Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Rumah baru Rendi dan Rini.


__ADS_3

"I... itu...."Ucap Adel saat mereka sedang berada di jalan hendak pulang dari rumah kedua orang tua Julius tidak sengaja melihat kekasihnya yang sedang berboncengan dengan seorang wanita, Adel tidak bisa melihat wajah wanita itu karena ia memakai helm,tapi Adel bisa mengenali Wahyu meskipun Wahyu juga memakai helm.


"Ada apa?"Tanya Julius penasaran.


"Enggak."Jawab Adel dengan kedua mata berkaca-kaca.


"Lo kenapa?"Tanya Juli semakin penasaran saat melihat Adel yang tiba-tiba kelihatan murung.


"Gue tadi lihat pacar gue berboncengan dengan seorang wanita."Jawab Adel.


"Dimana?"Tanya Juli celingukan memperhatikan jalan mencari keberadaan laki-laki yang ia lihat waktu didepan kampus waktu itu dan yang ia jumpai saat di gedung pernikahan sahabatnya.


"Sudah pergi."Jawab Adel singkat sambil cemberut.


"Wah... pacar lo ternyata parah juga, diam-diam dia selingkuh dibelakang lo."Julius malah sengaja memanas-manasi Adel.


"Enggak mungkin, Wahyu bukan orang seperti itu,paling itu cuma temannya."Ucap Adel berusaha berfikir positif.


"Dibilangin gak percaya, cowok seperti itu aja lo banggakan,buat apa lo pertahankan laki-laki gak setia model kayak pacar lo itu,lo jangan mudah percaya sama laki-laki, didepan kita bisa aja dia bersikap baik, setia, tapi dibelakangnya mana ada yang tau, gue tau soalnya teman-teman gue juga seperti itu, mempunyai pacar lebih dari satu, mereka menjalin hubungan dengan perempuan lain padahal sudah punya kekasih, mereka bilang buat hiburan."


"Termasuk om Juli."Potong Adel.


"Oh no...!Kalau gue lain, bocah ingusan...! Gue malas ribet berurusan dengan perempuan, bikin pusing tau gak, sebentar-sebentar berantem,mau kemana-mana mesti bilang ke dia,huh... merepotkan."Jawab Juli.


"Hem..."Adel mengerutkan keningnya heran.

__ADS_1


"Kenapa?"Tanya Juli menoleh kearah Adel yang sedang menatapnya.


"Om Juli aneh, jangan-jangan om Juli suka sama sejenis ya,hi...."Kata Adel sambil bergidik geli.


"Sembarangan."Jawab Juli.


*******


Delapan bulan kemudian.


"Mas...mas...coba pegang,perut aku dari tadi seperti ada yang nendang-nendang,he... he...ini pasti anak kita lagi main bola didalam perut."Ucap Rini sambil menarik tangan Rendi dan ditempelkan diatas perutnya saat mereka sedang beristirahat.


"Hehe...iya yang, lincah sekali anak kita ya yang!Nak... kamu lagi ngapain nak?Lagi main bola ya?Bobo nak sudah malam kasihan bunda mau istirahat."Kata Rendi sambil menempelkan telinganya ke perut Rini lalu ia mencium perut istrinya dan mengusap lembut perut istrinya itu.


"Dia pindah yang."Kata Rini lagi saat merasakan ada gerakan diperut sebelah kiri setelah sebelumnya gerakan itu ada di perut sebelah kanannya.


"Sudah tidurlah sayang, sudah malam.Besok mas mesti berangkat ke konveksi pagi-pagi mau ada barang datang besok."Ucap Rendi mencium pipi dan perut istrinya bergantian lalu memeluk tubuh istrinya dengan erat.


"Selamat malam ayah."Ucap Rini mencium bibir Rendi lalu menyembunyikan wajahnya di dada suaminya itu.


"Selamat malam bunda, mimpi indah ya sayang."Balas Rendi mencium kening istrinya dengan lembut lalu kembali mendekap tubuh istrinya kedalam pelukannya.


Rini akhirnya tertidur dengan pulas dalam dekapan suaminya hingga pagi hari.


