
Setelah 20 jam lebih mereka berada di pesawat akhirnya mereka sampai juga di bandara Soekarno-Hatta.
"Fa... bangun kita sudah sampai,"Agus menggoyangkan tubuh Farel yang masih terlelap tidur saat ia mendengar pemberitahuan dari seorang pramugari untuk bersiap-siap karena pesawat sudah sampai di tempat tujuan.
"Em..."Fareal membuka matanya berlahan.
"Ayok Fa,lo mau ketemu sama Chelsea apa mau balik lagi ke Amrik!"Goda Agus sambil menggendong tas ranselnya bersiap-siap untuk turun.
"Ah... sudah sampai ya? Yes...!"Ucap Fareal langsung membuka matanya dengan lebar sambil melihat keadaan diluar lewat jendela yang ada disampingnya.
"Indonesia...I coming!"Seru Fareal kegirangan.
"Tas lo mana?"Agus mengingatkan Fareal yang malah berlenggang hendak pergi tanpa membawa tas ransel miliknya yang masih tergeletak di pojok kursi.
"Ealah...!"Fareal menepuk keningnya sendiri, cepat-cepat ia mengambil tas ranselnya lalu bergegas pergi menyusul Agus yang sudah berjalan duluan.
"Mana jemputan gue ya?"Ucap Fareal saat sudah keluar dari dalam pesawat sambil celingukan mencari seseorang.
"Fa...itu dia bokap lo!"Agus menunjukkan seorang laki-laki paruh baya yang sedang berdiri tidak jauh dari mereka.
"Hai...!"Teriak laki-laki itu sambil melambaikan tangannya kearah Fareal dan Agus.
Cepat-cepat mereka berlari kecil menghampiri laki-laki paruh baya atau Rendi yang sudah dari tadi menunggu kedatangan mereka.
"Halo Jagoan ayah, bagaimana kabar kamu nak?"Rendi langsung memeluk Fareal ketika kedua pemuda itu sudah berada didepannya
"Alhamdulillah... seperti yang ayah lihat, ayah sama siapa?Bunda tidak ikut?"Tanya Fareal sambil celingukan seperti. sedang mencari sesuatu.
"Ayah sendiri nak,bunda tidak bisa ikut ada oma sama opa dirumah baru datang kemarin."Jelas Rendi.
"Om...!"Agus mencium punggung tangan Rendi.
"Halo Gus,kamu jadi lebih bersih setelah satu tahun berada di Amerika."Puji Rendi.
"Ah yang bener om?"Jawab Agus nampak malu-malu.
"Ih ayah kenapa cuma si cungkring yang dipuji,la Fareal gak di puji."Protes Fareal sambil mengerucutkan bibirnya seperti anak kecil yang sedang ngambek.
__ADS_1
"Oh... bujangnya ayah mau di puji juga toh!"Ledek Rendi.
"Malas lah puji-pujiannya nanti saja didalam mobil,ayok kita pulang sekarang ayah,"rengek Fareal yang sudah rindu ingin bertemu dengan ibunda tercinta.
"yok...ayok...!"Seru Rendi.
*******
"Kok belum pada pulang ya ma?"Kata Rini sambil mondar-mandir menunggu kedatangan anak kesayangannya yang sudah satu tahun tidak berjumpa.
"Tunggulah sebentar lagi nak, palingan macet, kayak gak tau Jakarta aja."Ucap Pak Burhan.
"Iya ndu',sini duduk dulu nak!"Sambung Bu Citra.
Brum...
Nah...itu pasti mereka."
"Assalamu'alaikum...."Terdengar salam dari luar.
"Bunda...oma...opa...."Panggil pemuda itu yang tak lain adalah Fareal.
"Sayang... akhirnya kamu pulang juga nak,"Rini langsung memeluk tubuh anak laki-lakinya.
"Bunda kangen.Tambah ganteng aja kamu!"Lanjut Rini melepas pelukannya.
"Ya iyalah cucu siapa dulu!"Seru Pak Burhan mengacak rambut Fareal.
"Hehe...opa,oma,"panggil Fareal mencium punggung tangan kedua orang tua itu.
"Mana gadis Amerikanya kok gak dibawa pulang?"Tanya Pak Burhan menggoda cucunya.
