
"Bunda... Hiks... Siska sudah gak sanggup tinggal dirumah mama Citra sama papa Burhan, Siska ingin pergi saja dari sana."Ucap Siska sambil terisak.
"Memangnya kenapa sayang?Apa mereka sudah berbuat jahat sama kamu?"Tanya bunda Karmila.
" Mereka tidak jahat bun,yang jahat Rendi, ternyata dia masih berhubungan dengan perempuan jala**ng itu bun, Siska sama sekali gak dianggap sama dia,dan lebih parahnya lagi, kedua orang tuanya hanya diam saja, karena papa Burhan sakit, biasanya papa yang membela Siska,tapi sekarang dia tidak berguna lagi karena tidak bisa apa-apa, semua harus dilakukan orang lain, bahkan mau ke kekamar mandi buang air kecil saja haru di bantu orang lain untuk masuk kedalam kamar mandi, sungguh merepotkan.
Berbagai cara sudah Siska lakukan untuk membuat mas Rendi mau menerima Siska sebagai istrinya tapi selalu gagal, Siska kesal bun,ditambah papanya Rendi sekarang lumpuh, Siska harus ikut mengurusnya karena mama Citra katanya untuk beberapa hari kedepan akan sering ke konveksi karena ada masalah di konveksi-nya,itu berarti untuk beberapa hari kedepan Siska akan sering disuruh menjaga dan mengurusi papa."Kata Siska menjelaskan dengan wajah kesal.
"Ya sudah kamu ikuti saja perintah mertuamu nak, buat mereka percaya sama kamu, dengan demikian kita akan dengan mudah menguasai harta mereka, biarkan saja Rendi mau berhubungan dengan siapa,yang penting kedua orang tuanya sayang dan percaya sama kamu.
Bersabarlah nak,semua harta kedua orang tua Rendi cepat atau lambat pasti jatuh ke tanganmu karena kamu menantu kesayangan mereka."Kata bunda Karmila menasehati anaknya.
"Taulah bun, Siska sudah gak tahan lagi.
Ini semua gara-gara perempuan itu,yang sudah merebut Rendi dari Siska.
Rasanya Siska ingin segera menyingkirkan pela**cur itu bun."Kata Siska penuh emosi.
"Siapa perempuan itu?Apa kamu tau dimana rumahnya?Kita singkirkan saja perempuan penggoda suami kamu itu Sis,bunda akan membantumu,kamu tenanglah karena bunda akan selalu membantumu."Kata bunda Karmila dengan sebuah rencana jahatnya.
"Apa yang akan bunda lakukan?"Tanya Siska.
"Em .."Bunda Karmila hanya tersenyum dengan sebuah rencana hanya dia yang tau.
Ditempat lain terlihat Rini sedang berbelanja dengan Adel di sebuah mall Ramayana Pekalongan.
Mereka terlihat bersemangat memilih-milih baju.
"Lihat Del,bagus banget ya."Kata Rini sambil menunjuk ke sebuah gaun warna pink yang modelnya sederhana tapi terlihat elegan.
"Ah lo mah gaun mulu deh,kesini aja yok."Ajak Adel menarik tangan Rini untuk pergi ke toko baju yang lain.
Saat mereka sedang berjalan sambil bercanda, mereka berpapasan dengan Rendi yang sedang mendorong papanya dikursi roda dan juga bu Citra yang sedang berjalan disamping Rendi.
Rini menundukkan kepalanya memberi hormat untuk kedua orang tua Rendi.
__ADS_1
pak Burhan menatap Rini dengan tatapan yang sulit diartikan, sedangkan bu Citra menatap Rini dengan tatapan tidak suka.
"Heh..."Bu Citra memalingkan wajahnya tidak mau melihat kearah Rini
"Ayo cepetan Ren, tiba-tiba mama jadi mual."Kata bu Citra dengan sombongnya.
"Huh... sombong."Kata Adel lirih.
"Hus..."bisik Rini sambil menginjak kaki Adel.
"Aw.. sakiiiit."Teriak Adel lirih sambil memegangi kakinya.
"Maaf tante, permisi.."Kata Rini berjalan sambil menarik tangan Adel.
