
Didalam mobil, Salsabila masih terus memberontak minta agar pintu mobil dibuka sambil terisak karena sikap Agung yang sudah bersikap sangat kurang ajar terhadapnya.
"Sudahlah Sa...lo jangan berisik bisa gak si?Gue anterin lo ke kontrakan,jangan ribut.
Gue gak mau lo kenapa-kenapa, sekarang sudah malam, bagaimana kalau nanti ada preman yang godain lo dijalan."Kata sambil memegangi tangan Salsabila yang tidak mau diam memukul-mukul pintu mobil.
"Pak Agung..bukain pintunya kalau gak saya benar-benar berteriak,hiks..hiks...!"Ucap Salsabila sambil menghempaskan tangan Agung dengan kasar,ia berganti memukul dada Agung dengan dengan telapak tangan yang dikepalkan.
"Diam...Kamu bisa diam gak?Apa kamu pingin aku melakukan yang lebih buruk dari tadi?"Bentak Agung sambil memegang kedua tangan Salsabila dengan kuat karena sudah merasa bingung mesti bagaimana cara menjelaskan dan meyakinkan ke Salsa agar dia mau mendengarkan ucapannya.
Salsabila langsung diam seketika saat mendengar ucapan dari Agung yang terdengar seperti sebuah ancaman yang menakutkan.
Ia merasa ngeri sendiri, membayangkan bagaimana jika itu benar-benar terjadi, dirinya pasti tidak bisa melawan karena tidak punya tenaga.
"Oke..diamlah,gue antar lo ke kontrakan lo sekarang."Kata Agung sambil melepaskan kedua tangan Salsabila.
Agung kembali menjalankan mobilnya dengan perasaan bersalah karena sudah melakukan hal yang membuat pujaan hatinya marah.
Tapi namanya juga Agung, pantang baginya untuk mengucapkan kata maaf mesti sudah berbuat salah.
baginya kata maaf hanya bisa diucapkan satu kali saja dan dia sudah mengucapkan kata maaf itu sekali.
"Hiks..hiks..."Salsabila kembali menangis,ia merasa berdosa kepada suaminya karena sudah membuat bibirnya dicium oleh laki-laki lain.
"Sudah dong..jangan nangis terus,lo lebay banget sih,baru dicium doang nangisnya sudah seperti habis di apain aja."Kata Agung dengan santainya tanpa merasa bersalah sudah membuat Salsabila menangis karena sudah berbuat kurang ajar terhadapnya.
"Jahat..bapak benar-benar jahat,kenapa bapak lakukan itu ke saya?Apa yang harus saya katakan sama suami saya nanti,dia pasti sangat marah dan membenci saya karena sudah mengkhianatinya,hiks.... Padahal saya sudah berjanji akan selalu setia sama dia,tapi bapak malah sudah,hua.....!"Kata Salsa mengencangkan tangisannya.
Tangisnya kembali meledak saat teringat kejadian saat Agung secara tiba-tiba mencium bibirnya.
"Haduh..udah dong sa, please jangan nangis.
__ADS_1
Gue yakin kalau suami lo juga berharap lo bisa hidup bahagia,dia gak akan marah.
Suami lo pasti juga berharap lo bisa kembali hidup bahagia,gue suka sama lo sejak pertama kali gue lihat lo dipabrik."Kata Agung sambil menyetir mobil.
"Hua.."Tangis Salsabila malah semakin kencang saat mendengar ucapan Agung.
"Sa...Kok malah kencang sih nangisnya,haduh sudah dong Sa,apa mau gue cium lagi."Kata Agung sengaja mengatakan itu agar Salsabila menghentikan tangisnya.
Dan ternyata berhasil, Salsabila langsung diam saat mendengar ucapan Agung.
"Hiks...Kenapa bapak cinta sama saya?Gak boleh,bapak gak boleh cinta sama saya,hiks...."Kata Salsabila sambil sesenggukan.
"Kenapa?Apa karena lo sudah punya suami?"Tanya Agung tanpa menoleh ke arah Salsabila.
"Hiks..hiks..."Salsabila kembali menangis teringat dengan suaminya yang sudah berada di surga terlebih dahulu.
Ia menutupi wajahnya menggunakan kedua telapak tangannya untuk menyembunyikan wajahnya yang terlihat jelek kalau sedang menangis.
