
"Halo Del, gue punya kabar gembira buat lo."Kata Rini di panggilan telpon.
Saat sore hari Rini menelpon Adel sahabatnya untuk memberikan kabar gembira.
"Apa tuh-apa tuh.."Teriak Adel.
"Gue......."Rini sengaja menggantung ucapannya agar Adel tambah penasaran.
"Lo kenapa Rin?Ayok dong cepetan bilang ada apa."Kata Adel sudah tidak sabar.
"Kasih tau gak ya?Gak usah deh ya,gak terlalu penting sih!"Kata Rini sengaja membuat sahabatnya itu kesal.
"Ah..lo mah gitu,bikin orang penasaran saja."Ucap Adel kesal.
"Hehehe..iya sorry bercanda Del,tadi siang mas Rendi melamar gue didepan kedua orang tua gue dan kedua orangtuanya."Jelas Rini.
"Serius lo?Wih..selamat ya, akhirnya..!"Teriak Adel diseberang telpon ikut senang.
"Makasih ya Del,lo kapan pulang kampung?"Tanya Rini.
"Enggak tau deh, jadwal gue padet banget nih Rin, akhir-akhir ini sering diundang untuk manggung,jadi gak ada waktu untuk bersantai deh,pagi kuliah,pulang kuliah langsung latihan sama teman-teman buat manggung sore harinya.
Ini setengah jam lagi gue harus cabut mau manggung di sebuah mall."Jelas Adel.
"Keren lo Del, nanti kalau gue sama mas Rendi nikah,lo bisa pulang kan? Gue pingin lo nyanyi juga di resepsi pernikahan kami nanti."Kata Rini.
"Asiaaap....kalau buat lo, gue bakal usahain buat pulang kampung,lo gak suruh pun gue pasti bakal nyanyi nanti ."Jawab Adel semangat.
"Sudah dulu ya Rin, gue mau siap-siap takut terlambat, nanti malam gue telpon lo deh kalau gue gak lupa, soalnya kalau pulangnya kemalaman gue biasanya langsung tidur, hehehehe.."Ucap Adel sambil terkekeh.
"Oke.. Hati-hati ya Del, Semangat...!"Teriak Rini dipanggilan telpon menyemangati sahabatnya.
"Senangnya jadi Adel."Ucap Rini setelah mematikan panggilan telponnya sambil tersenyum menatap foto dirinya bersama Adel, Sekar,dan Riko sewaktu mereka masih sekolah SMA, terlihat wajah mereka sangat ceria memakai seragam putih-abu-abu yang dipenuhi coretan warna-warni dari pilox . Rini sengaja menempel foto kenangan dia bersama teman-temannya sewaktu perpisahan sekolahnya dulu,ia pasang foto itu didinding kamarnya agar ia dapat selalu teringat dengan sahabat-sahabatnya itu.
Dert...
Tiba-tiba handphone Rini bergetar menyadarkan lamunan Rini.
__ADS_1
"Hah.. mas Rendi?"Ucap Rini setelah melihat layar handphone terlihat foto dirinya sedang tertawa bersama kekasihnya dengan sebuah tulisan Cintaku diatasnya, berarti yang menelpon adalah Rendi kekasihnya.
Rendi yang memberi nama dan memasang foto itu di panggilan masuk Rini jika dirinya yang menelpon.
Rini bergegas mengangkat panggilan telpon dari kekasihnya itu sambil rebahan diatas kasur.
"Sayang..kamu tadi telponan sama siapa?Dari tadi aku telpon gak bisa, nomor kamu sibuk terus.
Hayo ngaku... kamu tadi sedang telponan sama siapa?"Tanya Rendi dengan suara keras setelah panggilan telponnya diangkat oleh kekasihnya.
Rini menjauhkan handphone miliknya karena tidak mau mendengarkan ocehan dari kekasihnya itu,lalu ia kembali menempelkan handphone di telinganya setelah Rendi berhenti ngomel.
"Telpon Adel mas."Jawab Rini singkat dengan suara lembut.
"Beneran?Awas kalau bohong, siap-siap aja aku kasih hukuman."Ancam Rendi dengan suara ketus.
"Iya mas beneran kok,tadi aku sedang menelpon Adel.
"Ngapain kamu telpon Adel?Mau nanya soal Wahyu atau mantan bos kamu yang bernama Johan itu?"Tanya Rendi terdengar marah.
"Hah..ma.. mas Rendi kok tau kalau mas Johan mantan bos Rini?"Tanya Rini kaget campur gugup.
