Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Permintaan bumil memang suka aneh.


__ADS_3

Akhirnya demi untuk anaknya biar gak ileran seperti kata mamanya, Rendi menuruti keinginan istrinya untuk memakai kaos warna pink.


Dengan muka kusut seperti kertas yang diremas, Rendi berjalan dengan malas turun kelantai satu diikuti oleh istri dan mamanya dari belakang.


"Senyum Rendi... ini juga demi anakmu,baru disuruh pakai kaos warna pink, bagaimana kalau besok lo disuruh pakai daster bini lo."Kata bu Citra membuat Rendi yang sedang berjalan di-tangga langsung menoleh kebelakang dan menatap tajam dengan wajah kesal melihat kearah kedua wanita yang sedang berjalan bergandengan tangan dibelakangnya.


"Hihihi...."Rini langsung nyengir memamerkan deretan giginya saat Rendi menoleh ke belakang dengan wajah kesal.


"Ada apa sih? Suara kalian terdengar bahagia."Kata pak Burhan yang sedang duduk dikursi meja makan saat anak, menantu dan istrinya sedang berjalan menghampirinya.


"Mereka aja yang bahagia pa, tapi enggak buat Rendi."Jawab Rendi ketus dengan wajah cemberut.


"He..he..den Rendi kok mendadak cantik sih?"Goda mbak Inul yang sedang menyiapkan piring dimeja makan untuk para majikannya yang akan sarapan bersama.


"Mbak Er..."Teriak Rendi sambil membulatkan matanya menatap tajam ke arah mbak Inul, wajah Rendi terlihat sangat menyeramkan.


"Ampun den,mbak cuma bercanda kok."Ucap Inul bergegas pergi dari ruang makan,ia berlari kebelakang menghindari amukan dari majikannya itu.


"Awas kamu ya mbak Er...."Teriak Rendi marah, terdengar suara cekikikan dari para asisten rumah tangga mereka dari belakang.


"Ha..ha..kamu memang terlihat manis sekali pakai kaos warna itu Ren,jadi gemes mama lihat wajah kamu."Kata bu Citra sambil duduk disamping suaminya menggoda anak semata wayangnya yang dari tadi terlihat sangat kesal.


Sedangkan Rini dari tadi terus tersenyum melihat suaminya, enggak tau kenapa pagi ini dia merasa senang melihat suaminya yang terlihat sangat tampan memakai kaos itu lain dengan suaminya yang terlihat sangat kesal harus memakai kaos berwarna pink, padahal Rendi paling tidak suka warna itu.


"Tuh kan yang, lihat... mereka terus menggoda masmu yang ganteng ini kan, mas jadi merasa jadi laki-laki lembek,hilang deh wibawanya mas sebagai seorang Rendi yang terkenal laki-laki kuat dan perkasa."Ucap Rendi manja ke istrinya.


"Hihihi...mas Rendi kelihatan lucu ya Ca."Kata Inul yang masih mengintip dipintu dapur, pintu pembatas antara ruang makan dan dapur juga tempat tidur para asisten rumah tangga pak Burhan dan bu Citra yang letaknya bersebelahan dengan dapur.


"Hihihi...iya,den Rendi jadi kelihatan imut seperti anak ABG."Jawab Caca ikut mengintip dari balik pintu dapur.


"Mbak Er.. Caca.. jangan suka ngintip."Teriak Rendi yang mendengar ada suara bisik-bisik dari arah pintu di belakangnya.

__ADS_1


"Waduh.. ketahuan deh,ayok Ca.. lari!"Kata Inul bergegas pergi dari balik pintu menuju kamar mereka.


"Sayang... jangan marah-marah terus nanti cepet tua."Ucap Rini dengan lembut.


"Ini semua karena mas disuruh pakai kaos ini, hiks..."Kata Rendi dengan wajah yang sengaja dibuat sedih.


"Cih....gaya kamu lho Ren."Ucap bu Citra merasa geli dengan sikap anak semata wayangnya yang sok imut didepan istrinya,baru kali ini bu Citra melihat Rendi bersikap manja seperti anak kecil minta dibeliin es krim.


"Sayang.. jangan cemberut terus dong."Kata Rini dengan wajah yang tiba-tiba berubah sedih saat melihat orang yang dicintainya sedih.


Melihat perubahan wajah istrinya yang tiba-tiba terlihat sangat sedih membuat Rendi yang sabenarnya sedang sangat kesal akhirnya memaksakan senyumnya demi ingin melihat istri tercintanya kembali ceria.


"Enggak sayang,mas senyum kok...nih,hem..."Ucap Rendi tersenyum manis sambil menarik hidung Rini gemas.


"Hari ini papi ikuti keinginan kamu dek,tapi papi minta besok kamu jangan minta papi pakai kaos warna ini lagi ya dek!"Kata Rendi sambil mengelus perut istrinya yang masih rata.


