Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Menghindar.


__ADS_3

Selamat ya bro... akhirnya nikah juga lo."Ucap Juli meninju lengan atas Agung.


"Aw... sakit bos,gila lo."Agung balik meninju lengan atas sahabatnya membalas serangan dari sahabatnya itu lalu mereka berpelukan seperti Teletubbies.


"Kapan lo nyusul?"Ucap Agung melepas pelukannya.


"Kan udah gue bilangin lagi nunggu ulat kecil gue jadi kepompong dulu terus berubah menjadi kupu-kupu cantik, nanti kalau dia sudah berubah jadi kupu-kupu cantik baru gue tangkap bawa pulang."Jelas Juli.


Salsabila yang tidak mengerti dengan maksud pembicaraan suami dan Julius merasa bingung,ia mengerutkan keningnya bingung dengan penjelasan Juli.


"Sudah yang gak usah terlalu dipikirkan,dia lagi nunggu bocil untuk dijadikan istri dia nanti, biarlah itu urusan dia,kita urus urusan kita nanti malam."Bisik Agung membuat Salsabila jadi malu sendiri.


"Bang Agung... masih banyak orang bilang kayak gitu."Ucap Salsabila malu.


"Ha...ha... rupanya suami lo sudah tidak sabar Bil,ya sudah gue pergi aja deh."Ucap Juli sambil tertawa terbahak-bahak melihat tingkah kedua pengantin baru.


"Hait...mau pergi kemana lo,baru juga datang sudah mau pergi."Cegah Agung.


"Sorry bro,gue gak bisa lama-lama,gue ada janji sama ulat kecil gue, sekarang dia lagi nunggu gue didalam mobil."Jelas Juli.


"Lha...kok malah lo tinggal dia didalam mobil sih?Kenapa lo gak bawa masuk dia."Kata Agung kaget.


"Em...ah nanti gue jelasin,ya sudah gue pamit dulu,sekali lagi selamat ya buat kalian berdua semoga kalian selalu diberi kebahagiaan,cepat dapat dedek unyil."Ucap Julius.


"Yo wes, matursuwun yak Jul,lo udah mau datang kesini mesti cuma sebentar."Kata Agung menepuk pundak sahabatnya.


Julius bergegas pergi setelah berpamitan dan memasukkan amplop kedalam kotak.


"Itu tadi seperti anaknya pak Eric ya Bil?"Tanya bu Retno yang tiba-tiba nongol menghampiri Salsabila dan Agung.


"Iya bu."Jawab Salsabila singkat.


"Lho...kok sudah pulang,kok nda' disuruh ketemu paman sama bibimu dulu ndu'?"Kata bu Retno.


"Dia buru-buru lagi ada janji bu."Agung menjelaskan.


"Oalah... sayang sekali ya, padahal adiknya ada disini lho sama ponakan-ponakannya."Lanjut bu Retno.


"Nanti kan juga ketemu bu di rumah kedua orang tuanya,paman sama bibi mau kesana kan?"Tanya balik Salsabila.

__ADS_1


"Iya, katanya mumpung sudah sampai Jakarta mereka mau tinggal beberapa hari dirumah kedua orang tua bibimu."Jelas bu Retno.


Didepan pintu Julius berpapasan lagi dengan Wahyu yang sepertinya sedang asyik berbincang-bincang dengan seorang perempuan cantik memakai jilbab.


Wahyu tidak melihat kehadiran Julius ditengah-tengah mereka.


"Baguslah, sepertinya tuh bocah sudah ada yang gantiin, semoga mereka saling suka jadi bocah ingusan itu tidak ada yang menggangu lagi."Gumam Julius didalam hati melihat kearah Wahyu yang sedang asyik bercanda dengan perempuan cantik memakai jilbab.


Julius bergegas pergi keluar meninggalkan gedung menuju tempat parkiran mobil, dengan langkah panjangnya ia berjalan menghampiri mobilnya, terlihat Adel sedang asyik bernyanyi didalam mobil.


Jlep....


Klek....


Julius membuka kunci mobil menggunakan remote kecil.Adel langsung menghentikan nyanyiannya saat mendengar suara pintu mobil terbuka.


"Huh... akhirnya datang juga om Juli menyebalkan."Ucap Adel sambil cemberut


"Tadi gue perhatiin dari jauh sepertinya lo lagi enjoy joget-joget."Kata Julius duduk dikursi kemudi sebelah Adel.