Rini dan suaminya akhirnya tinggal di Jakarta karena harus mengurus usaha milik kedua orang tua Rendi yang ada di Jakarta.Bu Citra dan Pak Burhan membelikan rumah untuk mereka sebagai hadiah pernikahan,bukan hanya itu saja, ternyata Bu Citra juga menyuruh Inul untuk tinggal bersama anak dan menantunya itu untuk membantu mengurus rumah baru mereka karena beliau tidak mau membiarkan menantunya yang sedang mengandung cucu pertamanya Kecapean.

__ADS_1


Setiap hari libur Wahyu datang kerumah Rendi dan Rini hanya ingin menemui Inul yang sudah mengisi hatinya, sedangkan hubungannya dengan Adel akhirnya putus karena mereka jarang bertemu dan kurang berkomunikasi, Setiap kali ingin bertemu dengan Adel kekasihnya,Adel selalu tidak bisa,ia terlalu sibuk dengan pekerjaannya yang sebagai vokalis di grup Band-nya dan juga kuliahnya.Mereja sering ribut karena sifat Adel yang keras kepala tidak mau mengalah membuat Wahyu tidak bisa terus bersamanya dan akhirnya mereka putus karena Wahyu tidak bisa berhubungan jarak jauh,selain itu sabenarnya dihati Wahyu sudah ada wanita lain yang bisa ngertiin dia, wanita cantik,kalem,ceria,selalu menutup auratnya kemanapun ia pergi,dia adalah Erna atau sering dipanggil Inul oleh teman-temannya.Semenjak bertemu di pesta pernikahan Agung dan Salsabila, Wahyu sering berhubungan dengan Inul lewat handphone.Mereka sering bercanda, kadang saling curhat membuat Wahyu jadi semakin suka dan nyaman dengan asisten rumah tangga dari sahabatnya itu.


(Bab ini Wahyu jadi bintang,he..he.....)


Sedangkan Adel memilih untuk tetap fokus pada kuliahnya dan juga grup Bandnya,soal Julius,dia tetap bertahan dengan status jomblonya masih belum mau berhubungan dengan perempuan manapun membuat kedua orang tuanya merasa frustasi karena anak mereka tidak mau menikah.


Pagi harinya.


"Mbak Er, nanti siang temenin aku ke mall yok."Ajak Rini saat mereka sedang sarapan bersama.


"Ayok...,Non Rini memangnya mau beli apa?" Tanya Inul sambil menyiapkan piring dan gelas untuk kedua majikannya sarapan.


"Aku pingin cari perlengkapan bayi mbak, boleh ya mas nanti siang aku ke mall bareng mbak Er."Kata Rini ke suaminya yang sedang sarapan.


"Tapi mas gak bisa antar kalian, banyak kerjaan yang harus mas selesaikan hari ini."Ucap Rendi.


"Kita nanti naik taksi aja mas ke Mall nya."Jawab Rini.


"Ya sudah tapi hati-hati ya."Rendi mengusap lembut perut istrinya yang sudah besar.


"Iya sayang."Jawab Rini mengusap lembut pipi suaminya sambil tersenyum menatap wajah suaminya yang masih tetap tampan seperti waktu pertama kali mereka bertemu dulu.


Rendi memegang tangan Rini yang sedang mengusap lembut pipinya, lalu diciumnya tangan Rini dengan lembut mereka saling bertatapan seperti sepasang kekasih yang sedang pacaran.


"Ciye-ciye...!Ah Den Rendi sama Non Rini selalu bikin aku iri saja deh,duh...kapan aku punya pacar ya?Jadi pingin sayang-sayangan juga deh."Ucap Inul yang masih berada di meja makan menyiapkan makanan untuk kedua majikannya itu.

__ADS_1


"Ups sampai lupa aku kalau disini ada mbak Er, kirain gak ada orang, hehehe..."Kata Rendi ketawa kecil.


"Busyet dah... Den Rendi parah banget,aku dianggap angin dari tadi,hiks...kejam...!"Jawab Inul pura-pura sedih, dengan memasang wajah cemberut yang malah membuat Rini terkekeh melihat wajah Inul yang terlihat sangat lucu jika sedang ngambek.


__ADS_2