Bu Citra terlihat cuek masih memalingkan wajahnya tidak mau melihat kearah Rini.
"Ma..mama gak boleh seperti itu sama mereka."Kata Rendi tidak suka kekasihnya diperlakukan tidak baik oleh mamanya.
"Kenapa kamu gak suka?"Tanya bu Citra dengan wajah jutek.
"Iya ma, Rendi gak suka."Jawab Rendi tegas.
"Sudahlah ma, jangan bahas masalah itu disini."Kata Rendi tidak enak dilihatin banyak orang.
Pak Burhan hanya diam saja dengan kedua mata berkaca-kaca,gak ada yang tau apa yang sedang ia rasakan saat ini.
Mereka pun melanjutkan berjalan kesebuah restoran yang ada didalam mall Ramayana Pekalongan.
"Sumpah tuh emak, pingin rasanya gue taplok biar merot-merot deh tuh punya mulut."Kata Adel terus bicara menyumpahi ibunya Rendi.
"Adel...lo mau buat celaka ibunya pacar gue."Ucap Rini tidak terima.
"He..he... lupa ada calon mantunya disini."Goda Adel sambil terkekeh.
"Adel...!"Teriak Rini sambil mencubit lengan sahabatnya itu dengan kuat
__ADS_1
"Waduh Rin, sakit tau!
Tadi kaki gue lo injak, sekarang lengan gue lo cubit.Hua..simboke....anak wedokmu dianiaya iki mbok..!"Kata Adel berlebihan membuat semua orang menoleh kearah mereka dan tertawa kecil.
"Adel...lo malu-maluin lah,tuh lihat orang-orang pada liatin kita."Bisik Rini lirih.
"Ups..."Adel menutup mulutnya sambil menoleh kearah orang-orang yang sedang tertawa melihat tingkahnya.
"Hehehe..halo gaes!"Sapa Adel ke sekelompok pemuda yang sedang melihat kearahnya sambil tertawa kecil.
"Haduh mak..."Kata Rini langsung menarik tangan Adel untuk pergi dari sana secepatnya karena malu dengan tingkah temannya yang lebay.
"Kita makan disana saja yok!"Ajak Rini menunjukkan kesebuah restoran seafood.
"Enggak lah,malas gue makan seafood, gue lagi pingin makan soto Pekalongan yang ada di samping mall."Kata Adel.
"Ya sudah ayok kita keluar sekarang, gue lapar banget nih."Ajak Rini yang perutnya sudah keroncongan minta diisi.
"Dasar perut magic com,bentar-bentar lapar, makan banyak tapi gak gemuk-gemuk heran gue."Kata Adel sambil memperhatikan tubuh Rini yang kerempeng menurut Adel.
"Ish...lo jahat banget sih Del ngatain gue magic com."Protes Rini sambil berjalan mengikuti langkah kaki Adel.
Sabenarnya di dalam restoran seafood yang tadi ditunjuk Rini,ada Rendi beserta kedua orangtuanya sedang makan, untung Adel dan Rini gak jadi ke restoran itu,kalau mereka tadi kesana, waduh...gak bisa dibayangin deh, pasti bakal terjadi keributan disana.
"Hangatnya...!"Kata Rini saat mereka sudah berada diluar mall.
"Iya ya Rin,tadi didalam dingin banget, sampai diluar kok jadi hot gini ya,he..he.."Lanjut Adel.
Mereka langsung berjalan menuju sebuah warung penjual soto dekat mall Ramayana Pekalongan.
"Bune... maem."Kata Rini kepada penjual soto saat mereka sudah berada di dalam warung nasi yang menyediakan soto Pekalongan juga.
"Iya ndu' sebentar tak siapin dulu ya."Kata ibu penjual.
"Rin,gue besok mesti balik ke Jakarta.
__ADS_1
Lo mau nitip gak buat mantan bos lo yang guanteng itu atau sama Wahyu yang cool."Kata Adel.
"Yah Del,masa lo udah mau balik ke Jakarta sih?Gue sama siapa dong, Sekar udah nikah."Kata Rini jadi sedih.