"Kenapa?Kamu kaget?"Tanya balik Rendi.
"Aku tau saat kita menginap dirumah ibu yang sudah menolong kita membiarkan salah satu kamarnya dipakai buat kita beristirahat."Jelas Rendi.
"Selama itu?"Tanya Rini kaget.
"Iya.. memangnya kenapa?"Tanya Rendi ketus.
"Kok mas Rendi diam saja."Jawab Rini yang masih belum percaya.
"Terus aku mesti ngapain?Marah, gebukin dia,atau menghukum kamu."Jawab Rendi.
"Ah..sudah jangan bahas masalah itu.
Mas telpon karena mas kangen sayang!"Kata Rendi dengan suara berubah lembut.
__ADS_1
"Ya elah mas, baru tadi siang kita ketemu."Jawab Rini.
"Memangnya gak boleh kalau mas kangen?Kita ketemuan yok,mas ketempat kamu sekarang ya,kita pergi ke alun-alun."Ajak Rendi.
"Besok ajalah mas,bapak pasti tidak ngizinin, karena sebentar lagi kan Maghrib,mas Rendi sampai sini pasti jam setengah delapan,mana boleh Rini keluar malam-malam sama bapak."Kata Rini menjelaskan.
"Tapi mas kangen berat nih, pingin bawa kamu kesini buat nemenin mas tidur, rasanya mas pingin peluk kamu,dingin lho yang, sayang...peluk mas yang,"Bisik Rendi dengan suara setengah mende**sah membuat Rini jadi merasa geli,bulu kuduknya berdiri karena merinding mendengar ucapan kekasihnya itu.
"Ih..mas Rendi pasti lagi membayangkan hal jorok lagi deh,ah malas lah."Ucap Rini hendak mematikan panggilan telpon dari kekasihnya tapi langsung dicegah oleh kekasihnya itu.
"Jangan dimatikan yang,kamu harus tolongin mas buat mengeluarkannya,kalau gak mas bisa mati nih!"Perintah Rendi dengan suara manja.
"Terus aku mesti ngapain?Ah....mas...mas Rendi bikin aku geli."Jawab Rini tanpa sadar mengeluarkan suara yang membuat Rendi jadi semakin bergairah.
"Bagus yang, bersuara seperti tadi, please..!"Ucap Rendi memohon.
Perasaan Rini jadi tidak terkendali,ia sudah mulai terbawa suasana oleh ucapan kekasihnya yang begitu lembut terdengar seperti seseorang yang sedang menahan sesuatu yang begitu nikmat.
nafasnya terdengar begitu cepat seperti seseorang yang habis lari maraton.
"Apa kamu juga mulai menginginkannya sayang?Kita lakukan bersama yok,bantu mas mengeluarkannya sayang,ini sungguh menyiksa."Bisik Rendi melalui panggilan telpon dengan suara yang terdengar putus-putus tidak beraturan.
Rini hanya diam saja, pikirannya bertambah kacau tidak terkendali saat mendengar suara kekasihnya yang terdengar begitu seksi di telinganya, dia memejamkan matanya sambil membayangkan sesuatu yang hanya dia saja yang tau, Rini menarik selimutnya hingga menutupi seluruh tubuhnya, hanya suara-suara kecil yang terdengar antara mereka berdua melalui panggilan telpon,gak tau apa yang sedang mereka lakukan.
Untung mereka hanya berbicara melalui telpon kalau mereka sedang bersama, waduh..gak tau deh apa yang bakal terjadi dengan mereka berdua,bisa kacau balau deh, bisa-bisa mereka tekdung duluan, hihihi....
Setelah beberapa menit, Rini menyingkirkan selimut yang menutupi tubuhnya dengan nafas tersengal-sengal, terlihat keringat dikenangnya,ia langsung berlari masuk kedalam kamar mandi, didalam kamar mandi ia tertawa sendiri merasa geli sendiri dengan sikapnya tadi.
Dert...
Terdengar suara handphonenya bergetar dengan suara keras membuat Rini yang sedang berada didalam kamar mandi langsung keluar dan berlari menghampiri handphonenya yang ada diatas kasur.
Cepat-cepat ia mengangkat panggilan telpon yang ternyata dari kekasihnya lagi.
"Sayang..kok lama sih ngangkat telponnya.."Kata Rendi setelah Rini mengangkat panggilan telpon darinya.
"Maaf mas,tadi aku habis dari kamar mandi."Jawab Rini jujur.
__ADS_1
"Sayang.. makasih ya."Ucap Rendi begitu lembut membuat wajah Rini langsung berubah merah.