
Sesampai dirumah sakit, Rendi mengajak Rini langsung menemui dokter Lili yang saat ini sudah ada diruangan-nya.
Tok..tok..
Rendi mengetuk pintu ruangan dokter Lili.
"Iya masuk."Kata dokter Lili tanpa menoleh kearah Rendi dan Rini, ia terlihat sedang sibuk menulis diatas buku besar yang ada didepannya.
Rendi menggandeng tangan Rini berjalan menghampiri dokter Lili dan duduk dikursi yang ada didepannya.
"Ada keluhan apa?"Tanya dokter Lili dengan kedua mata masih melihat ke buku besarnya.
"Mau memeriksakan keadaan istriku dok."Jawab Rendi.
Dokter Lili langsung mengangkat wajahnya melihat kearah orang yang baru masuk keruangannya ketika mendengar suara yang tidak asing lagi baginya.
"Oalah..ini tadi Rendi toh, bagaimana keadaan kamu Ren? Lama banget tidak ketemu."Ucap dokter Lili setelah melihat Rendi.
"Alhamdulillah kabar Rendi sekarang sudah jauh lebih baik dok."Jawab Rendi sambil mengulurkan tangannya diikuti Rini.
"Ini siapa Ren?"Tanya dokter Lili menoleh kearah Rini sambil mengulurkan tangannya menyambut kedua pasang pemuda yang ada didepannya.
"Istri Rendi lah dok."Jawab Rendi singkat.
"Panggil tante saja lah Ren seperti biasanya."Kata dokter Lili.
"Lho Ren, istrimu bukannya sis..."
"Rendi sudah bercerai sama dia dok,dialah istri Rendi sekarang."Rendi langsung memotong ucapan dokter Lili yang belum selesai sambil tersenyum menatap wajah istrinya dan menggenggam tangan istrinya itu dengan lembut.
Rini menundukkan kepalanya sambil tersenyum malu.
"Ehem..."Dokter Lili berdehem karena kedua pemuda yang ada didepannya malah sibuk dengan perasaannya masing-masing tidak memperdulikannya.
"Eh... maaf tante, hehehe..."Ucap Rendi sambil terkekeh.
"Memangnya istri kamu sakit apa Ren?"Tanya dokter Lili.
__ADS_1
"Makanya Rendi bawa dia kesini karena Rendi juga gak tau dia itu kenapa, akhir-akhir ini makan dia sangat banyak seperti orang kesurupan, Rendi jadi takut tante,mama suruh ajak istri Rendi ini menemui tante Lili saja."Jawab Rendi menjelaskan.
"Oh begitu..ya sudah ayok nyonya Rendi ikut sama tante."Ajak dokter Lili bangun dari duduknya dan berjalan menuju ruang pemeriksaan, Rini mengikutinya dari belakang.
"Panggil aku Rini saja dok!"Kata Rini merasa risih dipanggil nyonya.
"Oh..he..he..oke."Ucap dokter Lili menurut.
Disebuah rumah sakit didaerah Pekalongan, tampak Rendi sedang duduk disebuah ruangan milik dokter Lili,ia terlihat gelisah menunggu istrinya sedang diperiksa oleh dokter Lili didalam ruang pemeriksaan.
"Bagaimana dengan keadaan istri Rendi tante Lili?"Tanya Rendi tampak tidak sabar begitu dokter Lili keluar dari tempat pemeriksaan diikuti oleh Rini dibelakangnya.
Dokter Lili tersenyum sambil berjalan menghampiri kursinya.
"Sabar dong Ren, ini tante lagi mau duduk dulu."Jawab dokter Lili.
"Kamu ya Ren,nikah lagi gak kasih tau tante,Terus kapan kamu nikah sama perempuan ini,kok tante gak di undang sih, bagaimana kabar mama sama papamu Ren?"Tanya dokter Lili yang memang belum tau kalau Rendi sudah menikah lagi,yang dia tau Rendi masih menjadi suami Siska.
"Kami nikahnya secara sederhana kok tante dirumah kedua orang tua istri Rendi."Jawab Rendi jujur.
"Hahaha...,Rendi... Rendi,kamu sudah tidak sabar ternyata."Kata dokter Lili malah menertawakan sikap anak dari sahabatnya itu.
Sedangkan Rini hanya diam saja tidak tau mesti ngomong apa.
"Kapan mbak Rini terakhir halangan?"Tanya dokter Lili tiba-tiba bertanya ke Rini.
"hari rabu kemarin dok."Jawab Rini singkat.
"Berarti baru satu minggu ya?"Tanya dokter Lili.