"Ah opa,buat apa bawa gadis Amerika,kalau di Indonesia saja sudah ada gadis cantik, ngomong-ngomong soal gadis, Fareal jadi kangen sama gadisnya Fareal opa, Fareal mau kedalam dulu ya semuanya mau mandi dulu."Pamit Fareal yang sudah tidak tahan dengan bau keringatnya sendiri.
"Ya sudah sana cepetan nanti kita makan bersama,oma sama bundamu sudah masak masakan kesukaan kamu."Ucap Bu Citra mengusap punggung Fareal yang memiliki postur tubuh tinggi seperti ayah dan opanya yang memiliki tubuh tinggi.
"Kok tadi lama banget sih yah?"Tanya Rini menghampiri suaminya yang baru masuk kedalam.
__ADS_1
"Tadi habis mengantarkan Agus dulu kerumah kakaknya, kasihan tuh anak gak ada yang jemput, kakaknya sedang sakit jadi tidak bisa menjemput."Jelas Rendi.
"Ooh..."
Ditempat lain.
"Hai...lo Chelsea kan?"Tanya seorang perempuan memakai kacamata tidak sengaja bertemu dengan Chelsea yang sedang makan bakso bersama teman-temannya.
"Iya,kamu siapa ya?"Tanya Chelsea sambil mengingat.
"Oalah... Devira ya?"Tanya Chelsea setelah mengingat siapa gadis cantik yang ada didepannya.
"Wah... senangnya bisa ketemu lo disini, bagaimana dengan keadaan kakak lo?"Tanya Devira yang belum tau jika Chelsea dan Fareal sabenarnya bukan saudara kandung.
"Em...baik."Jawab Chelsea asal.
"Syukurlah kalau begitu, oh iya katanya hari ini dia mau pulang dari Amerika ya? Sorry gue kemaren dengar teman-teman gengnya Fareal katanya Fareal sama Agus mau pulang liburan semester."
"Eh,i...iya!"Jawab Chelsea gugup karena sesungguhnya dua sendiri tidak tahu kalau Fareal mau pulang, Fareal tidak pernah cerita ke Chelsea mau pulang kapan.
"Lho... kok kamu kayak orang bingung gitu sih Chels? Memangnya kakak kamu gak bilang ke kamu kalau dia mau pulang hari ini?"Tanya Devira menatap Chelsea penuh selidik.
"Haduh mbak Yu nih bagaimana toh,kok malah bilang sama dia kalau Mas Fareal mau pulang kan jadi gak surprise dong, mas Fareal sabenarnya sengaja gak ngomong karena mau kasih surprise buat adiknya,eh mbak Yu malah udah ngomong,"potong Atun sengaja bicara seperti itu agar sahabatnya itu tidak merasa sedih karena sang kakak merahasiakan kepulangannya dari dia, padahal Chelsea ingin sekali menjemput kakaknya jika kakaknya pulang ke Indonesia nanti.
"Ups... gitu ya?Yah... sorry, gue gak kepikiran kearah situ, waduh...gue bakal diamuk nih sama Fareal."Kata Devira jadi tidak enak."Terus sekarang bagaimana dong!"Lanjut Devira jadi semakin tidak enak."Ya sudah gue tinggal semuanya."Devira bergegas pergi meninggalkan Chelsea dan kawan-kawan yang sedang makan bakso.
"Menurut kamu seperti itu Tun?"Tanya Chelsea ketika Devira sudah pergi.
"Ya iyalah,dia pasti mau kasih surprise buat lo,lo gak usah berfikir macam-macam, percaya sama dia kalau lo memang sangat mencintai kakak lo itu, cinta bukan sekedar sayang-sayangan saja tapi juga harus saling percaya satu sama lain,"nasehat Atun.
"Begitu ya Tun."Ucap Chelsea sambil menggigit bibir bawahnya,ia menundukkan kepalanya jadi merasa malu.
"Ciye-ciye...yang mau ketemu sama ayang bep"Goda Atun membuat Chelsea jadi semakin malu.
"Apaan sih Atun ah!"Ucap Chelsea sambil tersenyum simpul.
Sementara dari kejauhan terlihat Devira sedang menatap Chelsea dengan tatapan yang gak ada yang tau apa arti dari tatapannya itu, tatapannya begitu tajam seperti sedang merencanakan sesuatu yang hanya dia saja yang tau.
__ADS_1