"Gue berusaha ngilangin BT gara-gara Om Juli."Jawab Adel sambil cemberut.


Saat Juli hendak menjalankan mobilnya, ia melihat ada sebuah mobil Avanza warna hitam yang tidak asing lagi mendekat kearah mereka.Mobil itu adalah mobil milik Papa Eric yang baru datang bersama Mama Callysta dan Aciel.


"Hah... Mama sudah datang."Ucap Juli langsung memutar mobilnya agar tidak bertemu dengan kedua orang tuanya.


Adel hanya diam saja memperhatikan mobil yang sedang berjalan kearah mobil Julius.


Sekilas Adel melihat wajah Mama Callysta dan seorang anak laki-laki yang duduk di pangkuan mama Calista.


Sepertinya mereka tidak menyadari mobil yang lewat disamping mobil mereka adalah mobil Julius.


Dengan kecepatan penuh Julius berhasil menghindar dari kedua orang tuanya.


"Oma... Oma...itu tadi sepelti mobil uncle Juli."Ucap Aciel menepuk lengan Mama Callysta saat melihat mobil yang baru saja melintas di sampingnya.


"Mana sayang?"Tanya Mama Callysta menoleh ke belakang.


"Oh...iya bener Pa...itu seperti mobil Juli,tapi kenapa Juli gak menyapa kita ya Pa,apa dia gak tau mobil kita."Kata Mama Callysta melihat mobil Julius yang sudah menjauh.

__ADS_1


"Kamu lihat gak sayang tadi didalam mobil uncle ada siapa? Uncle sendirian apa ada orang lain didalam mobil?"Tanya Mama Callysta kepada cucunya.


"Tadi sepelti ada olang lain Oma,tapi Aciel gak lihat siapa,sepeltinya pelempuan Oma, soalnya lambutnya panjang."Kata Aciel memberitahu.


"Duh Pa...tuh kan, Papa nanti harus bicara sama tuh anak kurang ajar,selama ini diam-diam dia....duh...kita nanti harus bicara sama Juli pa, suruh dia nikahi perempuan itu secepatnya jangan biarkan mereka berbuat dosa terlalu lama Pa."Ucap Mama Callysta terlihat sangat syok memikirkan tingkah Julius.


"Sabar Ma,iya nanti kita temui Julius,kita tanya baik-baik siapa tau aja mereka cuma berteman tidak seperti yang mama tuduhkan."Ucap Papa Eric berusaha berfikir positif.


"Cuma teman apanya?Teman kok tidur satu kamar."Protes Mama Callysta.


Sementara ditempat lain.


"He...he... Om Juli bener-bener aneh,om Juli sepertinya takut banget sama kedua orang tua om Juli,hayo...om Juli...."Adel kembali meledek Julius.


"Hus... anak kecil diam saja jangan ikut campur urusan orang dewasa."Jawab Julius sambil menyetir mobilnya.


"Habisnya Om Juli dari tadi aneh,main kucing-kucingan sama nyokapnya sendiri."Protes Adel.


"Lho... kita mau kemana emangnya Om?Kok kita kesini?Gue lapar lho tom,kok kita malah menuju ke pantai sih Om?"Tanya Adel karena Julius malah menuju ke pantai.


"Lha terus lo maunya kita kemana?"Tanya Julius ketus.


"Makan... Gue lapar om Julius yang paling ganteng..."Ucap Adel dengan suara keras agar didengar oleh Juli.


"Biasa aja kali, telinga gue masih normal belum tuli."Seru Juli.


"Yaelah dasar bocah ingusan,lapar sih lapar tapi jangan lebay gitu dong."Lanjut Juli.


"Ya sudah ayok kita cari makanan dulu om,om sih enak tadi udah makan enak-enak disana,lha gue makan angin."Ucap Adel kesal.


"Makan enak-enak apa, orang tadi gue langsung balik."Protes Juli.


"Lha...siapa suruh Om Juli tadi gak makan dulu."Ucap Adel cuek.


"Lo berisik banget sih jadi bocah."Kata Juli memutar balik mobilnya untuk mencari makanan.


"Kita makan disana aja ya."Kata Juli menunjuk kearah rumah makan yang ada dipinggir jalan.


"Terserah yang penting makan."Jawab Adel ketus.

__ADS_1


__ADS_2