"Iya dok."Jawab Rini lagi.
Coba untuk memastikan kamu pakai ini dulu."Kata dokter Lili menyerahkan benda kecil seperti sebuah stik kepada Rini.
"Ini apa dok?kok seperti yang ada sinetron itu ya, yang suka orang pakai buat tes kehamilan."Ucap Rini yang baru melihat benda itu dengan kedua matanya secara langsung.
"Terus apa yang harus aku lakukan dengan benda ini dok?"Tanya Rini bingung sambil membolak-balikkan benda seperti stik itu.
__ADS_1
"Oalah...kamu belum tau cara menggunakannya?"Tanya dokter Lili sambil tersenyum merasa lucu dengan ekspresi wajah Rini yang terlihat begitu polos terlihat sangat menggemaskan.
"Ayok tante ajarin caranya."Ajak dokter Lili kembali bangkit dari duduknya dan berjalan menghampiri Rini untuk keluar dari ruangannya menuju toilet yang ada di samping ruangannya.
"Sebentar ya Ren, tante pinjam sebentar istri kamu."Ucap dokter Lili melirik kearah Rendi yang terlihat sudah tidak sabar mendengar kabar gembira dari dokter Lili tentang istrinya.
Setelah beberapa menit menunggu, Rini dan dokter Lili kembali keruangan lagi, mereka duduk di kursi mereka masing-masing.
"Selamat ya Ren, ternyata istrimu memang positif sedang hamil, usia kandungannya diperkirakan baru berusia satu minggu sesuai dengan terakhir istrimu datang bulan."Ucap dokter Lili langsung memberikan kabar gembira untuk Rendi karena dokter Lili tau,Rendi sepertinya sudah tidak sabar menunggu kabar itu.
"Hah.. beneran tante? Cihuy..."Rendi langsung bangkit dari duduknya dan berlompatan seperti anak kecil sangking senengnya,ia kembali duduk ketempat semula dan memeluk tubuh istrinya yang sedang duduk disampingnya.
"Ternyata kamu memang benar-benar sedang hamil sayang."
Rini terlihat bengong tidak bisa berkata apa-apa, kedua matanya terlihat berkaca-kaca.
Rendi terus menciumi pipi,kening dan bibir Rini secara bertubi-tubi merasa sangat bahagia.
"A..aku... hiks..."Rini terlihat begitu kaget,ia sampai terisak merasa bahagia.
Sedangkan dokter Lili hanya bisa tersenyum sambil menatap kedua pemuda yang terlihat sangat bahagia.
"Sudah... sayang-sayangan nya dilanjut nanti saja kalau sudah berada dirumah, sekarang tante mau kasih sedikit nasehat untuk kalian berdua, berhubung usia kandungan ibu Rendi masih sangat muda, sebaiknya kalian jangan melakukan hubungan suami-istri dulu ya,dan jangan sering bepergian naik motor atau kendaraan yang lain, karena itu sangat bahaya,bisa mengakibatkan keguguran."Kata dokter Lili memberitahu.
"Tidak boleh berhubungan dulu tanta? Sampai kapan tante?Rendi gak yakin bisa deh, satu malam saja tidak melakukan itu, badan Rendi terasa lemas, bagaimana kalau Rendi pingin?"Tanya Rendi tanpa malu-malu.
"Mas Rendi..."Ucap Rini langsung menginjak kaki Rendi sambil melotot kearah suaminya yang berbicara tanpa merasa malu.
"Aw... sakit yang,mas kan cuma bicara apa adanya."Protes Rendi.
"Ya gak apa-apa sih,kalau kamu belum mau punya anak."Jawab dokter Lili bersender di senderan kursi sambil melipat kedua tangannya.
"Oh no...itu hal yang aku nanti-nantikan dari dulu, ingin segera punya anak dari perempuan yang sangat aku cintai ini."Ucap Rendi sampai menatap wajah istrinya penuh cinta, diraihnya tangan Rini lalu ia mencium punggung tangan istrinya itu dengan lembut.
Lagi-lagi Rini hanya bisa menundukkan kepalanya sambil tersenyum malu.
"Ciye-ciye..... ternyata kamu bisa bersikap romantis juga ya Ren, tante kira kamu bakalan galak sama istrimu nanti, habis kamu dulu terlihat cuek dan sombong gitu lho Ren,gak nyangka tante,kalau seorang Rendi bisa selembut ini sama istrinya."Goda dokter Lili sambil tersenyum melihat sikap Rendi yang agak berlebihan menurut dia.
__ADS_1