Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Berkunjung ke tempat Sekar.


__ADS_3

"Assalamu'alaikum..."Rini memberi salam di rumah orang tua Sekar.


Siang harinya Rini berkunjung kerumah orang tuanya Sekar setelah diberitahu kalau Sekar akan menikah.


"Wa'alaikum salam."Jawab seorang perempuan dari dalam rumah.


Klek..


Terlihat seorang perempuan paruh baya setelah pintu dibuka.


"Oalah... Rini toh,sini nak Rini masuk.


Kamu kapan pulang dari Jakarta?"Tanya perempuan paruh baya itu yang ternyata adalah ibunya Sekar.


"Baru pulang kemarin bu,ibu apa kabar?"Kata Rini sopan sambil mencium punggung tangan perempuan paruh baya itu.


" Alhamdulillah kabar ibu sangat baik "Jawab ibunya Sekar sambil tersenyum ramah.


"Sekar-nya ada bu?"Tanya Rini.


"Ada didalam kamarnya, sebentar ya ibu panggilkan."Kata ibunya Sekar.


"Kamu duduk dulu gih."Lanjutnya.


Lalu beliau pergi kedalam untuk memanggil putrinya.


"Karyo.....!"Panggil Rini setelah melihat Sekar.


"Rini...!"Balas Sekar berlari menghampiri Rini sahabat baiknya dari masih kecil.


Mereka berpelukan sebentar untuk melepas rindu.


"Ayok ikut gue!"Kata Sekar melepas pelukannya lalu menarik tangan Rini untuk diajak ke kamarnya.


Mereka berlari seperti anak kecil kedalam kamar Sekar.


"Duh...yang mau jadi istri orang jam segini udah bertapa aja didalam kamar."Goda Rini setelah mereka sudah berada di dalam kamar.

__ADS_1


"Gue lagi dipingit cuy,gak boleh kemana-mana selama seminggu sebelum hari h, sabenarnya bosen banget deh,tapi apalah daya gue,kalau orang tua sudah bicara kita harus nurut demi kelancaran dan kemudahan acara,he..he..."Jawab Sekar sambil tertawa kecil.


"Iya deh.... ngerti."Kata Rini.


"Eh..lo kapan pulang?"Tanya Sekar.


"Kemarin Kar, sumpah gue kaget banget waktu dikasih tau nyokap kalau lo mau nikah sama Riko, terus bagaimana dengan pacar lo yang di Jakarta itu?Kapan kamu pacaran sama Riko tau-tau mau nikah sama dia aja.


Kok bisa sih Kar? Gimana ceritanya?"Kata Rini menyerang Sekar dengan banyak pertanyaan.


"Ceritanya panjang,yang jelas sekarang gue mau nikah sama Riko, ternyata hanya dia yang bisa ngerti perasaan gue."Kata Sekar sambil tersenyum malu.


"Ciye-ciye...."Goda Rini lagi.


"Cowok lo yang di Jakarta bagaimana?"Tanya Rini lagi.


"Uh..gue sebel sama dia,jadi cowok gak modal banget,masa apa-apa gue yang bayarin.


Gue putusin ajalah dia,malas gue pacaran sama cowok yang maunya cuma senengnya aja."Jelas Sekar.


"Oh gitu...!"Ucap Rini.


"Gue gak tau Kar, Bapak ngelarang kita ketemuan."Jawab Rini dengan wajah sendu.


"Lho... memangnya kenapa?"Kata Sekar penasaran.


"Bapak gak boleh jika gue deketin atau nikah sama mas Rendi soalnya mas Rendi sudah punya istri."Jelas Rini.


"Hah.. Rendi sudah nikah?Sama siapa?Kok bisa? Terus lo sama Rendi bagaimana?"Kata Sekar kaget balik menyerang Rini dengan berbagai pertanyaan.


"Gak tau lah Kar,gue bingung."Jawab Rini dengan kepala menunduk.


"Udah..lo jangan sedih, gue doain semoga masalah lo sama Rendi cepat selesai ya,kata emak gue kalau emang udah jodoh gak bakal kemana."Kata Sekar berusaha menghibur sahabatnya itu sambil mendekap tubuh Rini kedalam pelukannya.


"Iya Kar makasih ya!


Oh iya Adel sudah lo beritahu belum Kar?"Kata Rini sambil melepas pelukan Sekar.

