Ketulusan Cinta Rini 2

Ketulusan Cinta Rini 2
Bab 42.Disebuah pesta pernikahan.


__ADS_3

Ditempat lain....


Tampak Agung dan Salsabila masih berada disebuah pesta pernikahan.


Mereka terlihat begitu serasi, Agung terlihat sangat tampan memakai setelan celana panjang dan jas warna hitam,Salsabila juga terlihat anggun memakai gaun yang dibelikan oleh Agung tadi siang.


Tampak ada sepasang mata yang melihat mereka dengan tatapan penuh kebencian.


"Dasar kau wanita murahan, beraninya lo dekati Agung."Ucap seorang perempuan yang sedang duduk bersama temannya saat melihat Agung dan Salsabila sedang berjalan berdampingan untuk menemui pengantin baru yang sedang duduk di kursi pengantin.


Agung terlihat begitu bahagia berbincang-bincang dengan sepasang pengantin baru itu.


Lalu Agung mengajak Salsabila berjalan untuk mengambil minuman dan makanan yang tersedia di meja .


"Maaf bang Agung...saya ingin ke toilet sebentar,dimana ya letak toiletnya?"Kata Salsabila yang dari tadi sudah tidak tahan pingin buang air kecil.


"Oh..ya sudah lo jalan saja kearah sana,nanti lo bakal lihat dimana toiletnya."Kata Agung sambil menunjukkan ke sebuah ruangan letak toiletnya.


"Perlu diantar tidak?"Kata Agung.


"Tidak usah,biar saya sendiri yang kesana."Kata Salsabila langsung pergi meninggalkan Agung.


Salsabila berjalan menuju ruangan yang ditunjukkan oleh Agung.


"Hai bro.... sombongnya sekarang yang sudah menjadi bos."Kata seorang laki-laki yang baru datang sambil menepuk pundak Agung setelah Salsabila sudah tidak ada lagi disana.


Agung langsung menoleh ke arah laki-laki itu.


"Wih .. Julius...!"Sapa Agung mengulurkan tangannya menarik tangan Juli untuk berjabat tangan, Agung memeluk sahabatnya itu yang sudah cukup lama tidak bertemu.


"Mana cewek lo? Katanya lo kesini mau pujaan hati lo yang baru "Kata Juli.


"Ada..lagi ke toilet."Jawab Agung singkat.


"Terus lo sendiri..mana cewek lo?"Tanya Agung.


"Belum dapat,pada gak mau sama gue,he..he.."Kata Juli sambil tertawa kecil.


"Bukan gak ada yang mau...tapi elo nya aja yang gak mau nyari."Kata Agung.


"He ...he..tau saja kau...lo tau sendiri kalau gue paling malas berhubungan dengan cewek,males ribet gue.Cewek cuma bikin hidup gue jadi tambah ribet.Enakan seperti ini,tenang gak ada yang ngomel,mau pergi kemana-mana gak ada yang ngelarang, pingin jalan sama siapa aja gak ada yang marah."Kata Juli cuek.

__ADS_1


"Gak enak lah... dulu gue juga berfikiran seperti itu,tapi sekarang gue baru tau kalau hidup ini terasa indah kalau ada seseorang disamping kita Jul."Kata Agung sambil tersenyum membayangkan wajah Salsabila.


"Iya...iya..yang sedang jatuh cinta..!"Ucap Juli menggoda temannya.


Mereka cukup lama berbincang-bincang, hingga akhirnya Agung baru menyadari kalau Salsabila dari tadi tidak kelihatan.


Agung menoleh ke kanan-kiri mencari keberadaan Salsabila.


"Lo kenapa Gung?"Tanya Juli melihat temannya yang terlihat gelisah.


"Pujaan hati gue dimana ya?Masa ke toilet dari tadi belum keluar sih."Kata Agung mulai curiga.


"Waduh.. samperin cewek lo Gung, jangan-jangan cewek lo pingsan di toilet."Kata Juli.


"Ya sudah,gue tinggal dulu ya bro."Ucap Agung bergegas pergi ke toilet untuk mencari Salsabila yang dari tadi belum terlihat keluar dari toilet.


Agung berjalan menuju toilet wanita,disana ada Agung bertemu dengan seorang wanita muda yang baru keluar dari toilet wanita.


