Citra yang tadinya sepi jadi ramai.
"Ayok semuanya mari silahkan menikmati hidangan yang sederhana ini, jangan malu-malu ya,anggap saja berada di rumah sendiri."Kata pak Burhan kepada para tamunya.
"Hidangan sederhana apanya,orang makanannya mewah gini."Kata tetangga pak Karta sekali lagi di bikin takjub dengan makanan yang terlihat begitu lezat sudah ditata diatas meja panjang untuk mereka makan.
Tanpa malu-malu mereka langsung mengambil makanan itu dan melahapnya dengan sangat rakus membuat saudara-saudara kedua orang tua Rendi sampai menggelengkan kepalanya merasa geli dengan sikap para rombongan dari pengantin wanita.
"Weladalah.... keluarga menantu kamu ternyata rakus-rakus toh Han."Ucap saudara dari orang tua pak Burhan yang datang dari Solo.
"Gak apa-apa kok bude, silahkan menikmati hidangan dari kami yang sederhana ini ya bude."Kata pak Burhan sambil tersenyum simpul.
Rendi terlihat begitu bahagia berbincang-bincang dengan teman-teman istrinya dan juga Lambang, satu-satunya sahabatnya yang datang di pesta ngunduh mantu dirumah kedua mertuanya.
Tangannya terus menggenggam tangan istrinya dengan erat.
__ADS_1
"Seneng ya Ca, lihat majikan kita bahagia.
Lihatlah Ca,den Rendi,tuan Burhan dan nyonya Citra terlihat sangat bahagia.
Wajah den Rendi terlihat sangat begitu ceria beda banget saat ia menikahi non Siska ya Ca."
Kata Juju yang sedang duduk sambil menikmati makanan, diam-diam ia memperhatikan para majikannya.
"Iya benar kata kamu mbak Juju.
Aku juga ikut merasa bahagia melihat mereka bahagia seperti itu, semoga rumah ini akan dipenuhi canda tawa dengan kehadiran non Rini didalam rumah ini ya mbak."Ucap Caca dengan kedua mata berkaca-kaca karena merasa bahagia.
"Hayo....kakan gak ajak-ajak."Kata Inul yang baru datang dari depan mengagetkan dua teman sekerjanya yang sudah makan duluan.
"Lagian kamu dari tadi gak datang-datang ya sudah kita makan duluan deh,lapar..."Kata Caca sambil mengunyah nasi.
"Aku tadi habis ngobrol sama ponakan-ponakannya non Rini, mereka sungguh lucu-lucu dan menggemaskan."Kata Inul mengambil makanan yang ada diatas meja panjang lalu duduk disamping kedua temannya.
"Oalah...gue lupa ambil minum, jagain makanan aku ya Ca,aku mau ambil es buah lah disana."Kata Inul bangkit dari duduknya dan berjalan cepat ke meja yang ada diujung untuk mengambil es buah.
"Aw.."Teriak Inul hampir terjatuh tapi langsung ditahan oleh orang yang tidak sengaja bertabrakan dengannya.
Orang itu melingkarkan tangannya ke pinggang Inul, agar Inul tidak terjatuh.
Jarak wajah mereka sangat dekat,mata mereka saling bertemu, beberapa detik mereka sama-sama terhipnotis,saling diam saling bertatapan.
"Eh.. maaf tuan,"Ucap Inul yang tersadar,merasa gugup campur malu saat orang itu memeluknya dan menatap wajahnya.
"Oh...iya sorry,apa mbak tidak apa-apa?"Tanya orang itu sambil melepas pelukannya.
"Mas Jo.. ngapain disitu,sini."Panggil Riko dari depan.
"Sebentar,gue mau ambil minum dulu ."Jawab orang yang bertabrakan dengan Inul yang ternyata adalah Johan.
"Sorry mbak,gue tinggal dulu."Ucap Johan langsung mengambil minuman yang sudah disiapkan diatas meja dan bergegas pergi untuk menemui teman-temannya.
__ADS_1
"Hufh...gila, ganteng banget orang tadi, sempurna, terlihat lebih ganteng dari den Rendi."Kata Inul kagum.
Ia menyendok es buah dimasukkan kedalam mangkuk kecil yang sudah tersedia disana dan bergegas pergi untuk bergabung dengan kedua teman sekerjanya.
Inul berjalan sambil tersenyum mengingat kejadian tadi.
Ia langsung duduk disamping kedua temannya tanpa berbicara.
Senyumnya terus mengembang sambil menyantap makanannya.Kedua matanya melihat entah kemana,ia menyendok makanan dan menyuapkan nasi ke-mulutnya sendiri tanpa melihat ke makanan yang ia makan
"Lo kenapa Nul, senyum-senyum sendiri dari tadi."Kata Juju melihat aneh kearah Inul yang dari tadi senyum-senyum sendiri.
"Hah..."Inul langsung menoleh kearah Juju tampak gugup.
"Lo kesambet apa? Tiba-tiba tingkah lo jadi aneh gitu."Lanjut Caca melihat Inul yang tiba-tiba jadi pendiam sambil senyum-senyum sendiri.
"Aku tadi habis dipeluk cowok ganteng Ca,em....tuh cowok ganteng banget Ca."Kata Inul sambil memegang pipinya sendiri membayangkan kejadian tadi saat dirinya bertatapan mata dengan laki-laki yang bernama Johan.
"Cowok yang mana Nul?"Tanya Caca penasaran.
"Itu lho Ca, yang tadi datang bareng den Wahyu."Jawab Inul menunjukkan pemuda tampan yang sedang ngobrol dengan teman-teman dari majikannya.
"Haduh... sepertinya aku jatuh cinta dengan pandangan pertama deh."Ucap Inul dengan polosnya.
"Haduh Nul,kamu jangan terlalu banyak bermimpi,dia bukan golongan kita.
Jangan sampai kamu menyukai dia, nanti kamu akan terluka karenanya."Juju mengingatkan Inul.
"Iya sih,aku sadar diri kok mbak."Jawab Inul langsung menundukkan kepalanya dengan wajah berubah murung.
"Bukan maksud aku bikin kamu sedih Nul,tapi sebagai teman aku gak mau melihatmu kecewa dan sakit hati karena mencintai orang yang salah."Juju kembali mengingatkan Inul.
"Iya mbak, makasih ya mbak sudah mau mengingatkan aku."Ucap Inul sambil tersenyum yang iya paksakan.
"Inul..."Caca meletakkan makanannya di meja dan memeluk Inul dari samping untuk menguatkan hati Inul yang baru mengalami patah hati karena menyukai orang yang salah.
__ADS_1