__ADS_1


"Gue juga pingin denger cerita lo kok bisa sama Riko sih?Ayok cepetan lo harus cerita sekarang."Lanjut Rini gak sabar.


"He..he..iya gue kasih tau deh!Gue belum sempat kasih tau Adel lah Rin,orang ini mendadak kok.


Gue sama Riko sabenarnya awalnya cuma telpon-telponan aja,gue sering telpon dia buat curhat saat gue lagi ada masalah.


Riko jadi sering telpon gue,kita ngobrol bareng terus pas dua minggu yang lalu gue pulang, Riko main kerumah,dia langsung nembak gue katanya mau serius sama gue,Yang bikin gue syok dia langsung ngajak nikah didepan orang tua gue yang kebetulan ada dirumah.Lo bisa bayangin sendiri gimana perasaan gue kagetnya seperti apa,gak ada angin gak ada hujan tau-tau ada yang ngajak nikah.


Tapi kedua orang tua gue langsung setuju dan bilang sama Riko supaya suruh ajak kedua orang tuanya untuk menemui mereka.Dan benar saja,besoknya dia mengajak kedua orangtuanya kerumah, terus ngobrol akhirnya kedua orang tua kita masing-masing setuju untuk nikahin kita berdua, katanya semakin cepat semakin baik.Gue gak bisa ngomong apa-apa,cuma bisa nurut aja.Jadi cerita gue sama Riko singkat banget Rin,gak ada pacar-pacaran dulu, langsung dilamar gitu aja gue sama dia."Kata Sekar menjelaskan.


"So sweet banget deh ternyata si Riko.


Gue tau sabenarnya dia tuh sudah lama suka sama lo."Kata Rini memberitahu.


"Ah masa sih?Tapi dia gak pernah bilang sama gue kalau dia suka sama gue."Kata Sekar gak percaya.


"Lo masih ingat gak waktu kita ada di gunung tempat paman Bowo sama bi' Nia, Riko kan pernah bilang kalau dia suka sama cewek seperti Sekar, sabenarnya dia tuh bilang jujur kalau itu perasaan dia yang sabenarnya,tapi lo nya aja yang gak peka.


Dia suka sama lo sejak masih SMP,dia sendiri yang cerita sama gue tapi dia bilang gak mau merusak persahabatan hanya karena perasaan dia itu,akhirnya dia simpen sendiri tuh perasaan dia tanpa ngasih tau ke elo.


Gue gak nyangka ternyata dia setia nunggu lo selama ini,lo beruntung jika harus menjadi istri Riko beneran deh Kar,gue setuju banget jika lo sama Riko, walaupun kadang sikapnya sedikit konyol tapi dia tuh cowok yang perhatian, penyayang dan setia."Kata Rini sambil menepuk pundak Sekar.


"Beneran Rin?Oh...gue sungguh terharu dengernya,gue gak tau kalau dia suka sama gue,abis dia orangnya kayak gitu sih, suka genit dan suka godain cewek-cewek,aku kira sikap manisnya dia sama gue cuma sikap biasa yang sering dia lakukan sama yang lain,makanya gue gak terlalu perduli.


Makasih ya Rin, semoga dia yang terbaik buat gue."Kata Adel dengan wajah berubah merah karena malu sekaligus senang mendengar ucapan Rini soal Riko.


Setelah cukup lama mereka berbincang-bincang, akhirnya Rini pamit pulang karena hari sudah sore.


Malam harinya Rini meminjam handphone milik bapaknya untuk menelpon Adel.


"Halo Del,lo dah ketempat mas Johan belum?"Tanya Rini dipanggilan telpon.


"Sudah Rin,nih handphone lo sekarang sudah sama gue,tapi gue belum bisa pulang ke kampung soalnya lagi ada ujian semester,minggu depan gue baru bisa pulang kampung."Jawab Adel.


"Ya sudah gak apa-apa Del.


Lo udah denger belum Del?Sekar mau nikah sama Riko lho Del."Kata Rini memberitahu.

__ADS_1


"What?Demi apa? Seriusan?"Tanya Adel nampak kaget.


"Iya Del, gue tadi habis ketempat Sekar, mereka akan menikah satu minggu lagi."Kata Rini memberitahu Adel.


__ADS_2