Tiba-tiba Agung menghentikan mobilnya membuat Salsabila langsung membuka kedua tangannya yang menutupi wajahnya.
Klek..
Salsabila mencoba membuka pintu mobil ternyata masih terkunci.
"Pak, tolong bukain pintunya!"Rengek Salsabila menoleh ke arah Agung.
"Lo belum jawab pertanyaan gue tadi."Kata Agung tanpa menoleh ke arah Salsabila.
"Pertanyaan apa? Bapak ingin saya berteriak agar para warga datang menghajar bapak karena hendak berbuat mesum dengan saya?"Kata Salsabila melihat ke arah Agung.
"Gue serius ingin bersama lo Sa, menikahlah dan hidup dengan gue.
__ADS_1
Hidup gue jadi kacau balau gara-gara lo,jadi lo harus tanggung jawab sudah buat hidup gue seperti ini."Kata Agung menatap wajah Salsabila dengan serius.
"Kenapa harus saya? Bukannya bapak sudah punya kekasih?Bapak menikah saja dengan kekasih bapak itu."Kata Salsabila memalingkan wajahnya.
"Sudah saya katakan kalau saya sudah menikah,saya gak mungkin menikah sama bapak, karena saya gak mau mengkhianati suami saya, bagaimana nanti yang harus saya katakan ke suami saya,dia pasti akan sangat marah."Kata Salsabila dengan wajah melihat kesamping kaca pintu mobil menyembunyikan air matanya yang mulai keluar lagi dari tempatnya.
Ia kembali teringat dengan suaminya yang sudah tiada.
Mereka harus berpisah ketika mereka baru menikah, bahkan mereka belum sempat melakukan malam pertama mereka karena sehari setelah menikah keadaan suaminya memburuk dan harus dirawat di rumah sakit,tiga bulan dirawat di rumah sakit akhirnya suami Salsabila menghembuskan nafas terakhir,dia pergi untuk selamanya membiarkan Salsabila menjadi janda saat usianya belum genap 19 tahun.
"Kenapa gak boleh?"Kata Agung sambil membalikkan badan Salsabila menggunakan kedua tangannya agar menghadap ke arahnya.
"Sampai kapan lo berpura-pura, berbohong seolah-olah suamimu masih hidup.
Gue sudah tau semuanya Sa, gue suka sama lo gak perduli dengan siapa lo.
Gue yakin suami lo juga pasti mengharapkan agar lo bisa kembali hidup bahagia, karena lo berhak mendapatkannya."Kata Agung yang sukses membuat Salsabila membulatkan kedua matanya dengan sempurna karena ternyata rahasianya telah diketahui oleh laki-laki yang saat ini sedang bersamanya.
"Gue berjanji akan membuat hidup lo bahagia,jadi menikahlah dengan gue Sa."Kata Agung masih menatap wajah Salsabila dengan sangat serius.
"Da.. darimana bapak tau,ka.. kalau aku...!"Kata Salsabila gugup.
"Itu tidak penting,yang jelas gue sangat mencintai lo dengan sepenuh gati, percayalah sama gue karena gue gak main-main.
Umur gue sudah tidak muda lagi,gue ingin serius dalam menjalin hubungan, gue berjanji akan buat hidup lo bahagia."Kata Agung.
Agung menggeser duduknya dan mendekap tubuh Salsabila dengan erat, tidak perduli mesti Salsabila memberontak berusaha melepas dekapan Agung yang begitu erat.
"Biarkan aku memelukmu sebentar Sa,menangislah sepuasnya agar perasaan kamu menjadi lebih baik, habis ini pastikana kamu tidak menangis lagi karena aku akan terus membuat hidupmu bahagia,gak akan kubiarkan air matamu keluar dari tempatnya."Kata Agung dengan lembut dan sopan tidak menggunakan kata gue-lo lagi sambil memeluk tubuh Salsabila, dibelainya rambut Salsabila dengan lembut.Salsabila yang tadinya memberontak berusaha melepas pelukan bosnya itu akhirnya pasrah tubuhnya berada didalam dekapan Agung.
Ia menangis sejadi-jadinya menumpahkan semua kesedihannya selama ini didalam dekapan Agung.
__ADS_1
"Hiks.. hiks..."Salsabila kembali terisak mendengar ucapan laki-laki yang berbeda usia tiga belas tahun lebih tua darinya.
Salsabila yang baru berusia 22 tahun, sedangkan Agung sudah berusia 35 tahun.