Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 60.Bertemu Adel.


__ADS_3

"Maaf mas..ada apa itu dibelakang kamu!"Kata Rini saat Rendi sudah melepas pelukannya.


Rendi langsung menoleh ke belakang.


"Hah ..mana?Gak ada siapa-siapa."Jawab Rendi.


"Aha..kena lo..!"Kata Rini langsung lari sekencang-kencangnya menjauh dari Rendi.


Saat menyadari kalau Rini mengerjainya, Rendi bergegas berlari mengejar Rini yang sudah menjauh darinya.


Terjadilah kejar-kejaran antara dua pasang pemuda.


Rini berlari tanpa arah,ia masuk kedalam gang sempit.


"Haduh..gue mesti sembunyi di mana ya?"Kata Rini ketika dia sudah berada ditempat seperti sebuah pasar yang belum dibuka karena banyak gerobak sayur kosong dan banyak tenda yang masih kosong,mungkin malam hari baru buka.


"Sial..dimana dia."Kata Rendi sambil mengepalkan tangannya dan meninju tembok sebuah toko yang ada disampingnya karena merasa kesal tidak bisa mengejar Rini.


"Hah..hah... sepertinya Rendi sudah tidak mengejarku, syukurlah."Kata Rini dengan nafas tersengal-sengal.Ia bersembunyi di belakang gerobak sayur yang tidak ada pemiliknya itu.


Waduh sekarang gue berada di mana?


Haduh mamake....sepertinya gue nyasar lagi deh...!"Ucap Rini lirih sambil keluar dari persembunyiannya.


Ketika Rini membalikkan badannya hendak berjalan tiba-tiba,


Brug.....


Rini menabrak seseorang yang berada di depannya.


"Haduh.. maaf.. maaf..."Ucap Rini berulang kali sambil membungkukkan badan.


"Hai.. Rini...lo Rini kan?"Tanya seorang wanita yang ditabrak Rini.


Rini langsung mengangkat wajahnya untuk melihat wanita yang ada didepannya itu.


"Adel..."Teriak Rini langsung memeluk sahabatnya itu.


"Ya ampun Rin...kok kita bisa ketemu di sini? Sedang apa lo disini?"Tanya Adel merasa bahagia bisa bertemu dengan sahabat baiknya.


"Panjang ceritanya Del,lo sama siapa?Ayok kita harus segera pergi dari sini."Kata Rini menarik tangan adel.


"Tunggu Rin,gue bawa motor,tuh motor gue."Kata Adel sambil menunjuk ke sebuah motor yang diparkir di depan sebuah toko baju yang baru mau buka.

__ADS_1


"Gue mau bantu nyokap buka toko di pasar ini Rin."Kata Adel menjelaskan.


"Hah.. nyokap lo jualan baju disini juga? bukannya nyokap lo sudah punya toko baju di Jakarta barat?"kata Rini merasa kaget, karena orang tua Adel jualan baju di pasar malam, yang masih berada di Jakarta Utara.


"Nyokap buka cabang di sini,yang ngurus toko Tante gue, karena kebetulan Tante gue tinggal di daerah sini."Kata Adel kembali menjelaskan.


"Oh..begono...! Ucap Rini sambil menganggukkan kepalanya bertanda bahwa dirinya sudah mengerti.


Ya sudah ayok bantuin Tante gue buka toko dulu, terus nanti gue ajak ke kosan gue."Ajak Adel.


"Lho...katanya lo tinggal sama kedua orang tua lo...kenapa jadi tinggal di kos-kosan sih Del?"Tanya Rini bingung.


"Sudah.. nanti saja ceritanya kalau sudah ada di kosan gue."Kata Adel menarik tangan Rini untuk ke toko baju milik kedua orang tuanya yang di percayakan kepada adik dari ibunya Adel untuk mengurus.


"Wow.. bajunya bagus-bagus ya Del."Kata Rini saat mereka sudah berada di dalam toko baju milik kedua orang tua Adel.


"Oh ya..lo sekarang kerja dimana Rin?"Tanya Adel.


"Gue kerja disebuah apartemen."Jawab Rini jujur.


"Wih .... keren,lo bisa tinggal di apartemen."Kata Adel.


"Lebih keren lagi kalau tuh apartemen punya sendiri,he..he .."Ucap Rini sambil tertawa kecil.