Kedua orang tua Rendi hanya bisa tersenyum ikut bahagia melihat keharmonisan anak dan menantunya itu.


"Ren... sebelum ke konveksi tolong antar mama sama papa dulu kerumah sakit ya Ren,obat papa habis, gampang pulangnya kita naik taksi saja, soalnya mobil mama masih dibengkel."Kata bu Citra sambil menyantap makanan.


"Iya ma."Jawab Rendi sambil menyuapkan nasi ke mulut Rini lalu berganti menyuapkan nasi ke-mulutnya sendiri.


Lagi-lagi pak Burhan dan bu Citra melebarkan senyumnya menatap anak semata wayang mereka yang terlihat sangat romantis kepada istrinya.Sikap Rendi ke Rini jauh berbeda saat ia masih bersama Siska.


****


"Sayang..mas berangkat dulu ya, nanti kamu minta dibeliin apa?"Tanya Rendi sambil berpamitan dengan istri tercinta setelah mereka selesai sarapan.


"Rini nanti minta dibeliin apa ya?"Ucap Rini sambil berfikir.


"Sabenarnya aku lagi pingin makan jagung bakar mas,tapi pingin mas Rendi sendiri yang bakarin jagungnya."Jawab Rini sambil menggerakkan mulutnya membayangkan enaknya makan jagung bakar.

__ADS_1


"Mulai lagi deh bumil."Kata Rendi menepuk keningnya sendiri.


"Kemauan bumil memang suka aneh-aneh Ren,itu belum seberapa,kamu bakal banyak menghadapi berbagai masalah karena keinginan bumil suka berubah,kamu harus turuti kemauannya kalau gak anakmu nanti bakal ileran,iiiih.... amit-amit deh kalau itu sampai terjadi."Kata bu Citra memberitahu.


"Mas Rendi marah..."Ucap Rini manja ia terlihat sangat ketakutan melihat ekspresi wajah suaminya.


"Enggak sayang,ya sudah nanti mas coba cari jagungnya di supermarket depan ya,nanti malam kita bakar jagung."Kata Rendi sambil mengusap lembut rambut panjang istrinya yang dibiarkan terurai.


"Ye...makan jagung bakar."Ucap Rini bersorak kegirangan seperti anak kecil habis diberi hadiah.


Rendi mengecup singkat kening dan kedua pipi istrinya yang terlihat seperti bakpao.


Meskipun sedang hamil muda, Rini tidak pernah merasa mual, makannya malah bertambah banyak, akibatnya tubuh Rini jadi bengkak.


"Daa sayang...kamu hati-hati di rumah ya, mama sama papa kerumah sakit dulu ya sayang,kalau ada apa-apa cepat telpon kami atau suamimu,kalau mau makan sesuatu minta mbak Er, Caca atau mbak Juju yang bikinin jangan bikin sendiri,kalau butuh sesuatu juga minta tolong sama mereka, jangan ambil sendiri,mama gak mau kenapa-kenapa."Kata bu Citra yang sudah berada didalam mobil terus mengingatkan Rini agar ia berhati-hati, maklumlah saat ini Rini sedang mengandung anak Rendi,cucu pertama mereka, makanya mereka begitu khawatir dan selalu memperhatikan makanan untuk menantunya itu karena mereka tidak ingin terjadi sesuatu yang buruk dengan perkembangan cucu mereka nanti.


Rini kembali masuk kedalam rumah setelah mobil yang dikendarai suaminya sudah keluar gerbang, terdengar suara gerbang ditutup kembali oleh seorang satpam yang bertugas menjaga rumah mereka.


"Rini"Terdengar seseorang memanggil namanya Saat ia sudah berada didepan pintu.


Rini langsung menoleh kebelakang saat mendengar ada yang memanggil namanya,ia menyipitkan matanya sambil memperhatikan seorang perempuan yang sedang berdiri didepan gerbang.


"Hah.. mbak Siska?Gak salah lihat."Ucap Rini lirih.


Ia mengucek matanya dan melihat sekali lagi kearah perempuan itu yang ternyata memang Siska.


Dengan perasaan was-was Rini berjalan ke gerbang yang disana sudah ada dua satpam,para satpam itu tidak berani membuka pintu gerbang sebelum mendapatkan perintah dari majikannya karena Rendi sudah berpesan kepada dua satpam yang bekerja di rumah kedua orangtuanya untuk tidak membukakan pintu buat mantan istrinya tanpa izin darinya atau dari kedua orangtuanya.


"Maaf,mbak Siska ada perlu apa ya datang kesini?"Tanya Rini dengan sopan.


"Cih...gaya lo sudah seperti nyonya rumah ini saja."Jawab Siska malah mengejek Rini.

__ADS_1


__ADS_2