Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 36.Mengajak kesuatu tempat


__ADS_3

Hari ini Agung tampak tidak fokus bekerja, pikirannya kacau balau gara-gara tidak bisa berangkat kerja dengan perempuan pujaan hatinya.


"Hah....sial,kenapa gue tidak bisa berhenti memikirkannya?"Ucap Agung sambil mengacak rambutnya sendiri.


Agung menghentikan pekerjaannya,dia langsung bergegas keluar meninggalkan ruang kerjanya.


dert .....


Handphone Agung berbunyi saat Agung sedang berjalan.


Dirogohnya handphone miliknya yang ada di kantong kemejanya.


Terlihat dilayar handphone tertulis nama Julius, Agung langsung mengangkat panggilan telpon dari sahabatnya sekaligus mantan bosnya itu.


"Halo bro..."Sapa Agung setelah mengangkat panggilan telponnya.


"Sombongnya sekarang yang sudah menjadi bos ya.... tidak pernah telpon lagi."Ucap seseorang yang ada di seberang telepon.


"Sorry bro...gue lagi sibuk banget sampai gak sempet mainan handphone.Maklumlah bro baru belajar memimpin perusahaan,he..he...."Jawab Agung sambil tertawa kecil.


"Nanti malam lo datang kan ke pernikahan Jose!"Ucap Julius.


"Semoga saja gue bisa datang bro... lihat nanti sore bagaimana ya bro."Ucap Agung.


"Joss bilang kita mesti bawa pasangan kita masing-masing kalau mau datang ke pernikahannya."Kata Julius.


"Nah lo... udah dapet belum pasangan lo?Kalau gue sih udah dong..."Ucap Agung dengan santainya.


"Ya iyalah yang udah punya Nadia."Ucap Juli di panggilan telpon.


"Bukan dia dong,gue udah dapet cewek pujaan hati gue yang baru."Ucap Agung sambil tersenyum sendiri membayangkan wajah Salsabila, yang tentu saja senyum Agung tidak bisa dilihat Julius.


"Hai... dasar cowok brengsek lo! Nadia mau dikemanakan?"Kata Julius mengatai Agung.


"Lo kan tau sendiri gue jadian sama dia karena dia mendekati gue terus, gue gak cinta sama dia."Jawab Agung dengan cueknya.


"Dasar lo Gung,ya sudah sampai ketemu nanti malam,bye....tut..tut..." Ucap Juli, terdengar panggilan telpon dimatikan oleh Julius.


Agung memasukkan handphone miliknya kedalam kantong kemejanya lagi,dia melanjutkan berjalan hendak melihat para karyawan pabrik bekerja.

__ADS_1


Tebak mau kemana kira-kira Agung?mau kemana lagi kalau gak lihat perempuan yang sudah membuatnya uring-uringan di pagi hari ini,he..he...


"Bukannya itu pak Agung?Pak Agung mau kemana ya? sepertinya terburu-buru sekali jalannya."Ucap salah satu karyawan pabrik saat melihat bosnya sedang berjalan menuju ruangan pembuatan potongan kain menjadi barang jadi atau tempat menjahit baju.


ruangan yang sangat luas seperti sebuah lapangan yang berisi ratusan karyawan.


Agung langsung masuk kedalam ruangan itu, kedua matanya langsung menuju ke tempat dimana Salsabila duduk.


Agung dengan langkah kaki panjangnya terus berjalan menuju tempat dimana Salsabila sedang bekerja.


"Kamu bisa ikut aku sebentar?"Kata Agung dengan suara tegas terlihat berwibawa setelah berada disamping Salsabila.


"Hah...apa pak?"Tanya Salsabila menoleh ke arah laki-laki yang sedang berdiri di sampingnya, Salsabila sempat kaget dengan kehadiran bosnya itu yang tiba-tiba ada disampingnya,dia tidak mendengar ucapan Agung karena suara mesin yang terlalu berisik.


"Matikan mesin lo, ikutlah dengan gue sekarang."Ucap Agung dengan suara keras.


"Oh...baik pak !"Ucap Salsabila langsung mematikan mesin jahitnya, Salsabila merapikan kain yang sedang dijahit lalu diletakkan di atas meja mesin jahit dan bergegas mengikuti langkah kaki Agung yang sudah berjalan duluan.


Tampak para karyawan yang lain menatap curiga Salsabila dan Andrew.


"Maaf pak...ada apa bapak memanggil saya?"Tanya Salsabila setelah mereka berada diluar gedung yang digunakan untuk menyatukan potongan-potongan kain menjadi sebuah baju yang siap dipasarkan.