"Ya gak apa-apa kali Rin, apapun pekerjaan lo yang penting halal."Kata Adel sambil menepuk pundak sahabatnya itu.


"Gue sudah beberapa kali coba melamar kerja di kantor tapi selalu ditolak karena gak punya pengalaman kerja, gue sabenarnya dulu sudah pernah kerja dipabrik tapi sering berantem sama mas Rendi akhirnya gue keluar deh karena malas ribut terus.


Sekarang gue nyesel kenapa dulu gue turutin kemauan tuh cowok yang malah nyakitin hati gue."Kata Rini dengan wajah yang berubah sendu.


"Oh ya....si Rendi,jadi kalian sudah bersama lagi?"Kata Adel yang baru ingat soal Rendi.


"Dia sekarang sudah nikah sama cewek yang pernah kita temui waktu di mol Sri ratu itu lho Del."Kata Rini memberitahu.


"Hah ... serius lo...sama cewek yang sudah buat paha lo terkena kuah bakso waktu itu?"Tanya Adel kaget.


"Iya Del.


Sudah lah jangan bahas mereka lagi,malas gue,bodoh amat mereka mau ngapain,gue udah gak perduli dengan mas Rendi lagi,gue harus bisa lupain dia."Kata Rini pura-pura cuek walau sabenarnya hatinya masih mengharapkan Rendi kembali kepadanya seperti dulu.


"Yakin lo.....Gak percaya deh gue,kalau lo bakal semudah itu lupain tuh cowok yang sudah buat lo klepek-klepek."Kata Adel menggoda Rini.


"Ya sih.... munafik kalau gue bilang sudah tidak menyukainya lagi,tapi gue harus bisa melupakan dia, karena dia sekarang sudah menikah.

__ADS_1


Gue gak mau jadi pelakor dalam keluarga mereka."Kata Rini sambil menggantung baju yang tadi bercecer dilantai.


Mereka menggantung kembali baju yang ada di lantai karena kemarin belum sempat di rapikan kembali saat ada pembeli yang mengacak-acak baju,mencari baju yang pas buat mereka.


Akhirnya tantenya Adel mengambilkan beberapa baju yang kira-kira pas dan cocok untuk mereka.Jadinya ya...baju-baju yang tadinya berada di gantungan,terlepas semua deh dari gantungannya,dan jadi berantakan di lantai.


"Kok pasar jam segini sepi sih Del?"Tanya Rini.


"Ya iyalah sepi,bukanya kan malam."Kata Adel menjelaskan.


"Oalah,jadi bukanya malam hari toh?"Tanya Rini.


"Yoi..!"Jawab Adel singkat.


"Tante...gue tinggal dulu ya tan,mau cari makanan dulu.


Tante mau nitip apa?"Tanya Adel kepada tantenya.


"Tante beliin ketoprak ya Del,jangan pedes-pedes ya Del,bilang sama abangnya,


kasih cabenya dua saja jangan banyak-banyak."Kata tantenya Adel yang tidak suka makanan pedas.


"Oke tante...rebes...!"Kata Adel langsung bergegas pergi menuju motornya bersama dengan Rini.


"Ayok Rin buruan,gue udah laper banget nih,tadi pulang dari kampus belum sempat makan langsung ke sini."Lanjut Adel.


Sementara ditempat lain.


Terlihat Rendi baru sampai di hotel.


Ia berjalan setengah berlari menuju ke kamar tempat dia menginap.


Dibukanya pintu kamar hotel, lalu ditutup kembali .


Rendi mengacak rambutnya sendiri dengan kasar,ia berjalan mondar-mandir didalam kamar sambil mengepalkan tangannya, merasa begitu marah karena kekasihnya kembali meninggalkan dirinya.


"Ha...sial... sial...sial...beraninya lo permainkan gue, lihat saja nanti apa yang akan gue lakukan setelah lo berhasil gue temukan kembali.


Gue bersumpah bakal jadiin lo milik gue seutuhnya."Kata Rendi dengan meremas tangannya sendiri menahan amarahnya.


"Ha...."Rendi kembali berteriak dan meninju tembok dengan begitu keras menggunakan tangannya.


Terlihat darah segar keluar dari jari-jarinya.

__ADS_1


__ADS_2