Agung bertanya kepada wanita muda itu, siapa tau melihat Salsabila, Agung memberitahu ciri-ciri Salsabila kepada wanita muda itu,tapi kata wanita itu dari tadi tidak melihat wanita seperti yang Agung kasih tau.


Kata wanita itu didalam toilet tidak ada siapapun.


"Sa..lo dimana?"Kata Agung cemas.


Agung mencari Salsabila disetiap sudut ruangan gedung resepsi pernikahan temannya itu hingga dia berhenti di sebuah ruangan yang terlihat seperti sebuah gudang.


"Sa..lo dimana?Oh tuhan tolong gue...dimana Salsa."Ucap Agung lirih.


Agung membalikan hendak pergi tapi tiba-tiba Agung mendengar suara pintu di pukul pelan dari dalam dan juga seperti ada suara seseorang minta tolong dari dalam ruangan itu.


Agung mencoba membuka pintu itu tapi ternyata pintu dikunci.


Tok..tok..


"Halo..apa ada orang didalam."Teriak Agung sambil mengetuk pintu ruangan itu tapi tidak ada jawaban dari dalam.


Tok..tok ..


Agung kembali mengetuk pintu itu lagi.


Klontang... klontang..

__ADS_1


Terdengar seperti ada benda jatuh dari dalam ruangan.


Agung jadi semakin penasaran,dia mencoba membuka pintu itu tapi tidak bisa.


Agung berlari mencari satpam atau penjaga gedung untuk membukakan pintu gudang karena Agung merasa penasaran ada apa didalam gedung.


Setelah beberapa menit Agung kembali dengan seorang laki-laki yang bekerja sebagai pengurus gedung resepsi itu.


Pintu dibuka, terlihat ada seorang wanita yang sudah tergeletak di lantai, tubuhnya terlihat lemas, mungkin karena terlalu lama didalam ruangan itu yang tidak ada udara masuk.


"Salsa.."Teriak Agung sangat terkejut saat melihat wanita yang tergeletak di lantai.


"Sa..bangun sa...kok lo bisa ada disini,siapa yang sudah melakukan ini ke lo sa..!"Ucap Agung terlihat panik.


Agung langsung membopong tubuh Salsabila keluar dari dalam gudang.


Terlihat orang-orang tampak kaget melihat Agung yang baru keluar dari dalam dengan berlari sambil membopong seorang wanita.


Agung langsung keluar gedung tanpa memperdulikan orang-orang yang ada di sana.


"Bertahanlah sayang..."Ucap Agung sambil berlari menuju ke mobilnya.


Pak tolongin gue, tolong bukakan pintu mobilku."Kata Agung meminta tolong kepada laki-laki yang dari tadi masih bersamanya.


Laki-laki itu membukakan pintu mobil Agung, dengan hati-hati Agung membawa masuk tubuh Salsabila kedalam mobilnya.


Agung langsung menjalankan mobilnya meninggalkan gedung resepsi pernikahan temannya.


"Aduh..."Ucap Salsabila yang baru sadar dari pingsannya.Dia berusaha bangun untuk duduk.


"Sa..lo sudah sadar? Bagaimana keadaan lo?Mana yang sakit?"Tanya Agung sambil menyetir mobilnya.


"Lho..kok saya sudah ada di mobil? Aduh..kepala saya!"Kata Salsabila sambil memegangi kepalanya sendiri,


"Apa yang terjadi Sa?Siapa yang sudah lakukan itu ke lo Sa?"Tanya Agung tampak begitu menghawatirkan perempuan yang sedang duduk di kursi belakangnya.


"Gak tau..tadi waktu mau keluar dari toilet, tiba-tiba ada yang memukul saya dari arah pintu, saya tidak lihat orangnya, saat saya bangun,saya sudah ada di ruang yang gelap,dan pengap.


Saya susah bernafas,mencoba berteriak minta tolong tapi karena badan saya terasa lemas, saya tidak bisa berteriak kencang.Saya lempar apa saja benda yang ada didekat saya ke-pintu berharap ada yang mendengar."Kata Salsabila menjelaskan.


"Kurang ajar...Siapa yang berani melakukan ini,lihat saja kalau sampai gue temukan siapa pelakunya,gue pastikan hidup orang itu akan lebih menderita dari apa yang sudah dia lakukan ke elo Sa."Ucap Agung penuh emosi.

__ADS_1


__ADS_2