"Huh .. dasar laki-laki aneh, mentang-mentang anak dari pemilik pabrik seenaknya saja."Kata Salsabila menggerutu didalam hati dengan wajah cemberut mengikuti langkah kaki bosnya itu.


Agung terus berjalan tanpa menoleh kebelakang ke arah Salsabila yang berjalan di belakang Agung.


Salsabila yang berjalan dibelakang Agung mendengar seseorang berbicara berbisik dengan temannya.


"Dasar perempuan jala**g, pasti dia udah melakukan sesuatu tuh sampai dipanggil keruangan bos.Atau jangan-jangan mereka mau cipi-cipi.....hi..hi...."Ucap perempuan yang ada di belakang Salsabila lirih tapi masih bisa di dengar oleh Salsabila.


Mendengar dirinya sudah di tuduh yang bukan-bukan, Salsabila hanya diam saja sambil menundukkan kepalanya mengikuti langkah kaki Agung.


Agung menyuruh Salsabila masuk kedalam ruangannya.


Salsabila tampak ragu-ragu masuk kedalam tempat kerja Agung.


"Masuk... tidak usah takut, gue tidak akan memakan lo."Ucap Agung ketus.


"Duduk!"Perintah Agung saat melihat Salsabila hanya berdiri saja didepannya.

__ADS_1


Salsabila menuruti perintah Agung dengan perasaan takut, bingung, penasaran, pokoknya campur aduk jadi satu karena tiba-tiba wakil pemilik pabrik garmen yang terkenal tertutup dan cuek dengan siapapun.memanggilnya langsung datang sendiri menemuinya tanpa menyuruh orang kepercayaannya untuk ikut ke ruang kerjanya.


"Lo tau kenapa gue panggil lo kesini?"Tanya Agung tegas dengan wajah datar menatap tajam ke arah Salsabila..


Salsabila menggelengkan kepalanya tidak tau.


"Sabenarnya gue juga tidak tau kenapa bawa lo kesini sa..!"Kata Agung dalam hati.


"Maaf memangnya saya sudah melakukan kesalahan apa pak?"Kata Salsabila merasa bingung.


Agung menarik nafas dalam-dalam dan membuangnya kasar.


"Lo tau kesalahan lo apa hari ini? Lo sudah membuat gue kesal hari ini,maka dari itu lo harus gue hukum.Sekarang lo ikut dengan gue,kalau tidak gue pecat lo nanti."Bentak Agung mengancam Salsabila, Agung sudah tau kelemahan Salsabila.


Keras kepalanya akan luluh ketika mendengar kata pecat.Salsabila tidak mau dipecat.


Agung sengaja.menggunakan kata itu agar bisa mengajak Salsabila yang terkenal cuek kepada laki-laki.Selama bekerja dipabrik tidak ada laki-laki yang berani mengajak Salsabila.Karena Salsabila selalu terlihat jutek.


"Hah... kesalahan apa? Perasaan hari ini saya gak melakukan apa-apa,kenapa saya harus dihukum?Bapak jangan seenaknya dong main hukum orang sembarangan tanpa memberi tau kesalahannya apa!"Kata Salsabila protes.


"Lo sudah berani sama gue! Pokoknya lo harus gue hukum karena hari ini lo sudah membuat pagi hari gue tidak baik."Ucap Agung tidak mau dibantah.


"Memangnya apa hukumannya pak?"Tanya Salsabila penasaran.


"Sekarang ayok ikut gue sekarang kesuatu tempat."Kata Agung masih pasang muka galaknya.


"Ih.... bener-bener pak Agung orang aneh.


Untung lo bosnya,kalau bukan bos gue sudah gue maki-maki deh, terus ditendang sampai mental kelautan sana."Ucap Salsabila lirih menggerutu, kesal dengan laki-laki yang ada di depannya.


"Hayo..lo ngomong apa? Jangan berani ngatain gue."Bentak Agung sambil menatap tajam wajah Salsabila.


"E...enggak kok pak, saya cuma bilang pada diri saya sendiri,jaitan saya belum selesai lho pak.Tinggal beberapa potong lagi."Ucap Salsabila berbohong untuk mengalihkan pembicaraan.


"Ya sudah ayok ikut gue!"Ucap Agung sambil


mengambil tas dan kunci mobilnya yang diletakkan di atas meja kerjanya.


"Kemana pak?"Tanya Salsabila.

__ADS_1


"Udah jangan banyak tanya, pokoknya ikut saja."Kata Agung langsung berjalan keluar tempat kerjanya


__ADS_2